Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa

Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa
ban:35.bersembunyi


__ADS_3

(CUP)


Waktu sekan berhenti orang yang tengah berlalu lalang mencoba untuk meloloskan diri maupun penjaga, tak mereka hiraukan.pupil mata keduanya mendadak melebar menampilkan kesan yang sulit untuk di jelaskan


***


Dan dengan perlahan peria itu memejamkan matanya, dengan refleks bibir tipis nan tajam miliknya,menjepit bibir mungil dan seksi,bagian bawah milik gadis itu,dari balik sehelay kain hitam yang tipis


( BB BB BB BB )


Suara detak jantung yang tersentuh alunan-alunan cinta membuatnya tergerak dan beberapa kali menggebu


( Mata bertemu mata lalu turun ke hati ) anday saja ucapan itu di rasakan oleh kedua belah pihak.akan tetapi untuk seorang artis papan atas seperti xiao yu. baginya itu sudah tidak asing lagi dalam-melakukannya,hingga itu seperti makanan sehari-hari saat syuting vilm action yang selalu ia bintagi dan tertara di bioskop,jadi untuk ci*m4n berupa tempelan saja itu sama sekali tidak berlaku,karena hanya di anggap remeh apalagi itu atas ketidak sengajaan


Karena terbawa suasana peria itu hendak akan memegang pinggang ramping milik gadis dengan manik biru itu,namun baru saja ( satu senti ) jarak antara tangan besarnya dengan lekukan tubuh milik gadis yang kini sedang berada di dalam dekapannya


Xiao seketika tersadar dari rantay pikiran kosongnya, tangannya melorot dari cengkaraman peria itu dan meninggalkannya dengan keadaan.jikala ada orang yang melihat ekspresi yang di tampilkannya maka akan disangka bahwa ia memiliki gangguan jiwa


Pelayan setia dari si peria bertopeng itu berlari dari dalam ruangan sambil melihat ke arah kiri dan ke kanan untuk mencari keberadaan tuannya


Namun ketika jarak langkah kakinya sudah melebihi dua meter dari pintu keluar, tiba-tiba saja langkahnya terhenti, kerena ia sepeti melihat punggung sesosok peria yang terasa sangat akrab


Ia kemudia berputar ke arah yang berlawanan ya'itu tepatnya kembali menghap pintu yang sudah di lewatinya tadi


Ia berjalan perlahan-lahan dengan tatapan menyelidik karena takut itu hanyalah ilusi


Ketika sampay.ia seketika mengerutkan keningnya.ya,memang itu bukan ilusi melainkan wujud dari manusia asli


'ada apa dengan tuan apa dia sudah mulay gila?'ucapnya dalam hati sambil melihat kelakuan tuannya


Tangan kanan menyentuh dinding,dengan uluran tangan yang terapung tanpa ada pegangan apapun di genggaman tangannya,mata terpejam dengan bibir yang mengerucut menyerupai ikan'mas yang sedang di kasih makan


Tentu itu membuat sang pelayan merasa heran dan ber'anggapan seperti itu


"tuan!!!"


"tuan!!!"


"TUAN!!!" panggilnya dengan suara yang lantang,dan seketika membuat peria bertopeng itu tersentak kaget

__ADS_1


'apa yang sedang ku'lakukan,di-mana gadis itu?' ucap peria dengan iris mata mereh itu dalam hati, yang baru menyadari bahwa ia telah kehilangan wanita yang di incarnya


"hayo,tuan lagi ngapain?" ucap pelayan itu dengan nada menggoda


"aa'apa maksudmu?" ucap peria itu dengan ekspresi salah tinggkah hingga ia berbicara-pun sampay terbata-bata


( BREAKKKK )


(BRUKKKKK)


(ARKHHHH)


pelayan itu seketika ambruk ke tanah akibat tendangan yang di picu oleh peria bertopeng itu sehingga tersungkur ke atas tanah yang tandus


"**'tuan,apa.ss'alah hamba?" lirihnya kesakitan sambil memegangi dada bekas tendangan tuannya itu


