
Tiga pusaran air terjadi di permukaan sungay 'han' sampay-sampay ikan maupun mahluk yang hidup di dalam air menjadi ketakutan
&(BOOMMMMMMMMMMMM)
***
air menyembur ke atas, dengan suara ledakan yang mampu membuat siapapun yang mendengarnya akan merasa telinganya berdenyit kesakitan
—
Pada waktu yang bersamaan,lima detik sebelumnya. peria dengan mata merah bercampur emas, telah mendapatkan benda yang diinginkannnya
Adapun bentuk dari benda itu ialah berupa mutiara yang berada di dalam kotak-kaca yang tadi xiao yu sempat mau ambil
Namun ia tidak tahu bahwa akibat perbuatannya itu akan menimbulkan seisi istana terguncang hebat
Dia akan berlari, tapi sebuah suara membuatnya tertahan di tempat, dia melihat pintu ( portal teleportasi ) dia sempat termenung karena ada kata 'penasaran' yang menyelimuti seluruh isi hati kecilnya
Namun setelah berpikir keras,akhirnya dia memutuskan untuk mengurungkan niatnya, karena kalau dia tidak secepatnya pergi dari sini, dia yakin akan ikut terkubur oleh reruntuhan istana yang kini bereaksi sedemikian cepat
Ia sudah mengambil langkahnya yang pertama, namun sebelum langkah selanjutnya, suara bergemuruh terdengar dari sisi sampingnya, dia melihat dengan sekilas ledakan energi cahaya biru keluar dari dalam 'portal' yang mendorngnya keras sehingga dia terhantam dinding istana
(BREAKKKKKKKK)
—("ARKKKKHHHHHHH")
yang mengakibatkan-nya merosot ke bawah dan jatuh pingsan
—
Xiao membuka mata, sambil menghembuskan nafasnya pelan,sehingga membuatnya menjadi refleks dan tenang
Xiao telah menjalani baptis dewa pedang pertama, dan sekarang ia telah memasuki kultivator tingkat ke (4) ranah '5'. di dalam tubuhnya kini bertambah satu elmen yaitu ( es ) di tingkat '4'
Ia beranjak dari duduknya dan mengambil pedang dengan sangat mudah "baiklah pedang pertama sudah ada di tanganku"
__ADS_1
"unicorn masuklah ke dalam kalung di mensiku!" seru ia sambil mengeluarkan liontin rubi yang cantik dari lehernya
—"baik yang-mulya"
Setelahnya xiao berjalan ke arah puntu yang tadi sudah membawanya ke tempat ini, ia kembali menyentuh pintu dan dengan sekejap mata ia sudah kembali ke dalam ruangan tempat ia sebelumnya menemukan pintu ( portal teleportasi )
-
Ia menjadi terkejut atas pemandangan yang kini di lihatnya, ya.istana itu di terka gempa, sampay-sampay atap-atap mulay berjatuhan. xiao berpikir kalau itu adalah ulahnya sendiri karena telah mengambil pedang jiwa, jadi ia buru-buru untuk pergi ke luar
Akan tetapi xiao lebih tercengang lagi di saat ia melihat ada seseorang yang sedang terbaring di lantay
Ia terus memerhatikan wajah peria itu dengan seksama "heee,pp'peria mesum!!!"
Xiao menunjukan jarinya, sambil menggang bibir dengan satu tangannya, karena tak percaya ia kemudian melanjutkan " tunggu-tunggu, kenapa dia ada disini?"
