Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa

Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa
bab:34.melarikan diri


__ADS_3

Peria dengan separuh topeng di wajahnya itu menatap xiao dengan tatapan penuh penekanan,dengan diiringi senyum sinis nan tajam-


-yang membuat perasaan xiao mendadak tidak enak


***


Xiao dengan gugupnya memalingkan wahahnya ke arah panggung,berharap peria itu tidak menatapnya lagi.wanita mana kalau di pandang oleh seorang peria tampan tidak akan merasa tertekan.apalagi dengan terang-terangan peria itu menggunakan postur tubuh menghadap ke arahnya


"Duapuluh tiga kantung yuan bao" cela gadis ber'mata hijau itu dengan perasaan geram. Ya,seperti yang telah di bicarakan oleh para pendatng tadi, ia adalah ( mei lin ) yang tak lain adalah putri dari kerajaan 'muron chan'


—"eh lihat,putri mei lin kembali mengangkat harga!"


—"ya.sepertinya ginseng itu sangat penting baginya"


Peria dengan manik merah berpadu emas itu sekali lagi mengangkat tangannya ke udara"duapuluh lima kantung yuan bao"



Mendengar pengajuan yang melebihi maksimum batas harga kualitas barang, mereka semua yang menyaksikan pertarungan itu seketika berfikir bahwa peria itulah yang akan mendapatkan ginseng seribu tahun itu


Para pejabat yang menyamar sebagay pengunjung tidak lagi mengeluarkan satu tingkat angka pun,dari mulut mereka.alasannya sudah jelas,jiaka mereka bertarung harga,maka akan menyinggung keluarga kerajaan dan betapa mengerikannya kensekuasi yang akan mereka tanggung nantinya kalau sampay sang paduka raja mengetahui hal tersebut, walaupun berani untuk bersaing, niscaya pulang dari sini mereka hanya akan menjadi gembel di tepi jalan,jadi mereka memilih untuk diam seribu bahasa



Dan benar saja putri ( mei lin ) sudah kehabisan kata-kata, uang yang di milikinya-pun sudah habis"jie, bagay mana ini,uang ku sudah habis,apa jie jie masih memilikinya?"


Kakak dari gadis yang sedang berdiri itu menghela nafas berat sambil menggelengkan kepalanya pelan"meimei sudahlah sepertinya kita harus mencarinya di tempat lain!"


"tapi jie,ini adalah kesempatan kita untuk mendapatkannya,aiissss.kanapa juga ayah handa tidak mengijinkan acara lelang ini di adakan,kalau saja. aaaaaahhh.pasti nenek akan terselamatkan" gerutu mei lin dengan suara pelan sambil menghentakan kakinya dengan kesal


"sepertinya beliau punya alasan sendiri, sudah kita menyerah saja!" tegur ming mey dengan suara yang rendah,tadinya ia berfikir bahwa mendapatkan ginseng itu sangatlah mudah,namun eyelan tinggalah angan-angan saja


Suasana di dalam ruangan seketika cair,karena mereka sudah ber'anggapan tidak akan ada lagi yang menjulurkan tangan untuk menambah harga


Pelayan peria bertopeng itu kembali ke meja tuannya,ia kemudian berbisik ke telinga peria itu, karena ada dua orang asing yang sedang duduk satu meja dengan mereka

__ADS_1


"tuan,semuanya sudah beres" bisiknya tepat ke-hadapan daun telinga peria bertopeng hitam itu


Peria yang di tuju seketika berseringay jahat sambil menatap xiao dengan tatapan haus akan darah


pembawa acara mengayunkan tangannya ke atas hingga berhenti mengapung di udara "baiklah,jika di antara tuan-tuan dan nyonya-nyonya tidak ada lagi yang mengajukan harga dengan jumlah yang lebih tinggi dalam hitungan ke'tiga,maka ginseng itu akan menjadi milik tuan muda itu"


Iringan kata yang mengarah pada peria bertopeng itu,membuat semua orang berdesir penasaran akan,apakah sahutan seseorang kembali terlontarkan


