
Tidak mendapat respon apapun xiao dengan cepat mengangkat wajahnya untuk melihat orang itu, namun seketika ia terbelangak kaget sampay matanya hampir keluar "oh my good"
***
"hay,gadis ja*ang kita bertemu lagi" ucap peria yang di tambrak oleh xiao yu sambil mengukir senym sinis di wajah tampannya, ya.dia adalah peria yang telah di tamparnya di hutan
Dengan kaku xiao yu mundur satu langkah ke belakang,kelopak matanya sesekali berkedut 'OMG,kenapa dia ada di sini'
"**'tidak,kurasa kau salah orang" xiao yu terus mundur ke belakang meraba-raba tangan dayang lu,yang tadi telah di lepaskannya sewaktu tercengang, namun tidak kunjung mendapatkannya, 'maaf dayang lu sepertinya aku harus pergi'
Xiao dengan segera berbalik, lalu berlari meninggalkan dayang lu,toh ia juga tidak mungkin menunjukan kekuatannya di depan dayang lu karena alasan tersendiri
Xiao melompat ke atas jendela yang tengah terbuka (breeakkkkkk)
"cepat kejar dia!" ucap peria itu dengan geram sambil menyusul xiao,dan memerintahkan bawahannya untuk ikut 'serta'
Xiao berlari tanpa henti, sesekali ia menabrak dagangan yang sedang berlalu lalang di tengah-tengah pasar,alasannya untuk terus berlari karena peria itu memiliki aura yang lebih kuat darinya
—"aaaaaaaa"
—"berhenti gadis ja*ang!"
penduduk yang melihatmereka berfikir seperti layaknya kucing dan tikus
Tapi seberapa kuat ia berlari, ia tetap hampir tertangkap oleh peria itu, karena fisik yang dimilikinya saat ini sangat cepat melemah "ah,aku tidak kuat lagi untuk berlari, kenapa tubuh gadis ini sangat lemah,ohh my heed apakah ini hukumanku"
Namun berkat kecerdikannya, ia yang melihat ada penjual tepung beras,seketika otaknya berpikir cepat
"ini dia" xiao menggenggam tepung itu,tanpa memperdulikan ekspresi si penjual yang marah-marah akibat di ambil jualannya
Xiao melempar sekantung pelastik tepung ke arah lawan yang mengejarnya
& (bussssssssssss) tepung itu seketika berhamburan "mengejarku jangan mimpi"
Peria yang terkena taburan tepung itu seketika terhenti, kini penampilannya layaknya badut di sebuah pertunjukan sirkus, ia menyemburkan tepung dari dalam mulunya "aisssssss wanita s*alan" baru saja ia akan mengejar kembali wanita yang di incarnya
tiba-tiba seluruh pedagang yang ada di pasar mengelilinginya untuk meminta pertanggung jawaban atas kerugian yang menimpa mereka
Pelayan yang melihatnya hanya diam di tempat ia berfikir 'bukankah tuanku punya kesaktian,kenapa dia harus repot-repot mengejarnya'
bukannya menolong tuannya yang sedang di keroyok, pelayan itu malah tertawa getir melihat kelakuan tuannya yang 'dingin cuek dan cerdas ' berubah menjadi orang yang sembrono seperti itu
—
Dirasa sudah aman xiao berputar arah kembali ke tempat dimana dayang lu,di tinggalkannya tadi, ia tidak mungkin meninggalkan seseorang yang setia kepadanya
"dayang lu, ayo kita pergi dari sini" ajak xiao yang terlihat memandang ke arah kiri dan kanan di kawasan toko itu
Melihatnya membuat dayang lu, menjadi penasaran "ada apa nona,? apakah orang yang tadi,berbuat jahat pada anda nona,? bagaymana keadaan anda nona, apa nona baik-baik saja"
Mendengar pertanyaan yang bertubi-tubi dari dayang lu, xiao berdecak malas "ck ck ck, dayang lu,ini belum saatnya untuk melakukan wawancara, ayo cepat kita pergi!"
__ADS_1
—"bb'baik nona"
Keduanya pergi meninggalkan toko baju 'seribu bunga' dengan tergesagesa,
Sampay mereka tiba di gerbang istana
Begitu xiao akan masuk, dua orang penjaga menyilangkan tombak mereka di depan pintu untuk menghalau xiao dan dayang lu,masuk "berhenti nona anda tidak di ijinkan masuk"
"apa kau tidak mengijinkan putri kedua masuk" seru dayang lu dari belakang xiao
"pu'putri kedua" ucap penjaga itu yang mengulangi ucapan dayang lu, setelah jeda sebentar tiba-tiba penjaga itu tertawa lepas "hhhhh,jadi anda putri bodoh itu"
"hhhhhh, jadi putri bodoh itu kembali lagi kesini setelah di asingkan" tipal penjaga ke.2, dengan tawa yang mengejek
"KAU" dayang lu akan bertindak, tapi segera di hadang oleh xiao yang berucap "sudah tidak apa-apa dayang lu, kita lihat saja nanti, apakah mereka bisa tertawa setelah ku penggal satu-persatu kepala mereka"
Xiao dan dayang lu, masuk ke dalam istana tanpa menggubris ejekan dari kedua penjaga itu
Begitu mereka masuk ke dalam tatapan seluruh pelayan yang sedang berlalu-lalang mengarah pada mereka
—"lihat bukankah itu putri xiao jian!"
