
"baiklah akan ku ambil" lanjutnya sambil berfikir 'apa besok aja ya, aku berangkatnya"
***
"nona, nona anda di mana nona, nona?" ucap sebuah suara yang berada di dalam paviliun, hingga membuat xiao tersadar dari lamunannya
Xiao menjulurkan kepalanya ke bawah "dayang lu,ada apa?"
"NONA. Kk'kenapa anda bisa ada di sana?" ucap dayang lu,panik sambil berlari keluar dari dalam kamar
xiao melompat dari atap hingga membuat dayang lu,kembali tenang
"dayang lu,apa ada masalah?" tanya xiao heran melihat dayang lu,terburu-buru memanggilnya tadi
"itu nona,yang mulya ingin anda ikut serta dalam acara makan malam" jelas dayang lu, namun tidak menyembunyikan rasa hawatir, dari ekspresi yang di tampilkan di wajahnya
'aa,...acara makan ya,mm.mungkin tidak akan ada hiburan juka aku tak datang' ucap xiao dalam hati setelahnya ia berkata "baiklah aku akan ikut serta tapi......ngomong-ngomong apa yang membuat dayang lu,begitu terlihat cemas?"
"anu nona,saya hawatir karena selama ini anda tidak pernah di undang sama sekali oleh yang mulya,jadi saya takut sesuatu akan terjadi pada anda" jawabnya dengan pupil mata yang kian berkaca-kaca
Mendengar penjelasan darinya, xiao jadi tersentuh "sudah dayang lu,tidak apa-apa. jangan berpikir terlalu positip ,mungkin sang raja kejedot pintu kali, sehingga ia anmesia sementara" sahut xiao dengan nada bercanda, lalu melanjutkan "ayo temani saya dayang lu!"
—
Xiao berjalan memasuki paviliun (green) ia melewati para dayang, yang sedang berbaris dengan tatapan aneh dari mereka
Tapi xiao tidak mau memperdulikannya, ia terus melangkah ke depan, ia hanya menggap yang sedang berbisisik-bisik itu hanyalah kicauan burung belaka
Tempat makan itu terlihat mengesankan, tempatnya di tengah danaw dengan lampion yang menghiasi setiap ujung atap, dan tampilan lempion air berbentuk teratay, yang mengapung di air, xiao akui bahwa itu mampu membangkitkan ketenangan saat seseorang makan di tempat tersebut
(note: "kalau di tambah dekorasai bunga mawar dan yang lainnya mungkin akan terkesan romantis kali ya, wka wak wak"🤣🤣🤣)
"putriku akhirnya kau pulang nak" begitu xiao sudah mendekati meja, ia langsung mendengar suara yang lembut mengarah padanya,dari salah satu kursi di depan
Ia melihat seorang wanita dengan pakayan hijau keemasan berlari ke arahnya, ya tentunya itu adalah selir ke tiga (Qianglian)
__ADS_1
(note: visual selir ke tiga 'Qianglian')
Selir ke tiga langsung memeluk xiao dengan erat, layaknya bertemu anaknya sendiri setelah sekian lama berpisah
Xiao iangat bagay mana selir ketiga memperlakukan putri xiao jian,dia sangat baik,penyayang,dan berhati lembut, dia bahkan menganggap xiao jian seperti anak kandungnya sendiri
Selir ke tiga mengusap puncak kepala xiao dengan diiringi senyum ceria,yang membuat xiao merasakan kehangatan hati dari nya "nak apa kau baik baik saja?"
Xiao tersenyum kecil yang tak terlihat akibat terselimuti kain, ia dengan senang hati menjawab "ma ma, aku baik baik saja"
Mendengarnya membuat selir ketiga menghela nafas lega "sukurlah.ayo kita makan bersama pasti kamu lapar"
Namun kehangatan itu hanya lah di berikan oleh selir ke tiga saja, karena tidak dengan yang lain
Mereka melihat xiao yang akan bergabung untuk makan malam bersama meraka, semua yang membenci xiao seperti melihat hama pengganggu yang harus di usir jauh-jauh
Termasuk dengan putri ketiga yang sangat membenci xiao karena berani menampar wajahnya
"hey,gadis ****** ngapain kamu disini?" begitu xiao sampay di depan meja, ia sudah di suguhkan ucapan pedas dari mulut jia li
(note:visual 'xiangguan zhao' putra mahkota kerajaan 'bron her')
mendapat dukungan dari kakak tirinya, jia li jadi bersemangat, dia tersenyum untuk terus memojokan xiao jian "iya benar,wanita sepertimu tidak pantas untuk berada di sini"
"putri kedua sepertinya kamu tidak pantas berkata seperti itu pada kakak perempuan mu sendiri" laray selir ketiga
"iya,mei mei kamu harus menghormati jiejie mu" timpal jiang mi, mencoba untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan yang ada, agar ia bisa mencari muka cantik di depan semua orang
Dan tidak perlu menunggu lama-lama lagi untuk pangeran jaehyung yang ikut serta, langsung terjerat "putri pertama, jangan terlalu baik padanya, apa yang di bilang adikmu itu ada benarnya, buat apa wanita ini ikut serta dalam makan malam ini"
Selir pertama li hua hanya tersenym sinis melihat pertunjukan yang membuatnya puas dan senang.
