Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa

Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa
bab:29.mendapat petunjuk


__ADS_3

"jiejie apa benar,anda adalah seorang pitri?" tanya gadis dengan usia dua belas tahun itu sambil melihat xiao dengan mata yang berbinar


"jiejie ikan teri apa yang kamu maksud" sahut adiknya dengan tatapan polos pada sang kakak


—"oh,astaga kau selalu membuatku naik pitam"


—"jie jie aku bilang ikan teri apa yang jiejie bilang,bukan naik kambing hitam"


Sang kakak yang semakin marah di buatnya,langsung *******-***** tangannya yang mengepal tiada isi ke udara "aaaaaah,"


***


Menarik napas dalam-dalam,gadis dengan rambut kuncir kuda itu-pun membuang nafas-nya hingga emosi yang tadinya menyulut akhirnya menjadi lebih tenang


"meimei..jiejie..bilang..pada..kakak..ini..apakah..dia..seorang..putri?" ucap gadis dengan kuncir kuda yang tak dain adalah gadis tertua,ia berucap sambil diiringi bahasa tubuh


"wah, benarkah,apa benar kakak ini adalah seorang putri?" ucap gadis muda itu dengan tatapan penasaran


Xiao yang melihat kedua gadis yang kini berada di hadapannya jadi bungung sampay ia menyernyitkan dahinya hingga mengerut


"ada apa dengannya,?"tanya xiao pada sang kakak perempuan,dari gadis yang di maksudnya


Menghela nafas sebagay tanggapan gadis itu kemudian menjawab "mm,nasibnya sungguh malang,ia mengalami demam tinggi sewaktu umurnya yang ke 3th,hingga mengkibatkan nya menjadi bolot"


Xiao yu,yang mendengar jawaban dari gadis itu jadi kasihan,ia tersenym kecil lalu menyahut dengan bahasa tubuhnya "ya,aku adalah putri dari kerajaan bron"


"wah.senang bisa bertemu dengan anda putri. perkenalkan nama hamba ( mei lien ) dan ini adik saya ( mei juan )" serantak mei lien sambil menjaba-ttangan xiao yu


Xiao yu yang melihat respon bahagia dari keduanya sedikit heran,kemudian ia berkata"aku putri xiao jian,kenapa kalian terlihat senang melihat sampah yang tak berguna sepertiku?"


"tentu saja kami bahagia,karena menjadi seorang putri adalah hal yang sulit bahkan tidak mungkin untuk bisa di dapatkan oleh setiap rakyat jelata seperti kami,dan bukankah hidup menjadi seorang putri akan selalu bahagia dan bergelimang harta" coloteh mei lien yang masih memakay bahasa tubuhnya agar tidak terpotong oleh adiknya yang super menjengkelkan itu kalau sedang kumat


'nyatanya setiap orang akan memiliki sifat iri dan dengki. hah,seperti halnya antara (kasih sayang & harta).yang miskin dan tak mampu akan mersa iri kepada mereka yang lebih kaya,namun mereka tidak berpikir bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna, jika kau ingin merasakan manisnya madu maka kau harus juga merasakan pahitnya ampedu terlebih dahulu.di dunia ini tidak ada ke'indah yang amat kekal dan abadi. bagaykan kamu memetik setangkay bunga yang cantik lambat laun kamu akan melihat bunga itu layu sendiri, mereka yang kaya selalu mencari kesalahan diri mereka sendiri,(harta yang tak cukup lah,pengetahuan yang belum luas lah) bahkan mereka juga terkadang iri kepada mereka yang miskin hanya karena mereka di penuhi dengan kasih sayang yang tak pernah mereka dapatkan. di saat ada malam pasti ada siang begiupun sebaliknya, jadi di saat ada kebahagiaan di situpun ada kesengsaraan. bukankah akan lebih menyenangkan jika ikuti alurnya nikmatilah jalan ceritanya, mungkin sebagian besar orang akan selalu berfikir bahwa takdir itu bisa di ubah. namun entah mengapa bagiku itu salah, karena takdir itu sudah di tentukan, jikala seseorang yang tadinya sengsara kemudian dengan berusaha ia bisa menggapay kesuksesan nya,itu karena ia melangkah ke dalam jalan takdirnya. jika seseorang dari bahagia menjadi sengsara itu karena dia sudah tersesat karena telah mengambil jalan yang salah' pikir xiao yu lalu ia berkata"ya,kurasa begitu".