—"kau masih ingin menyebutnya sebagay putri,kalau aku gak sudi menyebut gadis yang tak berguna itu sebagay putri"
—"apakah hukumannya sudah selesay"
—"eh,tapi mengapa pakayan yang mereka kenakan tampak berbeda"
Namun xiao tidak memperdulikan mereka,karena jika ia tersulut hingga emosi nya meledak,rencananya untuk balas dendam akan sia-sia jadi untuk saat ini ia hanya bisa berjalan dalam diam
"dayang lu,dimanakah letak kediaman ku" tanya xiao pada dayang lu,dengan nada yang datar
"di sana nona, ayo saya antar" jawab dayang lu singkat
Berjalan melewati hinaan dan cibiran dari mulut semua pelayan istana, xiao yu akhirnya sampay di kediaman nya
'kediaman' jangan bercanda, itu terlihat seperti kandang sapi bagi xiao yu, bahkan ia sempat syok melihat pemandangan yang tidak layak huni itu, tempatnya sangatlah berantakan rumput-rumput pun panjangnya sudah mecapay lutut
'oh my good' xiao yu ternganga melihat Tempat tinggal putri kedua ini "da'dayang lu apa dayang gak salah **'tempat?"
—"Tidak nona memang ini adalah tempat tinggal nona"
Ahh xiao sampay ingin pingsan melihat tempat yang akan ia singgahi
"dayang lu cepat panggilkan dua pelayan peria dan tiga pelayan wanita kesini" seru xiao dengan nada memerintah
"ba'baik nona" jawab dayang lu sambil mengucapkan kata untuk undur diri
—
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya dayang lu membawa beberapa pelayan yang tadi-diinginkan oleh nona nya
__ADS_1
"hey, sampah kenapa kau menyuruh kami datang kesini?" ucap pelayan laki-laki
'ss'sampah' batin xiao dengan geram ia mengepalkan tinjunya erat-erat setelah rasa jengkel itu perlahan menghilang, kemudian ia berbalik menghadap ke lima pelayan itu "apa ini sikap kalin terhadap majikan"
"SIKAP. untuk apa kami menjaga sikap hanya kepada gadis SAMPAH sepertimu" cibir pelayan wanita
"cepat kalian bersihkan semua tempat ini" suruh xiao dengan nada mendominasi sampay-sampay kelima pelayan itu sedikit tersentak kaget
"jangan harap gadis SAMPAH dan tak BERGUNA sepertimu bisa memerintah kami" tegur pelayan wanita lainnya yang di setujui dengan anggukan dari keempat pelayan di sisi sampingnya
Tanpa bertele-tele xiao berjalan ke arah pelayan yang menghinanya tadi, dengan tatapan membunuh yang menyeramkan sehingga kelima nya mendapati bulu kuduk mereka merinding
Xiao berhenti tepat di hadapan pelayan wanita itu, ia tersenym sinis kemudian menyambak rambut gadis itu dan melemparkannya sehingga ia tersungkur ke tanah
Belum merasa cukup puas xiao menghampirinya dan menginjak kepala pelayan itu
Pelayan yang tengah di pijak, merintih kesakitan kata ampun terus terdengar di telinga mereka berenam
Melihat kekejaman nona ke dua keempat pelayan itu seketika tertegun dan merasakan tubuh mereka bergetar hebat
Beralih ke xiao yu...
Ia sangat puas, kemudian berkata dengan nada yang suram "mau menantang ku, maka kau harus terima konsekuasinya"
Semakin kuat xiao yu menekan kepala pelayan itu dengan kakinya, sampay darah mengalir di atas tanah yang tandus
Xiao yu kembali menyambak rambut dayang itu, ia sangatlah marah sekarang, hasrat membunuhnya kian tak terkendali
Keadaan pelayan itu sangatlah buruk ia meronta-ronta ingin di lepaskan
Namun itupun sia-sia, karena ulahnya sendiri berani membangunkan sifat,psikopat yang sedang tertidur pulas
Sampaylah xiao di dekat kubangan air, ia memasukan kepala dayang itu ke dalamnya sehingga jerita histeris itu tidak terdengar
Dirasa sudah cukup, xiao melepaskan jambakannya dari rambut gadis pelayan itu dan menendang perut gadis itu hingga terbang ke arah dinding (brukkkkkkk) tubuh pelayan itu seketika terjatuh ke tanah dan mengeluarkan darah segar dari dalam mulutnya hingga ia mati mengenaskan
Pelayan yang tersisa sangat ketakutan melihat pembunuhan berutal yang di lakukan xiao pada temannya,tak terasa salah satu dari mereka merasakan celananya basah mereka terkencing -kencing di celana
(note: "hhhh,wangi gak tuh🤣🤣🤣")
(gedebukkk) Mereka seketika berlutut di tanah dan memohon ampun dari xiao yu "no'no'nona maafkan kami,ma'maafkan kami yang telah hilaf ini"
Karena sudah sangat puas xiao mengampuni mereka "berdiri, dan cepat bereskan tempat ini"
sesungguhnya ia melakukannya demi semata-mata untuk membalaskan dendam yang di alami pemilik tubuhnya yang dulu pernah di siksa oleh dayang itu
"bb'baik no'nona kami akan laksanakan" ucap mereka secara bersamaan kini tidak akan berani lagi untuk melawan nona ketiga yang sangat kejam
Bersambung.....
(note: "makasih ya,yang masih setia,maaf kalau tutur kata dan cara penyampayan ekspresi nya gak sesuay, sekalilagi thank you terus dukung cerita ini ya supaya gak berhenti di tengah jalan🤗🤗🤗)
__ADS_1