
***
Xiao dengan refleks memutar jarinya, bersamaan cahaya biru mengikuti geraka itu. alhasil anak panah segitiga besi berbelok,dan mengenai dinding perisai, yang di percaya dapat manghalau serangan apapun terhadap penonton dari si penyerang
Mei lian tergerak untuk menarik nafasnya lega,untunglah tidak akan terjadi hal buruk yang menimpa organ pada tubuhnya
Karena syok ia terkulai lemas hingga pingsan. Dayang lu dan mei juan yang melihat kejadian itu,dari kursi penonton berlari dan berteriak seperti sedang kebakaran jenggot
Semua orang berdiri "HEII KAMU!,BERANI-BERANINYA MELANGGAR ATURAN"
"ya benar.tidak tahu malu, mau menyingkirkan se'orang gadis, dasar pecundang" timpal yang lainnya
—"payah. menyingkirlah,!. kau tidak lebih baik dari secuil k*t*ran,"
—"ya, ba**ngan sepertimu tidak pantas berada di sini weyyy"
—"singkirkan saja, enyahlah!"
Mereka tidak memperdulikan setatus orang tersebut. toh,itu hak mereka untuk melemparkan cibiran selagi di kawasan arena
Semua penonton meneriakinya dengan comohan kasar yang seharusnya tidak mereka lontarkan
"diam semuanya,!.kita hanya perlu mengurangi poinnya saja, tidak perlu membuat keributan" larai pembawa acara meneriaki suara dingin,agar bisa menenangkan cacing yang sedang kepanasan
—
( mulut lebih tajam daripada pedang ) karena tertekan sekaligus melihat-tatapan marah dari sang ayah, 'can wu' menjadi marah,tidak mungkin ia akan melepaskan mangsanya begitu saja
( sudah jatuh,tertimpa tangga pula ) malu dan gagal,menjadi pemicu hasrat membunuh dari dalam dirinya muncul,
Berangsur-angsur membuat kebencian.mengarahkan busur pada tujuan sebelumnya,bersiap untuk mengunci target
Tapi, padasaat dia akan melakukannya laki-laki itu seketika membeku,setelahnya mengalami kejang.
"aa,'ada apa ini,ahhh.panas,ada apa dengan ku?" seluruh anggota tubuhnya melepuh.kulitnya-pun semakin lembam dan berubah warna menjadi merah pekat
membuat seluruh makhluk hidup bertanya-tanya:apa yang terjadi padanya?
Entah berapa telunjuk,mengarah pada-peria yang sedang merintih kesakitan.
Hening sesaat. orang-orang yang tadi seperti ingin bergaduh sekarang langsung senyap,tanpa ada suara apapun lagi
Kaisar ( lao tzu ) tentu-tahu apa yang sedang terjadi di sini, ia melemparkan tatapan pada semua putranya, dan mendapati para pangeran juga memandang serius padanya
Mata yang jali semua raja maupun kultivator sangat mengenal betul, bahwa itu terjadi karena seseorang di balik topeng
Dan benar saja xiao begitu menikmati pertunjukan ini sampai tersenyum jahat"habislah picik"
__ADS_1
Peria berusia 18 tahun itu sudah tidak bisa lagi bertahan ia menggeram dan bertekuk lutut,darah mulai bercucuran dari hidung serta air mata berupa darah dan
( bom )
seluruh badannya terbakar menampilkan abu vulkanik leyaknya gunung berapi yang sedang mengalami erupsi.lambat laun dia meringkuk,sekali kedipan menjadi abu
Menyaksikan dengan mata kepala sendiri, Itu sama saja mengaktipkan gelombang kejut bagi semua orang
Kultivator yang sudah mencapai tingkat '4' terus memandangi penonton mancari pelakunya
Menduga-duga rakyat yang tidak tahu apa-apa hanya terkagum-kagum,mengira nona yang akan di serang tadi,walaupun pingsan itu mungkin karena kekuatannya tersedot habis, dan hal yang mengerikan barusan ialah perbuatannya
mungkin mereka tidak akan mempercayai ini, wanita yang dari-awal terus menjai pusat perhatian mereka,adalah biang keroknya
Seperti para pangeran tidak mengalihkan tatapan semenjak penglihatan mereka tertancap pada gadis bermanik biru berpadu emas itu
mentri ( jun ) dibuat panik "PRESETAN!!"
Dia langsung berdiri,tanpa sepengecualian pergi begitu saja,enggan menghiraukan abu anaknya sendiri,
Apakah dia robot, tentusaja mungkin lebih buruk dari itu,orang yang tidak punya hati sama saja dengan boneka bergerak
mc, memerintahkan beberapa pengawal untuk segera membereskan kekacauan
Dia melirikan matanya ke samping, dimana xiao sedang berdiri di posisi sigap
( jin young ) sebagai penjaga menara ( long yun ) sakte kekaisaran agung,sudah dapat menebaknya,dia tersenyum tajam 'aku harus menjadikannya sebagai muridku'
—
"liong cepat angkat,!.kita harus membawa dia ke kamarnya!" pesan xiao memberi kode
Tidak bertanya,merjemaahkannya sendiri"baik nona"
Xiao memutar tubuhnya,"tuan buatlah saya gugur dalam pertandingan ini!"
