
Semua orang makan dengan tidak berselera, selir pertama memandang xiao dengan tatapan benci
***
Xiao undur diri terlebuh dahulu, ia kini sedang berjalan di halaman paviliunnya
"nana,tidak saya duga anda bisa sehebat itu, membungkam mulut-mulut beracun milik selir pertama, anda sangat hebat, tanpa memberinya kelonggaran untuk mencaci maki anda lagi" ucap dayang lu, dengan bahagia sekaligus terkagum-kagum,akirnya nona nya sekarang bisa melawan
Xiao hanya menanggapinya dengan senyum dan anggukan kecil, ia masuk kedalam kamarnya untuk tidur karena perjalanannya akan di mulay pada esok hari
*
Di sisi lain,napaknya di sebuh ruangan,terlihat seorang peria yang sedang berlutut di hadapan seorang peria yang sedang berduduk manja di atas ranjang miliknya
Iris mata yang tajam mengarah pada peria yang tengah berlutut itu, dia beranjak dari tempat tidurnya dengan langkah yang ringan mengarah ke depan meja
Ia menuangkan secangkir teh yang mengakibatkan suara terjunan air dari teko emas itu bisa terdengar di telinga
Ia mengambil secangkir teh itu dan berjalan ke arah dekat jendela yang tengah terbuka, rembulan yang terang mendominasi seisi ruangan yang hanya di terangi oleh cahaya lilin-lilin kecil
"apa kau sudah menemukan sesuatu?" tanya peria itu dengan nada yang serak
"menjawab tuan, hamba telah menemukan apa yang anda cari, menurut informasi yang hamba dapatkan benda itu berada di sungay 'han' " jelas peria yang tengah masih berlutut itu
"sungay 'han' " sahut peria yang tengah memandag seisi kota di sebuah penginapan yang mewah
"ya, tuan karena bawahan saya sudah menyelidikinya dengan pasti" jawab nya dengan hati-hati
—"bagus, kau kembalilah pada tugasmu terlebih dahulu,! besok aku akan pergi ke arah ( tenggara ) untuk mendapatkannya"
Peria yang tengah berulutut itu perlahan mengangkat wajahnya untuk melihat ke arah tuannya, karena ia teringat akan sesuatu "tuan maaf hamba telah lancang. Bukankah besok adalah hari dimana akan ada jamuan di istana lagit"
Peria dengan mata merah berpadu emas itu menghela napas pelan "suadahlah, biar saudara-saudaraku saja yang hadir dalam menyambut tamu itu, karena ini waktu yang tepat untuk'ku masuk ke dalam kerajaan dewa air"
Setelah hembusan angin menerka wajah tampannya, peria dengan sebelah topeng di wajahnya itu melanjutkan "beritahu kaisar bahwa aku tidak akan datang besok karena ada urusan mendadak"
—"baik tuan"
Setelah bawahannya pergi peria itu menarik senyum kesamping dari iris bibirnya yang tajam
__ADS_1
*
Xiao tertidur menuju alam mimpi yang indah, hingga sang surya menampilkan sisi cantiknya dari arah timur
Ia masih bergalliut manja di atas kasurnya, ia sangat enggan untuk bangun
Namun secerca suara tiba-tiba memaksanya untuk branjak dari kasurnya yang nyaman (bruk bruk bruk) "hey wanita ja*ang keluar kamu!" (bruk bruk bruk)
xiao membuka pintunya dengan malas, karena ia sudah tahu suara itu milik putri ke tiga yang sedang menampilkan tatapan permusuhan padanya
Dan di belakannya berdiri tiga orang peria yang mengenakan seragam yang sama, yaitu hitam dengan jubah serta penutup kepala yang selaras
Xiao menyernyitkan keningnya 'tingkat dua, hah.yang benar saja'
"jiejie aku bawakan hadiah untukmu,apa kau menyukainya. dan akan ku pastika hadiaku hari ini akan membawamu pada kematian dasar SAMPAH" ucap jia li dengan nada mengejek
Xiao hanya tersenyum kecil, ia sungguh malas berdebat dengannya "membuang-buang waktuku saja"
"KAU, cepat habisi dia!" seru jia li pada suruhannya itu dengan nada lantang
Seketika sebuah pisau terbang ke arah xiao yu,dengan kecepatan angin
(siauuuttt) kadaan hening seketika ketiga kulivator itu terpaku di tempat.mereka melihat pisau yang di lemparkan oleh kultivator .B, terhenti tepat di hadapan nona ke dua "bb'bagaymana mungkin"
