Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa

Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa
bab:54.kerajaan kayangan


__ADS_3

Menurut kabar dari sang cucu, xiao jian akan datang ke acara ini, jadi ia ber'minat untuk menyambutnya.sudah dua bualan tidak bertemu ia sedemikian rindu


"dayang lu,apa kau tahu di mana putri xiao jian" serampak berlari selir ketiga dari belakang,ke arah dayang lu,menanyakan sang putri


"mm..." dia bepikir smerawut tentang:apa yang harus dia katakan..?


—"DAYANG LU"


suara dari tempat parkir kereta kuda,membuat semua orang terpikat untuk melihatnya


***


menatap-nya dengan seksama, keluarga-dekat istana yang ada di lingkaran itu mengerutkan kening


'huh, mengagetkan saja' batin dayang lu,terkecoh dengan suara yang tadi sempat membuat telinganya berdecit


"dayang lu, apa putri xiao jian belum di temukan?" ucap jaehyung dengan nada hawatir


ya.munculnya putra mahkota kerajaan king, hampir membuat para petinggi kerajaan tegang


'apa, ternyata pangeran kerajaan king bermuka tebal' pikir mei lian menatapnya dengan enggan


'aa, dia orangnya,apa kau sedang pura-pura sekarang?' coloteh mei juan 'ennek' dengan ekspresi wajah nya yang terlihat peduli pada putri ke'dua


Mereka berpendapat seperti itu,karena isu yang beredar tentang nona mereka di campakan,membuat kedua gadis itu benci padanya


"ah, semoga dewa yang agung memberkati anda yang-mulya" ungkapnya ketika menyadari adanya calon mertua


Sekilas kaisar ( xing-fu ) menganggukan sedikit bola matanya, tanpa merbasa-basi langsung masuk ke dalam,melewati pintu gerbang perak


Jika memang pangeran itu memperdulikan putrinya,kenapa dia tidak ikut mencarinya.hanya berdiam diri dan menanyakan kabar, itu sebuah lelucon yang memuakan


Jaehyung tersenyum kaku,mendapati sang kaisar menanggapinya dengan acuh,namun dengan pasrah ia tetap membututi mereka dari belakang.



"apa kalian yakin nona akan kemari?" tanya dayang lu, sambil melihat ke sekitar awan yang luasnya tak terbentang


"tentu saja yakin,dia sudah bilang, tidak mungkin dia berbohong" terang mei juan. padahal dia sendiri-pun berfikiran hal-hal dimana tidak memungkinkan nonanya untuk datang


"apa sebaiknya kita tunggu di dalam saja?" pesan dayang lu,karena daritadi mereka sudah menunggu lama, dalam ke'adaan hawatir yang tidak berkesudahan


Menyusur-kan pandangannya pada sang kakak,ia dengan ragu berkata"begitukah?"


"mm, apa yang di katakan nenek ada benarnya,munggkin saja nona akan datang esok hari" pungkas mei lian,toh acara baru akan di mulai pada besok malam


"yasudah ayo kita masuk sebelum pintu gerbang di tutup!" cakap dayang lu,sambil menghela nafas berat akibat kecewa,dan berpaling ke belakang



Tidak lama setelah kepergian mereka, xiao beserta keempat binatang nya, tiba di atas perbatasan itu.mengejutkan penjaga yang sedang tekun bertugas

__ADS_1


Melihat watita itu akan menerobos masuk, para penginsitipasi tanda pengenal buru-buru menghentikan"tunggu nona,!. anda belum menyerahkan pelekat/tiket anda"


"ini ambilah!" seru xiao sambil melemparkannya


Memutar matanya jengah, xiao tidak bisa menunggu terlalu lama,"apa sekarang saya bisa masuk?"


Berhadapan dengan pelekat husus untuk seorang putri, dia paham kenapa nona ini terlihat dingin dan arogan"**'tentu nona,anda bisa masuk sekarang!"


Terus memperhatikan dari jarak jauh temannya berseru"lihatlah,memakai penutup wajah saja dia terlihat cantik"


—"sayangnya terlalu cuek"


Menepuk pundaknya dengan keras dia menyeringai, lalu melanjutkan ucapannya"ayo jaga lagi!"


—"oooo, lihatlah!,"


Kelima pengawal yang sedang menjaga gerbang,seketika menoleh ke belakang


—"wah,apa dia se'orang dewi?"


