Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa

Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa
bab:22.racun


__ADS_3

"kalau tidak ada hal lain lagi. Sebaiknya dayang lu,cepat kembalilah!.saya mau tidur dulu" seru xiao dengan perasaan lelah dan tubuhnya pun mulay terasa letih



Keesokan paginya matahari pun kembali menyapa, hujan deras yang terjadi tadi malam,membuat langit di pagi hari ini terlihat sangat cerah nan buru


Xiao sudah terlihat sangat rapi dengan hanfu hijau yang melekat di tubuhnya yang ramping, sekarang ia berencana untuk pergi ke dalam paviliun anggrek


(tok tok tok)


Suara ketukan pintu terdengar di telinga xiao yu, namun meskipun ia mendengarnya, sepatah katapun tak kunjung keluar dari mulutnya, ia dengan tenang malah duduk di meja/kursi yang ber'ada di tengah-tengah ruangan, karena ia berfikir bahwa itu adalah dayang lu yang mencoba untuk masuk


(bruk bruk bruk)


Suara itu semakin terdengar keras, xiao sekarang menyadari bahwa itu bukan-lah dayang lu, jadi dia berjalan untuk membukakan pintu


Begitu pintu terbuka ia langsung menyernyit, melihat dayang dari selir pertama dan dua pelayan setianya kini berada di ambang pintu


Xiao memutar mata kesamping dengan malas, ia berbalik dan kembali untuk duduk di dalam ruangan


Mereka yang melihat dia mengacuhkan atas kedatangan mereka. Mereka bertiga saling bertukar pandang


(FLASH BACK)


—"AAAAAHHH"


(srrrrrreeeetttt)


(breakkkkk)


(jmmmbrrrreeeng)+


Semua peralatan di meja rias seketika berserakan di lantay


"dasar wanita ******, berani-beraninya dia mempermalikanku di depan yang mulya" raung selir pertama


"benar, kenapa sekarang wanita sialan itu menjadi bertolak belakang dari yang biasanya?" sahut putri ketiga dengan emosi yang sama


"nyonya tenangkanlah diri anda!,mungkin putri ke dua hanya secara kebetulan mengatakannya" laray dayang. yang bekerja di paviliun selir pertama


"iya, ma. mungkin si sampah itu tidak sengaja melakukannya, lagian kita kn sudah mengenal betul bagaymana tenpramen yang di miliki olehnya, jadi ( jiang mi ) pikir itu tidak mungkin" sela putri pertama


"aaahh, dia sudah lancang sekarang. Dan kau bukankah kau bilang sudah membunuhnya kenapa dia masih hidup, kalau saja dia mati, aku bisa dengan mudah mendapatkan posisi permaisuri" cerca selir pertama dengan geram


(bruk)

__ADS_1


Menyadari kesalahannya dayang itu seketika bertekuk lutut "aa'ampuni hamba nyonya,hamba pantas mati. Hamba sudah benar-benar memastikannya dengan mata kepala saya sendiri nyonya bahwa gadis itu sudah tidak bernyawa, mohon maafkan hamba yonya hamba bersalah"


"sudah lah dayang lu, kau tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri. lagian kita tidak tahu apa yang terjadi sesudah itu, mungkin saja dayang lu,sialan itu berhasil menyelamatkannya" ujar putri ketiga


"ya benar 'ma', apa yang di katakan mei-mei itu benar, sudahlah mama jangan terlalu memikirkan kejadian tadi, yang harus kita pikirkan sekarang adalah bagaymana caranya agar si ****** itu bisa kita singkirkan" timpal putri kedua sambil menenangkan amarah ibunya


Mendengar semua itu membuat selir 'li hua'.menjadi lebih tenang


Setelah jeda sebentar jiang mi kemudian melanjutkan" bagay mana kalau kita beri dia racun, tapi dengan efek yang sangat cepa mujarab, segingga dia secepatnya bisa terhapuskan dari keluarga ini"


"tapi bagay mana kalau kita ketahuan?" ucap jia li dengan hawatir


"kau tenang saja putriku, si-bodoh itu tidak mungkin mengenal apa itu racun, lagian walaupun seseorang melihat kita mengirim racun itu. mama,pastikan kita tidak akan di curigai, bukankah selama ini kita telah melakukan hal yang sama padanya" coloteh selir pertama dengan senyum sumeringih jahatnya


—"besok kau antarkanlah racun itu padanya!"


