
Setelahnya xiao pergi dari gang itu.untuk kembali ke penginapan sebelum fajar, sambil membawa kotak dengan ukiran-ukiran lambang matahari dan bunga yang aneh itu di tangannya
Nenek itu yang melihat kepergian xiao jadi tersenyum lebar dengan ekspresi wajah penuh jawaban
—"kau adalah anak yang terpilih, takdirmu ada di genggaman tanganmu sendiri, karena hidupmu seperti 'jeruk' nak. akan terdapat rasa asam dan manis di setiap kau melangkah ke depan,dan janganlah kau mencoba berniat untuk mundur,karena di belakang pasti akan ada jurang. perlahan kau akan merasakan manis dan pahitnya roda kehidupan.dan ingat, jadilah burung phoenix yang indah, sehingga bisa terbang ke atas lagit menuju ke abadian"
***
Sinar matahari kembali menyapa, suara gemercik hujan di pagi hari membuat pupil mata xiao susah untuk terbuka
( tok tok tok )
Terdengar suara ketukan pintu yang membuat kelopak matanya sesekali berkedut
"nona,nona apa anda sudah bangun?" ucap mei juan sambil ber'tukar pandang dengan kakaknya yang sedang berada di luar pintu kamar xiao
"jie,apa nona masih belum bangun?" bisiknya dengan heran
"sudah cepat panggil lagi,?. kita harus mengantarkan makanan ini untuk nona" sahutnya sambil sedikit melirikan mata ke arah sepiring roti dan secangkir su*u yang hangat
( tok to tok tok )
—"nona,nona!!!"
Namun orang yang tengah di pangil-panggil, kini sedang menggeliat manja di atas ranjang
Tapi akibat suara berisik dari luar yang terus mengganggu pendengarannya, ia jadi terpaksa untuk bangun dari tempat tidur
'ah merepotkan,kenapa juga aku harus membawa mereka ikut serta.ah padahal aku masih ingin tidur' batinnya kesal sambil menguap
Dengan terpaksa ia berjalan dengan sempoyongan untuk membuka pintu
"mei juan.mei lien ada apa?" tanya ia dengan suara pelan nan malas
"nona ini kami bawakan anda sarapan" ucap mei juan sambil menyodorkan nampan yang di pegangnya ke arah xiao
"terimakasih,ayo silahkan masuk!" ujar xiao sambil menuntun mereka untuk ke dalam kamarnya
Melihat nonanya seperti baru bangun tidur, mei lien dengan lembutnya bertanya"nona, apa nona tidak bisa tidur semalam?"
Xiao mengambil handuk dari dalam lemari yang sudah tertara husus untuk para penyewa kamar di tempat itu.ia dengan langkahnya yang kecil berlalu ke sebuah ruangan "ya...Aku mau mandi dan berganti pakayan terlebih dahulu.oh. ya,aku punya sesuatu untuk kalian.ambil dua kotak yang berada di atas meja itu dan buka lah!"
