RETAK SERIBU

RETAK SERIBU
Bagaimana kabar anak kita?


__ADS_3

Percaya pada ibu ya nak, semua akan baik-baik saja"


"Lebih cepat lebih baik ya bu, apa lagi niat baik"ucap Johan membagongkan.


Dewita tersenyum dalam hati, ia yakin jika pemuda tampan dengan tinggi nyaris 190 cm itu mempunyai rasa istimewa pada putrinya.


Beberapa hari kemudian, di rumah Arsa yang saat ini ditempati juga oleh Tanti.Pasangan baru yang menikah sirih itu terlihat berbeda dari pasangan baru menikah umumnya. kehamilan Tanti menjadi sebab kemanjaan wanita itu semakin menjadi. Dan hal itu seperti membuat Arsa tak suka.


Rumah Arsa yang dulunya selalu bersih dan rapi mulai membuat tak nyaman yang melihatnya, karena tak ada Arin yang merawatnya, Tanti tak sudi jika ia harus membersihkan rumah kontrakan suami sirihnya.Dengan alasan kehamilannya, ia hanya makan dan tidur sepulang bekerja.


"Aku ingin makan topoki beb sepertinya nikmat sekali"titah Tanti pada sang suami, yang baru mandi sepulang dari kantor.


"Sebentar ya beb, aku masih lelah.Coba kau bantu bersihkan rumah ini dulu!, biar tak kelihatan berantakan begini"keluh Arsa melihat keadaan kamar tidur yang tak berubah semenjak pagi saat mereka berangkat ke kantor.


"Aku sedang hamil beb, tak boleh banyak melakukan pekerjaan,bahaya bagi anakmu!"protes Tanti.


Arsa melengos kesal dengan jawaban Tanti, selalu saja ada alasan jika Arsa meminta wanita itu melakukan sesuatu.


"Kalau begini terus, lebih baik kita tinggal di apartemenmu saja!"ajak Arsa sembari tersenyum atas ide yang ia pikir baik.


Tanti menolak keras, beberapa hari ini ia khawatir pada istri Arul, sugar daddynya. Ia takut istri sugar daddynya itu tahu tentang apartemen yang dibeli suaminya untuknya, mana surat pembelian apartemen itu masih atas nama Arul.


"Tidak bisa beb, aku lebih suka tinggal di rumah ini, hawanya lebih sehat buat kehamilanku!"tolak Tanti kembali.


Arsa merasa kesal dengan alasan kehamilan yang terus dilontarkan Tanti.Lelaki tampan itu akhirnya bergerak sendiri membereskan kamar tidurnya.


Tanti hanya duduk dengan pandangan asik pada ponselnya, senyum wanita yang tak cantik itu mengembang, begitu ia mendapatkan ide brilian.

__ADS_1


"Beb gimana jika aku mengajak ibu Dewita untuk tinggal bersama kita, ia bisa ikut bantu-bantu di rumah ini"


Jantung Arsa nyaris melompat mendengar ucapan Tanti.Wanita yang ia pikir sangat gila dengan idenya.


"Tidak, biar bagaimanapun ia ibunya Arin aku tak mau melibatkan beliau dalam kehidupan kita"


"Bagaimana bisa kamu bilang begitu beb!, tidak mau melibatkan beliau.Kita bahkan sudah datang padanya saat Arin menghilang, dan kita akan menjadikan ibu Dewita sebagai...hahaha!"Tanti terbahak membayangkan seperti apa nanti ia memperlakukan ibu angkatnya itu.


Arsa menatap kesal pada Tanti yang tingkahnya bagai orang gila, entah apa yang dipikirkan wanita gila itu, hingga ia terlihat begitu senang.


"Aku akan membawanya untuk tinggal disini, tapi bagaimana dengan kehamilanku ini?, ibu akan curiga jika aku dan kak Arsa sudah berselingkuh dari Arin"guman Tanti lirih.


"Makanya jangan kau bawa ibu Dewita kemari, ia bisa curiga jika tahu ditimu hamil"ucap Arsa yang ternyata mendengar gumanan Tanti.


"Beb..kita bilang saja jika kita sudah menikah sesuai keinginannya, hingga mudah bagiku menceritakan kehamilan ini"


Namun Tanti terlihat tak peduli dengan ucapan Arsa, karna wanita itu sudah mengatur siasat licik, agar Dewita bersedia tinggal bersamanya.


