Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa

Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa
bab:48.meloloskan diri


__ADS_3

Monster dengan perawakan gorila itu ter'nganga melihat gumpalan air yang menyerupai seekor ikan paus


"**'tunggu nona!" kata ia sambil gelagapan,ia tahu api melawan air tidak akan pernah menang,maka dari itu ia segera menghentikan gadis yang sedang menjadi lawannya untuk tidak melakukan serangan lagi


Tentu saja ia takut jika air dengan ukuran yang besar itu menghantamnya, maka ia akan sepenuhnya menjadi batu biasa tanpa adanya kehidupan ke dua


—"cih,kenapa,?.apa kau takut,?.oh ya bukannya kau tidak pernah mencicipi segarnya ketika meminum air,lihatlah betapa baiknya aku, karena harus repot-repot membawakannya untukmu" seru xiao dengan senyum tajam yang mendominasi


***


( brusss )


"TIDAKKKK!" teriak monster itu keras.yang melihat gumpalan air ber'bentuk ikan paus seperti akan memakannya


( sssss )


Akibatnya air itupun menguap ke udara diiringi asap hitam yang merabunkan pandangan


Xiao tersenyum penuh kemenangan melihat monster batu itu berubah menjadi batu,tanpa adanya iblis di dalamnya


Ia turun tepat di hadapan batu bundar yang di atasnya terdapat pedang ke'dua yang selama ini di cari-cari olehnya


"kau akan menjadi miliku" ucapnya dengan suara yang tajam.lalu duduk untuk bersemedi di dekat batu itu


Menarik nafas dalam-dalam setelah di perediksi sudah cukup, lalu di keluarkannya sapay tiga kali berturut-turut


Mengosongkan pikiran adalah kunci menyerap seluruh energi QI yang tertanam di pulau itu dan memusatkan pada titik hingga sampay ke tujuannya


Lava yang bergejolak tiba-tiba naik keatas lewat sela-sela dinding di gunung itu


Memancarkan energi keemasan berbentuk siluet yang mengarah pada xiao yu,menjadikannya gelembung berbentuk bundar yang besar dari seribu aliran lava pada gelembung yang menjadi dinding untuknya bermeditasi


Setelah melakukannya selama satu jam lamanya,energi keemasan yang menyelimuti xiao dan pedang itupun meluncur ke atas gunung. memberikan cahaya yang terang di lingkungan kaki gunung 'niu'.


Arus laut mulay tidak seimbang hingga teromaba-ambing, serta mengakibatkan gelombang yang besar muncul tiba-tiba,


Bahkan kapal yang di utus dari kerajaan (muraon chan)-pun ikut terguncang sampay salah satunya tenggelam ke dasar laut


Xiao memperlihatkan iris matanya yang tadinya tertutup.secara perlahan,menampakan pupil mata yang merah karena menerima elmen api dari pedang api iblis itu


Ia menggenggam pedang itu,lalu di masukannya pada tubuhnya sendiri,cahaya keemasan yang menyinari pulau 'zum' kini telah menghilang. menjadikan lontaran pertanyaan bagi semua orang yang menatap kejadian dari benua ( shu )

__ADS_1


( krekkk )


Pintu terbuka lebar, xiao langsung di sambut oleh berbagay senjata mulay dari tombak busur dan lain sebagaynya,


Pemegang senjata itu adalah pasukan raja iblis yang di pinpin oleh sang jendral,mereka mengetahui pedang itu di cabut. yang bahkan sang raja mereka pun tidak bisa memilikinya, itu karena pancaran energi yang kuat dari inti lapisan gunung menerka mereka, jadi semua pasukan bergegas untuk datang ke tempat itu,tanpa memikirkan:apakah tuan mereka ada di sana atau tidak


"dasar pencuri,pengawal ayo serang dia!" seru jendral itu dengan mulut yang merongga hingga sangat lebar akibat lantunan nada tinggi yang di keluarkan olehnya


Mereka menyerang pencuri itu bagaykan ( citah ) yang mengejar mangsanya


Namun hal berikutnya yang terjadi. mereka malah mematung di tempat karena dari belakang gadis itu lava yang panas segera melahap mereka satu persatu secara mentah-mentah


