
xiao menghindari jalan yang dipenuhi dengan keramayan, ia sengaja melakukannya agar bisa lebih cepat keluar dari ibukota, karena malam hari, ia harus secepatnya kembali untuk tidak menambah kecurigaan apapun dari semua penghuni istana,karena dinding pun punya telinga...
***
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh serta melelahkan,xiao akhirnya sampay di tepi suangay, yang di msksud oleh kakek tua itu
*
Sungay 'han' adalah sungay yang berada di arah tenggara, sungay gabungan itu letaknya di perbatasan antara wilayah kerajaan 'king huan' dan kerajaan 'muron chan'
*
Xiao turun dari atas kuda yang di naikinya, ia memandang sungay yang begitu besar "apa ini sungay nya,pantas saja dewa air betah disini, lawong tempatnya sangat luas"
Xiao tiba-tiba teringat dengan naga biru "haruskah kupanggil dia,sudahlah siapa tahu dia bisa membantu"
"liong,keluarlah!" ucap xiao mencoba untuk memanggil raja dari hutan keabadian itu
Dengan segera kilawan cahaya biru tua terpancar dari tubuh xiao hingga berubah bentuk menjadi sang naga bersuray biru "nona,apa ada yang bisa saya bantu?"
"tentu aku membutuhkan bantuanmu, aku ingin menanyakan bagay mana caranya agar aku bisa masuk ke dalam kerajaan dewa air?" ucap xiao dengan nada tanpa ekspresi di wajahnya
Naga itu tersenyum,seraya menjawab "tentu anda bisa bernafas di dalam air dengan mudah"
"caranya?" tanya xiao penasaran, sambil mengerutkan kedua alisnya bagaymana bisa kultivator tingkat tiga sepertinya bisa bernafas di dalam air dengan mudah
"ijinkan hamba untuk ber-teransformasi ke wujud asli hamba dulu nona..." ucapnya sambil membungkuk hormat
(AND,WAAAAAAAAAWWWWWWWWW.PERFECT)
(note:visual liong si naga biru sang raja hutan keabadian)
Xiao terlonjak kaget melihat naga besar itu, berubah bentuk menjadi manusia dengan wajah tampan "wah,jadi ini wujud aslimu?"
Dagu yang runcing dengan alis tajam itu terlihat tampan
"iya nona, ini adalah bentuk asli saya, bagay mana, apa terlihat tampan?" tanya ia dengan bangga sambil memegang dagunya sendiri
__ADS_1
"hm lumayan" sahut xiao singkat
Dan jawaban itu membuat liong menunjukan wajah masam "tapi nona—"
Ey. ia baru saja akan perotes, namun xiao yang tidak berperasaan itu mendahuluinya "baiklah, apa yang harus kita lakukan sekarang?"
Sambil.menampilkan ekspreresi cemberut, liong menjulurkan tangannya,secara tiba-tiba muncul 'pil' kecil berwarna hijau rumput laut, di telapak tangannya "nona jika anda memakan pil ini maka anda akan bisa bernafas di dalam air, tapi ada satu hal yang anda harus tahu, pil ini hanya bekerja 10 jam, jadi jika sudah melewati anggarannya maka efek dari obat itu akan menghilang"
Xiao mengambil ketiga pil tersebuat tanpa menggubris ucapan sang peria naga. satu ia telan dan yang dua lagi ia simpan untuk berjaga-jaga "ya aku mengerti cepat kembalilah!"
