
Gadis dengan manik biru, melihat penampilannya di dalam cermin.bibir-nya yang mungil serta merah, semerah buah 'ceri' itu tersenyum ke samping
"dayang lu, tolong amblikan saya kain penutup itu!" ucapnya sabil menunjuk sehelay kain putih di atas ranjang
—"ii'iya nona?"
"ayo kita pergi,! Tidak baik membuat orang 'buta' menunggu terlalu lama" ucap gadis itu sambil beranjak dari kursinya
—
Obor yang menyala di setiap tiang-tiang jembatan,sepoy-sepoy di terka angin yang mengiringi setiap langkah yang di ambil oleh xiao yu
setiap pelayan yang di lihatnya tertunduk semua, karena mereka telah mengetahui bahwa,satu kawan mereka sudah mati akibat menentang putri ke'dua
Semua mata teralihkan padanya tatapan-tatapan tidak suka dan menyelenehkan atas kehadirannya terlihat sangat jelas dari sorot mata mereka
"xiao er, kemari dan duduklah!" seru-selir ke tiga dengan diiringi senyum dan nada yang lembut
"hey, wanita tidak tahu aturan itu akhirnya datang juga" cerca jia li yang melihat xiao berjalan ke arah mereka
"xiao jian, darimana saja kamu?. kamu tahu daritadi ayah menunggumu disini apa kau sekarang berani membntahnya?" ucap sang putra mahkota 'xingguan zhao' dengan suara yang keras
Seperti sebelumnya xiao tidak mengucapkan salam apapun, hingga xingguan zhao kembali angkat bicara "kau gadis tidak berguna, dimana rasa sopan santunmu pada keluarga"
Xiao melihat ke arhnya sambil tersenyum singkat nan padat, kemudian kembali ke dalam ekspresi sebelumnya yang datar
"apa itu cara kau melakukan penghormatan terhadap kakak mu?" tegurnya dengan perasaan geram
"gege, manamungkin wanita ini memiliki sopan santun,rasa malu pun die tidak punya" timpal jia li dengan suara yang mengejek
"pangeran ( jaehyung ) untung saja kau membatalkan pertunangan-mu dengannya. dan menilih jiejie ( jiang mi ) daripada wanita jlek dan kumel ini" cerca jia li
"anaku memang pintar, bagay mana mungkin batu kerikil sepertinya ingin bersaing dengan batu giok, hah tentusaja tidak bisa" ucap selir pertama terang-terangan sambil.mengangkat dagunya tinggi-tinggi
__ADS_1
sejoli yang sedang di bicaraka itu makin melekat mesra
"'xiao jian, aku malu punya adik sepertimu" coloteh putra mahkota dengan nada yang lantang
"gege, apa yang kau bicarakan,sepantasnya gege tidak berkata seperti itu,bagaymanapun jie jie-xiao jian juga bagian dari keluarga kita" cela putri keempat serantak berdiri
(note: visual putri ke empat ( fen lian ) putri dari selir ke dua 'fang yin' .)
