Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa

Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa
bab:20.maukah kau menikah denganku


__ADS_3

(BRRUKKKKKKK)


jun zao jatuh ke atas lantay dengan keadaan pupil mata yang masih melotot lebar


***


"JIEJIE, KAU BISA MENGALAHKANNYA, KAU SANGAT HEBAT" teriak bocah itu sambil berlari menghampiri xiao


"ou, benarkah,...kalau begitu kita obati dulu lukamu bagay mana?" ucap xiao sambil mengacak-acak rambut bocah itu,"ayo!"


—"mm"


Xiao tidak memperdulikan tatapan mengesankan dari semua orang, ia hanya mengajak bocah itu untuk mencari tempat yang nyaman untuk mengoleskan obat


Setelah mereka menemukan tempat yang di rasa sudah cukup jauh dari keramayan


Xiao kemudian berkata "duduk-lah biar jiejie obati lukamu!"


Tanpa menggubris ucapan xiao anak itu menurut dan duduk di sampingnya dengan punggung yang menghadap ke arah xiao yu


Xiao mengambil obat dari dalam tas, dan mengoleskannya pada luka anak itu


"anak manis siapa namamu?" tanya xiao yu di antara olesan salp yang di berikannya


—"( kai li )"


—"kamu tinggal di mana?"


Mendapati pertanyaan itu kai li berpikir keras, apakah ia harus memberitahu kaka ini di mana dia tinggal


Xiao yang menyadarinya hanya bisa tersenyum tipis, ia kemudian mengalihkan topik pembicaraan "kamu tadi ke sana sendirian aja, atau bersama keluargamu?"


Menatap ke arah xiao yu, anak kecil dengan iris mata yang sama dengannya itu menjawab "mm, aku kesana sama gege'ku, tapi dia katanya ada urusan sebentar, jadi aku di tinggal sendiri"


"jie jie maukah kau menikah denganku?" lanjut kai li sambil tersenyum manja


Xiao yang mendengar sahutan anak itu terperangah kaget"aa'apa katanya,menikah?"

__ADS_1


Setelahnya xiao tersenyum getir"wahh, kau sangat berani"


Bocah itu seketika menyeringay canggung, sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal


Xiao merasa geli sekaligus ingin tertawa lepas,mendengar dan melihat tingkah polos anak ini sehingga terlihat kaku


"apa yang kau bicarakan. kai li, kamu harus tahu,pernikahan itu bukan lah sesuatu yang bisa di permainkan dengan sesuka hati, karena pernikahan itu sumpah dan janjimu akan terikat di dalamnya, dan jika kamu ingin menikahi seseorang, carilah usianya yang lebih muda darimu apalagi ( kai li ) kan anak laki-laki" ucap xiao panjang lebar dengan nada yang tenang


"jiejie kalau begitu menikahlah dengan gege-ku!" seru anak kecil itu dengan harap, setidaknya xiao bisa menjadi istri dari kakaknya


Xiao mengerutkan kening dan seketika tertawa renyah karena tidak tahan mendengar ucapan yang kian di lontarkan oleh anak ini "hhhhh, wahh( kai li ) apa kamu akan menjadi mak comblang untuk kakak. (.kai li ) kamu harus ingat ya, mungkin memang. ya, menikah itu mau pasangannya muda atau tua itu tidak masalah, yang jadi masalahnya menurut kakak sendiri, perasaan itu lebih penting, kakak tidak mau kalau menikahi seseorang yang tidak kakak cintai hanya untuk harta maupun sekedar menghargai"


Setelah mengatakannya xiao melihat ke arah barat dan mendapati hari mulay sore "( kai li ) sepertinya kakak harus pergi kamu gapapa kn, di tinggal sendiri disini?"


Melihat anak itu mengangguk xiao menghela nafas lega dan mengusap pipi bocah itu lalu berkata "( kai li ) kakak ini ada sedikit uang untukmu!"


Xiao meletakan sekantung koin emas ke dalam genggaman tangan kai li.


—"jie jie tapi aku tak-"


Belum sempat ia menyelesaykan kata-katanya xiao lebih dulu angkat bicara "( kai li ) terimalah oke!"


