Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa

Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa
bab:24.paviliun anggrek


__ADS_3

"dayang lu, tolong ambilkan saya (paku.palu.cambuk.rantay.gunting.besi panas dan air garam!" seru xiao dengan tatpan dingin


"ini?" dayang lu tertegun selama beberapa saat ia mencoba untuk mencerna apa yang akan dilakukan oleh nonanya


Namun mereka yang mengetahui arti dari semua itu tiba-tiba terbelangak kaget dan mendadak berteriak


—'JERAJI '


Dayang yi,langsung merangkul kaki xiao yu, tubuhnya brgetar hebat,ia sambil tersedu-sedu berkata "nona.nn'nona mafkan hamba nona.nona maafakan hamba nona.hamba mohon"


Begitupun dengan kedua pelayan yang sedang diikat kaki maupun tangan nya, langsung melonjak ke hadapan xiao seperti ulat yang sedang berjalan


—"no'nona maafkan kami, kami bersalah nona"


"nn'nona,hamba mohon maaf nona.maafkan nubi"


***


"hah.kau pukir hanya dengan meminta maaf akan menebus semua perbuatamu padaku dan aku akan dengan senang hati memaafkanmu,begitu. jangan berharap eyelanmu itu akan terkabulkan " sahut xiao sambil tersenyum sumeringih yang menyeramkan, kemudian ia berujar"dayang lu, cepat gantung, dan ikat mereka!"


"**'tidak dayang lu,tolong lepaskan saya!" rengek dayang yi dengan raut wajahnya yang menyedihkan


Namun dayang lu,tidak bergeming sama sekali ia sudah menutup mata dan telinganya sejak awal ia membawa mereka untuk ke halaman belakang bersama nonanya, ia lebih mengerti perasaan nonanya.sudah banyak penderitaan yang di alami olehnya "baik nona"


"dayang lu,pukul dua orang itu seratus pukulan tongkat. dan untuk dayang yang munafik ini biar aku yang urus" seru xiao sambil menyilangkan tangannya di atas dada


Setelah membantu mengikat kedua cucunguk di atas kursi panjang,tak luapa ia juga mengikat dayang yi,di batang pohon. ia segera membawakan alat yang diinginkan barusan oleh nonanya


—"ayo!"


( break break break )


Dayang lu, dengan perasaan geram melampiaskan kemarahannya dengan pukulan yang kian bertubi-tubi di buatnya


Xiao yang melihat aksinya kejam namun cara memukulnya yang lucu jadi tersenyum getir


"baiklah sekarang giliran kau!!!" ia mengambil gunting terlebih dahulu dan memotong rambit dayang itu sampay menjadi pendek


Setelah nya xiao mengambil cambuk dengan ukuran yang panjang berwarna merah menyala ia dengan sekuat tenaga mengarahkannya pada pinggang dayang itu hingga yang di tuju merintih kesakitan


Jeritan histeris yang memekangkan telinga terjadi di dalam paviliun itu,para pelayan yang di-tugaskan di luar,sangat ketakutan, namun tidak bisa di pungkiri bahwa mereka semua tidak ada yang berani untuk melihat maupun melapor.


Karena mereka sudah tahu akan sifat menyeramkan yang sekarang dimiliki oleh putri ke dua,jadi mereka lebih memilih berdiam diri mendengar jeritan memilukan itu daripada nanti mereka kena imbasnya


Sudah setengah jam peroses penyiksaan yang di alami oleh ketiga wanita itu dengan tanpa jeda sekalipun

__ADS_1


Kedaan ketiganya sangat mengenaskan terutama penyiksaan yang di alami oleh dayang yi sekujur tubuhnya bergetar hebat, luka akibat cambukan ter'cap jelas dengan darah yang tembus dari pakayannya


Wajahnya sangat mengerikan luka akibat sayatan-sayatan cambuk yang di terimanya dan darah yang tak henti-henti mengalir di ujung jari kakinya. pemandangan yang menjijikan ini sangat dinikmati oleh xiao yu


Dayang yi, kini sangat meyesali atas perbuatan yang sudah ia lakukan terhadap putri kedua.dayang itu ingin sekali mengucapkan permintaan maaf,namun lidahnya terasa berat untuk bergerak


Xiao yu meregangkan tangan-tangannya karena merasa pegal.lalu ia menjatuhkan cambuk yang berlumuran darah itu di genggaman tangannya


"nn'no'no'nona ma'maafkan hh'hamba" lirih dayang yi suara yang terdengar serak akibat darah yang terus keluar dari dalam mulutnya


"hey, baru segitu saja kau sudah merengek seperti anak kecil" coloteh xiao dengan nada mengejeknya


"kau sudah lelah kan,oke kita sudahi ini dengan—" xiao tersenyum iblis, matanya yang tajam ter'arahkan kesamping,melihat besi panas yang terlihat merah akibat terselimuti arang


Ia mengambil pegangan dari besi itu dan berkata "bukankah ini yang kau lakukan padaku dulu, maka sekarang giliranku untuk mengembalikannya padamu"


—"ja'ja'jangan nona jangan saya mohon nona.aaaaaaaaaaaaaaa,"


(arghhhhhhhh)


(bruk)


Dayang lu seketika ter'duduk,ingin rasanya ia pingsan melihat perbuatan nonanya


"nn'nona anda!!!" ucapnya samil melongo


Mendengarnya membuat kehawatiran yang berputar-putar mengelilingi pikiran dayang lu seketika sirna ia menghela nafas dengan perasaan lega "nona setelah ini mau di apakan mereka?"