Namun selir kedua menariknya kembali untuk duduk " fen lian' untuk apa kau membela gadis sampah itu,cepat duduk!, jangan sampay terlibat dalam masalah" ucapnya dengan berbisik
"HUH. apa kalian sudah selesay bicara,? Kalau sudah,sekarang giliranku. yang milya putra mahkota, SIAPA KAU APA PEDULIMU,? aku ingatkan kau,kalau aku bukan lah adikmu,INGAT itu. kau membahas toleransi denganku maka itu akan sia-sia, sekarang lihatlah dirimu bukankah sifat yang pantas untuk seorang pemimpin adalah dari image yang dimilikinya, tapi apa,? adikmu sendiri saja sudah di perlakukan tidak wajar olehmu apalagi orang lain.. " sahut xiao panjang lebar dengan nada datarnya
Putra mahkota terdiam emosi yang tadinya berkobar kini hanya seperti bunga yang layu
"dan untuk kalian berempat, asal kalian tahu biarpun aku ini hanyalah batu kerikil yang hitam dan kecil. namun rela menampung beratnya kendaraan karena aku tahu dimana batasanku sendiri. sedangkan kalian secuil batu giok yang hanya sekedar menjadi bahan pajangan belaka,berlagak layaknya sebongkah batu permata yang selalu meremehkan dan menghina orang, ingat di atas langit masih ada langit" jelas xiao sambil memutar badannya menghadap sang raja
Sang raja pun tidak memperdulikan yang lainnya. kini tatapan benci yang selama ini di tampilkannya pada xiao perlahan menghilang "nak, ayah ingin memberikan kau sebuah pelekat/tiket untuk masuk ke acara Festival lentera yang akan di adakan dua bulan lagi di kerajaan langit"
Xiao mengerutkan kedua alisnya sambil berfikir'apa aku sudah ketinggalan berita,'
Ia mengambil pelekat itu dan beranjak pergi tanpa makan satu sendokpun
Namun langkahnya terhenti ia berbalik ke arah meja makan dan kemudian berkata"oya,dan satu-hal lagi, jie jie terimakasih telah merebut tunanganku itu, karena setelah kupikir-pikir ternyata dulu aku terlalu bodoh untuk mencintainya, sampah yang tidak bisa di daur ulang memang harus di buang pada tempatnya"
—
Sampay di dalam kamarnya xiao masih memikirkan tentang festival yang tadi di beritahu oleh ayahnya
Ia memandang pelekat itu dengan teliti, pelekat yang terbuat dari besi itu mengukir kata,yang ter'cap bahwa ia adalah seorang putri 'apakah pengumumannya terjadi pada tadi pangi ya?'
(kreet)
__ADS_1
(bruk)
Xiao melihat dayang lu masuk ke dalam kamarnya 'kebetulan sekali'
"dayang lu, apa dayang tahu tentang festival yang akan di-adakan di wilayah ke'kaisaran langit?" tanya xiao dengan tatapan menyelidik berharap dayang lu tahu tentang ini
Dia mengangguk lalu duduk di samping xiao yu "ya.saya tahu nona"
"bagus cepat, ceritakan-lah tentang acara yang di adakan di sana!" seru xiao dengan penasaran sambil bergeser-geser ke depan untuk mendengar cerita itu dengan lebih jelas
"nona, festival itu di namakan ( jie dai ). festival jie dai, di adakan setiap tujuh belas tahun sekali, nona sebenarnya itu bukan hanya Festival biasa—" ucap dayang lu terpotong
"hhhh,ada-ada saja,hhhhh" xiao seketika tertawa renyah,karena tidak tahan mendengar nama itu di sebut
"ada apa nona,kenapa anda tertawa?" tanya dayang lu, heran,baru kali ini dia mendengar nonanya tertawa sedemikian rupa
"bukankah terdengar aneh kalau nama festival itu (festival lentera jepit baday)" xiao sekali lagi tertawa lepas yang membuat dayang lu,menggaruk keningnya
"aah,sudah-lah dayang lu,tak usah di pikirkan, itu hanya pendapat tentang kata kunci bukan teorinya" sahut xiao yang milay berhenti tertawa terbahak-bahak tadi
—"oh,ya.maksud,dayang lu tadi apa,? jangan setengah-setengah aku jadi makin penasaran?"
"festival 'jie dai' layaknya pertandingan yang mana festival lentera itu akan mengadakan berbagay macam perlawanan seperti ( menyulam. etika kerajaan. merias seseorang. Berpanah. berburu. memasak.) dan untuk festival kali-ini ada pertandingan yang sepesial—" lanjut dayang lu terpotong kembali
—"apa itu?"
"pestipal yang akan datang.....akan di adakannya pertarungan untuk para kultivator yang lemah maupun yang kuat. siapapun yang memenangkannya akan dapat hadiah serta pelekat yang terbuat dari batu giok untuk keluar masuk istana sesuka hatinya. oya nona,satu lagi,!!! di situ tidak adanya aturan yang mana orang miskin maupun orang kaya dari pejabat maupun rakyat bisa bebas untuk ikut serta" sahut dayang lu panjang lebar
"wah,cukup adil" xiao berfikir sebentar 'wah semoga hadiahnya emas atau berlian dan bisajadi senjata istimewa'
bersambung...
note: jangan lupa like dan komennya yah🤗🤗🤗
__ADS_1