
'ceh,munafik' dengan perlahan xiao berjalan ke arah belakang putri pertama dan berbisik tepat di telinga kanannya "jiejie,perlu kau tahu,aku bukan anak kecil yang bisa percaya dengan derama topeng monyet palsumu itu.oh,ya.dan stu hal lagi,mulay sekarang nikmatilah apa yang sedang kau miliki, karena suatu saat nanti semuanya akan menjadi miliku.cammkan itu!"
—
(tok tok tok) sebuah suara ketukan pintu terdengar di telinga xiao yu,ia menoleh ke belakang untuk melihat siapa gerangan orang yang datang,tapi ternyata itu adalah pelayan peria yang di tugaskan untuk bekerja di kediaman sang raja, namun dirinya tak kunjung masuk dia hanya berdiri di luar ruangan
"salam hormat putri kedua,semoga dewa yang agung memberkati anda" ucapnya dengan suara yang di rendahkan
"ya,ada apa cepat katakan!" seru xiao dengan nada yang baku sehingga membuat orang yang mendengarnya membeku
"ii'ya putri. sang raja memerintahkan hamba untuk menyampaykan, bahwa beliau ingin bertemu dengan anda pitri" lanjut pelayan itu dengan perasaan yang tertekan karena mendengar nada datar milik putri kedua
—"baiklah aku akan menyusul!"
Kembali berbalik ke awal semula yaitu menghadap punggung pangeran dan putri pertama, xiao tersenyum ke samping dan dengan sinisnya berkata "apa jiejie dan pangeran sudah mendengarnya,? seorang pelayan saja tahu apa itu tata kerama"
Seketika keduanya memerah seperti tomat matang akibat memendam rasa marah dengan emosi layaknya kobaran api yang tiba-tiba meluap
Note: "jika memasak telur di atasnya mateng gak tuh wak wak wak" 🤣🤣🤣
putri jiang mi yang sudah tidak tahan dengan comohan itu seketika mengepalkan tangan nya dengan erat-erat
'apa,? ada apa dengan si ja*ang itu, sejak kapan dia mempunyai keberanian seperti itu, aisss' pikir jiang mi sambil melihat kepergian adik nya itu
"hah,apa ini cara baru-mu untuk memancingku putri xiao,dasar bodoh aku tidak akan sudi" batin pangeran jaehyung dengan rasa percaya diri, karena ia yakin itu hanyalah sebuah umpan agar ia tertarik dengan-nya, toh percuma berlagak menunjukan sifatnya yang dingin dan acuh, dia juga yakin itu hanyalah bereaksi sementara,nantinya juga dia akan menempeli-nya seperti hari-hari sebelumnya,
Ya.memang putri xiao jian selama masih hidup, ketika masih bertunangan dengan pangeran jaehyung, sang putri selalu mendekatinya dengan api-api mengantarkan makanan dan cemilan untuk tunangannya itu, bahkan sesekali ia mengantarkan hadiah padanya, namun apa yang di harapkan tidak sesuay dengan yang di dapatkan, justru dengan kebaikan dan ketulusan xiao jian, pangeran jadi sangat membencinya. seperti kata pepatah yang berbunyi 'air susu di balas dengan air tuba'
__ADS_1
Itulah yang selalu di dapat oleh putri xiao jian, tapi yah,seperti pendapat sebagian orang, 'cinta itu buta tak melihat maupun tak mendengar'.itu yang selalu di pegang teguh olehnya, namun ia tidak tahu 'memang cinta itu butuh pengorbanan cinta akan luluh dengan perjuangan', tapi ia tidak berpikir bahwa setiap orang punya sisi tersendiri yang mana perasaan itu tidak bisa di paksakan
—
Xiao yu sampay di depan kediaman sang raja, ia masuk tanpa mengetok pintu terlebih dahulu, ia terus berjalan dengan punggung tegak dan rahang yang di angkat tinggi, hingga terlihat anggun dan bijaksana
( note: "visual raja xing fu,kerajaan bron her. maaf ya mungkin ini terlalu muda"😅😅)
Sang raja yang menyadari kehadiran xiao yu dengan secara tiba-tiba. iapun menjadi amat marah "apa kau belum puas menerima hukuman sampay-sampay tidak menghormatiku sebagay seorang pemimpin maupun seorang ayah..."