—"bersiaplah dalam hitungan mundur. tiga....dua....sa-"


—"DUA PULUH ENAM KANTUNG YUAN BAO"


-"tu"


(brukkkk)


(jmmrreeng)


Di detik itu juga xiao melempar harga dengan alunan suara lantang tepat pada 'skon' satu hurup sepeti yang telah di rencanakan


Dan bahkan ada lagi yang sampay memecahkan gelas yang tergelincir dari jari-jemari miliknya


Peria dengan setelan hanfu putih bertabur butiran perak yang mendengar gadis dengan manik biru itu tiba-tiba menyela harga di detik-detik kata-kata pembawa acara yang belum selesay,ia dengan marah menggertakan giginya sampay-sampay kantung matanya ikut berkedut


'sangat menarik, ternyata kamu lebih jeli dalam mengambil kesampatan dalam kesempitan dari yang bisa ku duga' batin peria itu dengan tatapan dinginnya



—"wah,astaga saya pikir gadis itu akan benar-benar kalah"


—"iya,ya.tidak di sangka dia justru pemenangnya.lihatlah bagay mana ia ber'saing"



"jie,apa jiejie mengenal orang itu?" tanya mei lin yang sudah beranjak dari jatuhnya

__ADS_1


Ming mey,menyipitkan matanya untuk melihat apakah dia mengenalnya atau tidak,namun sayang-nya ia sekali tidak mengenali wanita dengan iris mata biru itu di ibukota


"tidak.jiejie tidak pernah melihat wanita itu di wilayah kerajaan kita,apalagi sangat sulit bagi jiejie untuk mengenalinya dengan baik karena dia juga sama seperti kita yang menggunakan kain penutup wajah" sahut ming mey dengan tatpan menyelidik


"sepertinya dia memang bukan dari wilayah kekuasaan ayah.lihat warna mata yang di miliki olehnya,apalagi dia sangatlah kaya,bahkan berani bersaing dengan kita" coloteh mei lin dengan cemberut di dampingi tatapan iri


Pembawa acara itu tersenyum lebar "wah.nona sangat panday mengutarakan harga di waktu yang sangat tepat.ya,sudah saya tentukan bahwa ginseng seribu tahun ini jatuh kepada sang nona muda"


(prok prok prok)+70


Setelah riakan tepuk tangan yang menggema di dalam ruangan telah usay, pembawa acara itu menyuruh xiao yu untuk naik ke atas panggung demi mengambil ginseng itu


Akan tetapi pada saat ginseng itu ber'ada di tangan xiao yu dobrakan pintu dari arah pintu utama mengagetkan semua orang


(BRREEAAKKKKKK)


Apalagi melihat bahwa orang yang menerobos masuk itu adalah pengawal kerajaan,


(tak tuk tak tuk tak tuk)


Kemudian dengan serantaknya semua orang berteriak sambil berlairan ke segala penjuru dari ruangan bawah tanah itu


Xiao dengan cekatan berlari melewati pintu belakang,namun pada saat ia tepat ber'ada di ambang pintu,sebuah tangan kekar menariknya ke'arah balik pintu


Berputar membentur tembok,yang pertama kali di lihatnya adalah jakun yang menonjol di leher seorang peria yang tadi menariknya


Alangkah indahnya iris mata biru bertemu dengan iris mata berwarna merah berpadu beningnya cahaya ke'emasan,bagaykan hari yang mulay senja


Dengan tiba-tiba pintu di dorong oleh seseorang yang sedang terburu-buru keluar dari dalam,yang mengakibatkan peria yang tengah menundukan kepalanya itu terpentol hingga bibir sang peria menyentuh merahnya bibir gadis dengan manik biru itu,


(CUP)


lembut nan kenyal,waktu sekan berhenti. orang yang tengah berlalu lalang mencoba untuk meloloskan diri maupun penjaga, tak mereka hiraukan.pupil mata keduanya mendadak melebar menampilkan kesan yang sulit untuk di jelaskan


Dan

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2