
Sudah seminggu ini sikap Arsa terkesan manis pada sang istri, Ia selalu mengantar dan menjemput Arin saat bekerja.Sikap manisnya membuat hari-hari Arin diselimuti kebahagia.Perubahan sikap Arsa tentu membuat Tanti sangat kesal, ia tak bisa menahan diri lagi untuk mengalah pada Arin.
"Aku mau kakak malam ini bersamaku!"suara Tanti terdengar bergetar. Jika lawan bicara wanita itu melihat raut wajah Tanti pasti tahu jika gadis itu terlihat sedang sangat marah.Tak ada lagi panggilan mesra yang terucap, perasaan Tanti benar-benar diselimuti amarah.
"Beb.. ingat kau sedang hamil, tidak baik emosian begitu!"
"Seharusnya kau yang ingat aku sedang hamil anakmu!, aku lebih butuh dirimu disisiku dari pada wanita itu!"
"Beb..aku sudah membagi waktuku untukmu, setiap pulang kerja aku sudah menemanimu!"
"Tapi kau tak pernah bermalam seperti dulu lagi, kau melupakan janjimu!"suara Tanti terdengar berteriak.
Arsa lelaki yang sedang bertelponan dengan Tanti, menarik nafas kasar.Entah pikiran apa yang membuat dirinya menjauh perlahan dari Tanti, ia tak tahu.Namun bagi Tanti perubahan sikap Arsa karena kehamilannya, walau awalnya sikap Arsa begitu peduli dan menerima kehamilannya, namun beberapa hari kemudian lelaki itu mulai menjauhinya.
"Kak jika perubahan sikapmu karena janin ini, aku akan mengugurkannya, seperti keinginannmu!"Tanti memutus panggilan sepihak.
"Beb..beb....!"wajah Arsa terlihat panik ia tak pernah berpikir untuk mengugurkan janin yang bersemayam dalam rahim kekasihnya.Tapi saat semua sudah seperti ini, ia merasakan perasaan pada istrinya kembali.Rasa cinta yang pernah begitu besar dalam hatinya pada sang istri.
"Aaarrrgģgggg!!!"Arsa berteriak melampiaskan rasa kesalnya pada sikap keras kepala Tanti.Wanita yang tak ia sadari menekan kehidupan rumah tangganya, wanita yang berusaha memalingkan perasaan cintanya dari sang istri.Arsa menjatuhkan kepalanya di kemudi mobilnya, saat ini ia sedang mendatangi nasabah yang bermasalah, namun telepon dari Tanti membuatnya terpaksa menepi.Sungguh ucapan dari wanita yang sedang hamil itu malah membuat dirinya kesal.
(Sayang aku tunggu di hotelXX -❤Arul)
Tanti membaca chat dari sugar daddynya lelaki yang nyaris tiga minggu dinas ke luar negeri.Tentu saja ditemani sang istri.Membuat Arul tak bisa bergerak bebas atas sikap istrinya yang bagai cctv.
(Yank...kau sudah datang😍 - Tanti)
(Semalam sayangku, pagi ini aku ada pertemuan dengan klien di hotelXX, aku rindu sekali padamu❤)
__ADS_1
(Aku segera datang sayangku❤)
Arul tersenyum membaca balasan dari sang kekasih, sungguh ia sangat merindukan tubuh molek Tanti, tubuh yang sudah menjadi candunya.Sikap istrinya yang saat ini seperti satpam membuat dirinya sulit bergerak.Tapi setelah kepulangan mereka kemarin malam dari luar negeri, seperti menyadarkan istrinya atas keraguan pada dirinya, karena selama tiga minggu ini ia berkamuflase menjadi suami soleh.kwkwwkww...
Mobil Tanti melesat menuju hotelXX dengan kendaraan barunya.Wanita itu terlihat sumringah atas kedatangan sang kekasih dari tugas luarnya.Arul merupakan lelaki yang sempurna baginya dalam memenuhi kebutuhan dirinya, bukan hanya lahir namun juga batinnya, sekalipun usia Arul sudah 45 tahun.
Tak butuh waktu lama mobil Tanti sudah memasuki halaman hotel, setelah menyerahkan kunci mobilnya pada petugas hotel, Tanti gegas menuju kamar yang sudah di booking sugar daddynya.
