
(tak tuk tak tuk)
Terdengar Suara langkah kaki yang pelan mewakilkan sensasi malam yang gelap tiada arti,di ujung koridor yang sepi, yang mengarah ke sebuah ruangan VIP
(Tok tok tok)
(kreett)
Pintu di buka dengan dorongan yang sangat pelan,menenggelamkan koridor yang buta, lewat pancaran cahaya lilin dari dalam ruangan yang di buka olehnya
"tuan!!!" ucapnya pelan. bisa terdengar kalau suara itu milik seorang peria dengan usia yang masih muda, di salah satu langkah kakinya yang menuju ke tengah-tengah ruangan
"apa kau sudah menemukan keberadaan gadis itu?" tanya sesosok peria dengan topeng hitam yang hanya terlihat mata merah serta bibirnya yang amat tajam saja
Pertanyaan yang tiba-tiba itu seketika membuat seorang peria dengan kain husus pelayan itu seperti sedang tercekik. bukan pasal mengenai serangan fisik, namun pertanyaan itu sampay saat ini ia belum menemukan jawabannya, yang bisa terusap memuaskan untuk tuannya
"tuan ini adalah gulungan yang mengambaran tentang seluruh ciri-ciri tuan putri dari keempat kerajaan,yang saya dapatkan" ucap pelayan itu sambil menyodorkan setumpuk gulungan kertas yang kini di pegang olehnya di atas nampan berwarna hitam
Peria dengan iris mata berpadu emas itu membalikan badannya untuk menatap ke arah pelayan setianya itu,lalu ia mengambil dua gulungan kertas persegi empat, setelah gulungan-gulungan itu ber'ada di tangannya, ia kemudian membuka lukisan/sketsa itu dengan satu-persatu,yang menampilkan ukiran pensil berupa wanita cantik di dalamnya
"tuan ini adalah kedua tuan putri dari kerajaan (king huan) putri pertama adalah 'kuen yi' berusian enam belas tahun dan ini adalah putri 'kin wey',ber'usia dua belas tahun. putri kuen yi sekarang sedang menginjak kultifator tingkat empat, ranah dua. sedangkan putri 'kin wey' beliau masih di tingkat dua ranah pertengahan"-ucap pelayan itu sambil menutur kata/penjelasan mengenai para putri yang sudah menjadi kultifator dan seberapa jauh para putri itu berkultifasi agar tidak perlu lagi tuannya untuk bertanya
( note:visual 'kuen yi' sang putri tertua )
(note:visual 'kin wey' sang putri kedua sekaligus yang terakhir )
-"dan ini tuan, ada putri 'ming mey' dengan usia lima belas tahun putri dari permaisuri ( yi hua ) , ia sekarang menduduki kultifator tingkat empat di ranah dua, dan ini satu lagi bernama 'mei lin',ia berusia dua belas tahun putri dari selir pertama ( mei lien ) ia masih di tingkat satu ranah lima. keduanya dari kerajaan ( muron chan )"-
__ADS_1
( note:visual 'ming mey' )
( note:visual 'mei lin' )
"ini tuan ada putri 'jiao' dari kerajaan jing dengan usia enam belas tahun di tingkat empat ranah satu"
(note:visual 'jiao' )
—"nah ini tuan yang keempat sekaligus yang terakir adalah putri dari kerajaan bron her. putri 'jiang mi' beliau ber'umur delapan belas tahun, tapi sejsuh ini ia hanya mencapay tingkat dua ranah akhir, ada juga 'jia li' dan 'fen lian' mereka berdua sama-sama,masih di tingkat satu"
Peria bertopeng itu mengulurkan tangannya lagi.namun bawahannya itu tak-kunjung memberikan gulungan yang terakhir. iapun merampasnya dengan cara yang kasar"apa yang kau tunggu,kenapa memberikan-nya saja kau sangat lama?"