Jeritan histeris dari semua penjaga maupun jendral itu menggema di dalam lorong yang gelap


Gadis yang sama sekali tidak terkena semburan dari lava tersebut,berjalan dengan anggun melewati teriakan demi teriakan yang memekangkan telinganya


Setelah membereskan satu masalah kecil, xiao berlari dengan langkahnya yang kecil menuju sel penjara bawah tanah


Berkat petunjuk dari peta, ia bisa lebih cepat sampay di sana tanpa harus tersesat sekalipun


( bruk )


xiao mendobrak pintu yang menuju ke dalam penjara bawah tanah itu dengan hanya sekali tendangan saja


Mei lien yang juga menyadari akan kehadiran nonanya segera memegang jeruji besi yang menahan mereka berdua untuk tidak keluar


"nona" timpal nya dengan gembira di sertai senyum yang lebar


Xiao buru-buru mendobrak pintu sel penjara itu tanpa mengeluarkan sepatah-katapun dari mulutnya, sampay-sampay mei lian dan mei juan terlonjak kaget


"ayo cepat pegang tanganku!" seru xiao sambil menjulurkan tangan kanannya ke hadapan kedua gadis itu


"ada pa nona?" tanya mei juan dengan penasaran


"iya ada apa nona kenapa terburu-buru sekali?" sambung mei lian yang juga ikut sama-sama bingung


—"cepatlah,!.sebelum pulau ini tenggelam!!'"


Menanggapi pernyataan yang membuat ngilu.serantak mereka tanpa berpikir lama-lama lagi, langsung memegang tangan nonanya dan berteleportasi


__ADS_1


Karena pegangan mereka terlepas,kedua belah pihak itu akhirnya terlempar ke posisi yang berbeda


( bruk )


Mei lian dan mei juan jatuh ke atas lantay yang terbuat dari kayu dengan *4**4* yang menabrak lantay itu diiring suara pantulan yang keras


"ah,aduy.aduy-duy duy" coloteh mei juan dengan mata terpejam karena rasa sakit yang begitu mendalam


Mei lian segera membantu adiknya untuk berdiri agar dian tidak merengek lagi "cepatlah pegang tanganku!"


—"aah,sepertinya pantatku ketinggalan di lantay"


"hey,masih bisa bercanda,ayo bangun!" cerca sang kakak yang melihat adiknya terlalu lemah untuk hanya sekedar jatuh di atas papan


—"jie,aku masih duduk.masih sempat-sempatnya jiejie menyuruhku untuk berkaca"


"oo'oo.lihatlah adik siapa ini yang kalau di ajak bicara harus bertatap muka agar tidak ada kesalahan yang masuk,ke'dalam tanggapannya" coloteh mei lan dengan tatapan sinis menanggapi mei juan yang tidak relvan


—"cepatlah berdiri,!.atau aku tinggalkan kamu sendirian di sini 'mau'?"


—"baiklah,huh.nenek sihir"


Setelah mereka berdiri barulah keduanya menyadari bahwa, sedang berada di atas kapal besar yang terapung di hamparan lautan yang sepi


"jie,kita di mana?" sirat mei juan dengan panik


menyadari tidak ada tanggapan dari sang kakak, iapun merantay kembali kata-katanya "lah,jie nona mana?"


Mei lien melihat ke sekitar rasanya ingin sekali ia pingsan,bisa-bisanya tangan mereka terlepas tadi


—"HEY.SIAPA KALIAN?"



( pengap ) itu adalah kata yang utama, yang di rasakan oleh xiao yu,membuka matanya dengan kilatan cahaya,ia menyadari bahwa dirinya sedang berada di dalam air


—"huaaa!!!"


Ia keluar dari air itu.namun begitu ia kembali membuka matanya, ia ter'nganga dengan mata yang terbuka lebar


—"AAAH'AAAA.AAAAAAAAA!!!"

__ADS_1


"hihi.hello I'm sorry.sepertinya saaya salah kandang" ucap xiao dengan perasaan canggung


bersambung...


__ADS_2