
Tiba-tiba dari dalam lava itu muncul monster api yang sangat besar,bentuknya yang seperti gorila itu berkulitkan batu serta aliran lava mengalir di setiap pergelangan yang berada di tubuhnya
Xiao yang melihat raksasa batu itu segera mundur beberapa langkah ke belakang "oh my good!!!"
Gorila batu itu seketika meraung di tempat, dengan suara yang mampu membuat telinga berdenyut,dia merasa terusik karena paku gunung ( niu ) di sentuh oleh orang asing
Maksud dari kata ( paku ) itu karena jika pedang itu hilang atau di curi orang, gunung itu akan mengalami erupsi
Dia menatap xiao dengan tatapan marah penuh permusuhan
***
"BERANI-BERANINYA KAU MENYENTUH PEDANG ITU" ucap nya dengan suara yang bergemuruh
Dia mengayunkan tangan nya, hingga kepalan tangannya yang keras memukul jalan yang menyatu dengan batu tempat tata-letak pedang itu berada
( byarrrrr )
Jalan itu terpotong hingga menjadi reruntuhan yang menimpa lava di bawahnya
( bruss )
"ck,sial" gerutu xiao yang melihat jalan satu-satunya untuk ia menuju pedang itu telah usay/buntu
Tinju dari monster batu itu melayang ke arah xiao yu dengan kecepatan angin"HORAAAAAAAAAA!!!"
"TUNGGU!" seru xiao sambil mengangkat tangannya ke atas,yang mengakibatkan monster itu menghentikan serangannya
Menarik kembali tangan yang ia arahkan pada lawannya,raksasa batu hitam itu memandang xiao dengan tajam "ada apa?"
Xiao yang mendengar raksasa batu itu melontarkan pertanyaan dengan bahasa manusia yang sempurna. Ia jadi tersenyum tipis "bukankah jika kau membuat keributan di sini,sama saja kau yang menyebabkan kehancuran pada gunung ini?"
Mendengar penjelasan itu seketika raksasa itu termenung,namun setelah berpikir keras, ia malah meraung kembali, dengan lebih sangat keras, sehingga nafasnya saja bisa terlihat seperti air
Bahkan membuat keamana laser itu berkedip dan berhenti mnyala
"sial kupikir dia tidak punya otak" desis xiao yang mulay kesal, ternyata batu yang hidup itu, sedikitpun tidak bisa di kecoh
—"kamu pikir saya bodoh,biar saya balas penghinaanmu,rasakan ini ( tinju api )!"
Xiao yang tersadar dari lamunannya tiba-tiba melebarkan seluruh kelopak matanya, hanya berjarak satu meter pada saat ia melihat kepalan tangan monster itu yang menerjang ke arahnya
Karena tidak mengantisipasi waktu. ia terlambat untuk menghindar dan terpukul hingga menabrak kembali ke pintu utama yang tadi sudah tertutup
( brukkk )
__ADS_1
( arkhhh )
Tubuhnya kini menyusut ke atas tanah sambil mengeluarkan seteguk darah dari mulut serta hidungnya yang juga terkena mimisan
iya ingin sekali berdiri namun kakinya terasa lemas,dan seluruh tubuhnya terasa remuk
Perlahan ia memegang dinding pintu batu itu untuk bisa berdiri,sambil gemeteran ia berjalan kembali ke hadapan jalan yang di bawahnya terdapat jurang lava
"hah.ternyata gadis lemah sepertimu bisa bertahan juga.ck ck ck, tapi sayangnya aku harus menghapuskan keinginanmu ( bola lava )" geramnya sambil mengangkat tangan besar-nya sampay ke garis pundak,dan disitulah lava yang melilit layaknya urat di seluruh tubuhnya-
-Dengan cepat mengalir, dan membentuk bola lava yang sangat besar nan panas di telapak tangan nya
Xiao dengan kaku mencoba untuk tersenyum menanggapi ocehan itu, ia terbang ke atas. lewat mantra anginnya "baiklah jika kau yang memaksa apa boleh buat"
"kau berani melawanku,aku adalah penghuni lava terkuat di benua ini. jadi gadis lemah, kau tidak akan bisa menang melawanku terima ini 'lava golden' !" sahutnya dengan nada yang angkuh
"kemari,akan ku patahkan kesombonganmu itu ( rings air ) " cerca xiao sambil mengutarakan elmennya
Kedua kekuatan itu saling berbenturan membuat gumpalan asap yang sangat besar
—
—"apa yang terjadi?"
