Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa

Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa
bab:31.ibukota kerajaan (muron chan)


__ADS_3

(tak tuk tak tik tuk)


deretan suara sepatu kuda bisa terdengar oleh penjaga gerbang keluar dari ibukota kerajaan bron


Memperlihatkan ketiga gadis yang sangat anggun dan menawan


***


Melaju ke arah selatan,ketiga gadis remaja itu akhirnya sampay di hadapan ibukota keraraan muron chan.pada saat ini xiao yu akan masuk,namun ia tiba-tiba di hentikan oleh seorang petugas penjaga gerbang itu


"berhenti nona,!.nona mohon tunjukan pelekat kalian!" seru penjaga 1.dengan tatapan dinginnya


Mei lien dan mei juan meskipun tidak mengerti apa yang di maksud oleh kedua penjaga itu karena mereka tidak pernah keluar masuk ibukota kerajaan bron her sekalipun, karena itu ketika mereka mendengarnya seketika menjadi bingung.mereka hanya bisa bertukar pandang dengan tatapan polos penuh pertanyaan


Pelekat yang di msksud,adalah bertujuan untuk investigasi setatus dan darimana mereka berasal hingga apa tujuan mereka


Xiao yu mengambil pelekat miliknya dari dalam sabuk pinggangnya, lalu memberikannya pada penjaga itu


Pelekat itu terbuat dari pelekat batu giok biasa, dengan lambang ciri bahwa ia hanyalah seorang pengunjung dari wilayah kerajaan itu sendiri.


"baik nona silahkan kalian boleh masuk!" ucap penjaga itu sambil mengembalikan pelekatnya


Xiao memimpin jalan melanggang ke arah ibukota sambil tersenyum sinis


Ya.segala sesuatu bukankah harus memiliki persiapan yang matang,seperti halnya xiao yu yang memiliki pelekat palsu itu. Pelekat itu ia dapatkan di toko pakayan sebelum ia pergi untuk membeli kuda, dan tentu-saja pelekat itu hanyalah pelekat tiruan. karena meskipun jika dirinya memiliki pelekat nya sendiri, tentu saja ia akan tetap membeli pelekat palsu itu.karena kalau sampay ia mengeluarkan pelekat asli miliknya sebagay setatus putri dari kerajaan bron, maka itu akan menjadi repot dan panjang urusannya. karena penjaga itu pasti akan melaporkan atas kedatangannya pada sang pemimpin kerajaan



Hari sudah malam xiao yu turun dari kuda yang tengah di tunggangi olehnya


"ayo kita cari penginapan terlebih dahulu!" seru xiao yu yang menerima anggukan dari kedua pengawal cantiknya itu


Ketiga gadis itu berhenti di depan Sepanduk yang terbuat dari kayu,yang bertuliskan (penginapan)


"ayo!" ucap xiao sambil menaiki tangga

__ADS_1


Begitu mereka masuk, seketika mereka langsung di sambut dengan tempat makan/restoran yang sangat ramai pengunjung


Mei juan yang kebingungan langsung bergumam "yang benar saja,apa mataku salah lihat bukankah sepanduk tadi bertuliskan 'penginapan', kenapa sekarang menjadi tempat makan?"


"jika matamu salah lihat,apa menurutmu penglihatanku juga bermasalah.bukankah sudah jelas sepanduk sebesar gajah itu di tulis atas nama 'penginapan' " cerca mei lien


Xiao yu juga berpikir seperti itu.namun setelah melihat bangunan ini memiliki tiga lantay iapun mulay memahaminya


Ia dengan santaynya berjalan ke arah meja kasir yang ada di ujung dinding di dekat anak tangga yang mengarah ke lantay dua


"nona ada yang bisa saya bantu?" ucap penunggu meja kasir/resepsionis itu pada xiao yu


"tuan saya ingin memesan kamar di sini apa masih ada yang kosong?" tanya xiao yu kepada peria penunggu meja kasir itu


"ya tentu nona.tapi...untuk saat ini hanya ada kamar yang biasa saja, karena kamar VIP sudah di tempati semua" jelas peria dengan umur enpat puluan itu yang di'iringi suara renda untuk menjelaskan dengan cara yang sopan


"yasudah saya ambil dua kamar!" seru xiao yu dengan ekspresi dinginnya


"baik nona totalnya adalah dua (yuan bao)" sahut nya dengan meletakan kunci dari kedua pintu kamar yang di pesan oleh xiao


"mei lien,mei juan.ayo ikuti saya kita akan makan dulu!" ucap xiao sambil berjalan untuk menempati meja yang berada di barisan paling ujung


"yey.akhirnya kita makan juga!!" kata mei juan dengan perasaan girang menyusul nonanya dengan diikuti mei lien dari belakang


Begitu mereka duduk seorang pelayan yang bekerja di sana dengan segera menghampiri mereka.dia berdiri tepat di depan meja, dengan senyumnya yang ramah pelayan itu bertanya sambil meletakan buku menu"nona anda mau pesan apa?"


