Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa

Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa
bab:25.aula


__ADS_3

Namun begitu ia menekan batu itu seketika cahaya hijau menerka seluruh tubuhnya dari dalam batu itu


Berbagay memori mengalir ke dalam pikiran nya untayan peristiwa terus meledak-ledak di dalam kepalanya hingga ia harus berlutut karena tak kuat menahan rasa sakit yang menggebu di dalam kepalanya


(ssssssst)


Tiba-tiba xiao mendapati aliran memori yang bukan miliknya itu terhenti ia mengangkat tangannya ke undara yang memperlihatkan batu giok berwarna hijau yang terus menyala


Ia tersenyum iblis kemudian berkata "cukup menarik"


***


( bruk )


Xiao yu,merebahkan diri di atas ranjang bertabur emas yang berkilauan, sambil menghela nafas lega ia berkata"huh,hari yang cukup melelahkan"


"hmm, haruskah aku tidur!!!" ia menarik selimut untuk menyelimuti tubuhnya, selimut berbalut kain 'sutra mulberry' itu begitu sangat nyaman


Xiao akan memejamkan matanya,namun di pertengahan ke'seluruhan matanya yang hendak memejam, ia terusik dengan kehadirannya dayang lu yang masuk dengan langkahnya yang besar nan tergesa-gesa


"NONA!!!.NONA!!!" ucapnya dengan suara yang lantang


Xiao yang mendengarnya langsung bergelut kesah di dalam selimut, kemudian ia dengan malas duduk untuk menanggapi-nya"ada apa?"


"bahaya nona bahaya!!!" sahutnya sambil diiringi kepanikan yang terpampang jelas dari tampilan raut wajahnya


"apanya yang bahaya.dayang lu sekarang tenangkan diri anda dulu, lalu setelahnya baru bicara oke!" tegur xiao dengan nada yang tenang


Melakukan apa yang telah di sarankan oleh nonanya, barulah dayang lu,bisa sedikit lebih baik dan berkata "nona selir pertama mengadu pada yang mulya raja bahwa kita pelakunya"


Xiao mengangkat serta menyernyitkan alisnya kemudian berucap "lalu apa kaisar bodoh itu mempercayainya?"


"ii'iya nona,sekarang harus bagay mana?.yang mulya juga menyuruh saya untuk membawa anda ke aula" seru dayang lu.dengan ekspresi ketakutan di wajahnya


"oh" ucap xiao yu singkat sambil beranjak dari tempat tidurnya


Sedangkan dayang lu terpaku di tempat, melihat nonanya tidak panik maupun takut sedikitpun, bahkan yang di ucapkannya hanya satu kalimat yaitu 'OH. 'nona xiao hanya menyebut kata 'oh' aa'apa maksudnya, bukankah sekarang keadaannya sedang genting, kenapa nona terlihat biasa-biasa saja?'


"aa'apa nona tidak takut?" tanya ia sambil mengikuti xiao dari belakang


Xiao tersenyum kecil dengan santaynya ia menjawab"buat apa takut dengan seekor tikus kecil," setelah melirikan matanya ke belakang iapun membatin ' ingin melawanku?. hah,kita lihat saja nanti, apa mereka ingin menggali kuburannya sendiri'


ia terus berjalan dengan langkahnya yang santay menuju aula



Teriakan kasim yang menyebutkan bahwa putri kedua memasuki aula seketika menggema di dalam ruangan

__ADS_1


Gadis dengan hanfu hijau di lengkapi sepotong cadar yang membalut setengah wajahnya itu terlihat memasuki aula


Bersama dengannya.seorang wanita paruh baya yang membawa berbagay gulungan-gulungan dan secangkir teh,di atas nampan yang di pegang olehnya


jangan bercanda!,itu bukan teh melainkan segelas racun


Tatapan tidak percaya terpancar dari mereka yang kiani tengah memandang kehadiran nona kedua. keanggunan serta kewibawaan terlihat jelas dari segi fisik yang di miliki oleh nya


Tidak ada satu suara pun yang terdengar di telinga kecuali pantulan sepatu yang di pakay oleh gadis itu


Gadis dengan kulit pucat alami itu melewati pejabat maupun kasim di barisan ujung dan setelahnya melewati seluruh mentri kekaisaran kerajaan bron her di barisan depan


Di hadapannya terlihat singgasana mewah yang diduduki oleh seorang peria dengan pakayan yang senada (mewah nan megah)


Di sisi kiri maupun kanan-nya terlihat putra mahkota serta para selir dan para putri-putri nya


Sedang menatap tajam kearah gadis itu


"hormat yang-mulya semoga dewa yang agung memberkati anda" ucap xiao,lantang sehingga menyadarkan mereka semua dari lamunan masing-masing


Selepasnya seorang anak laki-laki terjun dari kursinya dengan berlari ke'arah xiao yu,"jiejie!!!"


