RETAK SERIBU

RETAK SERIBU
Mencari Pelampiasan


__ADS_3

Menit berikutnya sepasang mata mengerjap menyadari hari yang sudah beranjak pagi.Dengan gegas Arin menuju kamar mandi melakukan mandi junub dan beberapa menit kemudian wanita cantik itu sudah duduk di atas sajadahnya.


Arin kembali menggunakan lingerie sexynya dan naik ke ranjang lalu masuk dalam selimut bersama suaminya.


"Beb kau wangi sekali?"mata Arsa membuka perlahan, ia tersentak sendiri atas ucapannya.


"Beb..!"wajah Arsa terlihat pias, rasa takut menyergap pikirannya.


"Manis juga panggilan Beb"Arin tersenyum dengan pipi yang sudah merona.Arsa menarik nafas lega dan beberapa detik kemudian ia terpukau dengan wajah merona sang istri yang semakin membuat wanita itu terlihat cantik mengemaskan.


Arsa tak tinggal diam, ia menarik tubuh Arin dalam pelukannya, tanpa kata mereka mengulangi kegiatan semalam yang membuat hati Arin membuncah.Arsa benar-benar melupakan janjinya pada Tanti yang tak akan menyentuh Arin lagi.


Beberapa jam setelahnya Arsa sudah terlihat rapi dengan pakaian kerjanya, begitu juga sang istri.Mereka sama-sama baru dapat panggilan untuk lembur.Arsa lembur sampai jam 11 siang saja dan Arin diminta tolong mengantikan shift teman sampai siang, karena temannya pagi hari ada urusan yang mendesak.Arin yang memang selalu bersedia menolong rekan kerjanya tentu saja menyanggupi.


"Nanti siang mas jemput, chat saja saat pulang nanti"Arin mengangguk dan mencium punggung tangan suaminya. Arsa memberi ciuman lembut di kening istrinya, setelahnya lelaki itu gegas masuk ke mobil dan berlalu dari halaman rumah sakit.


Arin memasuki ruangan kerjanya, senyum tak lepas dari bibirnya, kegiatan semalam hingga pagi tadi membuat hati wanita itu sangat bahagia pagi ini.


"Hujan deras semalam ya Rin?"Siska tersenyum smirk melihat rekan kerjanya yang pagi ini terlihat sangat berbeda.


"Sepertinya nggak sih Sis"elak Arin yang membuat Siska terkekeh.


"Yakin enggak hujan deras nih, tapi masih kelihatan jejaknya"Siska mengerling genit.


Arin yang awalnya nggak nyambung maksud ucapan Siska, akhirnya ikut terkekeh setelah sadar kalau rekannya itu sedang menyindir dirinya.


"Deraskan?"Siska masih mengoda dengan senyum manisnya.


"hh ee.."balas Arin malu-malu, pipi wanita cantik itu sudah terlihat merona, membuat Siska gemas dan mencubitnya.

__ADS_1


"Lu gemesin banget, kayak anak perawan yang baru ML saja"mereka terkekeh bersama.


"Lu gantiin shif siapa?"


"Nela ..pagi ini ia ikut mengantar adik lelakinya yang melakukan hantaran lamaran"Siska mangut-mangut, ia tahu kebiasaan baik Arin yang selalu iklas mengantikan rekan kerjanya yang sedang berhalangan.


Susana hati Arin yang sedang sangat bahagia, berbanding terbalik dengan saudara angkatnya.Semenjak semalam ia kecewa karna Arsa tak mengaktipkan ponselnya, terlebih pagi ini chatnya belum dibaca, membuat perasaan wanita itu semakin kesal saja.


Dengan malas ia berangkat ke kantor, wajahnya masih terlihat pucat.Seperti biasa di kantor ia merasa terzolimi dengan sikap Mely yang sok bossy. Untungnya Deden dengan sukarela membantu pekerjaannya.


"Lu kalau sakit izin saja Tan, wajah lu pucat tuh!"saran Deden lirih.


"Gue males di kos sendirian De, enak di sini ramai.Tuh orang kan biasa sirik mulu sama gue!"Tanti memang tak pernah bicara tentang kehidupan pribadinya, ia selalu bicara pada siapa pun termasuk ibunya dan juga Arin jika ia indekos.Tentu saja sikapnya itu untuk menutupi hubungannya dengan Arul, berganti mobil saja sudah jadi gosip apa lagi jika mereka tahu Tanti memiliki apartemen.


"Jika ada bang Arul, nggak bakal dia nyakiti gue, tunggu saja jika ia datang nanti"guman Tanti dalam hati.