namun hal selanjutnya ia merasa kaget mendengar pernyataan sang pemimpin kerajaan "DIAM.....sudah jangan bertengkar, ayah sendiri yang mengundangnya untuk makan malam bersama"
Selir ke dua tersirat kaget, tadinya ia juga hanya diam tidak mau susah-susah untuk berpendapat, tapi menerima lantunan suara yang mulya dalam mengijinkan putri xiao jian bergamung dia jadi cuek
__ADS_1
(note: visual selir ke dua 'fang yin')
"dan kamu kenapa tidak duduk?" tegur sang raja melihat putri keduanya itu hanya diam seperti patung
"hah,mungkin dia sadar diri akan setatusnya" cela selir li hua sambil tersenym sinis mengisap secangkir teh hangat
'ini dia' batin xiao dengan tatapan jahat, akhirnya orang yang ditunggu untuk berbicara, makan umpan juga
Ya.memang xiao sengaja berdiam diri agar ia bisa mendengar selir pertama mau mengeluarkan suaranya,tak disangka waktu itu akhirnya tiba
Xiao memegang kursi kosong di hadapannya sambil berkata "YO, selir pertama bukankah yang seharunya sadar diri itu anda"
selir pertama berdiri sambil menunjukan telunjuknya ke arah xiao, ia dengan geram berkata "KAMU—"
Eh, jangan salah sangka, xiao tidak akan membiarkannya untuk bertele-tele "menurut anda apakah pantas seorang 'selir' duduk di tempat yang seharusnya bukan menjadi miliknya, apakah ada peraturan seperti itu di benua 'shu' kalau memang ada,coba biarkan saya untuk melihatnya"
Semua orang terdiam sang raja pun ikut tersinggung akan ucapan anaknya memang kursi permaisuri maupun anak-anaknya, tidak boleh sesekalipun ada yang mendudukinya apalagi itu seorang selir, ia jadi merasa bersalah pada istrinya dan di satu sisi ia berfikir 'kenapa putriku sangat mirip dengan ibunya ( xiao lian ) apa yang membuat ia beruba seperti ini, apa aku yang terlalu keras terhadapnya sehingga kini bahkan ia tidak memperdulikanku'
Semua orang melongo mereka yang tersisa berfikir 'sejak kapan dia mengetahui aturan kerajaan'
Kalau selir pertama jangan ditanyakan lagi kini wajahnya membiru seperti layaknya bekas kejedot, ia tidak tahan menerima pukulan talak dari putri ke dua
Ia akhirnya mengajak jiang mi dan jia li untuk duduk ke tempat yang seharusnya mereka singgahi
"tapi ma aku gak mau biarin aja dia yang duduk disitu" perotes putri ke tiga yang tidak tahu-menahu soal aturan kerajaan yang masih berlaku di benua 'shu' sambil menunjuk kursi paling ujung
Namun selir pertama menariknya dengan paksa karena tidak mendapat respon apapun dari sang raja, yang menandakan bahwa memang ia telah berbuat salah
Selir ketiha yang tadinya tidak suka dengan kehadiran xiao, namun setelah ia melihat kejadian ini bukankah menjadi sebuah peluang baginya untuk menjatuhkan selir pertama,agar rintangan terberatnya perlahan tersingkirkan
Semua orang makan dengan tidak berselera selir pertama memandang xiao dengan tatapan permusuhan penuh rasa benci
bersambung...
maaf ya kalau masih ada taypo-nya thank yau masih menunggu dan setia membaca cerita dari author ini, jika ada kesalahan mohon sarannya ya,hihi😁😁😅😅
__ADS_1