Melihatnya membuat xiao dengan senang hati berjongkok dan memeluk hangat bocah itu "Qiu, apa kabarmu,?"


"baik jiejie Qiu baik-baik saja, jie jie akhirnya pulang juga" ucapnya dengan nada bahagia


Sang raja berbisik tepat di telinga kasim kepercayaannya yang sedang berdiri tegak di samping kanannya


Mengangguk sebagay tanda mengiakan,kasim itu pergi meninggalkan aula



hingga beberapa saat kemudian kasim itu kembali kedalam aula, sambil diiringi kedua penjaga yang sedang membawa seseorang


Ya.tentunya orang itu adalah dayang yi, yang terpaksa berjalan tertatih-tatih di papah oleh kedua pengawal


Pada saat semua orang melihatnya seketika mereka menatapnya dengan tatapan jijik dan mual bahkan ada juga yang akan muntah di buatnya


Begitu dayang itu melihat xiao yu ia langsung panik ingin melepaskan diri dari pegangan kedua pengawal itu,namun itupun sia-sia ia terlalu lemah untuk bisa terlepas dari cengkraman kedua pengawal yang menahannya


Ia sangat terauma membayangkan penyiksaan yang di alami olehnya


"putri ke dua apa benar kau melakukan ekskusi cecara sepihak terhadap dayang kekaisaran dengan sewena-wena" tanya sang raja dengan wajah datarnya


Xiao tidak menjawab maupun menanggapi nya ia justru memilih untuk berdiam diri


"yah,mana mungkin ada maling ngaku" coloteh putri pertama dengan suara bisiknya

__ADS_1


"ssstt.jangan berkata gegabah" tegur selir pertama sambil memberi kode lewat putaran matanya


"JAWAB!" seru kaisar xing dengan nada yang keras nona lantang


Xiao mengangkat wajahnya"jika menurut anda hamba bukan pelakunya maka jawabannya adalah (tidak). namun jika anda berfikir bahwa hamba'lah yang melakukannya maka jawabannya adalah (ya)"


Ungkapan itu sangat menyulitkan semua orang yang ada di sana termasuk raja itu sendiri


"apa maksudmu kau tidak mau mengakui kesalahannmu" cela putri ke tiga sambil berdiri dari kursinya


"Ck,jangan cari masalah!" ucap selir pertama padanya


Pejabat (yong) sebagay bawahan mentri (guang) baru akan melangkahkan kakinya ke depan,namun sebelum ia melakukannya.sebuah gulungan surat yang terbuat dari bambu husus,melayang ke arahnya


Ia dengan sigap menangkapnya dan membuka isi surat itu, begitu ia membukanya,ia mengeluarkan keringat dingin dan mundur ke tempatnya semula, yang membuat semua orang bertanya-tanya apa isi surat yang telah dilemparkan oleh putri kedua padanya


xiao tersenyum kecil melihat kearahnya lalu berkata "putri ketiga anda salah paham.anda tahu kan apa itu tanaman kaktus,?"


—"tentusaja aku tahu"


"jie jie apa maksudnya itu" ucap ( Qiu ) sambil menatap ke'arah wajah xiao yu


"jika kamu mengetahuinya,maka, kamu pasti tidak asing kan,dengan penampilannya yang berduri dan tidak memiliki daya tarik sama sekali" jelas xiao dengan nada yang lembut


Kemudian ia melanjutkan "namun kamu tidak boleh beranggapan seperti itu, karena bagaymanapun jika kamu merawat dan menjaganya dengan baik. suatu saat nanti kaktus itu akan menumbuhkan bunga yang saaangat indah,jadi jiejie mau bilang jangan gegabah dalam mengambil kesimpulan yang bahkan kamu sendiri belum mengetahui bahwa tanaman itu jlek atau tidak,seperti halnya bunga ( hort*nsia ) dia cantik


Dengan warna yang menarik namun nyatanya ia menyimpan sebuah racun di dalam dirinya. Untuk jawaban jiejie terhadap kaisar tadi, jiejie mau mengingatkan jangan memutuskan sesuatu ketika beliau tidak tahu apa-apa tentang akar dari permasalahan itu sendiri."-


-"kamu mengerti kan?"


—iya jie jie aku mengerti"


—"mm.ceeat kembalilah!"


Semua yang orang yang berada di dalam aula seketika merasa tersinggung dan tak enak hati, sedangkan kaisar tersenyum kecil menanggapi penjelasan/saran dari putrinya itu


Mentri (chen) di buat kagum sekaligus bangga olehnya, baru pertamakali ia mendengar putri ke dua bisa membungkam mulut-mulut mereka semua


*


Xiao berdiri kembali kemudian ia mengambil cangkir yang di bawa oleh dayang lu


Semua orang melihatnya maju ke depan dan berdiri tepat di hadapan selir pertama


Ia mengulurkan cangkir itu sambil berkata "minumlah"


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2