—"bagay mana ini?"
—"belakangan ini,gunung itu terus berguncang"
—"sepertinya kita harus secepatnya mengungsi ke benua ( shu )"
—"iya,itu adalah satu-satunya harapan kita untuk bisa selamat"
—"ayo cepat persiapkan kapal,sebelum semuanya terjadi kita harus sudah meninggalkan desa ini"
Ucap serantak penghuni desa di pulau 'zum' sambil memandagi gunung ( niu ) yang mengeluarkan asap yang tebal nan kental
—
Sejauh mata memandang, raja kekaisaran muron chan yak'ne ( ming ho ) melihat ke arah selatan lewat kaca,di dalam kerajaan nya
—"yang-mulya apa yang akan kita lakuka,sepertinya gunung 'niu' sudah memunculkan peringatan?"
Menghela nafas sebagay tanggapan, ia memalingkan wajahnya pada peria paruh-baya yang sedang melontarkan pertanyaan, dengan suara yang lembut padanya "huh,mm.cepat persiapkan kapal,dan jemput semua warga di desa itu!"
—"baik tuan,hamba mohon undur diri"
__ADS_1
( breakk )
—"AYAH"+
Terciut sebercak suara kedua putrinya yang masuk dengan tiba-tiba,sampay-sampay ia yang menyadarinya menjawab "ya.ada apa sayang, apa kalian mempunyai hal penting yang harus di katakan?"
—"salam ayah semoga dewa yang agung memberkatimu"+
"ya,ayah terima salam kalian ada apakah gerangan putri-putri ayah yang cantik ini terlihat buru-buru" coloteh sang raja sambil tersenyum tipis
"ayah apa terjadi sesuatu di pulau zum" seru ( mei lin ) sambil mengeluarkan nafas yang kasar
Menanggapi pertanyaan itu raja ( ming ho ) segera menampilkan raut wajah yang suram,lalu dengan nada yang berat ia menyahut "ya,sepertinya gunung 'niu' akan segera meletus"
Kata-kata yang nyaring terdengar di telinga mereka, seketika membuat keduanya panik dan saling bertukar pandang dengan tatapan hawatir
"ayah,ayah harus menyelamatkan semua warga yang ada di sana!" ucap ming mey sambil berpikr dengan keadaan gusar
—"ada apa'?.kenapa kedua putri ayah sangat antusias pada penduduk di sana?"
"yah,orang yang memberikan ginseng seribu tahun itu berada di sana" timpa mei lin
—"APA!!!—"
—"iya ayah,ayah harus secepatnya menolongnya,bagaymanapun berkat ginseng yang di berikan olenghnya nenek bisa selamat"
—"huh,baiklah"
—
Dengan hasil yang memuaskan xiao berhasil membuat bola api itu menjadi batu yang polos
—"KAUU—"
Belum sempat monster itu menyelesaykan ucapannya xiao yang sedang terapung di udara mengangkat tangannya ke atas,lalu dengan nada yang penuh dengan penekanan ia berkata" whale air "
Monster dengan perawakan gorila itu ter'nganga melihat gumpalan air yang menyerupai seekor ikan paus
"**'tunggu nona!" kata ia sambil gelagapan,ia tahu api melawan air tidak akan pernah menang,maka dari itu ia segera menghentikan gadis yang sedang menjadi lawannya untuk tidak melakukan serangan lagi
Tentu saja ia takut jika air dengan ukuran yang besar itu menghantamnya, maka ia akan sepenuhnya menjadi batu biasa tanpa adanya kehidupan ke dua
—"cih,kenapa,?.apa kau takut,?.oh,ya.bukankah kau tidak pernah mencicipi segarnya ketika meminum segelas air, lihatlah betapa baiknya aku, karena harus repot-repot membawakannya untukmu" seru xiao dengan senyum tajam yang mendominasi
bersambung...
__ADS_1