
—( prek )
Pisu yang berada di tengannya jatuh seketika,ia masih tidak mengerti.apakah memang benar takdir yang ber'ada di ujung tanduk tidak akan pernah bertahan.
Kini ia sudah lelah,sangat lelah.kenapa takdirnya begitu kejam,seakan-akan hidupnya hanya sebatas mainan. namun ia merasa lega karena kini tidak ada lagi seseorang yang akan dengan sukarela meneteskan air mata untuknya.apakah tidak ada harapan bagi seseorang yang tersakiti bisa bahagia
dan bahkan sekali saja,apa yang diinginkannya bisa terlaksana?
***
Ia menatap darah hitam nan pekat mengalir dari bagian tengah-tengah dada cenderung ke sebelah kiri
Genangan air mata seketika tumpah begitu saja,kelopak matanya tidak terasa berkedut begitu saja
Isakan nafas pengap nan berat di keluarkannya,ia perlahan menatap dari mana anak panah itu di lepaskan
—
Di balik dinding yang gelap memperlihatkan sebelah mata yang menjulur dari balik dinding,mata biru serta hidung yang di pahat secara sempurna itu.keluar dari persembunyiannya
Di depannya terdapat pasukan yang berbaris di depan pintu yang akan di tuju oleh gadis itu
( Xiao ) tentu saja gadis dengan hidung sempurna itu adalah dirinya.tidak ada jalan menuju ruangan ter'akhir yang di lihatnya di dalam peta selain jalan ini
Lewat cahaya lilin yang menyusur ke semua penjuru jalan yang sedang di pijak olehnya. Dirinya hanya melihat dinding yang menjulang tinggi di kedua sisi jalan tanpa batas, sampay ke atas dinding batu goa itu
Tidak ada cara lain lagi selain berkoprasi dalam sistim-menyerang ke pada duapuluh dua,penjaga dengan tobak dan perisay di tangan nya
Di garis cahaya lilin ia menginjakan sepatu yang melekat pada kakinya. lulu membuat perhitungan tentang bagaymana ia mengalahkan mereka
Xiao tersenyum sinis dan dangan raungan yang lantang ia berkata dengan nada menantang "HEY BOY,MAU BERMAIN?"
tanpa memperdulikan ekspresi tegang karena terkejut dari semua penjaga iblis itu.ia dengan langkahnya yang cepat melompat ke arah dinding. dan seperti cikcak ia berlari di ambang dinding itu tanpa berpegangan sama sekali pada apapun
—"TORNADO HAYLEAR!"
( BUS )
Angin berkecepatan tinggi layaknya pusaran air menghantam ke arah pasukan itu, hingga menyeret mereka ke arah dinding dan hanya butuh waktu satu menit bagi angin itu untuk membuat mereka terkapar di atas tanah
__ADS_1
Akan tetapi sebuah penamuan yang tadinya tanpa di sadari olehnya,membuat ia meringis kesakitan tanpa ada nya ( pisau ) ataupun senjata lainnya yang mengarah padanya.
namun tiba-tiba legan kirinya bisa merasakan perih sampay-sampay mengukir luka yang lumayan cukup besar"apa terjadi sesuatu pada salah satu binatang kontra'ku?"
Ia sempat ingin mengunjungi mereka, tapi mengingat sesuatu yang ia kejar-kejar kini sedang berada di depan mata, ia jadi tidak mengkonfirmasi masalah ini terlebih dahulu,sebelum ia mendapatkan pedang api iblis.
Karena yang lebih di preoritaskan-nya kali ini adalah mendapatkan keenam pedang yang belum di juga di milikinya
Xiao tersenyum sinis menatap pintu batu yang ada di hadapannya,ia menarik pegangan pintu di sisi kiri layalknya prsneling mobil, kenudian di tariknya ke belakang.dan,al'hasil pintu itu bergetar hebat, lalu terbuka dengan sendirinya
—"wah!!!"