—"kurasa dia melebihi setatus dewi, coba Kalina perhatikan,tidak ada yang membuatnya terbangun selain wanita itu, bukankah semua dewi juga melintasi-nya,tapi tidak mengeluarkan reaksi apapun.namun setelah wanita itu ke'sana semua terjadi begitusaja"


—"mm,kurasa kau ada benarnya,"


Pujian itu terus mereka lontarkan.karena di sepanjang jalan xiao melangkah,bunga berjenis mawar merah yang berbaris di kedua sisi jalan,tiba-tiba bermekaran seakan-akan mengiringi langkahnya yang anggun nan mengesankan



"nona!!!" tiba-tiba seseorang kembali memanggil dengan suara lantang, yang membuat xiao berhenti untk melangkah lebih jauh lagi


Di depannya terdapat pintu keristal biru, berkilawan akibat pantulan cahaya matahari


Xiao melihat sisi sampingnya,dan tidak melihat siapa-siapa sepertinya wanita paruh baya itu sedang memanggilnya"saya!!!"


"ya anda nona, hamba-adalah pelayan di istana ini nona, tugas hamba di sini untuk melayani anda" sambut pelayan itu diiringi tubuh yang membungkuk,melakukannya dengan cara yang sopan iapun melanjutkan "mari saya antar!"


—"oh,ayo atarkan saya ke kamar!"


Akan tetapi xiao baru melangkahkan kakinya kembali.palayan wanita itu memanggil lagi"nona ayo ikut saya!"


—"bukankah ke sini?"


"tidak nona itu menuju ke dalam istana 'ling', karena pestifal belum di buka.yang-mulya kaisar memerintahkan agar seluruh tamu di tetapkan pada istana kayangan" ungkitnya melaksanakan tita dari junjunan mereka,


Mendengarnya xiao membalikan badan,serta mengangkat alisnya sebelah"aah begitu,baiklah pimpin jalan!"


—"baik nona,mari!"



Istana kayang terdiri dari tiga kastil yang terapung di atas langit. tidak berjanjar, namun sama-sama terhubung satu sama lain.berbeda dari istana pada umumnya, ( istana kayangan ) itu di dalamnya lebih tepatnya persis seperti hotel,memiliki ( 1.000 ) kamar

__ADS_1



"ah, nyamannya" sirat cing cheng, ia ujug-ujug meloncat dari tangan xiao,berbaring di atas kasur


Xiao melihat sekeliling dengan mengerucutkan bibir ia menilai "tidak buruk"


Duduk di atas ranjang,ia kemudian mengambil kantung uang yang ber'isi barang-barang berharga miliknya.



(note:author"anggap saja pada malam hari")


Dia mengeluarkan batu giok yang ditemukan nya ketika dulu masuk-ke'kamar permaisuri ( xiao lian )


Liong yang dari tadi berselera tidur di leher gadis itu, menjadi terbangun.ia melihat apa yang sedang di pegang oleh nonanya,lalu karena penasaran lebih baik ia bertanya"nona apa itu?"


—"kejutan"


Xiao menarik liong ke atas telapak tangannya"sepertinya aku akan membutuhkan sedikit bantuanmu monster kecil"


—"bantuan?"


"ya.apa kau tahu tentang kakak kandungku?" tanya xiao,di dampingi tatapan tajam pada naga itu


mengambil dengan tangannya yang kecil Dia menyahut "**'tentu nona,saya tahu"


Mengetahui tuannya sedang berdiskusi,rubah ekor sembilan, menghampiri dan dengan santaynya duduk di depan "nona apa yang sedang anda bicarakan?"


"nona berbincang dengannya,kenapa gak ngajak-ngajak peria tampan" seruput cing cheng untuk masuk kedalam tofik yang di sematkan


Tanpa menghiraukan yang lainnya xiao angkat bicara"bagus kalau begitu,aku punya tugas kecil yang harus kau urus!"


—"apa itu?"


—"ayo mendekat,!"


Xiao mendeskripsikan rencananya lewat telinga naga itu.begitu mereka faham dan tau,seketika yang tadinya berkumpul, menjadi bubar


-


Anggaplah sebagai 'CCTV'.batu hijau itu tidak jauh berbeda. Mampu merekam berbagay sketsa,adegan-adegan yang di lihatnya.


Pada saat xiao akan memeritahkannya untuk ber'hati-hati, tiba-tiba saja terdengar suara langkah kaki sedang berlabuh di atas atap kamar,yang membuat seisi ruangan seketika senyap


"suttt!" xiao bergegas mematikan lilin,di taksir ada tanda bahaya sedang mendekat


Di dalam gelapnya kamar,xiao mengintip ke luar dari jendela.sekitar sepuluh bayangan berjubah merah sedang berhamburan di halaman,sepertinya mereka sedang mengintai area istana,dari cara mereka merancang 'setrategi' sudah jelas bahwa orang-orang itu bukanlah keluarga istana


"nona apa mereka musuh?" tanya cing cheng


—"mm diamlah,!. sepertinya akan ada tamu tak di undang masuk ke acara pestifal nanti"

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2