"Kau datang sayangku"Arul memeluk erat tubuh molek Tanti, begitu wanita itu baru masuk ke dalam kamar.
"Tentu sayang, aku rindu sekali"suara manja itu sangat dirindukan Arul.
Tak lama mereka sudah bergerak liar tanpa batas, melepaskan rasa rindu yang terasa membuncah.
Tanti meringis merasakan kram pada perutnya, namun ia mencoba menahan rasa nyeri dibagian perutnya.
"Sayang kau..mens?" Arul terlihat panik, melihat bercak darah dari bagian tubuh wanitanya.
"Kita ke rumah sakit ya?"Arul membantu mengenakan pakaian pada tubuh Tanti.Dan setelahnya lelaki itu mengenakan pakaiannya sendiri.
"Sayang aku tak bisa menemani di rumah sakit, kau tahu kenapa kan?"Tanti mengangguk.Sekalipun sakit pada perutnya tapi wanita itu senang, ia akan menggunakan keadaan ini untuk menekan Arsa.
"Yank rumah SakitXX saja"pinta Tanti lirih.
"Iya sayangku, apapun yang terbaik untukmu dan anak kita"ucap Arul menenangkan Tanti.
Setelah tiba di rumah sakit, Tanti langsung ditangani di UGD, Arul menunggu di depan ruangan itu, wajahnya terlihat cemas.Jujur ia senang mendengar kehamilan Tanti, ia berniat menikah siri dengan wanita yang telah memberikan kesuciannya dan selalu bersedia melayani kebutuhan batinnya.
__ADS_1
Tapi melihat darah itu, Arul tak berani berharap banyak.
Arul tersentak melihat pintu ruang UGD terbuka, seorang lelaki setengah baya dengan baju putihnya keluar dengan raut wajah sendu.
"Bagaimana dengan istri saya dok?"
"Istri anda baik-baik saja, tapi maaf kami tak bisa mempertahankan janinnya"
Tubuh Arul membeku, lelaki 45 tahun itu masih diam ketika dokter berlalu dari hadapannya.Namun ketika brankar Tanti keluar dari ruang UGD Arul sigap dan meminta pada perawat untuk menyiapkan kamar VIP untuk sang kekasih.
Tanti baru siuman ketika Arul pamit, wanita itu hanya mengangguk lemah mengiyakan saat Arul pamit pergi.
"Mbak tolong fotokan keadaan saya, untuk saya kirim pada keluarga"Tanti menyerahkan ponselnya pada perawat yang masih stay di ruangannya.
Ditempat berbeda lelaki tampan itu terlihat shock melihat foto yang dikirim ke ponselnya.Lelaki itu gegas menuju alamat yang yang dishare di chat pesan ponselnya.Perlu waktu satu jam untuk sampai di alamat rumah sakitXX, Arsa melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.Pikiran lelaki itu terlihat kalut, bagaimana bisa semua itu terjadi, apakah Tanti sengaja melakukannya atau ia mendadak sakit karena telepon mereka saat itu.
Setelah melewati banyak kendala di jalan, Arsa gegas memarkirkan mobilnya di halaman rumah sakitXX begitu mobilnya memasuki halaman rumah sakit tersebut.
Arsa berjalan dengan langkah panjang, pikirannya saat ini hanya terfocus pada Tanti, sampai ia menuju ruang kamar ViP Anggrek 201 tanpa memperhatikan sekitarnya.
"Beb...!"suara manja dengan isak tangis menyambut kedatangan Arsa, lelaki itu langsung memberikan pelukan pada kekasihnya.Tangan Arsa mengelus-elus lembut punggung Tanti, seperti memberi kekuatan atau ungkapan rasa sayang?
"Anak kita...anak kita tak bisa bertahan"suara tangis Tanti membuat Arsa membeku.Melihat reaksi Arsa yang hanya diam, wanita itu mencoba menekan perasaan Arsa.
"Setelah kita bertelponan hatiku sangat sakit dan perutku tiba-tiba terasa kram, hingga aku tak sadarkan diri..dan dibawa ke rumah sakit ini beb"
"DEG!"
__ADS_1
Tetes airmata tak dapat ditahan, tangan lembut itu membekap mulutnya agar isakannya tak terdengar.
BERSAMBUNG