__ADS_1


"nona ayo silahkan masuk dulu!" cela dayang lu sambil berjalan ke arah xiao yu


"ah,tidak usah dayang lu,saya harus segera pergi" ucap xiao yu sambil tersenyum tipis


"nona apakah kami bisa ikut dengan anda?" ucap mei juan sambil berharap xiao yu jadi tuannya


"iya nona kami mau ikut dengan anda,kami ingin menjadi pelayan anda nona..." timpa sang kakak sambil menggenggam tangan xiao


Xiao sempat ragu untuk mengatakan antara 'iya' & 'tidak' iapun melihat ke arah dayang lu terlebih dahulu apakah dia mau mengijnkan kedua cucunya untuk ikut bersamanya atau tidak.apalagi sepertinya dayang lu, hanya tinggal bertiga dengan kedua cucu nya.


"nek boleh ya" celetuk mei juan dengan suara manja nya


"iya nek kami mau jadi pelayan nona ini" seru mei lien sambil memohon


"mm, tentu kalau begitu bawalah mereka berdua bersama anda nona,karena mereka juga seorang kultivatir tingkat satu" ucap dayang lu dengan perasaan bangga


"baiklah aku akan menjadikan kalian orang-orang'ku,tapi bukan untuk jadi pelayan,karena berhubung kalian adalah seorang kultivator dan di benua 'shu' tidak ada aturan yang mana pelayan berkultivasi maka kalian bisa menjadi pengawal peribadiku" jelas xiao dengan suara lmbutnya


"wah benarkah nona,terima kasih nona terima kasih" sahut mei juan dengan perasaan gembira



"nenek kami pamit dulu" ucap serantak keduanya sambil membawa barang-barang yang tadi sudah di bereskan oleh mereka


"hati-hati!" seru dayang lu sambil melambaykan tangan kanannya dan memegang dada dengan tangan kirinya



"Nona kita akan pergi ke-mana" ucap mei juan sambil menatap punggung xiao yu


"kita akan pergi ke kerajaan 'jing' " sahut xiao yu dengan nada datarnya


"namun sekarang yang terpenting adalah kita harus mencari makanan dulu, saya sudah lapar apa kalian juga merasakannya?" sambungnya dengan suara yang baku

__ADS_1


"ya,nona kami juga belum makan" jawab mei juan sambil memegangi perutnya


Akan tetapi sang kakak yang mendengar adiknya berperilaku sembrono dan tidak memiliki sopan santun itu langsung mencolek tangan gadis itu"Sssssttt"


Xiao tersenyum melihat kedua bawahannya ini yang sedang canggung


"nona sepertinya di sana ada tempat makanan" coloteh mei juan sambil berlari menuju pedagang kaki lima


"aisss,tidak tahu malu" gerutu mei lien dengan suara pelannya


Xiao yang mendengar mei lien berdecik malu, dengan santaynya ia buka suara"sudah, tidak apa-apa ayo kita juga kesana!"


Seketika mei lien di buat kaget, ternyata nonanya mendengar eyelannya "eh.iya nona"


"bos.pesan sate daging kambingnya tiga puluh tusuk ya!" seru mei juan sambil duduk di salah satu kursi yang telah di siapkan husus untuk para pembeli


Mei lien yang melihat tingkah adiknya yang sedemikian menjadi-jadi, iapun menjadi kesal padanya"kalau soal makanan saja kau nomor satu"


"jiejie kan mei mei ini sedang lapar,nona juga kan" tanya ia dengan tatapan kosongnya yang seperti anak kecil


—"hm. iya-iya"


.


—"eh dengar dengar gunung merapi di pulau ( zum ) akan meletus"


—"benarkah?.bukankah gunung itu berada di hutan keramat yang angker dan hanya di tinggali oleh para iblis"


—"iya-iya dengar-dengar di sana juga terdapat mutiara iblis"


—"wah benarkah oh ya bukannya pulau itu jiga memiliki desa kecil,apa yang akan terjadi pada mereka?"


(prekkk)

__ADS_1


"berikan informasi tentang di mana gunung itu,maka uang itu akan menjadi milik kalian" tegur xiao dengan suara yang penuh penekanan


bersambung...


__ADS_2