RETAK SERIBU

RETAK SERIBU
Hubungan yang rumit


__ADS_3

Lelaki tampan itu Daniel Arsa Hutomo seorang pegawai bank swasta.Kalian tahu tampilan pegawai bank selalu bersih dan wangi.Marini terkadang was-was jika suaminya digoda teman kerjanya, yang semua juga tahu rata-rata karyawati bank cantik-cantik dan modis.


Pernikahan Marini dan Arsa baru memasuki usia setahun, tentu masih hangat-hangatnya mengayuh asmara.Benarkah begitu? atau itu hanya penglihatan orang di sekitarnya, karna yang menyawang terkadang lebih banyak tahu dari yang menjalani.


"Mas duluan, nanti lembur seperti biasa.Tak usah ditunggu jika adek ngantuk tidur saja duluan!"titah Arsa pada istrinya, saat mereka selesai sarapan.


Marini atau yang sering disapa Arin mengangguk mengiyakan ucapan suaminya.Ia menyempatkan mengantar sang suami sampai di depan teras.Ciuman sekilas di kening sebagai pemanis hubungan mereka di mata tetangga yang kerab melihat kebiasaan mereka setiap pagi.


Setelah Arsa berangkat kerja, Arin menyiapkan diri untuk ke rumah sakit.Wanita dengan nama lengkap Marini Zumarnis, wanita cantik dengan tampilan yang selalu sederhana.Arin sudah 2 tahun mengabdi di sebuah rumah sakit swasta terbesar di kota tempat kelahirnya.


Wanita berusia 23 tahun itu tidak seperti kebanyakan wanita seumurannya yang hobby ngeMOLL, ia lebih suka tampil apa adanya.Bukan tak mampu tapi ia tak mau membiasakan diri berlebihan dalam belanja, ia beli jika ia butuh bukan karna ia suka.Karena jika menuruti rasa suka ia akan maruk melihat banyak keperluan wanita yang selalu update setiap saat.


Beberapa puluh menit kemudian wanita cantik itu sudah berada di tempat kerjanya, seperti biasa ia melakukan absensi kehadiran dan setelahnya bersiap membantu dokter yang bertugas hari ini.


"Mbak ini rekam medis pasien hari ini"Arin tersenyum sembari menerima berkas dari rekan kerjanya dibagian pendaftaran. Setelahnya ia mulai menyiapkan pasien sebelum mereka melakukan konsultasi dengan dokter.


"Pagi Rin!"


"Siang nih Sis, nggak telat absen kan?"


Siska menggeleng sembari menepuk lembut bahu Arin, tadi pagi suami aku yang datang absenkan lebih dulu, biasa drama pagi Fad rewel kalau bundanya mau kerja"kekeh Siska.


"Seneng ya yang sudah punya momongan"Arin tersenyum tipis, sekelebat ia membayangkan jika memiliki seorang anak.


"Belum ada tanda-tanda Rin?"


"Belum nih"


"Disuruh mesra-mesraan dulu tuh, entar kalau sudah ada anak sulit cari kesempatan"kekeh Siska.


"Bagaimana mesra-mesraan, mas Arsa saja pulang kerja selalu larut malam. Belum lagi keluhannya yang capek karena kerjaan yang menggunung "batin Arin sedih.


Arin gegas melakukan panggilan pada pasien, ia tak mau memikirkan sesuatu yang membuatnya sedih.Apalagi ini masih terlalu pagi buat merenungi hidup.


Di tempat berbeda seorang wanita yang tampilannya ellegan, terlihat sibuk menghubungi seseorang di sebuah apartemennya.Tak perlu waktu lama suara panggilannya diterima dengan suara lembut.

__ADS_1


"Ada apa beb?"debaran halus mengisi ruang di dada wanita itu.


"Beb nanti malam jangan lupa ya"


"Beb baru kemarin malam kamu bilang ke aku, masak sih aku lupa"sang lelaki terkekeh dengan suara lirih.


"Ngingatkan saja beb, takut lupa kamunya"


"Nggak akan lupa beb, nanti aku pulang cepat siap-siap ya"terdengar kekehan dari si wanita.


"Koq tertawa, bener ini aku minta lebih hot dari sebelumnya"suara ditelepon itu terdengar bagai bisikan yang mengetarkan hati sang wanita.