Jika Tanti dan Arsa sibuk berpikir perihal kehidupan rumah tangganya yang baru, berbeda dengan seorang lelaki dewasa yang beberapa bulan ini mencoba menutupi hubungannya dengan sugar babby nya.Karena ia sedang diawasi cukup ketat oleh sang istri hingga tak bisa bergerak bebas, sebenarnya ia sudah sangat rindu pada wanitanya, tapi takut jika istrinya tahu.Akhirnya ia melepaskan hasratnya pada gadis magang di kantornya, dan sialnya istrinya memergoki kelakuannya, hingga membuat heboh di kantornya.


Saat ini ia sudah menyusun rencana agar bisa bertemu dengan wanita pujaannya. Arul lelaki yang menjabat sebagai kepala divisi keuangan itu, mengatakan pada sang istri akan melakuan perjalanan dinas ke daerah.Biasanya sang istri enggan ikut jika perjalanan dinas ke daerah, ia hanya akan menemani jika perjalanan dinas itu ke luar negeri, karena ia bisa pamer pada rekan-rekan sosialitanya.


"Kenapa meski ke Balikpapan pi!"protes istri Arul ketika lelaki itu menceritakan jika ia akan melakukan perjalanan dinas esok hari.


"Mami ini lucu, perusahaan cabang bos aku di balikpapan, dan sedang bermasalah dengan laporan keuangannya, hingga papi harus segera turun menyelesaikannya!"


"Mami nggak bisa nemani kalau ke sana pi, mami bisa stres jika hanya bengong nunggu papi urusin pekerjaan di sana!" keluh wanita yang hobi foya-foya itu.

__ADS_1


"Ya sudah mami nggak usah ikut saja, lagian papi hanya beberpaa hari saja disana"hati Arul bersorak senang.


"Tapi ingat jangan macam-macam!kalau kau tak ingin dipecat dari perusahaan itu!"suara istri Arul terdengar memgancam.


"Mi pikir ulang jika hendak melaporkan papi, selain jatuh miskin, mami bisa menjadi ART jika kita jatuh miskin nanti, karena papi sudah nggak punya muka lagi untuk cari kerja jika sampai dipecat, dan terpaksa mami yang harus bekerja.Ingat usia seperti mami sudah tak menarik untuk diterima jadi karyawan!" ancam Arul balik, bukan apa ia tahu sifat istrinya yang bergaya hidup hedon.Pasti istrinya akan berpikir dua kali jika hendak melaporkan kelakuannya pada bos besarnya.


Devi, wanita yang berstatus istri Arul itu mendadak terdiam mendengar ancaman balasan dari suaminya.Ia melengos kesal menatap suaminya dan segera menjauhi sang suami.


Banyak teman-temannya yang membiarkan suaminya main gila dengan wanita lain, yang penting keuangan lancar setiap bulannya.Namun ada juga temannya yang jatuh miskin, sampai-sampai tak mampu membayar uang arisan yang jumlahnya menurut Devi tak seberapa, karena temannya itu melaporkan perbuatan suaminya ke tempat kerja, hingga suami temannya itu dipecat, dan tentu saja keadaan keuangan dalam rumah tangga terpengaruh.


"Aku tak mau keuanganku menurun, apa lagi jadi miskin.Tapi bukan berarti aku membiarkan suamiku main gila diluar sana"batin Devi kesal.


Mungkin karna pikiran wanita itu berbeda dari temannya, maka ia memilih caranya sendiri, selalu menjadi cctv untuk suami yang pandai mencari duit dan memuaskan hasratnya untuk shoping.


Keesokan harinya di kantor, Arul memanggil Tanti untuk ke ruangan kerjanya.Wanita yang bodinya semakin terlihat semok karena berbadan dua itu, tetlihat ragu.Ia takut jika istri sugar daddy nya memantau gerak-gerik Arul di kantor, siapa tahu anda orang bayaran Devi di sekitar Arul.


Tanti membuka pintu ruang kerja Arul dengan tergesa, ia takut jika ada yang melihatnya.


"Sayangku..aku merindukanmu!"Arul langsung menarik tubuh wanita yang baru masuk ke dalam ruangannya.


"Yank aku takut jika ada yang melihat kita"


"Kau tenang saja sayangku, semua aman"


"Bagaimana kabar anakku?"Arul mengelus lembut perut Tanti yang terlihat menonjol samar.Detik berikutnya lelaki itu menciumi perut Tanti dengan bangga.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2