Tanpa menunggu respon apapun darinya, xiao berlalu begitu-saja menyusul liong yang sudah membuka pintu utama
Kaisar selaku tuan rumah,menghembuskan nafasnya ringan,adahalnya kejadian seperti ini bisa terjadi
"kak,apa menurutmu wanita itu yang melakukannya?" tanya pangeran ke lima, si peria manis semanis-senyumu
"entahlah sepertinya,dugaanmu tidak mungkin meleset.bukankah begitu kk ke dua?" tutur yong shen
"mm, tapi sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat..." liiu yaoshan berpikir sejenak, kemudian menyambung kata-katanya kembali "aah kenapa aku bisa lupa, dimana ya?"
—"nampaknya, tikus itu masuk dengan sendirinya ke dalam perangkap"
__ADS_1
keempat pangeran melihat,putra mahkota balok es,heran.
"PERHATIAN!!!. SEPERTINYA KITA HARUS MELUPAKAN KEJADIAN TADI!, JANGAN SAMPAI, 'SATU KARTU' MEROBOHKAN SERIBU TUMPUKAN YANG TELAH KITA SUSUN DENGAN RAPI. CAHHH, BUKANKAH TERDENGAR MENYEDIHKAN, JADI LEBIH BAIK DI KESAMPINGKAN SAJA. BAIKLAH SAYA-HARAP SEMUA BER'ALIH KEMBALI KE ARAH JALAN ACARA...." tegas penyuhir jin young
—
Setelah enam jam. xiao kembali ke kursi penonton di ekori ( dayang lu.mei lian.mei juan serta liong, )
Kebetulan sekali acara ke'enam baru saja akan di mulai,berupa 'songs'
( etika kerajaan.catur.tarik tambang.bola.memasak ) sebelumnya-sudah di mainkan
Kali ini 'musik' di urutan ke.5 sekaligus yang terakhir
Peraturannya cukup mudah di dengar,susah di lakukan:siapa pemain musik yang memetik atau memukul paling handal mengiringi alunan nada, itulah pemenangnya
"nona apa nona akan maju lagi?" ucap mei lian melalui nada rendah
—"tentu saja aku ikut,"
Sebelum waktu fajar seluruh dayang memberikan satu gulungan kertas,yang mana sudah tercatat semua kegiatan yang ada di pestifal,agar para tamu bisa memilih pertandingan yang akan dia ikuti nantinya
Cukup menantang peserta yang mengikuti lomba mencapai seratus-satu jiwa
"lihat wanita itu telah kembali!" tunjuk pangeran ke.5
Menggibaskan kipas pada wajahnya sendiri ( yong shen ) menambahkan "benar, kak ke'tiga apa kau tidak ingin mengotori tanganmu, bukankah dirimu handal dalam permainan musik?"
Tanpa menjawab ( zhang jiangwu ) menggebrag-kan tangannya ke atas pegangan kursi,lalu melambung ke permukaan dan turun perlahan-lahan seperti kelopak bunga sakura yang jatuh,
Semua wanita bereaksi heboh, melihat tuan muda itu ikut bergabung
Sejumlah dewa & dewi berlabuh ke arena, ah. mereka pasti ingin memamerkan keahlian,jika pangeran dari kerajaan terkuat menyertakan diri,kenapa mereka enggak
Awal hitungan digangi menjadi seratus sepuluh kandidat.Ini pasti memerlukan sebelas ronde
Sungguh sial jika saja dewa-dewi itu tidak bergabung, xiao tentu-tidak akan menjadi satu-satunya peserta melawan 5 dewi,3 dewa dan 1 pangeran
Mengenai perlawanan:rakyat biasa melawan rakyat biasa,putra pejabat akan melawan putri pejabat dan dewi melawan dewa.tergantung setatus keluarga mereka
Karena kalau di acak,sama saja tidak menaruh harapan bagi yang lemah,mengutarakan kekuatan mereka
tidak ada dewi yang menunjukan wajahnya, maka xiao terpaksa di tunjuk sebagai kandidat yang cocok melawan mereka,sebab semua kontestan sudah memilih ronde berapa mereka akan maju
Xiao berjalan ke'arah kursi di tempat tunggu, kedua kalinya ia menginjakan kaki di lingkaran, aura negatif sudah perlahan menyelimuti lapangan itu"ini!!!"
Telinganya tiba-tiba berdenyit keras,sampai-sampai, dia menekannya dengan erat. Suara deretan langkah kaki terdeteksi,sepertinya bukan menuju ke sini,tapi berlalu ke suatu tempat, ( hawa dingin.sepiritual yang kuat.dan aura jahat )
__ADS_1
—"apa tadi, kenapa dengan pendengaranku?"
bersambung....