
Xiao tersenyum sinis dan menghampiri kedua gadis itu.lalu ia melemparkan ginseng yang ada di tangannya ke arah putri ke'dua "aku bukan lawan melainkan kawan.ambilah!"
Mei lin berhasil menangkap ginseng itu,dan seketika pupil matanya terbelangak tak percaya karena kaget "ii'ini!!!"
***
Xiao tersenyum tipis menanggapi ekspresi wajah ke'heranan dari gadis itu, ia kemudian menatap sekilas ginseng yang sudah di lemparkannya tadi hingga jatuh ke tangan sang putri mei lin
"ya.itu adalah ginseng seribu tahun" jelasnya dengan nada yang amat datar
Meli lin dan ming mey, yang mendengar sahutan gadis bercadar yang kini jaraknya beberapa langkah saja di hadapan mereka, seketika keduanya saling ber'tukar pandang, entah apa rencana prsonal yang dia undang, demi maksud terselubung dari gadis bermanik biru itu pada mereka
Namun dengan segera keduanya menepis per'sangka buruk tentang cara mereka berpikir sebelumnya terhadap gadis itu.toh,bukankah tadi juga dia sudah bilang kalu dirinya itu kawan
namun mei lin masih ragu untuk menerima perlakuan secara mentah-mentah, ia harus mengantisipasi terlebh dahulu,"apa maksudmu,?.apa kau sedang menghina kami,?. dengar ya nona,!.kami juga bisa membeli ginseng ini dengan harga yang lebih tinggi dari itu"
Ming mey,yang mendengar adiknya melontarkan kata-kata kasar, sengera memelototinya dengan tatapan memperingatkan
Lalu setelahnya ia mengalihkan pandangannya ke arah wanita bermanik biru itu "nona maafkan atas kelancangannya, ia memang suka berbicara sembarangan"
Melihat tidak ada tanggapan apapun dari lawan bicaranya iapun melanjutkan "nona,ginseng ini sangat berharga,jadi kami tidak bisa menerimanya dengan cuma-cuma.ee,kalau gitu begini saja,maukah nona ikut dengan kami ke rumah"
Xiao yang di kasih tawaran itu tersenyum kecil "tidak perlu nona.lagian bukankah nona berdua sangat membutuhkannya,"
Menanggapinya mei lin hanya bisa melongo tanpa mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya
"mm,terima kasih nona kami dengan senang hati akan menerimanya, kelak suatu saat nanti kami pasti akan membalas kebaikan hati nona" ucapnya sambil merendahkan tumuhnya ke bawah dengan penghormatan etika seorang putri
—"oho oho oho!!!"
Suara itu datang dari sang kusir yang sudah mulay sadarkan diri
Ming mey dengan perlahan membungkuk untuk membantunya bangun dari posisi tengkurapnya
Tanpa berbasa-basi lagi xiao hendak pergi, namun segera di hentikan oleh putri mei lin
—"tunggu nona!"
—"ada apa?"
Mei lin sempat ragu.namun akibat di dorong oleh rasa penasara-nya yang kuat,iapun mencoba untuk bertanya"nona,siapa nama anda,?. dan apa tujuan nona datang ke mari?"
"tujuanku,untuk pergi ke pulau 'zum' " sahut xiao dengan nada baku
Kata-kata itu seketika membuat kedua gadis itu terpaku di tempat, ming mey tanpa memerdulikan kusir itu lagi. ia segera menoleh ke arah wanita bercadar itu
Namun sial, hanya tersisa kabut dari tempat wanita itu berdiri
Mei lin menutup mulutnya karena tak percaya, sehingga ia mundur satu langkah ke belakang "jj'jie, apa meimei tidak salah lihat,ternyata dia juga seorang kultivator,bahkan tujuannya sekarang adalah untuk pergi ke pulau 'zum' "
"jie.seharusnya kita menghentikannya sebelum dia pergi jauh,kita tidak boleh membiarkannya pergi ke pulau itu" coloteh mei lin dengan perasaan gusar,meski wanita itu adalah orang asing, akan tetapi ia bukanlah orang yang tak kenal budi
*
( throw to natural dream )
__ADS_1
Kelopak matanya seketika terbuka memperlihatkan ruangan yang gelap gulita
Sang raja ( xing fu ) tidak tahu di mana sekarang ia ber'ada "apa ada orang?"
