RETAK SERIBU

RETAK SERIBU
Pernyataan Arsa


__ADS_3

Arsa meremas tangan sang istri untuk tak membelanya dihadapan Dewita, ia sadar ia lah yang salah.Namun tentu saja ia tak akan mengatakan tentang keinginan sang kekasih pada dua wanita di hadapannya.


"Aku tak mau Arin hamil anakmu beb, itu keadilan yang aku mau karena statusku jauh lebih menyedihkan dibanding Arin yang tak hamil!"syarat tegas yang diminta Tanti saat itu.


"JANGAN BUAT DIA HAMIL BEB!"tangis Tanti pecah dalam pelukan Arsa.Tangis menyayat sang kekasih membuat Arsa menyanggupi keinginan Tanti untuk tak membuat Arin hamil.


"Mas jangan pikirkan ucapan ibu, teruskan makannya"Arin mengelus lembut pundak sang suami.Ia tersenyum melihat Arsa menganggukan kepala.


Seperti permintaan mertuanya Arsa dan Arin kembali menginap malam ini, besok pagi-pagi mereka akan balik ke rumah.


Entah karena kegiatan semalam yang membuat mereka nampak sangat mesra, atau karena tak ada Tanti.Sepanjang hari ini ia selalu bersama istrinya, bahkan melakukan sesuatu bersama.Seperti panen di kebun belakang rumah Dewita yang luas dan di tanami banyak sayur dan aneka buah.


"Mas mandi lebih dulu gih"Arin menyerahkan handuk bersih pada sang suami.


"Kita mandi bersama yuk, sudah lama loh kita tidak melakukannya"ajakan Arsa membuat Arin tersipu.Dan itu membuat Arsa gemas, tanpa jawaban dari Arin, Arsa membopong tubuh semampai sang istri ke dalam kamar mandi.Seperti awal-awal pernikahan mereka sikap Arsa sangat romatis dan semua itu berubah setelah kehadiran Tanti.


Beberapa jam kemudian saat makan malam, Arsa nampak selalu tersenyum jika bersirobok mata dengan sang istri, hal itu membuat Dewita segera pamit ke kamar.Ia sadar anak dan mantunya perlu waktu berdua.


"Mas nanti ibu lihat"Arin berusaha menghindari pelukan Arsa yang mendekapnya dari belakang.


"Ibu sudah tidur dek, ayo cepat selesaikan kita ulang yang tadi di kamar mandi"


Malam itu sangat berbeda dari malam-malam sebelumnya bagi seorang Marini Zumarnis. Selama beberapa purnama biasa malam terasa sepi karena menunggu sang suami pulang kerja yang selalu lembur hingga larut malam, hingga mereka tak punya kesempatan untuk menikmati manisnya berumah tangga.


Di sebuah kamar mewah sepasang ingsan beda usia kembali mereguk nikmat dosa.


Bagi seorang wanita seperti Tanti tak ada kata lelah jika bersama sugar dady nya, lelaki royal macam Arul, tak bisa ditolak karna Arul lah yang membuat penampilannya makin berkelas.


Tanti tersenyum smirk jika mengingat dua lelaki yang mengklaim sebagai yang pertama.Tentu saja itu menguntungkan baginya.


Pagi itu ia menyerahkan diri pada Arul, kabag keuangan yang telah memenuhi janji menjadikannya karyawan tetap di perusahaan tempat ia bekerja.Dan selama ia magang lelaki itu tak henti mentrasfer dana ke rekeningnya sebagai ungkapan rasa sukanya.Tentu saja Tanti suka atas sikap royal Arul, yang bisa merubah penampilan lebih berkelas dengan barang-barang mahal.


Rasa cintanya pada Arsa membuat wanita itu ingin selalu nampak lebih di banding Arin.Dan apa yang ia upayakan secara perlahan membuahkan hasil, Arsa selalu kedapatan mencuri pandang padanya.


Dan malam itu ia membuat Arsa melupakan istrinya, Arsa mengira ia lah yang membuka segel Tanti karena masih sangat sulit ketika memasukinya dan kondisinya mirip yang bersegel.Itu disebabkan karna Tanti menolak lanjut setelah kojek Arul menyapanya sekejap pagi itu, Tanti menangis kesakitan hingga Arul menghentikan kegiatannya.


Dan Arsa lebih yakin jika ia yang pertama, karena ujung kojeknya berwarna merah ketika dilap dengan tisu.


Tanti tersenyum mengingat keberuntungannya memiliki dua pria yang sama-sama ia butuhku.

__ADS_1


Saat ini Arul telah terpuaskan oleh wanitanya, walau bukan satu-satunya wanita yang dekat dengannya, namun Tanti merupakan wanita yang lebih sering menemaninya.


Waktu sudah menunjukan pukul 6 pagi, Arin sudah siap kembali ke rumah, terpaksa ia tak ikut mobil suaminya lantaran ia datang kemarin membawa motor.