"huh, sayang sekali air garam itu menjadi terbuang sia-sia.baiklah dayang lu antarkan mereka ke paviliun teratay" ucap xiao dengan nada datar sambil menyeka darah di tangannya


Dayang lu,seketika tertegun'bukankah paviliun teratay milik selir pertama apa yang akan terjadi nantinya kalau mereka mengetahui bahwa kami pelakunya' dia berpikir sangat keras sehingga terhanyut dalam pikirannya sendiri


"tapi nona apa tidak apa-apa?" tanya ia dengan hawatir apa yang dipikirkannya barusan akan terjadi


Xiao berbalik menatap dayang lu,kemudian berkata"dayang lu tidak perlu hawatir tidak akan terjadi apa-apa kok, percaya sama saya!"


—"baik nona"


Xiao akan beranjak pergi meninggalkan paviliun nya namun ia berbalik kembali "oya, dayang lu.simpan lah racun itu di tempat yang aman,mengerti!"


Barusaja dayang lu akan mengangkat pelayan itu ia seketika terhenti mendengar nonanya mengatakan hal itu.ia jadi bingung dengan jalan pikiran nonanya, lalu ia bertanya"untuk apa nona?"


"simpan saja" xiao berlalu pergi meninggalka paviliun-nya dengan senyum sinis penuh arti yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri


__ADS_1


Xiao melangkahkan kakinya menuju paviliun anggrek ia ingin tahu bagay mana penampakan paviliun terbesar di dalam kerajaan bron


Ah.sungguh sial pada saat ia sudah berjarak 50m dari paviliun yang akan di tuju olehnya


Secara kebetulan Ia berpapasan dengan pangeran ( jaehyung)


Namun xiao tidak ingin memperdulikannya, pada saat ia akan melanggang melewatinya secara tiba-tiba tangan besar membuatnya terhenti


"apa kamu sengaja menghindari saya angar saya bisa tertarik dengan anda?" ucap jaehyung sambil menghadap ke'arah xiao yu


Mendengarnya xiao langsung mengerutkan kening, ia berbalik badan untuk menghadap ke'arah peria itu dan berkata dengan nada datar"lepaskan!"


Melihat genggaman yang di picu olehnya, peria tampan itu segera melepaskan pegangannya "xiao yu dengar ya,sampay kapanpun,saya tidak akan mencintaimu,apa kamu mengerti.jadi jangan berperilaku seakan-akan kini kamu sedang menghindari saya, saya tahu kamu masih mencintai saya"


'huh,darimana orang gila ini berasal,apa dia sedang lepas dari borgolnya' xiao bergidik jijik melihatnya, kemudian sambil berbalik ia berkata "enyahlah,! Kenapa orang idiot sepertimu berada di sini.bukankah kau sendiri yang memintaku untuk tidak mendekatimu,jadi urus saja urusanmu sendiri"


—"KAU!!!"



Xiao memasuki kamar permaisuri dengan langkahnya yang sangat tenang. ia berencana untuk menyelidiki tentang sesuatu hal,yang membuatnya tertarik untuk pergi ke paviliun ini


Xiao membuka laci lemari yang ada di sisi samping ranjang indah permaisuri "apakah emasnya ada di sini?"


ya.dia adalah xiao yu si gila harta. kedatangannya kemari hanyalah ingin menemukan barang-barang berharga yang di tinggalkan oleh ibu dari si pemilik tubuh dan mengambilnya.toh bukannya semua itu juga akan menjadi miliknya


"caahhh.apa ada di sini!!!" xiao membuka laci kedua, namun sial kekecewaan melanda hatinya. laci itu sangatlah kosong bahkan seekor kcwa pun tidak ada yang singgah di dalamnya


Lalu ia membuka laci ketiga dan alhasil, ia mendadak menjadi tertegun.melihat kotak kecil seukuran kepala anak kucing tergeletak di sana


Ia penasaran dan ingin membukanya perlahan namun pasti,cara ia membuka kotak itu


Tapi harapan tidak sesuay dengan keinginan, bukannya mendapat berlian,malah mendapat batu giaok dengan bentuk yang bundar"ah.sungguh si*al"


Ia mengambil batu itu dengan tatapan menyelidik, tapi tidak ada tanda-tanda satu titik pun yang berharga dari batu itu


Namun begitu ia menekan batu itu seketika cahaya hijau menerka seluruh tubuhnya dari dalam batu itu


Berbagay memori mengalir ke dalam pikiran nya untayan peristiwa terus meledak-ledak di dalam kepalanya hingga ia haruss berlutut karena tak kuat menahan rasa sakit yang menggebu di dalam kepalanya


(ssssssst)


Tiba-tiba xiao mendapati aliran memori yang bukan miliknya itu terhenti.ia mengangkat tangannya ke undara yang memperlihatkan batu giok berwarna hijau yang terus menyala


Ia tersenyum iblis kemudian berkata "cukup menarik"

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2