"Udah dulu ya beb, masih ada klien nunggu"


"Ok beb love you"


"Love you to"suara diseberang sana terputus dan si wanita terlihat tersenyum smirk.


"Aku mencintaimu sejak lama kak, dan aku sangat berharap dengan hubungan ini"sorot mata wanita itu terlihat tajam.


Ia memadu padankan dengan high heels yang senada dengan tasnya.Setelah mematutkan diri dihadapan cermin selebar lemari pakaiannya, wanita itu tersenyum puas.


Dengan mengendarai mobil brio berwarna putih, ia meluncur menuju kantor dimana ia mengais rezeki.


"Mbak Tanti sudah ditunggu pak Arul tuh!"


Wanita yang dipanggil Tanti itu hanya mengangguk tanpa senyum, ia gegas menuju ruangan kepala keuangan di lantai tiga.Meninggalkan resepsionis yang menyampaikan pesan Kabag keuangan di kantor pemasaran itu.


"Pagi pak!"Tanti menundukan kepala begitu memasuki ruangan Pak Arul, lelaki berusia 45 tahun itu tersenyum tipis melihat penampilan wanita yang ia tunggu sedari tadi.


"Bar kau boleh keluar, selesaikan seperti arahan saya tadi!"


"Baik pak, permisi!"lelaki yang dipanggil Bar itu menundukan kepala ketika berpapasan dengan Tanti.


"Kemarilah sayang"Pak Arul menekan tombol remot tanda pintu ruangan itu terkunci.

__ADS_1


Dengan langkah ellegan Tanti menuju lelaki yang memanggilnya, tanpa malu ia masuk kepelukan lelaki 45 tahun itu.


"Mas kangen sayang, kau tahu seminggu dinas luar membuatku kelimpungan merindukanmu"bisik Arul sembari lidahnya mengulum lembut telinga Tanti.


"Sayangku mas rindu sekali"tanpa aba-aba Arul meraup rakus bibir tebal Tanti.Cukup lama mereka berpagutan, kedua tangan Arul sudah bergerak mencari dua bagian dari tubuh wanita yang sering memuaskan hasratnya itu.


Kita skip ya reader itu adegan plusnya, takut jadi cerita vulgar..kwkwwwkww


Beberapa menit kemudian ruangan kedap suara itu dipenuhi oleh suara konser lucknut.


"Nanti malam kita lanjut ya yank"Arul terkulai di samping Tanti yang berbaring di sofa dalam ruangan itu.


"Nanti malam nggak bisa yang, besok malam saja ya"elak Tanti sembari mengelus dada telanjang Arul.


"Kenapa?"


"Aku harus ke rumah ibu, tadi aku mendapat pesan untuk menemani ibuku yang sakit"


Arul menghela nafasnya kasar, hasrat lelaki itu masih membubung tinggi, rasanya ia ingin menyekap Tanti seharian untuk melepas rindunya selama seminggu tak berhubungan.


Tanti adalah Sugar baby dari Arul sejak setahun lalu, Tanti mendapatkan kemewahan dari Arul.Lelaki beristri yang kerap kurang belaian karena sang istri terlalu sibuk dengan kehidupannya sendiri.


"Kalau gitu mas minta sekali lagi ya yank, mas masih rindu banget"Tanti hanya tersenyum dan mengangguk, ia tak bisa menolak kemauan Arul karena lelaki itu akan semakin royal jika ia menuruti semua kemauannya.


"Bonus aku dinas luar aku tranfer ke kamu yang, lumayan buat kamu jajan"Arul terlihat mentransfer uang via banking ke nomor rekening Tanti.


Tanti tersenyum senang melihat notifikasi di hapenya, jumlah dua digit yang ditranfer Arul akan semakin membukit tabungannya.


"Trims sayangku, besok aku akan buat kamu puas yang"Tanti mengecup sekilas bibir Arul.


"Haruslah sayang, kalau perlu seminggu juga kamu aku kurung di apartemen kita sebagai ganti seminggu yang hilang"Arul mengeratkan pelukannya pada tubuh molek yang saat ini sudah berpakaian rapi.


"Aku ke ruanganku"Tanti berniat mengecup sekilas bibir Arul, namun suara hape di tangannya tiba-tiba berdering.


"Siapa yang?"Arul menyipitkan ekor matanya ketika wajah Tanti terlihat terkejut.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2