Ia terperangah melihat isi di balik pintu besar itu ternyata inti dari lapisan gunung ( niu ).Di hadapannya sudah tertara jembatan yang sangat besar menyambutnya di depan
namun jalan itu meningkat antara dua anak tangga yang terhubung dengan jalan kecil yang hanya seukuran setengah meter, yang menuju ke tengah-tengah lautan lava di bawah naungannya
Di ujung jembatan itu terdapan pedang yang menancap di sebuah batu berbentuk bundar
( note:bentuk pedang ke ( 2 ) dengan nama pedang api iblis )
Langkahnya terhenti.seperti ada sesuatu yang janggal mengganggu pikiran-nya, tentang jembatan dengan ujung yang berbeda itu,
untuk hanya sekedar memastikan bahwa tidak ada tanda bahaya apapun yang mengancam.ia mengambil sapu tangan dari balik bajunya
Kain tipis itu ia lemparkan ke depan, sepoy-sepoy angin ia iringkan pada kain itu lewat mulutnya. sapu tangan itu terbang melayang-layang di udara, dan pada saat itu juga kain sutra berwarna putih persegi empat itu teriris-iris menjadi beberapa bagian
—"sudah kuduga"
Kemudian ia mengambil bubuk obat dari balik sabuk pinggangnya
( fyuh )
Ia meniup bubuk obat dari tangannya, sehingga mengakibatkan bubuk itu terbang berhamburan ke mana-mana
Memperlihatkan keamanan laser yang rumit untuk di lewati. apalagi ia memakay hanfu yang menjuntay ke atas tanah, bisa-bisa ia tersandung dan menjadi beberapa bagian
Xiao tersenym sinis menatap laser itu. dengan berani ia menaikan hanfu bagian bawah lalu mengikatnya di pinggang, dan hanya di sisakan celana panjang berwarna puthi su*u
__ADS_1
—"biar ku tunjukan bagay mana ratu bollywood memainkan peran"
Setelah mendeskripsikan perhitungannya ia kemudian melompat menerjang layaknya penari balet yang melakukan tariannya dengan sangat indah sampay terakhir ia-pun berguling
Hingga mendarat dengan selamat di posisi bertekuk dengan sebelah lutut. ia menyingkirkan rambutnya yang berantakan ke belakang pundak
( fiyuh )
Ia berdiri sambil tersenyum masam "aku heran bagaymana mereka bisa menciptakannya?"
Namun ia mendadak menyernyitksn keningnya karena merasa heran:kenapa pedang itu tidak memiliki binatang legenda yang menjaganya dengan baik
Apakah ini pertanda kalau ia tidak perlu lagi untuk melakukan semedi?
Berpikir 'fositip', ia dengan perlahan memegang pegangan dari pedang itu,namun akibat kecerobohannya itu,sebelum ia benar-benar memeganya, secara tak-kasat mata energi yang kuat mendorongnya hingga terpental
—"aaahh"
( bruk )
( sreng )
"TIDAAAA!!!" raungnya dengan ekspresi tercengang,karena melihat rambutnya sedikit-terhunus oleh laser itu.astaga hal yang paling di bencinya adalah memotong rambut
"tidak!" sekli lagi ucapnya sambil memungut rambutnya yang panjang tertidur di atas jalan batu itu "aisss,pedang sia*an,bagaymanapun-juga aku harus mendapatkanmu"
Baru saja satu langkah ia mencoba untuk untuk mengambil kembali pedang itu.
Tiba-tiba dari dalam lava itu muncul monster api yang sangat besar,bentuknya yang seperti gorila itu berkulitkan batu serta aliran lava mengalir di setiap pergelangan yang berada di tubuhnya
Xiao yang melihat raksasa batu itu segera mundur beberapa langkah ke belakang "oh my good!!!"
Gorila batu itu seketika meraung di tempat dengan suara yang mampu membuat telinga berdenyut,dia merasa terusik karena paku gunung ( niu ) di sentuh oleh orang asing
Maksud dari kata ( paku ) itu karena jika pedang itu hilang atau di curi orang, gunung itu akan mengalami erupsi
Dia menatap xiao dengan tatapan marah penuh permusuhan
Bersambung..
__ADS_1