Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa

Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa
bab.26.mengubah ke'adaan


__ADS_3

Xiao berdiri kembali,kemudian ia mengambil cangkir yang di bawa oleh dayang lu


Semua orang melihatnya maju ke depan,dan berdiri tepat di hadapan selir pertama


Ia mengulurkan cangkir itu sambil berkata "minumlah!"


***


Semua orang yang melihatnya mendadak tertegun,mereka bertanya-tanya mengapa putri xiao jian begitu berani memerintah selir pertama untuk meminum isi dari cangkir hijau sebesar mangkuk pertengahan yang di bawa olehnya itu,dengan tanpa adanya penjelasan apapun


Namun berbeda halnya dengan ( li hua ) sang selir pertama, ia mendadak terbelangak kaget mendapati cangkir berisikan racun yang telah di kirimnya untuk membunuh putri ke dua, kini dia sendiri yang di suruh untuk meminumnya.tentu sekarang ia sangat panik apa lagi ke adaannya sekarang sangat sulit untuk mencerna apa yang sedang terjadi,karena posisinya saat ini di perhatikan oleh semua orang,sekarang perasannya mendadak tidak enak


Namun jia li yang menyadari bahwa itu adalah secangkir racun tanpa aba-aba langsung menepis tangan xiao yang sedang terapung di udara


(byarrrrrrrr)


"hey wanita ****** apa kau sudah gila,apa kau mau membunuh mama ku dengan racun itu?" ucapnya dengan marah


Mendengarnya membuat pupil mata semua orang yang ada di sana mendadak melebar hingga sang raja pun kian berdiri


Dengan refleks pejabat ( yao ) berjalan dari tempatnya berdiri menuju ke tengah-tengah aula "yang mulya—"


Baru saja ia akan menyampaykan pendapatnya.namun seperti kejadian sebelumnya lagi-lagi gulungan bambu ber'isikan surat melayang ke arahnya


Hingga mengenai kepala bagian jidatnya,yang mengakibatkan gulungan itu jatu ke lantay dengan ke adaan terbuka


Sketika beberapa pejabat yang berbaris di barisan yang dekat dengan jatuhnya gulungan itu, menoleh ke arah isi dari surat yang terbuat dari babu kuning itu. begitu mereka selesay membacanya tiba-tiba mereka mendadak terlonjak kaget,

__ADS_1


Bagaymana mereka tidak terperangah karena terkejut.surat itu beriisikan korupsi yang terjadi di ibukota dengan sekor yang melonjak tinggi dan penyalah gunaan kekuasaan yang akan menjadi masalah utama di setiap kekaisaran


Dengan gesit pejabat ( yao ) langsung bengambil gulungan itu sebelum sang raja melihat isi dari surat itu,ia berlari dengan langkah kecilnya menuju tempat semula.tatapan-tatapan peringatan di tunjukan padanya oleh setiap pejabat yang membaca sekaligus tersangkut pautkan dengan isi dari gulungan tersebut


Sekarang mereka tidak ada yang ingin maju kedepan karena mereka yakin jika mereka ambil langkah itu. niscaya mereka sendiri yang akan kena batunya


Ya.xiao sudah menyiapkannya dengan teliti,setiap malam di waktu yang sunyi,tepatnya di pertengahan malam, ia selalu menyelidikinya dengan teliti karena ia selalu berpikir,setiap waktu pun berharga tidak ada waktu untuk kata 'bersenang senang'


Akan tetapi perdana mentri ( guang ) berjalan menghadap sang raja sambil menunduk hormat.dia berdiri di belakang xiao yu yang sedang menghadap ke arah selir pertama


Dia dengan tegasnya berkata "yang mulya sebelumnya hamba ingin meminta maaf telah lancang. hamba hanya ingin menuntut ke adailan,sudah berulang kali putri xiao jian melakukan perbuatan yang senonah,bahkan hukum ( jeraji ) yang hanya berada di penjara bawah tanah berani ia lakukan.menurut saya sekarang sudah saatnya dia menerima hukuman yang setimpal" ia berhenti sebentar untuk melihat ekspresi sang raja,namun ekspresi itu tidak berubah sama sekali,hanya datar dan dingin yang di tampilkannya. lalu iapun melanjutkan "yang mulya menurut hamba anda harus berperilaku adil supaya nantinya tidak ada korban lagi,lihatlah selir pertama-pun kini akan di racuni olehnya"


Xiao tersenyum dan sedikit tertawa getir sambil mengambil pecahan dari cangkir yang terbuat dari batu giok itu