Namun detik berikutnya (busssss) pisau itu mengara ke pemiliknya, akibat tidak terlalu pokus, pisau tajam itu menancap di dada kultivator .B,
Mata kedua kultivator yang tersisa mendadak melebar,melihat temannya tumbang hanya dengan satu-serangan
'bagay mana mungkin ini bisa terjadi,bukankah nona kedua sangat lemah,?' batin keduanya sambil bergidik tak percaya
Mereka telah meremehkan lawannya. kini keduanya mendadak serius dan waspada
Kultivator .C, melempar bola api dari tangan kanan maupun kiri nya
Xiao tersenyum meremehkan, ia mengayunkan tangannya kesamping dan muncul bola angin yang meliuk-liuk di tangan kanannya (buysssss) angin itu mengenai serangan lawan,sehingga bola api itu berhamburan di atas rumput
Xiao sangat bosan menghadapi kedua cacing-cacing itu, ia segera mengeluarkan jurus yang ia pelajari dari dalam buku kuno sewtu ia di hutan keabadian
__ADS_1
Dengan cekatan ia berlari ke arah belakang kultivator itu tanpa di sadari oleh keduanya, xiao yu menggambar sebuah cakra kecil di leher mereka masing-masing
Xiao kembali ke tempatnya semula. Hanya hembusan angin,yang di rasakan oleh kulivator itu,termasuk jia li yang sedang menonton
Xiao menggumamkan mantra dan " cakra api.musnah"
Tiba-tiba kedua kultivator itu merasakan panas di leher mereka, sinar api menyala di antara urat-urat mereka, keduanya merintih kesakitan karena sengatan api itu bagaykan larva yang menyelimuti tubuh mereka, dan kultivator itu akhirnya melebur menjadi debu
Jia li yang melihatnya terlonjak kaget ia mundur beberapa langkah "mm'ma'manamungkin kau punya kekuatan, kk'kau'kau bukan putri kedua, si'siapa kau?"
Xiao dengan enggan berjalan ke arahnya, ia berbisik di telinga nona ketiga "meimei,terimakasih untuk hadiahnya jiejie sangat menyukainya, oh ya,apa kau juga ingin merasakan hal yang serupa,seprti mereka. jika tidak,pergilah!.namun.....kalau kau masih ingin tetap di sini,akan ku pastikan kau akan jadi yang ke dua kalinya"
Jia li ketakuta ia bergetar hebat dan tanpa mengeluarkan suara ia berlari keluar dari dalam paviliun,sampay terbirit-birit
—
Setelah membereskan mayat yang berserakan, xiao pergi ke halaman belakang untuk menemui dayang lu,yang sedang menjemur pakayan
"dayang lu?" panggil xiao sambil melihat ke arah nya
Menanggapi panggilan itu dayang lu,segera menghampiri nona ke dua "iya nana ada apa,?.oya nona belum sarapan kan, saya coba ambilkan,tunggu sementar ya!"
"eh.dayang lu,tidak perlu repot-repot, saya lagi buru-buru. maksud saya datang kemari hanya ingin berpamitan pada dayang lu, bahwa saya mau pergi keluar sebentar" tahan xiao sambil menggenggam tangan nya
Dayang lu,tidak terlalu berpikir lama, dia langsung menyetujui keinginan nonanya, apalagi setelah mengetahui keperubahan yang di tunjukan nona kedua akir-akhir ini sangat baik, jadi dia tidak hawatir lagi untuk tidak berada di sisinya "mm.baik,pergilah jangan lupa makan nona!"
Xiao sekilas mengangguk tanda mengiakan
setelah membereskan barang-barang, di rasa sudah cukup xiao pergi untuk mengbil kuda kerajaan
bukan meminjamnya, ia malah membeli kuda itu,sampay-sampay pengurus kuda berfikir ' kenapa nona kedua membelinya,? bukankah kuda itu milik keluarganya sendiri'
penjaga kuda itu hanya menghela nafas berat melihat kepergian sang putri ke dua yang langsung bisa menungganginya dengan lancar
—
xiao menghindari jalan yang dipenuhi dengan keramayan, ia sengaja melakukannya agar bisa lebih cepat keluar dari ibukota, karena malam hari, ia harus secepatnya kembali untuk tidak menambah kecurigaan apapun dari semua penghuni istana,karena dinding pun punya telinga...
__ADS_1
bersambung...