Tanti mengecek ponselnya, dan terlihat ponsel Arsa sudah online.Hatinya semakin kesal karena sang kekasih tak membalas chatnya semalam.


"Lu periksa berkas ini, dan buat laporannya siang ini!"suara Mely yang terdengar ketus membuat Tanti tersentak.


Tanpa menunggu jawaban Tanti, wanita cantik dengan tubuh molek itu berlalu dengan acuh.


"Anjjjjr..."geram Tanti melempar bolpoin ke arah pintu, dimana Mely tadi berlalu.


"Yank kapan lu pulang, gue butuh lu"lirih Tanti.


Waktu terus bergulir, di hari sabtu begini rata-rata perusahaan banyak yang libur.Tapi bagi yang lembur untuk mencari tambahan uang jajan anak, mereka dengan sukarela akan menjemput cuan dengan setumpuk berkas yang kudu diselesaikan.


"Tega kamu kak, chat gue nggak lu baca sampai jam segini!".

__ADS_1


Di sebuah rumah makan Arsa terlihat mesra bersama sang istri, entah kenapa ia ingin memanjakan Arin dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan sang istri.Mungkin rasa bersalah atas apa yang ia perbuat dengan Tanti.Dan soal kehamilan kekasihnya itu, yang terus membuatnya galau.Bukan ia tak bertanggung jawab tapi seperti ada perasaan aneh mengenai kehamilan sang kekasih.Atau apa yang ia lakukan ini hanya pelampisan rasa galaunya pada sang kekasih.


"Mau langsung pulang atau .."


"Nonton mas!"Arin tersipu ditatap dengan lembut oleh sang suami.Anggukan dari Arsa membuat wanita cantik itu tersipu.


Walau bukan malam minggu toh sama saja masih sabtu, walau harinya siang mereka menikmati acara kencan seperti saat mereka pengantin baru, di setiap malam minggu mereka nonton di bioskop.


Jika Arsa memanjakan Arin sampai wanita itu bingung atas perubahan sikap sang suami, berbanding terbalik dengan Tanti, wanita itu tidak pulang ke rumah namun ia malah singgah di club.


Beberapa jam kemudian hari beranjak sore, pasangan suami istri itu masih menikmati kebersamaan mereka, Arsa mengajak sang istri untuk berbelanja pakaian.Sesuatu yang bukan kebiasaan Arin, tapi kali ini wanita cantik itu menuruti kemauan sang suami.Ia menurut saja ketika Arsa membelikannya banyak pakaian dan juga lingerie sexy.


"Cukup mas..ini sudah banyak!"protes Arin karena sudah ada enam pasang pakaian dan dua lingerie yang dipilihkan sang suami.


"Kau jarang belanja sayang, biar kali ini mas memanjakanmu!"tatapan mata Arsa membuat Arin luluh.Wanita cantik itu merasa diterbangkan perasaannya dengan ribuan cinta dari suami tercinta.


Di sebuah kamar remang-remang yang tak luas, sepasang insan asik mengayuh peluh.suara rintihan dan ******* yang sudah biasa untuk tempat seperti itu, tak membuat orang yang mendengar merasa jijik.


"Kau bi nal sekali cantik, aku suka"bisik sang lelaki yang usianya berkisar 35 tahun.Kedua insan yang terpengaruh minuman beralkohol itu semakin mengila hingga terlelap.


Satu jam berlalu, mata lentik itu mengerjap.Pelukan hangat dan erat mrmbuatnya ia tersentak.Tanti menatap wajah lelaki yang pulas di depan matanya.


"Ya Tuhan siapa lelaki ini, aku pasti mabuk hingga bisa berada dalam pelukannya, tapi ini bukan salahku.Aku tak mungkin berada di sini jika kak Arsa perduli padaku, wanita itu sudah mempengaruhinya" geram Tanti kesal.


"Kau sudah bangun cantik"suara serak nan berat itu menyapa lamunan Tanti.


"Aku mabuk berat hingga tak sadar .."


"Tak apa cantik, kau sangat hebat"lelaki itu makin merapatkan tubuhnya.

__ADS_1


"Kita bersenang-senang untuk melupakan kesedihan kan?"kerling mengoda itu diangguki oleh Tanti.Ya ia ingin melupakan rasa kesalnya..sakit hatinya pada sang kekasih.Bukan salahnya jika ia mencari setitik pelampiasan pikir wanita yang sudah kembali mengila karena sang pria yang sudah kembali beraksi.


BERSAMBUNG


__ADS_2