Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa

Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa
bab:56.pertandingan ke dua


__ADS_3

***


Xiao telah selesai merias wajahnya yang 'ayu', ia keluar dari ruang ganti pakaian,


Hanfu merah terbuat dari bahan kualitas tinggi 'guanco',sangat kontreks menyatu dengan kulit putih-seputih salju,bening-sebening s*s*


Meski jepit rambut emas yang di kenakan-nya tidak gonjreng,namun itu sangat cocok dengan riasan tipis nan alami


Bibir merah-semerah buah ceri,begitu manis mampu-memikat hati


"heeee!!!" liong yang melihatnya seketika berdiri dari ranjang,ia terkesiap atas kemunculan nonanya yang terlihat begitu anggun,cantik jika di lukiskan tak-mampu untuk di kenang


—"ayo!"


( krek )



Semua orang sudah menduduki kursi mereka masing-masing.


"apa ini,?. seperti menonton konser saja" gumam xiao sambil terus melangkah ke depan,mencari tempat yang masih kosong


Di tengah-tengah tempat pertandingan ada sebuah ring, tidak seperti tempat bermain 'tinju'.karena bentuk-nya yang melingkar dan tidak memiliki pembatas,serta terbuat dari batu


Dua jalan,menyatu ke sisi arena sebagai penutur agar bisa sampai ke sana,


Lebih tepatnya,pestifal ini seperti ( setadion utama gelora bung karno ),ketika di lihat dari luar-maupun di dalam


Hanya saja ada beberapa yang menjadi perselisihan dalam kata 'berbeda' seperti..



kursi penonton tidak terlalu dekat dengan yang lainnya-



-lapak tidak terlalu sempit, tempat duduk di desain layaknya meja/kursi makan untuk empat orang.



Ring atau juga bisa disebut:lapangan bertanding'



terbuat dari batu. menjadikan semen sebagai rumput.dan tempatnya-pun menonjol ke permukaan.


Singga sana bagi para penguasa 'daratan' di letakan di bagian atas kursi penonton.di masing-masing empat kursi sudah tersedia satu meja tempat makanan berupa jamuan yang di sediakan



demi menghindari tatapan semua orang, xiao dan liong muncul dari arah belakang,dengan santai-nya duduk di kursi penonton.


Sepertinya xiao melewatkan satu permainan yak'ne kontes menyusun karangan bunga dan mengucapkan salam hormat pada penguasa dunia fana


"nona-nona!!!" suara perempuan terlantunkan dari sisi kanan xiao


Sehingga membuat nya ber'alih ke arah di mana suara itu berada


—"nona, bukankah disini kursi pengunjung,kenapa tamu terhormat seperti anda bisa duduk di sini?"


penampilannya yang mencolok,mungkin itu penyebab dia di kenali sebagai putri dari petinggi kerajaan atau pun bangsawan


Xiao hampir tertawa, kedua gadis dengan nama lengkap mei lian dan mei juan itu berpikir bahwa mereka tidak mengenalnya


—"apa kalian tidak bisa mengenaliku?"


Mendengar pertanyaan yang tidak terduga. Membuat kedua saudara itu bingung,melalui insting yang polos,mereka hanya tahu cara menukar pandangan satu sama lain


"apa nona mengenali kami?" tunjuknya pada tubuh sendiri


Tersenyum kecil sebagai tanggapan "ya, tentu pengawal peribadiku yang berani tidak pernah kulupakan"


"apa,apa,apa.apa ini nona?" mei lian bisa menebaknya,begitu bahagia sehingga berdiri dan membungkuk hormat


Menumpahkan tatapan semua orang pada reaksi yang ia lakukan

__ADS_1


'Jutek' ekspresi yang di tampilkan mei juan "apa nona ini,di tanya apa jawab apa"


Astaga,sang kakak yang senang dibuat duduk kembali, melampowi wajah masam


"sudahlah nona tidak perlu memperdulikannya...siapa ini?" ia kembali bertanya pada nonanya, akan kehadiran seorang peria bergabung dalm kelompok


"ah,temanku" jawab xiao singkat



'Cuek' itu perilaku orang yang kini sedang di bicarakan, dia malah menatap tajam ke arena,wajahnya yang dingin memiliki aura menyeramkan



Sang gadis menganggukan kepala tanda paham"ouh,begitu"


—"apa kalian juga ber'partisipasi?"


"tentu saja,kami akan ikut serta" jujur mei lian,dengan nada ceria


—"mm.baiklah"


Mei juan hanya menyimak dan tertarik untuk angkat suara"wah,nona sangat cantik"


Xiao menggelengkan kepala pasrah, setelahnya mengambil secangkir teh dari atas meja



Mei lian melihat ke arah jangkawan singgasana raja,detik itu juga dia terperangah"pangeran!!!"


Mata bodoh menarik perhatian xiao agar melihat ke belakang


Dari segi jarak pandang jauh, ia bisa mengantisipasi 5 peria menghampiri kursi istimewa di dekat singgasana kaisar langit


Tiba-tiba saja ia langsung melebarkan konjungtiva, bukan main ia tersentak, "mm'mei lian tadi kaubilang apa?"


