RETAK SERIBU

RETAK SERIBU
NYARIS


__ADS_3

Satu jam kemudian Tanti dan Arsa sudah berada di dalam mobilnya, mobil baru milik Tanti dari Arul.Sepanjang keluar dari rumah sakit sikap Tanti terlihat manja pada sang kekasih.Jari tangan keduanya begitu erat saling bertaut.


"Kita libur saja untuk hari ini, toh tadi pagi kita sudah sama-sama izin"guman Arsa lirih.Tanti mengiyakan ucapan Arsa dan kembali menyandarkan kepalanya di lengan sang kekasih.


"Beb kau bahagia dengan kehamilanku?"


"Tentu saja sayang, kenapa kau bicara begitu?"Tanti mengelus perutnya yang masih rata, dan Arsa melihat hal itu.


"Beb mari kita menikah, aku tak mau anak kita lahir dalam keadaan kita seperti ini!"


"DEG!!"


Arsa tersentak mendengar permintaan Tanti.MENIKAH?dari awal berhubungan ia tak pernah berpikir untuk menikah kembali, hubungan apa yang ia jalani dengan Tanti ia ingin jalani dengan hati.Benarkan dengan hati?apa bukan karena naf su semata.


Tanti gusar akan diamnya sang kekasih. Mengapa mendengar ucapannya membuat Arsa seperti berpikir.


"Apa yang ia pikirkan?kenapa ia terlihat tak suka?"guman Tanti membatin.


"Lupakan saja apa yang aku ucapkan barusan beb?"suara Tanti terdengar bergetar.


Arsa hanya menengok sekilas dan mengangguk pelan, kemudian kemvali focus pada jalan.Tak lama mereka tiba di apartemen, tak ada pembicaraan setelah permintaan Tanti di mobil tadi.


"Beb aku balik ke rumah sore ini, jika ada apa-apa hubungi aku?"


Dada Tanti bergemuruh mendengar ucapan Arsa, apakah ini karna permintaannya di mobil tadi?.

__ADS_1


"Iya"lirih Tanti seraya naik ke ranjang. Hatinya sakit karena respon sang kekasih.Sungguh ia tak ingin kehilangan Arsa, bukan karena kehamilannya, ia bahkan tak peduli akan kehamilannya.ia hanya peduli akan perasaannya untuk mendapatkan Arsa seutuhnya, dan segera menyingkirkan Arin.


Tanti tercenung srndiri di ruangan kamar tidurnya.Ia harus mendapatkan Arsa dan menyingkirkan Arin secepatnya.Tapi bagaimana dengan Arul?.Bahkan ia tak tahu anak siapa yang sedang ia kandung.Apa reaksi Arul jika mengetahui dirinya hamil.


"Ia tak boleh tahu dulu tentang kehamilanku, aku bersyukur saat ini ia sedang dinas ke luar negeri "batinnya terasa lega.


Bagi Tanti Arul adalah sumber keuangannya, ia akan berusaha agar Arsa tak mengetahui hubungannya dengan Arul.


Sepulangnya dari apartemen Tanti, Arsa tak langsung pulang ke rumah.Lelaki itu mampir ke rumah makan yang menjadi favorit sang istri.Entah kenapa tiba-tiba ia ingat Arin.Wanita yang telah ia nikahi bahkan belum setahun.Wanita yang selalu tenang dan penurut.


Arsa tersenyum ketika seorang pelayan memberikan pesananya.dengan langkah ringan ia gegas menuju parkiran dimana mobilnya berada.Mobil yang baru beberapa hari lalu keluar dari bengkel.


Beberapa puluh menit berlalu, mobil Arsa memasuki halaman tempat tinggalnya.Arin belum lagi pulang, setelah meletakan bawaannya di atas meja makan Arsa menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


Arin tersenyum melihat bungkus makanan kesukaannya di atas meja makan, ia hapal aroma wangi khas ikan bakar kesukaanya.


"Mas.."Arin tersentak ketika Arsa mendekapnya dari belakang suaminya itu bahkan hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian bawah pusatnya saja.


"Diamlah sebentar dek?"Arsa mengendus ceruk leher sang istri dengan lembut.Tubuh Arin terasa bergetar dan jangan lupa dadanya yang bergemuruh bagai suara guntur.