"Bu aku pulang ya, jaga kesehatan jangan lupa makan"Tanti mencium tangan ibunya, dan wanita paruh baya itu mendekap tubuh putri dengan sayang


"Kau juga jangan lupa makan sekalipun sibuk bekerja, lihat badanmu kurus begitu"Arin tersenyum dan segera meninggalakan rumah ibunya, karena ia harus pulang ke rumah dulu sebelum berangkat kerja.


Arin menuju ruanganya begitu ia sampai di tempat kerjanya.Senyum wanita cantik itu mengembang begitu melihat rekan kerjanya.


"Wah Sis nggak biasanya pagi"


"Aku aman pagi tadi Rin, anakku sabtu kemarin dibawa suami ke rumah neneknya, biasa nenek dan kakeknya rindu dan baru sore nanti pulang karena suamiku shif malam"


"Kenapa nggak ikut sekalian ke rumah mertua Sis?"


"Nggak ah..kaya nggak tahu lidah mertua seperti apa, lebih baik istirahat di rumah" kekeh Siska.


Ditempat berbeda Tanti sibuk dengan hapenya, setelah cek out dari hotel ia dan Arul langsung pulang dengan mobil masing-masing, Tanti langsung ke apartemen pagi tadi dan ia gegas bersiap ke kantornya.


"Pagi beb..?"suara lelaki di seberang telepon terdengar lembut.


"Beb jangan marah dong, nanti aku pulang ke apartemenmu ya..ada yang harus kamu denger, jadi jangan marah dulu yang sayangku"rayu Arsa pada Tanti.Ya lelaki itu Arsa ia merasa sang kekasih masih marah padanya.


"Janji ya?"suara Tanti terdengar manja.


"Iya sayangku"kekehan Arsa terasa merdu di telinga saudara angkat Arin itu.


Tanti mengakhiri panggilannya, ia berniat pulang cepat hari ini.ia merasa perlu perawatan total untuk membuat Arsa tak bisa berpaling darinya.Ia tahu pada siapa ia bisa mendapatkan izin pulang cepat.


"Ada apa sayangku?"suara lelaki di seberang telepon terdengar serak.


"Yank aku boleh izin pulang awal ya, badanku masih remuk karena semalam"


"Aahhh..iya pulanglah, nanti aku hubungi atasanmu"suara Arul terdengar berat dan terdengar aneh.


Panggilan terputus sepihak dari Arul, Tanti mengeryitkan keningnya.


"Aneh biasanya aku yang selalu memutus pembicaraan"lirih Tanti heran.

__ADS_1


Di ruangan kerjanya Arul sedang mempekerjakan seorang pegawai magang dengan cara yang tak biasa, namun tentu saja hal biasa bagi seorang Arul.


"Siapa tadi yang telpon pak aa..ahh?"


"Karyawan yang minta izin uuhh?"


Perbuatan Arul pada karyawati magang bukan sekali dua, tentu saja dengan janji membuat mereka bisa bekerja tetap di perusahaan.Dan itu tawaran mengiurkan bagi wanita yang berambisi di kota besar.


"Cepat pakai pakaianmu, dan kembali ke ruanganmu!"titah Arul setelah selesai dengan hajatnya.


"Ini ambillah!"Arul menyerahkan sepuluh lembar uang berwarna merah.


"Terimakasih pak..saya pamit"Arul hanya mengangguk dan gegas duduk di kursi kerjanya.


"Tetap Tanti yang membuatku bahagia, tapi aku harus berhati-hati, sepertinya orang rumah mulai curiga"guman Arul lirih.


Di sebuah salon kecantikan Tanti melakukan perawatan totok dan ratus V seperti biasa ia lakukan, ia ingin Arsa semakin tergila-gila padanya, karena ia tahu tak mungkin Arin akan ke tempat seperti ini untuk merawat diri.


Lebih dari 3 jam wanita itu melakukan perawatan paket lengkap, ia terlihat lebih fresh dan glowing.Senyum mengembang begitu layar hapenya menyala"Babe❤" memanggil.


"Beb kamu masih di kantor?"


"Enggak nih otw pulang"


"Ok beb..nih aku sudah di apartemen kamu, hati-hati bawa mobilnya ya beb..I love you"


"Love you too"dada Tanti terdengar bergemuruh, perasaan membungah atas ungkapan cinta dari kekasihnya.


Arsa tidur-tiduran di ranjang size queen, tempat ia mereguk surga dunia bersama Tanti.Tubuhnya mendadak tegang ketika tangan lembut dan lentik mengelus rahangnya.


"Kau sudah datang sayangku?"Arsa mendudukan diri di tengah ranjang, matanya menatap Tanti kagum.


"Kau cantik sekali sayangku, wanginya"Arsa mengedus kulit wajah Tanti yang lembut dan berakhir di benda kenyal yang selalu manis untuknya.


"Kamu luar biasa sayang, aku tak bisa jauh darimu beb...enak banget" puji Arsa yang makin membuat Tanti melambung.


"Beb kamu bilang ada yang mau kamu sampaikan tadi.Apa itu?"


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2