—"pangeran!!"


( teg )


Tak sengaja xiao tersedak begitu saja 'jadi dia pangeran oh my good'


'OMG, apa yang harus kulakukan,?. semoga dia tidak mengenaliku' kembali ke posisi awal ia tidak mau memperdulikan hal itu lagi


Ia merasa risih mendengar mei juan berteriak keras,sedangkan dia mengayunkan telapak tangan agar bisa menghalangi wajahnya


1.( note:visual pangeran ke:5.'yuan')



2.( note:visual pangeran ke:4.'yong shen' )



( note:visual pangeran ke:3.'zhang jianwu' )



4.( note:visual pangeran ke:2.'liiu yaoshan')



5.( note:visual pangeran ke:1.'liu xiangsheng' )



Mereka sema-sama terlahir dari rahim sang permaisuri.



Pembawa acara kisaran umur 40,an kembali ke'atas panggung,dia berdiri di posisi tepian sebagai WASIT dan MC,semua itu di borong oleh satu orang saja.


Xiao heran melihat benda di handapan pembawa acara "liong apa kau tahu apa yang ada di hadapannya?"


—"itu pengukur waktu, kalau sedang bertarung maka alat itu akan di aktipkan,ketika sudah ke arah yang berlawanan,artinya pertandingan selesai"

__ADS_1


—"oo, kenapa terlihat seperti kompas ya?"



"harap semua tetap tenang,kita akan memulai acara selanjutnya, seperti yang sudah saya ucapkan sebelumnya acara yang kedua berupa pertandingan memanah,silahkan untuk para peserta memasuki area!"


—"mei lian ayo!"


—"nona mau ikut juga?"


—"tentu saja,daripada aku berdiam diri disini merasakan kesemutan,mending aku bergerak sedikit untuk mengatasainya"


—"oo. mei juan kamu tetap di sini ya!"


—"mm"



sudah ada tiga puluh peserta yang ikut lomba itu. terdiri dari ( 7.pengikut wanita )


( 23.pendaftar peria )


3:putri, 4:rakyat biasa.8:pangeran,5:tuan muda dan 10:orang biasa


Peratuannya adalah,tidak boleh menggunakan kekuatan apapun selain fisik


Mei lian di panggil terlebih dahulu sebagai kontestan pertama


Melirikan matanya ke arah sisi,ia melihat nonanya mengangguk


Seperti yang kita ketahui singkat saja.( untuk peria) jarak ukuran lapangan panahan yang biasanya di tetapkan adalah ( 90, 70, 50, 30,m )


( untuk perempuan ) jarak ukuran lapangan memanah yang umumnya di gunakan yaitu ( 70, 60, 40, 30 m )


Mei lian menarik pelatuknya dan,anak panah melaju ke arah papan...


( jurush )


Ia berhasil membidik warna biru luar '5'\=5.point


pada papan sasaran olahraga panahan, terdapat sepuluh lingkaran yang terdiri dari 5 warna:kuning, merah, biru, hitam, putih. masing-masing warna memiliki skor yang berbeda. kuning dalam 10, kuning luar 9, merah dalam 8 luar 7, biru dalam 6 luar 5, hitam dalam 4 luar 3, putih dalam 2 luar 1.


Pencatatan setiap poin atau skor yang sukses didapatkan para pengguna arrou, baru akan dicatat setelah beberapa kali tembakan, yak'ni tiga anak panah.



Setelah beberapa jam kemudian,sudah bisa terlihat siapa yang jadi peringkat pertama..


Sekor sementara...


1.xiao:100,poin


2.kuan li:85,poin


3.jaehyung:75,poin


4.mei lian:65,poin


Sedangkan untuk yang lainnya di bawah rata-rata 60 poin


Ini mungkin yang terakhir, cukup mengherankan jika tidak terpikir mengapa tidak berkelompok. jaman dulu,jadi peraturan masih tipis


Semua orang yang menyaksikan rute terakhir,menjadi sedemikian tegang:apakah wanita itu yang akan memenangkan pertandingan ini,jika ia jatuhlah harga diri kaum laki-laki


(can wu),yak'ne putra perdana mentri ( jun ) kerajaan langit, seperti mendapatkan tamparan keras di pipinya, jikala para wanita sampai mengalahkannya


Kini gilirannya untuk menarik busur, sebelum dia berjalan ke tengah-tengah,menatap sebentar ke'arah mei lian


Mengarahkan busur pada papan,dia menyalurkan elmen 'api' dan menarik tali dengan tenaga dalam.


( busss) tiba-tiba saja anak panah yang di lepaskan peria itu mengarah pada mei lian


Mei lian hanya terpaku di tempat, karena tidak percaya anak panah itu terlihat mengarah padanya, bukan menancap pada papan,justru malah memental padanya


iris matanya yang berkaca-kaca seperti merasakan besi runcing itu sudah menghancurkan penglihatannya.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2