"Mas aku bau ini, biar aku mandi dulu ya"lirih Arin dengan suara bergetar.Arsa tak menyahut ia semakin hanyut dengan aroma tubuh istrinya yang menenangkan perasaannya.


Arin akhirnya hanyut dan pasrah atas perlakuan sang suami, ketika suaminya membuatnya polos tanpa sehelai benangpun, dan mengendongnya ke arah peraduan mereka, yang sudah beberapa bulan tak ada kehangatan.


Arin tersenyum melihat wajah polos sang suami yang sudah mendengkur lembut.Arin turun perlahan dari ranjang dan gegas menuju kamar mandi.Hati wanita cantik itu membungah penuh.Kebutuhan batin yang ia damba dari sang suami hari ini ia reguk kembali.Ia berpikir umtuk meneruskannya malam nanti.

__ADS_1


Dua jam kemudian mereka menikmati makan malam yang Arsa beli sore tadi di rumah makan favorit sang istri, mereka nampak mesra.Selesai acara makan arin membereskan dapur.


Wanita cantik itu sudah tak peduli rasa malu, malam ini ia akan membuat suaminya tak bisa menghindari dirinya.Selesai sholat isya Arin sudah bersiap dengan lingerie yang sexy, yang membetuk body indahnya yang selama ini selalu ia tutupi.Tak masalah tampil seronok di depan suami kan?.kwwkww


"Mas masih sibuk?"suara lembut sang istri membuat lelaki tampan itu mengalihkan tatapannya dari laptopnya.


Arsa merasakan tersedak salivanya sendiri, tampilan wanita di ambang pintu sungguh mengoda indera penglihatannya.


Dengan langkah pelan Arsa mendekat ke arah wanita cantik dengan body mengoda di hadapannya.


"Kau cantik sekali sayang"ucapan itu bagai kembang api yang melesat indah di udara.Andai setiap manusia yang bahagia bisa bebas berekspresi, tubuh Arin pasti sudah melayang bebas di udara.


"Kita tidur yuk"suara Arin terdengar berguman.jangan tanya wajah wanita cantik itu yang sudah merona karena ucapannya yang menurutnya menjijikan. Tapi demi rumah tangganya kali ini ia akan meminta dengan cara yang tak pernah ia pikirkan.


Arsa mengangguk patuh dengan tangan yang reflek mengangkat tubuh sang istri.Bibir Arsa tak menunggu waktu untuk mendarat lembut di bibir sang istri.Malam itu menjadi malam yang panjang seperti awal kebersamaan mereka setelah sah yang tentu saja sangat membahagiakan.


Hari menjelang subuh wanita hamil itu sudah tiga kali bolak-balik dari kamar mandi ke ranjangnya, tubuhnya terasa lemah, ia bergerak pelan menuju nakas dan meraih ponselnya.Ia mengecek chat yang ia kirimkan semalam pada sang kekasih yang belum juga diread.


"Tak biasanya Arsa mematikan ponselnya jika di rumah, ada apa ini?apa ia tak suka atas permintaanku kemarin?jika ia tak suka seharusnya ia bicara?aku bahkan rela kehilangan janin ini dari pada harus kehilangan dirinya"kesal Tanti sembari menghempaskan ponselnya di ranjang.


Mentari menerobos lewat cela kisi-kisi udara di kamar yang semalam penuh aura percintaan, dua insan itu masih enggan untuk mengurai pelukan hangat pada tubuh masing-masing.Hari sabtu begini mereka sama-sama tak berangkat bekerja.


Menit berikutnya sepasang mata mengerjap menyadari hari yang sudah beranjak pagi.Dengan gegas Arin menuju kamar mandi melakukan mandi junub dan beberapa menit kemudian wanita cantik itu sudah duduk di atas sajadahnya.


Arin kembali menggunakan lingerie sexynya dan naik ke ranjang lalu masuk dalam selimut bersama suaminya.

__ADS_1


"Beb kau wangi sekali?"mata Arsa membuka perlahan, ia tersentak sendiri atas ucapannya.


BERSAMBUNG


__ADS_2