"kau bertanya apa salahmu?. Sekarang aku tanya di mana semua pasukanku?" sahut peria itu dengan suara dengan penuh penekanan


Pelayan peria itu seketika termenung mendengar ucapa tuannya,mengingat apa kesalahannya ia dengan buru-buru mengambil posisi berlutut di atas tanah


"maafkan hamba tuan,hamba tidak tahu bahwa kerajaan ini berencana untuk menyerang tempat lelang ini juga" ucapnya sambil mendongakan wajah memelasnya


"Tuan di mana gadis itu?" seru ia sambil perlahan-lahan untuk berdiri


"tanyakan saja pada angin!" jawabnya sambil berjalan pergi


'tanya (angin),yang benar saja' gerutu pelayan itu sambil mengekori tuannya dari belakang "tuan apa angin bisa menjawab pertanyaan saya?"


Peria bertopeng itu bergidik malas sambil menghela nafas pelan "kau benar-benar dungu menurutmu,apa angin bisa menjawab pertanyaanmu itu,?. tidak kan.kenapa kau harus tanyakan hal itu padaku,kalau aku tau aku sudah mengejar dan menangkapnya dari tadi"


Pelayan itu berfikir bahwa ucapan tuannya memang masuk akal.kenapa dia harus menanyakan keberadaan seseorang sedangkan orang yang dia tanya juga tidak tahu



Xiao keluar dari tempat persembunyiannya, kepalanya menjulur dari dalam gentong sebesar drum minyak,untuk memperediksi bahwa segala sesuatunya sudah aman


Debu terhempas angin,xiao tidak melihat ada tanda-tanda orang yang sedang lewat


Di-rasa sudah cukup aman, ia-pun meloncat dari dalam gentong itu,

__ADS_1


—'hah,berperan sebagay bunglon memang ada untungnya'


Menepis beberapa debu yang menempel di telapak tangannya, setelahnya ia meloncat ke atas atap rumah warga dan menelusuri jalan yang akan menjadi tempat tujuannya


Melompat kesana/kemari tanpa henti selama ( 15 ) menit, akhirnya ia-pun melihat sebuah kereta kuda yang mengarah ke jalan menuju kerajaan


—'itu dia!!!'


Ia terus mengikuti kereta kuda itu. meloncat layaknya tupay betina, ia mendaratkan kedua kakinya di depan kuda,sehingga mengakibatkan-nya terhenti seketika dengan diiringi suara desisan kepanikan sang kuda


Sang kusir dengan cekatan mengendalikan kuda itu. kuda yang meronta-ronta itu akhirnya bisa kembali ke dalam keadaannya seperti semula olehnya


—"HEY APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN,?.APA KAU SUDAH GILA KE'HAH?"


Xiao tersenyum jahat menatap kusir itu dari dalam penutup kepalanya,kemudian segera ia mengayunkan jarum emas dari dalam hanfu i pergelangan tangannya,dan melemparkannya pada sang kusir yang sedang berada di atas kereta


( wusssssss )


( akkkhhhh )


( BRUKKKKK )


Seketika kusir itu terkulay ke tanah dengan ke'adaan tidak sadarkan diri


Kedua gadis yang ber'ada di dalam kereta, seketika menyadari akan hal itu dan buru-buru untuk-keluar


"siapa kamu berani-beraninya menghalangi jalan kami?" ucap salah satu dari gadis itu yang tak lain adalah putri ke dua kerajaan muron chan


Ming mey buru-buru memeriksa denyut nadi peria dengan setatus kusir kerajaan yang sedang terbaring di atas tanah itu


—"kau mau cari mati ke hah?"


Mei lin segerang mengambil posisi untuk menyerang,namun sebelum ia melangkahkan kakinya,sang kakak buru-buru menghentikannya "tahan!"


Xiao tersenyum sinis dan menghampiri kedua gadis itu.lalu ia melemparkan ginseng yang ada di tangannya ke arah putri ke'dua "aku bukan lawan melainkan kawan.ambilah!"


Mei lin berhasil menangkap ginseng itu,dan seketika pupil matanya terbelangak tak percaya dan kaget "ii'ini!!!"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2