Semua orang yang menyadari bahwa putri xiao jian tersenyum sedemikian mungikn menjadi heran ( 'apakah dia gila' )


Xiao mengubah postur tubuhnya menghadap mentri guang, dan sambil mengacungkan serpihan giok itu ia berkata"keadilan," ia lagi-lagi tersenym mendengar pernyataan itu "mentri, aku tidak menyangka kalau kau ternyata sangat pintar untuk mengubah fakta"


"Apa maksudmu?" cela putri ke tiga dengan mata yang tajam sekaligus emosi yang meluap-luap


"menurutmu apakah saya mengatakan bahwa saya telah memberikan racun kepada selir pertama.mm,ya.memang saya akui bahwa isi dari cangkir ini adalah racun,tapi saya hanya mengembalikan sesuatu yang sudah di berikan pada saya,kepada pemiliknya.menurut anda apa memang putri ke dua memiliki mata yang bisa tembus pandang. bukankah, hanya kultifator tingkat tiga yang bisa memilikinya. Hah,kalian pasti tahu bahwa putri kedua sekarang hanya di tingkat satu ranah empat, apalagi bukankah cawan yang saya berikan memiliki pentutup di atasnya?" sahut xiao panjang lebar dengan mengatakan yang seharusnya ia katakan


Seketika aula menjadi riuh mereka membicarakan bahwa apa yang telah di ucapkan putri kedua memang ada benarnya


Xiao tersenyum tajam menatap ke arah ayahnya dan berucap "yang mulya pasti mengerti maksud dari ucapan saya. yang mulya pasti tahu mengapa saya berbuat sedemikian rupa pada dayang itu. intinya seseorang yang berbuat jahat harus mendapat ganjaran yang setimpal atas perbuatannya.yang mulya jika perdana mentri ini selalu berhak mendapatkan keadilan dari anda kenapa saya tidak"


"maaf yang mulya sepertinya penjelasan saya kali ini sudah sangat jelas,jadi saya undur diri.dayang lu,ayo kita pergi!"

__ADS_1


Xiao berjalan pergi meninggalkan aula. meninggalkan jejak kekaguman di hati semua para pejabat maupun mentri yang selalu berpihak pada keadilan


"ayahanda kenapa anda tidak menghukum gadis itu,? jelas-jelas dia ingin meracuni mama ku" perotes jia li


"iya ayah handa kenapa anda melepaskan wanita bodoh dan tidak berguna itu" timpal jiang mi yang juga tidak terima kalau adik tirinya itu bisa lepas dengan cara yang begitu mudah


"bodoh,apa yang kau sedang bicarakan,jelas-jelas saudari kalian sudah menjelaskan bahwa dalang dari semua ini adalah kalian.kalian sendiri kan yang mencoba untuk meracuni xiao jian dan akibat ke-cerobohan kalian sendiri,ia mengetahui rencana kalian dan lihat dayang lu di siksa sampay sedemikian rupa itu gara-gara ulah kalian apa kalian tidak menyadarinya" tegur putra mahkota ( xingguan zhao ), dan sekarang ia melihat ke arah pintu keluar aula, ia merasakan ada sesuatu yang membebaninya


Selir ketiga beranjak dari kursinya dan dengan tatapan sinis ia berkata"ku'pikir putri ke dua adalah gadis bodoh,ternyata kalianlah yang bodoh. fen lian ayo kita pergi!"


—"KAU"+


"ayah-handa" ucap jia li dengan suara yang manja


Namun kaisar yang sedang marah dengan pikiran yang sekarang bercampur aduk,antara kecewa dan penyesalan yang sangat amat dalam itu berkata dengan suara yang lantang"dengan ini ku nyatakan bahwa selir pertama akan di jatuhi hukuman, dia tidak boleh keluar dari paviliunnya selama satu bulan dan menyalin buku etika kerajaan selama limaratus kali. dan untuk kedua putrinya akan menerima hukuman pukul dengan tongkat sampay lima puluh kali"


"**'idak yang mula tidak" balas selir pertama sambil merangkul sang pemimpin kerajaan bron,dengan wajahnya yang di buat-buat hingga terlihat menyedihkan


"ayah-handa jangan lakukan itu!" coloteh putri pertama


"iya ayah bukankah seharusnya wanita ja*ang itu yang di hukum?" ucap jia li dengan perasaan geram


Namun sang raja menepisnya dan berlalu meninggalkan aula begitu saja


Mereka bertiga tidak terima di perlakukan seperti itu bisa-bisa rusak citra mereka, dan mau di taruh di-mana muka mereka nantinya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2