"Baik nona" naga itu kembali memasuk kembali ke dalam kalung dimensi yang selama ini dipakay oleh xiao yu
—
Xiao berhenti berenang di dasar sungay yang amat dalam,ia melihat istana .megah nan mewah yang yerbuat dari emas
'oh my good, itu begitu indah kalau saja aku sekarang sedang memegang handphone' umpat xiao kesal dalam hati sambil berenang ke arah pintu masuk
Pada saat xiao mendekati istana, sebuah dinding perisay tiba-tiba menghalanginya untuk masuk hingga mengakibatkannya terpental
Xiao mengengeluarkan kekuatannya tapi, perisay itu tidak bergeming sama sekali
Ia menekan pertengahan cakra yang menempel di wajah perisay itu, ia mengalurkan semua tenaga dalamnya pada titik-titik tertentu dari cakra yang sudah di buatnya, dan kemudian berkata dalam hati "soul etex"
(BYARRRRRR) perisay itu retak dan pecah menjadi ribuan serpihan kaca "pantas saja tidak ada pengawal satupun yang menjaga tempat ini"
—
Xiao berjalan di tengah-tengah aula, ia memandangi setiap dinding-dinding yang penuh dengan lukisan-lukisan kuno
Ia berdecik kesal, karena setiap ia mengarahkan batu giok sebagay petunjuk untuk mendeteksi keberadaan pedang jiwa, batu itu tidak mengeluarkan adanya tanda-tanda keberadaannya
Namun xiao mendapati hal yang aneh. baru kali ini ia melihat sebuah puntu di dekat singgasana
Ia mendekat ke arah pintu itu,pegangan pintu dengan taburan berlian itu di buka pelan olehnya
Setelah pintu terbuka xiao menampilkan ekspresi terkejut di wajahnya, ia melihat ruangan yang di penuhi senjata seperti (pedang,tombak,gada,perisay perang,panah) dan masih banyak hal-lain lagi
__ADS_1
Ia memutari seisi ruangan pandangannya teralihkan oleh sebuah mutiara sebesar keleraeng, di tengah-tengah ruangan dengan dinding kotak kaca yang mengurungnya di dalam, xiao tergerak untuk melihatnya lebih dekat. tapi penglihatannya kembali terkecoh dengan adanya pintu besar yang seperti portal teleportasi yang berdiri di belakang mutiara itu
Xiao jadi tertarik untuk mendekatinya jiwa penasarannya sudah meronta-ronta ingin di patuhi. Ia arahkan batu giok itu ke depan pintu portal telefortasi itu.dan alhasil batu itu menunjukan keberadaan pedang jiwa lewat sinarnya yang terang
Ah, xiao sangat bahagia, ia dengan perasaan gembira menjulurkan tangannya untuk menyentuh portal itu, dengan secepat kilat pintu berbentuk portal itu menghisapnya ke dalam
Hal pertama yang menyambutnya adalah sebuah dunia yang amat berbeda
Namun ia tiba-tiba terkesiap pupil matanya seketika melebar, ya iya dia sangat menyukainya,bagay mana tidak hewan berbentuk unicorn itu berada di hadapannya,
Unicorn itu berbalik menampilkan sisi cantiknya yang membuat xiao yu seperti ingin memilikinya
Xiao lebih terkejut lagi di saat unicorn itu berbalik, sebuah pedang terapung di badan pohon besar itu
Unicorn itu menghampiri xiao dengan suara pantulan langkah kakinya yang mengenai jembatan kayu "selamat datang yang mulya ,perkenalkan nama saya (sun wan)"
Mungkin orang lain akan terkejut, namun tidak dengan xiao yu,ia malah hanya bertanya " 'yang mulya' katamu, apa kau juga akan menjadi hewan kontrak ku?"
"tentu yang mulya, namun dengan satu syarat" jawab unicorn itu
"apa syaratnya, cepat katakan aku sungguh tidak sabar untuk memilikimu?" coloteh xiao dengan sumeringih di bibirnya yang merah
Di zaman moderen yang selalu di ingin-inginkannya yaitu untuk memiliki unicorn,sedangkan sekarang unicorn itu berada di depan mata, mana mungkin ia bisa melepaskannya begitu saja
"tentu yang mulya, tentu anda bisa memiliki saya, aslakan anda harus meneteskan darah anda ke simbol yang berada di pegangan pedang itu, kemudian anda harus menjalani uji sekala baptis dewa,dari roh pedang itu sendiri" jelasnya sambil membungkuk hormat
Xiao mengikuti arahan darinya, ia melukai jari manisnya, sampay-sampay darah yang kental menetes ke arah simbol yang di maksud
Dengan serantak, kilauan cahaya biru menyelimuti pedang jiw, xiao dengan segera bersemedi di depan pedang itu. aliran-aliran warna, antara biru dan perak menyelimuti tubuh xiao
Tiga pusaran air terjadi di permukaan sungay han sampay-sampay ikan maupun mahluk yang hidup di dalam air menjadi ketakutan
&(BUUMMMMMMMMMMMM)
__ADS_1
bersambung...