"aa'anu tuan itu!!!" ucapnya ragu,bahkan sebenarnya ia enggan untuk memberikan lukisan itu pada tuannya
"astaga.apa apa itu!!!" ia dengan refleks-nya melempar gulungan itu ke pojok kanan di dalam ruangan
"**'tuan itu adalah lukisan putri xiao jian" ucapnya sambil sedikit terbata-bata karena diiringi tawa kecil nya
"kau mempermainkanku,? aa'apa memang sejelek itu?" sahut peria itu dengan sedikit lantang dengan wajah dinginnya, namun sebenarnya ia ingin sekali tertawa terbaha-bahak.ya,bagaymana bisa seseorang di gambarkan seperti gorila,putri mana yang akan menerimanya dengan di lukis seperti tampang dan bentuk seperti itu
melihat tuannya yang sedang mengeluarkan amarahnya iapun buru-buru melanjutkan "Manamungkin hamba berani tuan,memang menurut rumor yang ber'edar seperti itulah penampilannya tuan.dan itu juga lukisan yang hanya hamba bisa dapatkan"
"ah,sudahlah apa menurutmu aku sedang mencari pasangan,lalu kau membuatku melihat gadis-gadis itu dan berharap aku akan memilih salah satu di antara mereka, sepertinya kau memang sengaja mengulur-ulur waktuku saja" celoteh peria dengan suara serak itu sambil duduk di atas kursi
"maaf tuan hamba sudah mencarinya dengan semampu hamba,tapi gadis dengan ciri-ciri fisik seperti gadis itu, sampay detik ini hamba tidak menemukannya," jelas pelayan itu
mendengarnya membuat peria dengan wajah tampan dan iris mata merah berpadu emas itu sangat marah hingga dia menarik kain taplak meja
__ADS_1
(byarrrrrrrrrrrr)
Semua yang ada di atasnya termasuk cangkir perunggu tembaga gild itu seketika berserakan
"tapi tuan sebenarnya anda punya sedikit peluang untuk menemukan gadis itu" cela pelayan itu dengan hati-hati
"bagaymana cepat katakan?" seru ia sambil melirikan matanya ke arah peria berusia tujuh belas tahun itu
"ii'iya tuan kekaisaran langit sebentar lagi akan mengadakan festival lentera yang hanya di adakan tujuh belas tahun sekali" sahut nya dengan terbata-bata
—"lalu?"
"anda bisa menemukannya di sana.karena semua rakyat kekaisaran manapun termasuk di luar benua 'shu' juga telah di undang" jelas pelayan itu dengan tatapan meyakinkan
"apa menurutmu hanya karena di undang dia akan datang" tanya ia dengan alis yang sedikit terangkat
mendapatkan kesulitan dalam menjawab, pelayan itu hanya bisa terus meyakinkan tuannya "tentu tuan"
"Kapan waktunya tiba?" tanya peria itu dengan sedikit penasaran karena ia tidak sabar untuk menemukan gadis dengan manik biru
mengangkat wajahnya untuk menatap ke'arah sang jungjunan, pelayan itu menjawab"dua bulan lagi tuan"
"kalau begitu sudahlah, untuk saat ini sepertinya aku harus menemukan sisanya, untuk sementara waktu menunggu, aku akan menunggu pada harinya tiba.namun sebelum itu kau harus cari tahu keberadaan keenam mutiara itu lagi!" seru peria dengan hanfu hitam dan pelekat istimewa
"baik tuan hamba akan segera laksananakan perintah anda.oh ya tuan sepertinya anda sebetar lagi harus ber'siap-siap untuk mendapatkan seorang istri nanti.saya mohon untuk undur diri" ijinnya sambil meninggalkan ruangan itu dengan perasaan lega
-"**'tunggu apa maksudmu,hey"
"Wanita ****** itu rupanya sangat sulit untuk di temukan,aaaaaah" raung nya sambil menggebrak meja dengan pukulan tinjunya, yang mengakibatkan meja yang terbuat dari kayu seketika hancur dan berserakan kemana-mana
"baiklah, setelah waktunya tiba akan ku pastikan untuk tidak melepaskanmu lagi,gadis kecil" cerca ia sambil melihat ke arah kota yang di terangi oleh rembulan
bersambung...
__ADS_1