Suaranya menggema seperti sedang berbicara di dalam goa
Bisa terlihat dari kejauhan perlahan sebuah pintu dengan cahaya terang melingkari setiap sisi-sisi sampingnya mendekat padanya
Beliau juga perlahan mendekati pintu itu dengan tatapan penasaran
Hingga dia memegang pegangan pintu itu dan memutarnya kebawah
( trek )
(krreeeekk)
Pintu itu di dorong olehnya yang seketika mengeluarkan cahaya menyilaukan sehingga ia tidak bisa melihat isi dari dalam ruangan yang berkilau itu
( suut )
Cahaya di dalam ruangan itu tiba-tiba menghilang seperti di telan bumi
Memperlihatkan sebuah dunia yang sangat indah, sedang di pijak olehnya
Jalan yang di selimuti oleh rumput yang sangat hijau.serta kebun bunga mawar berbagay jenis warna menyelusuri setiap sisi samping jalan itu tanpa ujung
Ia melihat dua orang wanita dengan setelan hafu putih polos, sedang bermain kejar-kejaran dengan riang dan gelak tawa yang terdengar renyah di telinga
Seketika air matanya terjun ke atas rumput hijau itu ( " xiao lian" ) teriaknya memanggil salah satu dari wnita itu
Kedua wanita itu terhenti dari aktifitas mereka,untuk menoleh ke arah sang raja
Raja ( xing fu ) berlari dengan langkahnya yang besar menuju ke'hadapan kedua wanita itu
" xiao lian, ternyata kau masih hidup!!" tanya ia dengan perasaan bahagia,karena setelah sekian lama ia berpisah dengan istrinya itu, akhirnya sekarang kini ia bisa melihat sesosok istri tercintanya lagi
"siapa kamu,?.saya tidak mengenal kamu?" tanya permaisuri xiao lian dengan singkat
"ini aku xiang fu,apa apa kau tidak mengenaliku?" ucapnya sambil dengan perasaan sedih
"kamu,yang telah menghianatiku,untuk apa kamu datang ke sini,?. xiao er,ayo kita pergi,dan tinggalkan peria bu*uk ini" ucapnya sambil memegang tangan xiao jian sambil merbalik
Kaisar xiang fu yang tidak mau membiarkan istrinya meninggalkannya lagi, ia buru-buru berlari untuk menghentikan nya agar tidak pergi
Akan tetapi pada saan ia berlari untuk memeluk istinya dari belakang
Secara mengejutkan tubuhnya menembus tubuh mereka berdua, sehingga ia terhanyung-hanyung ke depan, dan kini ber'ada di hadapan kedua wanita dan gadis itu
'aa,apa yang terjadi' batinya dengan bingung
" ksisar 'fu' kau telah mengingkari janjimu padaku, untuk menjaga anaku,bahkan kau berani menyiksa dan melantakannya begitu saaja,aku sangat membencimu kaisar, kau telah menghapus kepercayaan yang ku berikan padamu" jelas permaisuri dengan tatapan tajamnya
Menyesalinya raja xing fu,segera berlutut di hadapan keduanya dan beberapa kali memohon untuk di maafkan.namun mereka tidak bergeming sama sekali
"mm'maf, lian maafkan aku!, xiao er maafkan ayah nak!" ucapnya sambil berlinang air mata
__ADS_1
"kaisar 'fu', kesempatan tidak datang dua kai,kau sudah terlambat untuk menyesalinya. kini xiao er bukanlah xiao er yang dulu,ingat sesuatu yang kau tanam maka itu yang akan kau tuay, jadi pergilah dari hadapan ku,xiao er,ayo kita pergi!" seru ia dengan nada marah,kemudian dengan satu kibasan tangan keduanya seketika berumah menjadi sebercak cahaya yang terbang ke atas lagit
—"tidak,tidak,tidak"
( of )
"TIDAKKKKKKKK"
sang raja xing fu seketika terbangun dari mimpi buruknya,seluruh tubuhnya di lumuri oleh keringatnya sendiri.nafas yang tidak teratur di rasakannya,serta pikiran yang melatur entah kemana
*
Xiao berhasil berteleportasi,nanun kekuatan teleportasinya asih belum bisa di kendalikan dengan baik dan belum sepenuhnya sempurna, sehingga memungkinkannya untuk ber'pindah tempat,ke tempat yang bukan di atas ke hendaknya/salah
Ia sekarang berada di sekeliling perumahan warga di arah timur ibukota kerajaan ( muron chan ) yang berarti'ia harus berjalan kembali ke arah barat untuk sampay ke penginapan yang sudah di sewa dua kamar olehnya
Ia berjalan di tengah-tengah jalan yang sepi sehingga membuat suara angin bisa terdengar menderu
—"hiks hiks hiks"
Xiao secara singkat membatu di tempat. ia melihat seorang nenek tua yang sedang meringkuk di artas tanah sambil menangis,mengapa ia berpikir bahwa orang itu adalah nenek-nenek, itu karena terlihat bahwa orang itu memiliki rambut yang panjang dan ber'uban
Xiao menghampirinya, sambil merjongkok ia bertanya "nek,nenek kenapa?"