Xiao tersenyum kecil, kemudian beranjak dari duduknya untuk pergi, namun sebelum itu ia mengalihkan pandangannya ke arah anak itu "entahlah, namun kakak yakin kita akan bertemu lagi"


Anak kecil itu melambaykan tangannya dengan sedih melihat kepergian penyelamatnya


"( KAI LI )" panggilan nama itu terdengar sangat keras di depan xiao, terliha peria yang sangat tampan dengan mahkota kecil yang terbuat dari emas yang di tempelkan di atas rambutnya indahnya berwarna perak



Xiao melihatnya sekilas namun tak kunjung berhenti dari langkahnya, di saat mereka berpapasan seakan waktu pun berhenti berputar sebentar



(note: "ini bukan visual ya, melainkan hanyalah contoh untuk adegan-nya")


Peria dengan hanfu merah itu menghampiri kai li, terlihat dari ekspresi yang ditampilkannya bahwa ia sedang panik

__ADS_1


"( kai li ) apa kau baik-baik saja?,? Gege dengar dari pemilik toko tadi kamu terlibat dalam perkelahian" tanya peria itu dengan refleks memutar balikan tubuh mungil ( kai li )


"gege, gege ( kuan li ) kemana saja, gege telat penyelamat aku sudah pergi tadi, gege dia sangat cantik, aku ta'tadi memintanya untuk menjadi istri. tapi kakak itu tidak maaau" sahut nya sambil merajuk sehingga membuat pipinya tambah tembem


*


Ya. dia adalah ( kuan li ) pangeran kedua kerajaan ( king huan ) kai li selalu memanggilnya dengan sebutan 'gege' bukan berarti dia adalah kakak laki-lakinya melainkan dia adalah pamannya yang berarti ( kai li ) adalah anak dari putra mahkota


*


"kai li,apa kau sedang bercanda,?" ucap kuan li, sambil tersenyum, kemudian ia merantay kata katanya "Di mana orangnya?"


Kai li melihat ke arah penyelamatnya pergi sambil menunjukan telunjuknya. Tetapi xiao yu tidak ada ditempat,bahkan tanpa meninggalkan jejak " gege. gege harus cari wanita itu dia adalah penyelamat ku,dari serangan tadi. Oya gege dia juga memberiku uang!!!"


Kuan li melihat kantung uang itu kemudian ia juga mengalihkan pandangannya ke arah orang yang di maksud telah pergi, ia penasaran siapa wanita itu



(kreeeeeettttttttttt)


Pintu gerbang kerajaan 'bron her' dibuka lebar, seorang gadis berkuda melaju ke dalam istana. Ya,dia xiao yu yang sudah kembali dari perjalanannya


Tidak ada yang menyambut ataupun membungkuk, semua penjaga malas untuk melakukannya, bahkan di antara mereka ada yang memutar matanya malas, hanya untuk sekedar membuka pintu


Xiao turun dari atas kudanya dan menitipkan kuda pada sang pengurus kuda istana, ia dengan langkahnya yang besar menuju paviliun-nya


Begitu ia masuk dayang lu sudah senantiasa nyambutnya dengan kawatir "nona anda darimana saja,? yang mulya tadi mencari anda nona!!!"


—"yang mulya?


"tidak ada angin, tidak ada ujan, ada apa kaisar bodoh itu mencariku" umpat xiao


"di mana aku harus menemuinya?" tanya xiao yu sambil menghela nafas malas untuk menghampirinya


"menjawab nona anda di minta untuk pergi ke paviliun (green)" jawab dayang lu, dengan tergesa-gesa


'huh, sepertinya kali ini aku akan mendengarkan pidato yang membosankan lagi' batin xiao sambil berpikir sebentar kemudian ia berkata "mm, baiklah tapi sepertinya badanku terlalu lengket dan gerah untuk pergi ke sana benar kan dayang lluu?,"

__ADS_1


mendengarnya membuat dayang lu, seketika paham kemana arah tujuan kata-kata itu "baik nona saya akan menyiapkan air hangat terlebih dahulu untuk anda"


bersambung...


__ADS_2