
Satu jam kemudian Tanti sudah rapi seperti semula, ia tersenyum dalam dekapan sang kekasih.Ia senang dalam rumahnya Arsa tak menolak dirinya.
"Aku pulang ya kak, I love you"
"I love you too sayangku"mereka saling memagut cukup lama, sampai akhirnya terhenti.Dan Tanti langsung pergi meninggalkan rumah itu.
"Maafkan aku dek, mas tak bisa melepaskan dirinya"lirih Arsa menatap foto pernikahan mereka yang terpajang di dinding ruangan itu.
"Tok..tok..tok.... Assalamualaikum!!!"
Suara ketukan dan salam itu cukup nyaring terdengar di rumah yang tak terlalu besar itu.
"Waalaikumsalam..!"Arsa bergerak menuju pintu depan, ia cukup terkejut mendengar suara ketukan yang cukup menganggu dirinya yang terlelap di sofa setelah kegiatannya dengan Tanti.
Di depan pintu, atau tepatnya masih di teras berdiri seorang pemuda berpakaian ala resto tertentu.Di tangan lelaki itu menenteng plastik berlogo resto yang isinya menguar dipenciuman Arsa.
"Pak ini pesanan atas nama ibu Marini Zumarnis, pesannya untuk makan siang suaminya"lelaki muda yang umurnya berkisar 20 tahunan itu menyodorkan plastik berisi makanan ke tangan Arsa.
"Oh ..iya terimakasih dek, sudah dibayar?"
"Sudah pak..permisi"Arsa mengangguk dan bergerak masuk ke rumah.
"Wanginya..kebetulan perutku lapar"Arsa gegas menuju meja makan dan menyiapkan makanan itu di piring.
Arsa tersenyum melihat menu lengkap, ayam bakar dengan lalapan dan sayur bening, plus es kelapa muda.Sebelum makan lelaki yang berstatus suami Arin itu mengirim chat pada sang istri beserta foto makanan, sekedar mengatakan makan sudah diterima dengan emoji😘.
Arsa makan dengan lahap, energi yang terkuras ketika memuaskan sang kekasih membuatnya menghabiskan makanan itu dalam sekejap.
__ADS_1
Di tempat berbeda di ruang kantor kabag keuangan di lantai 3 sepasang manusia berbeda jenis itu tak henti menikmati surga dunia yang memabukkan.Sang lelaki yang usianya 45 tahun terlihat bersemangat pada sugar baby nya.
Ya mereka pasangan durjana yang kerap melakukannya di kantor, walau Tanti hanya mengharapkan materi dari hubungannya dengan Arul, tapi kenyataannya ia begitu menikmati percintaan itu.
Beberapa menit kemudian mereka terdampar dengan kenikmatan yang luar biasa, peluh hasil bercinta membasahi tubuh mereka.Arul mendekap tubuh Tanti penuh cinta.
"Kau tau sayang mas makin cinta padamu"
"Sayangku..kalau cinta ganti dong mobil aku"rengek Tanti manja dan jangan lupa tangan wanita itu bergerak tak tau malu.
"Aauuhhh sayang kau nakal sekali"Arul mengeram membuat Tanti terkekeh.
"Gampang sayang..besok kau bisa ganti mobil"Arul mencium kening Tanti lembut.
"Bener yank..!!!"Tanti menatap lelaki 45 tahun yang selalu mampu memuaskan lahir batinnya itu.Arul mengangguk dan setelahnya Tanti mengucapkan terimakasih dengan cara yang membuat Arul tak mampu untuk menjauhi sugar babynya.
"Kau tidak hubungi dia kalau sekarang sudah waktunya bekerja!"