Mereka berdua seketika menjadi bingung. kepala mereka di penuhi pertanyaan tentang apa maksud dari ucapan nonanya barusan
__ADS_1
Kemudia keduanya menyelusuri seisi ruangan dengan penglihatan mereka,hingga keduanya tertuju pada kotak besar seukuran bantal persegi empat dan sepanjang bantal guling tergeletak di atas meja
"jie,apa itu yang di maksud oleh nona?" ucap mei juan sambil menunjuk kotak itu
Mei lien hanya bisa mengangguk pelan dan menghampiri kotak dengan warna merah muda itu
—
Xiao merendamkan tubuhnya di dalam bak mandi, buih-buih yang keluar dari sabun di-mainkannya, di atas telapak tangannya.uap air hangat,seketika membuka seluruh pori-pori yang membuat sekujur tubuh menjadi nyaman akan ke hangatan
—( "AAAAAAA" )
—( "AAAAAA"
—( "YAAAAAAA" )+
( byarrr )
Xiao yang mendengar teriakan yang begitu mengejutkan itu seketika membuatnya yang tadinya akan berdiri jadi nyemplung kembali ke dalam bak mandi
"ssss,ahhh" lirihnya sambil memegangi kepala bagian belakangnya yang terpental pada sisi samping bak mandi
( brek )
Iya yang melihat dua orang pengawalnya sedang lompat-lompat kegirangan hanya bisa bergidik sambil memutar matanya malas
"nona.nona apa ini untuk kami?" ucap mei juan dengan perasaan gembira yang tiada terkira sambil di tangannya terdapat cambuk ber'warna hijau
"iya nona apa ini untuk kami ini sangat bagus" timpal mei lien sambil memegang busur/panah di genggaman kedua tangannya
"mm,tentu karena aku tidak mau memiliki pengawal yang cacat" ucap xiao dengan suara yang baku
Meski perilaku nonanya terlihat cuek. namun keduanya menyadari akan ketulusan hati yang di berikan nonanya pada mereka, apalagi senjata yang berupa cambuk dan panah itu ber'ada di tingkat menengah,tentu saja mereka sangat bersemangat bahkan untuk tingkat lemah saja mereka akan gembira,asalkan tidak lagi menjadi kultivator cacat dengan tanpa adanya senjata istimewa
"apa kalian menyukainya?" tanya xiao sambil memperhatikan ekspresi yang sangat anti terdaftar di wajahnya
"mm,tentu nona kami sangat menyukainya" ucap serantak keduanya
Xiao membuka lemari dan berkata "bereskan barang-barang kalian kita akan pergi ke suatu tempat"
__ADS_1
Mei lien dan mei juan yang tadinya berpelukan sambil ber'kecak riuh seketika terhenti
—"nona kalau boleh tahu kita akan pergi ke mana?"
—"apa sih jie,nona bilang kemasi barang-barang kita,bukannya mau buat tenda"
—"huh,meimei ku sayang,diem ya,diem dulu ya,jie jie mohon!"
—"apa sih.jie jie ini,kalau bicara itu yang nyambung, jie jie bilang ( pohon ) pohon dari mana,kitakan ada di dalam kamar nona,pohon dari mana coba?"
"ya'ampun pohonn.ooouu, rupanya telingamu semakin membatu" semprot mei lien sambil mengepalkan tinjunya kuat-kuat di hadapan wajah adiknya
"mei lien jangan kau ambil hati perkataan adikmu,lebih baik sekarang cepat kemasi barang-barang kalian!" tegur xiao yu dengan tanpa ekspresi di wajah cantiknya
"nona kita mau kemana?" ucap mei lien dengan masih ngotot untuk tau tempat tujuan mereka nanti
"pulau zum" ucap xiao dengan singkat
Tertegun selama beberapa saat mei lien pun kembali membuka suaranya "pulau zum!!!"
"iya,apa ada masalah?" seru xiao sambil melihat ke'arah mai lien
"sebenarnya saya sangat takut nona!!!" jawabnya sambil melirikan metanya ke arah kiri/kanan dengan perasaan gusar
Xiao beranjak dari duduk-nya dan bertanya "takut,!!.apa kau mengetahui sesuatu tentang tempat itu?"
"ii'iya,nona, **'tadi saya dengar kk'kata orang di bawah, di sana sangat rawan akan kedamayan gadis-gadis perawan seperti kita" ucapnya sambil terbata-bata
"apa terjadi sesuatu di sana?" kata xiao dengan tatapan menyelidik
Kenapa semakin kesini semakin ada hal-hal aneh yang terjadi di pulau itu,ia jadi tidak sabar untuk pergi ke sana
—"katanya setiap gadis yang masih perawan yang berada di pulau itu hampir semuanya di culik oleh raja iblis,untuk di jadikan istrinya.yang paling menakutkannya lagi bahkan kaisar dari kerajaan muron chan ini masih melakukan segala jenis cara untuk mengalahkan nya,namun itu berak'hir dengan percuma "
—"raja iblis!!!"
—"iya,nona konon katanya ia adalah raja iblis yang mempunyai istana yang berada di puncak gunung berapi yang ada di pulau itu"
—"cepat kemasi barang-barang mu!"
"baik nona.ayo cepat!" ucapnya sambil menyeret adiknya itu ke dalam kamar mereka seperti induk kucing memindahkan anaknya
bersambung...
__ADS_1