Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa

Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa
bab:4.OMG


__ADS_3

(jmmrreeng+) tiba-tiba saja terdengar suara keras yang memekangkan telinga


***


Sehingga xiao yu terlonjak kaget, sapay-sampay kaki kannya terkilir dan jatuh terduduk ke tempat semula (brukkkkk) "ssssss,aaaaah" lirihnya kesakitan bahkan bukan hanya *4**** nya saja yang kesakitan,entah mengapa seluruh tubuhnya demikian terasa sakit dan perih


Xiao yu,melihat ke arah sumber datangnya suara itu,ia menyipitkan mata melihat seorang wanita paruh baya yang mengenakan pakayan kuno berwarna brown yang amat lusuh, seperinya ia terkagetkan oleh sesuatu sehingga menjatuhkan nampan berisikan air yang tadinya sedang di genggam olehnya,terlihat saja dari ekspresi yang ia tampilkan dengan mata yang melebar


Xiao yu lupa dengan nama wanita itu tapi diingatan yang di terima olehnya wanita itu kalau gak salah adalah dayang istana yang dulunya melayani permaisuri.namun setelah permaisuri tiada ia berpindah melayani putri permaisuri yaitu xiao jian,bahkan jikala putri xiao jian mengalami tindasan dari selir dan anak-anaknya hanya ialah seorang yang bersedia melindungi xiao jian meskipun,


nyawa taruhannya sekalipun ia tetap berselia


Melihatnya xiao yu jadi terharu tak di rasakannya butiran air mata menetes begitu saja


Wanita itu yang melihat xiao yu terduduk seketika berlari menaiki anak tangga dengan perasaan kawatir serta perasaan lega,ia memeluk xiao yu dengan tiba-tiba,ia mengerskan pelukannya sambil menangis tersedu-sedu "hiks-hiks,non akhirnya non bangun juga terima kasih dewa kau telah menyadarkan nya kembali"


Meski xiao yu yang di peluk merasakan pelukan hangat.tapi ia sudah tidak tahan menerima pelukannya.sesak serta menyakitkan terasa di seluruh tubuhnya, kalau lama-lama ia yakin bisa-bisa mati terduduk ia di sini


"hey,apa kau akan membunuhku,tolong lepaskan pelukanmu!


dadaku sesak" ucapnya dengan nada pelan


Menyadari hal itu dayang itu segera melepaskan pelukannya "maafkan saya nona, saya pantas mati"

__ADS_1


"emang kau pikir nyawa bahan mainan apa" pikir xiao yu sambil bergidik,setelahnya ia pun bertanya "siapa namamu? Dan, bagaynana aku bisa ada di sini?"


Menanggapinya dayang itu tertegun sejenak "APA?.putri tidak tahu siapa saya,apa putri mengalami hilang ingatan?" seru dia dengan nada khawatir


"ya,sepertinya begitu" jawab xiao yu sambil memegang kepalanya.padahal ia sedang berpura-pura,siapa juga yang siapa.ia kan bukan pemilik tubuh ini,lagian ia juga merasa heran kenapa semenjak kematiannya ia mendadak jadi pelupa


Dengan refleks nya dayang itu langsung memegang kepala xiao yu sambil menggeserkannya ke kiri/kanan sambil bergumam "ya dewa apakah benar nona xiao kehilangan ingatannya?.mengapa sedemikian rupa"


Menyadari tatapan yang tajam dari xiao, dayang itupun terduduk kembali "maafkan saya nona"


"cepat katakan?" ucap xiao dengan nada dingin penuh penekanan


Mendapat gertakan dari nonanya dia kemudian berkata dengan gugup


"lalu bagaymana dengan gege-ku?" tanya xiao yu yang terbawa suasana


(note:para pembaca tentu tidak akan asing lagi kn soal ucapan gege and meimei...yuk lanjut)


"putra mahkota,selama ini tidak pernah perduli akan ke adaan nona" jawab dayang itu


"ha.hanya gelang giok.aku penasaran sebegitu berharganya gelang giok daripada anaknya sendiri" ucap xiao yu dengan amarah yang meluap ia heran "hanya dengan gelang giaok saja ia bisa merasakan kepedihan sesakit itu,apa mereka bercanda, aku heran dengan raja,bagaymana bisa ia setega itu sampay percaya pada orang lain daripada anaknya sendiri,sang putri,kn dia darah dagingnya sendiri,kakanya juga selalu acuh.layaknya,yang di tidnas itu hanyalah orang lain.


baiklah kalau begitu bukankah:mata dengan mata,hati dengan hati,jantung pun harus di bayar dengan jantung.tenang saja putri,biar aku yang akan mengambil peranmu dan membaladkan dendam seribu kali lipat dari apa yang telah mereka lakukan padamu,dan kita lihat seberapa kuat mereka untuk tidak meminta ampun" batin xiao yu sambil tersenyum sinis bak iblis haus akan darah

__ADS_1


Bahkan dayang itupun bergidik ngeri melihatnya 'mengapa nona begitu menakutkan'


Kembali ke ekspresi datarnya xiao yu kemudian berujar "baiklah dayang lu, aku sudah paham sekarang,dan untuk apa dayang membawa nampan berisi air ke sini?"


"anu,nona saya ingin mengobati luka-luka yang ada di tubuh nona" jawabnya sambil memperlihatkan sebuah botol obat yang terbuat dari kaca berbentuk bulat


"ll'lu'luka" mendengar hal itu membuat xiao yu sedikit bingung secara bersamaan ia mengangkat tangannya.seperti yang sudah di beritahu sebelumnya kini tangan serta seluruh tubuhnya mengalami memar-memar yang sangat parah.namun itu bukan hal yang masalah baginya,karena di zaman moderen ia sudah kebal akan hal itu.tapi yang membuatnya membelalakan matanya adalah,kulit yang dekil kumel bau lagi.ingin rasanya ia muntah mencim bau badannya sendiri


"dayang.apa disini ada cermin" tanya ia dengan sedikit panik


"ada nona,sebentar saya ambilkan" jawab dayang lu, kemudian undur diri menuju salah satu ruangan disana


Tak butuh lama bagi dayang itu kembali ke sisi xiao yu dan menyerahkan cermin bundar ke tangan nya "ini nona.."


Mengarahkan cermin itu ke depan wajahnya seketika xiao yu tertegun selama beberapa saat dan kemudian "oh my god" ucapnya dengan suara lantang yang membuat dayang lu,seketika terkagetkan olehnya ia kemudian melanjutkan "OMG,dayang i,in ini wajah ku?"


"i'iya nona i'itu nona" sahut dayang yang kini tengah membeku


"sulit untuk ku percaya artis bollywood terkenl akan kecantikannya kini bagaykan si gagak nyempling ke air GOT" celetuk xiao yu yang tidak percaya apa yang dilihatnya di pantulan cermin adalah dirinya yang sekarang.ia adalah artis bollywood dengan paras cantik, meski itu hanya sebuah topeng,namun penampilan lah yang selau di utamakannya dalam segala hal apapun,"tapi bukannya wajah arwah dari tubuh ini sangat cantik ya,tapi kok bisa kayak gini,ini udah jlek item dekil lagi'


Tapi setelah ia meneliti keseluruhan dari ukiran wajahnya ia mulay mengerti dengan sinisnya ia menarik senyum ke samping...


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2