Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa

Reinkarnasi Sang Dewi Penguasa
bab:38.pulau ( zum )


__ADS_3

Menunggangi kuda ke arah selatan,ketiga gadis itu akhirnya sampay di pesisir pantay


"nona-nona,sepertinya itu kapalnya!!" ucap mei juan dengan hebohnya sambil menunjuk -nunjuk ke'sebuah kapal yang sedang berlabuh di dekat tepi pantay


"yeye,kita jalan-jalan" coloteh nya dengan diiringi lompatan-lompatan kecil menuju ke arah kapal itu


mei lian dan xiao hanya bisa memutar matanya malas. salah sedikit saja,salah fahamnya akan sepanjang kereta



Banyaknya barang-barang yang di angkut ke dalam kapal,menurut informasi yang mereka dapatkan dari seorang nelayan:kapal ini akan mengantarkan berbagay jenis barang,seperti senjata maupun makanan ke pulau 'zum' antara seminggu sekali.


Melihat ada seorang peria sedang mengecek isi dari semua jenis kotak yang ada di sana, xiao berfikir untuk bertanya padanya "tuan bisakah kami ikut menumpang di kapal ini?"


Peria dengan tinggi 1,76m berkulit sawo matang itu menghadap ke arah xiao dengan tatapan dingin


Sampay-sampay mei juan menjadi takut untuk hanya sekedar meliriknya saja "jj'jie!!"


"kalian mau kemana?" ucapnya dengan ekspresi datar


"kami mau ke pulau 'zum'. Kalau bisa, begini saja,ijinkan kami ikut,setelahnya pasti kami bayar" jelas xiao sambil melihat peria itu mematung seperti sedang ber'pikir keras


"baiklah kalian bisa ikut" shahut peria itu sambil kembali bekerja ke dalam ke-sibukannya yang sedang mengecek barang yang kian semakin melimpah di hadapannya


Xiao dan kedua gadis itu menaiki awak-kapal.perjalanan misteri yang penuh pengorbanan baru saja akan di mulay



Bisa terlihat dari jarak jauh penampakan pulau itu sangat mendominasi.xiao yang melihat dari sisi kapal, seketika merasakan hawa sipiritual yang sangat kuat dari aura yang di pancarkan pulau itu



"nona lihat itu pasti pulaunya!" seru mei juan dengan senyuman manis yang ter'ukir di wajah imutnya


'ada apa dengannya,?.melihat tenpat yang sunyi bagaykan kuburnan itu-pun, bisa-bisanya dia tersenyum gembira' batin mei lien sambil melihat ekspresi ber'bunga-bunga yang di daulatkan dari wajah adiknya


Kapal yang mereka naiki segera berlabuh di tepi pantay, ketiganya masuk ke pulau itu setelah membayar ongkos


"nona maaf,hamba telah lancang.namun hamba sangatlah penasaran akan tujuan anda datang ke pulau ini?" ucap mei lien dengan penasaran dan dengan lupa-nya sambil memakay bahasa tubuh yang membuat mei juan marah


—"JIE,bukankah jie jie sendiri yang bilang bahwa tidak boleh menanyakannya, mei mei heran kenapa jiejie mendadak seperti orang tua"


—"apa maksudmu,?. Sejak-kapan aku menjadi tua?"


—"nona lihatlah,emang gini kalau sudah tua"

__ADS_1


—"apa kau bilang.hey ratu budek,jaga ucapanmu!"


—"ooh,mau ngelawan ayo sini ayo.buju kupret, ayo sini lawan aku!"


Xiao yang melihat pertengkaran yang semakin menjadi-jadi itu mencoba untuk melaray


"sudah-sudah,!. inikah perilaku kalian jika di depan tuanmu sendiri?" ucap xiao sambil menutup bibir yang tengah terhalang kain untuk tidak tertawa,melihat ke gaduhan kakak/adik itu


—"eh"+


"mm'maaf nona kami hilaf" ucap serantak keduanya, diiringi kepala yang di tekuk ke bawah dengan perasaan bersalah


Xiao tersenyum tipis lalu berucap "mai lien seharusnya kamu lebih mengalah pada adikmu. bagay-manapun ucapan adikmu ada benarnya, bukankah terkadang setiap orang tua memerintahkan sesuatu pada anaknya, tanpa mengajarkan terlebih dahulu perintah tersebut pada anaknya, dan bukankah seorang anak harus dapat bimbingan terlebih dahulu agar ia bisa melakukannya, itu sebabnya kebanyakan anak kecil selalu menentang perintah orang tuanya. toh, ia akan berpikir seperti ini ( kenapa aku harus menurut padanya,bukankah ibu juga tidak pernah melakukannya ) dan walaupun ia mau melakukannya pasti ada kesalahan yang akan timbul nantinya dan apa perinsip orang tua 'mereka hanya bisa menyalahkan"