"ah sudahlah. kau akan ku tolong,anggap saja ini balas budiku padamu oke!" ucap xiao sambil menariknya menuju ke permukaan
Begitu mereka keluar dari dalam. istana itu seketika runtuh, tanpa menoleh ke belakang xiao terus berenang, karena waktunya untuk bisa bernafas di dalam air hanyalah tinggal '6' menit lagi
nafas yang kasar ia keluarkan sambil berbaring di atas rumput "huh, akhirnya sampay juga"
"OHO OHO OHO" peria yang di selamatkannya tiba-tiba terbatuk-batuk mengeluarkan air dari dalam mulutnya
xiao bangun dari tidurnya ia tersenyum jahat sambil memandang peria itu
Mata merah sejernih air pegunungan terbuka lebar,menampilkan sisi panik dari gerakan tubuhnya
"hey bocah ingusan apa kau sudah sadar?" tanya xiao sambil bertekuk lutut
'bo'bocah ingusan kau bilang, apa yang kau lakukan padaku?' batin peria itu,lalu mencoba untuk bergerak namun tidak bisa
Ya.tentu siapa xiao, si artis jenius dari abad ke 21, ia selalu berpikir duakali dalam bertindak,karena kata 'penyesalan' itu selalu datang terlambat
Sebelum xiao sampay ke permukaan tadi, ia sudah menyegl titik-titik saraf tertentu di tubuh peria itu, hingga jikala dia terbangun maka tidak akan bisa bergerak
__ADS_1
Karena jika ia tidak melakukannya siapa juga yang akan menolong di saat orang yang akan di tolongi itu ketika bertemu akan bermusuhan dengannya, jadi (sedia payung sebelum huja) karena kalau tidak, xiao yakin ia akan menjadi sate panggang
Xiao kembali tersenyum nakal pikiran jahat seketika melintas di kepalanya
Ia perlahan membuka ikat pinggang hanfu yang di pakay oleh peria itu
Sedangkan peria yang memakaynya mendadak melebarkan matanya 'hey,kk'kau, apa yang akan kau lakukan?'
namun xiao yang keras kepala mencoba untuk menjahilinya, ia tanpa peringatan langsung membuka kain dalam dari hanfu yang terpakay rapih, satu-persatu ia kelucuti pakayannya, terlihat-tubuh yang sixpack dengan otot-otot perut yang terlihat mencolok, xiao menelan air liurnya gerah, ia kemudian memegang dada peria itu dengan belayan lembut
Ah. peria itu mendadak tersipu malu, dan ada halnya peria dengan hati yang tidak berperasaan dingin dan acuh, dengan wajah balok 'es' yang tak pernah kenal senyum, tiba-tiba harus merasakan kehangatan
Ets. jangan salah faham, ekspresi yang xiao tampilkan itu, tidak dengan relistisnya, sebenarnya ia mau melihat reaksi dari sang pemilik hanfu atas tindakannya itu, terasa sudah puas, ia lalu menjalankan niatnya
Keinginan-nya tersendiri hanyalah untuk mengoleskan obat, karena suatu ketika ia membeku-kan seluruh tubuh peria ini, ia melihat setengah luka memar yang sedang mengintip dari dalam hanfu peria mesum itu
Meski menurutnya itu baik, tapi tidak dengan peria ini, dia menyumpah serapah xiao di dalam hatinya, karena itu semua akan di anggap pelecehan di zaman yang kuno ini
Xiao selesay memasang kembali hanfu peria itu, ia tidak akan susah-susah membuka , segl yang menyatu dengan urat sarafnya karena itu sifatnya hanyalah sementara. Lagian toh pasti dia kesitu juga dengan bawahannya
Jadi xiao akan beranjak pergi. tapi seberkas cahaya membuatnya harus berbalik memandang peria itu kembali
Di, pinggang peria itu terdapat kantung uang 'ee,bukankah itu hanya kantung uang kenapa bersinar'
Ia dengan penasaran merampasnya dari pinggang peria itu
Pada saat xiao membukanya, cahaya bundar keluar dari dalam kantung bertabur emas itu
Sebuah mutiara bergelinding di telapak tangannya "heeee,kk'ka'kau mengambilnya.hm apa ini berharga?"
Peria itu bergidik cepat, peluh keluar dari setiap pori-pori di tubuh nya, tidak mungkin ia bilang 'iya' karena kalau sampay gadis yang ada di hadapannya ini sampay mengambilnya.ahh usahanya tidak membuahkan hasil
Namun xiao yang peka, tidak menganggapnya dengan 'tidak berharga' ia tersenyum sebelum berjalan pergi ia berkata "tuan, saya bukan mencuri ya. tapi ini itu nemu. tuan tahu kan artinya 'nemu' itu apa?. jadi mulay sekarang barang ini jaaaadi milik saya oke. bay-bay"
Bersambung...
__ADS_1