"maksud anda?" ucap xiao sambil mengangkat sebelah alisnya ke atas
"orang bodoh memang tetaplah bodoh, bahkan dengan sindiran saja kau tidak memahaminya, dasar tidak berguna" cerca sang raja dengan sangat marah melihat putrinya berperilaku seperti itu
Mendengarnya membuat xiao memutar bola matanya malas, ia kemudian menjawab "lantas apa yang harus hamba lakukan 'yang mulya' "
Menatap dengan tajam xiao dengan nada mengejek berkata " bolehkah saya mengingatkan ada tentang satu hal?"
—"Apa yang mau kau katakan?"
Xiao tersenym kecil manik birunya tidak lepas dari pandangan sang raja "pernahkah anda memperlihatkan pada saya arti dari kata sopan santun itu. hah,jangan kan mengajarkan nya sendiri, mengirim seorang guru saja anda belim pernah, dan satu hal lagi walaupun saya mengetahui tentang kesopanan layaknya seorang putri dengan tanpa coretan ketidak sempurnaannya. atau bahkan seorang ratu yang menjaga etikanya agar terlihat lebih berwibawa. saya tidak akan pernah sudi memberi salam pada seseorang yang tidak saya kenal"
Mendengarnya sang raja tidak bisa berkatakata, ia seperti orang bisu. dan dengan suara lantang xiao menambahkan "oh,ya. dan satu hal lagi anda bilang tadi (ayah,orang tua) maaf saja,orang tua saya hanya ada satu, yaitu ibu saya sendiri yang sudah tiada, karena menurut saya hanya kata 'ayah dan ibu' yang bisa di bilang pantas, jika mereka selalu melindungi anaknya MESKI, keadaan anak tersebut sangat beda jauh dari kata sempurna, itu lah yang saya anggap sebagay orang tua"
berhenti sejenak setelahnya xiao merantay kata-katanya kembali "ingat kata kunci, teori, semua masalah yang belum terbukti"
__ADS_1
Tak terasa genangan ait matanya seketika tumpah begitu saja 'apahah ini respon dari sang pemilik tubuh, atau karena aku sudah menjiwai peran ini?'
Xiao tidak tahan dan berbalik pergi meninggalkan ruangan yang seketika terlihat hampa
Sekarang sang raja tiba-tiba merenungkan kesalahannya mendengar ucapan putrinya yang bagaykan seluet yang tajam menggores luka di hatinya
—
Hari pun mulay menjadi gelap sesosok mentari, kian tenggelam di ganti tugaskan dengan bulan bertabur bintang
Xiao sedang berbaring di atas genteng paviliun nya, ia memandang bulan yang amat terang, sambil membayangkan wajah sang kakek yang sangat ia rindukan "kek, apakah xiao suatu saat nanti akan bisa kembali pulang"
Xiao akan meringkuk ke samping, namun tidak jadi, karena melihat kakek dengan tata mahkota di kepalanya itu tiba-tiba ada di sisinya "AMAAA" xiao berteriak sekuat-kuatnya "huh,kakek tua apa kau ingin aku mengidap penyakit serangan jantung, lalu beredar rumor tentang aku yang mati akibat jatuh dari atap,ohh membayangkannya saja aku tidak tahan bagay mana rasa malu itu"
"maaf cucuku ada yang ingin aku berikan padamu!!!" ucap kakek itu sambil tersenyum kecil
"apa?, apakah emas atau berlian" seru xiao dengan girang
(peletok) xiao tiba-tiba mendapatkan jitakan di keningnya "dasar kau ini hanya memikirkan tentang harta, ini kakek mau memberikan ini padamu"
Di keluarkannya sebuah batu giok berwarna hijau yang membuat xiao bertanya untuk apa itu
"ini adalah batu giok yang akan menunjukan dimana ke tujuh pedang jiwa berada,untuk petunjuk yang pertama kakek sudah menemukannya yang mana pedang pertama berada, di kerajaan dewa air di sungay (han) letaknya di arah tenggara" jawab kakek itu
Xiao yang tadinya melupakan tugasnya tiba-tiba teringat kembali "heeee,astaga aku lupa!!!"
(note: "auto tepuk jidat kayaknya tuh" 🤣🤣🤣)
__ADS_1
"baiklah akan ku ambil" lanjutnya sambil berfikir 'apa besok saja ya, aku berangkatnya?'
bersambung...