Setelah jeda sebentar iapun melanjutkan " maksudnya kenapa juga mei juan menurut untuk tidak melakukan kejahatan,sedangkan kamu sendiri yang melarangnya malah melakukannya"-


-"dan untuk mei juan,kalau bisa saya sarankan agar kamu memilih gerakan mulut,bukan tangan.untuk menginsitipasi setiap kata,karena akan timbul salah paham"


"baik nona"+ ucap keduanya dengan cemberut


Tersenyum sebagay tanggapan xiao lalu berseru "ayo. hari sudah hampir sore, kita harus segera mencari penginapan"



Desa yang gelap gulita di padukan dengan jalanan yang sepi



"jie,aku takut" coloteh mei juan sambil menggandeng tangan kakaknya


"kamu sangat lemah,tadi aja berbinar-binar melihat pulau ini,dan sekarang bagaykan kucing akan di guyur" cerca mei lien dengan nada meledek,namun sebenarnya ia juga merasakan hal yang sama bahkan baru menginjakan kaki di pantay tadi, bulu kuduknya sudah merinding hebat


Mei juan mendongakan wajahnya untuk melihat ekspresi kakaknya untuk bertanya "apa jie jie tidak takut?"


—"uu'untuk apa, **'takut"


"ah, itu pasti tempatnya!!" cela xiao sambil menghampiri rumah kayu


—"jie,kenapa rumah di sini selaras dengan pulaunya,?.meimei jadi makin takut"


—"mm'mungkin hanya perasaan kamu saja.ayo cepat,kita juga masuk,daripada di luar,nanti di patuk iblis"



(note: hanya sekedar contoh")

__ADS_1



( PENGINAPAN )


"nyonya kami mau pesan tiga kamar!" seru xiao dengan nada datar


wanita penunggu meja kasir itu seketika terlonjak kaget


'huh,mengagetkan saja' pikir wanita paruh baya itu sambil kontreks mengelus-elus dadanya pelan


—"tapi nona di si—"


Baru saja ia akan menyelesaykan ucapannya,tiba-tiba dari atas tangga seorang peria paruh baya menyela"NONA, tentu-tentu ada nona,ayo silahkan pilih kunci kamar anda!"


Peria itu sekilas memelototi wanita itu dengan tatapan menganncam


"ini.nona ini kuncinya!" ucapnya sambil dengan senyum sumeringih seakan-akan tidak memiliki beban pikiran apapun.dan menghampiri xiao yu


Xiao mengambil tiga kunci sekaligus dan berkata "berapa tuan?"


—"jika nona ingin menginap semalam saja, totalnya hanya lima belas koin perak"


Xiao memberikan uang dengan jumlah yang pas.kemudian beranjak menuju lantay dua


Namun xiao terhenti selama beberapa saat di atas anak tangga yang sedang di naikinya,perasaan-nya mendadak tidak enak melihat ekspresi wajah dari nyonya pemilik penginapan ini yang terlihat menyembunyikan sesuatu dari gerak-gerik mencurigakannya. tapi ia segera menyingkirkan firasat kemungkinan-kemungkinan yang tidak mungkin itu


Setelah melihat ketiga gadis itu pergi,wanita itu segera menghampiri suaminya"kenapa kamu mengijinkan mereka untuk menginap?"


"sudah diam,mereka hanya tinggal semalam" tegur peria itu dengan ucapan penuh penekanan


Sementara wanita itu kini di landa cemas dan gusar



Perkiraan setatus jam di zaman moderen ( 12:00 )


Sensasi dingin menyelimuti seisi ruangan yang hanya terdapat cahaya lilin di atas piring kecil di pinggir tempat tidur milik xiao yu


—"gadis cantik bangun lah!"


—"gadis cantik bangun lah,aku memanggilmu!"


—"gadis cantik ayo bangun lah sayang,ayo cepat bukalah matamu!"


Secara tiba-tiba tangan pucat nan ungu meraba,dari ujung ibu jari-kaki milik xiao yang sedang tidur,dengan kuku panjang dan tajam

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2