"Maaf bu saya tidak berani"
"Tidak berani?dia sama statusnya sama kamu disini De..kamu bisa menegurnya jika ia melakukan kesalahan!"wanita yang merasa dihakimi untuk kesalahan yang dilakukan rekan kerjanya itu hanya bisa diam, begitu juga rekan kerja lain yang ada di ruangan itu.Mengelak ucapan Mely yang notabene atasan secara tidak langsung, sama saja mencari mati.Wanita dengan tampilan selalu sexy dan memang cantik itu, jago cari perkara.Apalagi mulutnya yang tak bisa diam seperti penjual obat di emperan pasar.
"De...!"suara Tanti langsung tertelan di tenggorokan begitu melihat wajah Mely yang menguar aroma kunti hutan larangan.kwwkkwww
"Bagus sekali kerjamu ya!!!, kau lihat jam berapa ini!!!"suara menggelegar di ruangan berukuran 6 x 8 itu cukup mengetarkan gendang telinga para pekerja di ruangan itu.
Reflek Dedeh ikut melihat jam seperti perintah Mely.Wajah gadis itu terlihat terkejut.Ia melirik ke arah Tanti yang masih membeku di dalam ruangan depan pintu masuk.
__ADS_1
"Jam ti ga..."Bibir Dedeh mengeja perlahan dengan tiga jari tangannya berada di atas kepala dan segera ia turunkan petlahan.
Tanti yang melihat kelakuan Dedeh hanya tersenyum kecut.Ia bukan hanya lupa waktu tapi juga lupa diri jika berada di ruangan Arul.
"Aku akan buat SP 1 buat kamu tunggu saja selanjutnya..aku akan membuatmu keluar dari kantor ini!!"Mely segera berlalu dari ruangan itu, dan sengaja ia menabrakan bahunya ke tubuh Tanti, yang sempat membuat wanita itu nyaris hilang keseimbangan.Maklum tubuh Mely posturnya lebih tinggi dan padat dibanding Tanti.
"Kamu kemana saja sih Tan?...aduh gue tadi takut banget sama bu Mely, gue dibuat seperti terdakwa yang mencuri ayam tetangga!"keluh Dedeh yang membuat rekannya di ruangan itu tertawa.
"Nggak usah ditanggapi..sok berkuasa dia itu hanya memeriksa tugas kita yang nantinya akan diteruskan ke atasannya juga, siapa tuh ...?"
"Pak Dody..!"cicit Dedeh.
"Iya pak Dody ..cemcemannya itu"Dedeh meringis mendengar bisikan Tanti perihal cemceman, takut saja jika ucapan Tanti didengar rekan kerja lainnya.
"Tan pelan.. suara lu bisa didengar yang lain!"bisik Dedeh lirih..sangat lirih, sengaja agar tak ada yang dengar.Namun yang ia ingatkan seperti tak mendengar atau memang menulikan telinganya.
"Sok mau ngasih SP! emang dia siapa?"ketus Tanti kembali.Wanita itu tak menyadari kesalahannya.Ia hanya mencari pembenaran atas sikap salahnya.Begitulah aneka karakter manusia di muka bumi, ada yang lurus sampai nggak tahu kalau harus belok, ada yang belok terus nggak mau lurus.Bahkan ada yang belok dan lurus berbarengan atau kita sering menyebutnya dengan munafik.kwwkkww.
Tak terasa waktu pulang kerja tiba, para karyawan terlihat seperti sekumpulan ayam yang menyebar ke segala arah begitu keluar dari kandang.
Dari atas gedung tepatnya di lantai 4, nampak seorang pria menyaksikan para karyawan yang keluar dari gerbang perusahaan yang terlihat nyata walau bentuknya mini.Lelaki itu menarik nafas lega melihat pemandangan di bawah sana.
"Aku tak bisa pulang seperti mereka hari ini, laporan akhir tahun harus segera diselesaikan sebelum papa datang di awal tahun depan untuk mengecek kinerjaku" gumanan yang terdengar seperti keluhan.
"Bagaimana kabarnya, cukup lama aku tak melihatnya?"lelaki itu terlihat tercenung memikirkan sesuatu.
BERSAMBUNG
__ADS_1