(FLASH BACK OF)


Mereka bertiga saling bertukar senyum, kemudian mengangguk satu-persatu


"ada apa kalian datang kesini?" seru xiao dengan nada dingin tanpa ekspresi


Mereka bertiga langsung masuk tanpa pamrih sedikitpun



Ya. Dia adalah ( yi syi ) dayang kepercayaan selir pertama sekaligus tangan kirinya


"Kamu!!!" seru xiao sambil menunjuk pelayan yang berada di sisi kanan dayang yi


"saya nona?" sahutnya mengulangi ucapan xiao sambil menunjuk dirinya sendiri


"iya kamu,!!! Cepat panggil-kan dayang lu, untuk datang ke-mari" tita nya dengan nada yang baku


-"bb'baik nona"



Selang beberapa waktu dayang'lu-pun tiba, diiringi pelayan itu dari belakang


"nona,ada perlu apa anda memanggil saya untuk kemari?" tanya dayang lu,dengan penasaran. begitupun dengan ketiga bawahan selir pertama


Xiao tersenyum kecil sambil meletakan secangkir teh dari genggamannya, kemudian ia berucap "dayang lu,tolong tutup pintunya!"


Begitu mereka mendengar hal itu, seketika perasaan mereka mendadak tidak enak

__ADS_1


(BRUKKKKK)


Pintu di tutup dengan keras, sehingga membust mereka bertiga terlonjak kaget


Xiao menyilangkan kaki sera tangan-nya, lalu bertanya"dayang yi, bukankah itu pemberian dari selir pertama?"


Tanpa ragu dayang dengan usia (35 an) itu menjawab"iya nona selir pertama yang meminta saya untuk mengantarkan obat ini untuk anda nona, karena beliau sangat hawatir tentang keadaan anda.beliau juga berpesan agar anda menghabiskan obat ini. sebagay bentuk ucapan permintaan maaf darinya,karena tidak bisa membujuk yang mulya untuk tidak mengasingkan anda"


'wah-wah,pintar juga kau memainkan peran. selir pertama, kau ingin bersaing secara kotor denganku. Hah maka dengan senang hati aku akan bermain-main denganmu' batin xiao dengan senyum jahat terukir ke samping


Dayang yi kemudian meletakan mangkuk itu ke atas meja "silahkan nona di minum?"


"wah, benarkah?. selir pertama baik sekali" ucap xiao dangan tatapan polos


Melihat tampilan wajah lugu xiao yu. dayang itu mengangkat sebelah alisnya 'dasar bodoh'


Xiao mengambil mangkuk itu dan beranjak dari duduknya 'pantas saja di dalam tubuhku tertanam racun, rupanya itu semua adalah ulah mereka'


Ia berjalan perlahan-lahan ke'arah belakang dayang itu, Dan seketika membuat bulu kuduk-nya merinding tidak karuan


Xiao tersenyum, ia membungkuk hingga jarak antara wajahnya dengan daun telinga dayang yi hanya beberapa 'inci' saja


"dayang yi bukankah menurut anda ini adalah sebuah kehormatan yang saya tidak bisa terima" ucap xiao dengan suara yang pelan nan tajam


"**'tidak nona menurut saya anda berhak mendapatkannya" sahutnya sambil melirikan matanya ke arah samping kanan,dimana xiao sedang berada sekarang


"oou, hah benarkah kalau begitu minumlah,bukankah saya di sini selalu di perlakukan lebih rendah dari seorang pelayan,jika menurut anda saya pantas mendapatkannya kenapa anda tidak. Maka cepat minumlah" seru xiao dengan bisikan iblisnya


Seketika wajah dayang yi memerah seperti terkena air panas yang mendidih. iris mataya kian mendadak melebar, peluh menetes dari ujung dagunya


"hampah. Dayang yi tidak berani kan. Hah tentusaja tidak berani, saya tebak,!!! bukankah ini isinya racun,ya?" lanjut xiao dengan nada yang mendoninasi


Dayang yi dibuat kaget olehnya, ia akan berbalik untuk menjelaskan. namun sebelum ia mengucampak apapun sebuah tamparan mendarat di bagian belakang kepalanya yang mengakibatkan ia terlempar dan mengenai ujung meja


(plaakkkk)


(brukkkkk)


(arkhhhh)


(AAAAAAAA)


Xiao sangat puas, lalu ia berkata" dayang lu,kunci pintu,! Dan jangan biarkan ada satupun di antara mereka yang bisa keluar dari tempat ini"


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2