Ia membantu nenek itu untuk bangun, xiao melepas jubah hitamnya untuk memakaykannya pada sang nenek
Namun alangkah terkejutnya ia ketika melihat rupa si nenek tua itu
Wajahnya sangat menyeramkan,terdapat bekas luka yang besar di bagian antara rahang sampay ke jidat, dengan bola mata seluruhnya berwarna hitam pekat dengan gigi hitam Seruncing gigi piranha hingga bau badan yang sangat menyengat
Ah.xiao hampir saja berteriak ketakutan dan ingin rasanya mau-muntah, tapi melihat bahwa nenek itu sedang dalam ke'adaan menyedihkan, ia hanya bisa menelan suaranya kembali
"cu,berikan nenek makanan,?.nenek sangat laper" ucapnya dengan suara yang lemah nan memperihatinkan
Xiao jadi kasihan melihat nenek itu sedemikian sengsara, ia dengan hati nuraninya mengeluarkan sekantung perak dan memberikannya pada nenek itu "nek. saya tidak membawa makanan,saya hanya membawa uang.jadi nenek terimalah uang ini,untuk membeli makanan!"
Nenek tua yang menerima uang itu jadi semakin menangis, tapi kali ini tangisannya ber'beda karena melambangkan kebahagiaan dari sudut senyumnya yang larut dalam ke bahagiaan
Xiao juga senang melihat nenek itu bisa tersenyum bahagia
Melihat kebaikan dan ke tulusan yang di miliki oleh xiao yu,nenek tua itu mengeluarkan kotak segi empat yang terbuat dari batu dan meletakannya pada tangan xiao yu "nak ambilah,anggap saja sebagay tanda rasa terima kasih nenek padamu nak"
"**'tidak nek.tidak usah" ucap xiao dengan ekspresi tidak enak hati, ia hanya ingin membantu nenek itu bukan berarti ia mengharapkan imbakan
—"tidak apa terimalah!"
—"baiklah nek saya akan menerimanya"
Setelahnya xiao pergi dari gang itu.untuk kembali ke penginapan sebelum fajar, sambil membawa kotak dengan ukiran-ukiran lambang matahari dan bunga yang aneh itu di tangannya
Nenek itu yang melihat kepergian xiao jadi tersenyum lebar dengan ekspresi wajah penuh jawaban
—"kau adalah anak yang terpilih, takdirmu ada di genggaman tanganmu sendiri, karena hidupmu seperti 'jeruk' nak. akan terdapat rasa asam dan manis di setiap kau melangkah ke depan,dan janganlah kau mencoba berniat untuk mundur,karena di belakang pasti akan ada jurang. perlahan kau akan merasakan manis dan pahitnya roda kehidupan.dan ingat, jadilah burung phoenix yang indah, sehingga bisa terbang ke atas lagit menuju ke abadian"
bersambung...
__ADS_1
note: author"hallo.ehem,jangan lupa like dan komennya ya"😁😁😁