Xiao yang melihat buku itu jadi merasa aneh 'OMG, ga'salah mereka memiliki buku menu, sedangkan ini kan di zaman kuno,apa mungkin karena restoran ini paling megah kali ya?'


Xiao mengambil buku itu dan membukanya,begitu ia melihat isinya sungguh sulit di percaya ternyata tidak jauh berbeda dengan di zaman moderen, hanya saja cara memasak lah yang jadi dinding penghalang untuk setiap menu yang tertara di situ yang akan membedakan setiap citarasa karena semua tidak ada yang mengandung minyak


Xiao menutup buku itu kemudian menyerahkannya pada kedua pengawal nya "cepat kalian mau pesan apa?"


Mei juan dengan refleks-nya akan mengambil buku yang di sodorkan di atas meja itu,namun sang kakak segera menepis tangannya ("ckk") "nona, apapun yang akan anda pesan pasti kami akan memakannya "


Xiao melihat mei lian yang terlalu menghormati tuannya,ia tersenyum melihatnya lalu memalingkan wajah ke arah pelayan itu dan berseru "ambilkan satu persatu semua menu yang ada di sini,oh ya dan sekalian tolong ambilkan air putih untuk saya!"

__ADS_1


—"baik nona silahkan menunggu!"


Hanya butuh beberapa saat dari awal xiao memesan.dan kini menu yang diinginkan sudah di bawakan oleh ke lima pelayan wanita dengan satu orangnya membawa dua nampan besar sekaligus.


Satu persatu makanan di letaka di atas meja, mei juan dan mei lian seketika ternganga melihat makanan yang di pesan nonanya sebanyak ini sampay-sampay mei juan saking gembiranya hingga bertepuuk tangan


(prok prok prok prok) "wah.nona yang terbaik"


Akan-tetapi mei lian yang melihat nya mendadak tidak enak bukankah makanan itu satu piringnya saja sangat mahal"nona apa tidak apa-apa menghambur-hamburkan uang?"


"jie jie siapa juga yang membuang-buang makanan,tenang saja ada meimei yang akan menghabiskan semuanya" cela mei juan yang mengarah kepada dirinya sendiri


Xiao yu seketika tersenyum getir"tenang saja anggap saja ini adalah pesta penyambutan kalian karena skarang kalian telah menjadi pengawalku"


Mendengarnya membuat mata mereka berdua berkaca-kaca karena terharu "mm,terimakasih nona!!"


Makan dengan lahap mereka berdua sangat kelaparan sampay xiao yang melihatnya bergidik sambil tersenyum kecil 'nampaknya mereka belum makan selama saatu minggu'


Baru saja ia mengangkat satu suapan sendok kedalam mulutnya tiba-tiba saja terhenti di udara, karena mendengar sesuatu yang mencuri pendengarannya


—"apa kau akan pergi ke sana?"


—"menurutmu dengan aku yang hanya bisa membeli ikan teri ini bisa pergi ke tempat itu"


—"benar juga ya. Eh bukankah tempatnya di arah barat?"


—"menurut kalian di tempat lelang ilegal itu apa saja yang akan di tawarkan?"


—"sssttt,!.jangan keras-keras bicaranya nanti kalau kamu sampay ketahuan bisa bahaya!"


—"saya dengar akan ada tawaran ginseng seribu tahun, dan banyak lagi barang-barang yang mungkin bisa jadi barang-barang yang akan di lelang kali'ini, di luar akal kita bisa saja di dapatkan di sana"


—"ya.sekarang adalah kesempatan bagi para orang-orang kaya untuk pegi kesana.karena lelang itu hanya di adakan satu bulan sekali"


Xiao yang tengah mendengar perbincangan yang sangat serius itu menjadi lebih tertarik, ia kemudian meminum seteguk air.setelahnya tersenyum sinis dengan tatapan semenarik mungkin

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2