RETAK SERIBU

RETAK SERIBU
Retak#3


__ADS_3

Hati wanita cantik itu menjerit sakit, ia tak pernah menyangka,sikap suaminya akan seperti ini,tak lebih bagai binatang.


Arin terisak di sudut ranjang, dengan tubuh remuk.Tangan wanita cantik itu terikat kencang.Arsa melakukan pelecehan pada dirinya.Ini sudah seperti KDRT berat.


Arin berusaha mengerakkan tangannya yang terikat kuat di besi yang merupakan bagian dari kepala ranjang.Namun ia hanya bisa meringis sakit, pergelangan tangannya terlihat memerah.Sulit untuk bebas bergerak, wanita cantik itu berusaha menarik selimut dengan kakinya namun terasa sulit.Ia jijik melihat tubuhnya yang tak berbusana dengan keadaan yang mengenaskan.


Sungguh ia tak menyangka akan mendapat perlakuan seperti ini dari sang suami, lelaki yang ia cintai dengan tulus.Tapi sekarang rasa cinta itu berubah menjadi rasa jijik dan muak.


Arsa masih terlelap setelah memberikan pelajaran pada sang istri, yang ia pikir Arin selalu membangkang padanya.Entah setan apa yang merajai dirinya untuk berbuat hal sekejam itu pada istrinya.


Ia merobek pakaian sang istri , dan menghempaskan tubuhnya ke ranjang, karena Arin terus berontak ia menampar wajah istrinya dan mengikat tangannya di besi yang merupakan bagian dari kepala ranjang.Arsa sudah kalap dan dikuasai amarah, ia tak peduli istrinya menjerit kesakitan karena perlakuan bejatnya.


Hari menjelang sore, mata lelaki yang masih berstatus suami Arin itu mengerjap, ia tersentak dan segera duduk di tengah ranjang, tubuhnya masih polos.Arsa menoleh ke arah sang istri yang terlihat kelelahan di sudut ranjang dengan tangan terikat.Hatinya mendadak ngilu.Ia mengutuk dirinya yang bisa menyakiti wanita yang ia nikahi dengan rasa cinta.


"Maafkan mas dek"lirih Arsa sembari menyelimuti tubuh polos sang istri yang penuh dengan tanda kebejatannya.


Lelaki itu membuka ikatan di tangan sang istri, setelahnya ia mengelus pipi Arin dengan lembut.Arin hanya diam atas sikap suaminya.Ia tetap memejamkan mata karena enggan melihat lelaki yang sudah merendahkan harga dirinya.


"Maafkan mas...mas bertanggung jawab atas dirinya, karena mas lelaki pertama untuknya, dia tak meminta mas menikahinya karena dirimu, ia rela hanya menjadi kekasih mas"suara lirih itu bagai sembilu di hati Arin.Wanita itu tidak lagi menangis seperti janjinya, tapi kepalan tangannya menandakan ia tersakiti, SANGAT.


"Mas janji tak akan menceraikanmu, kamu tetap istri mas yang sah!"Arin tetap bergeming dengan sikapnya, tapi...

__ADS_1


"Aku tak sudi menjadi istrimu"batin Arin menjerit.


"Izinkan mas menikahi nya secara sirih, hanya pernikahan sirih.."suara Arsa terdengar memohon.


"Lakukan apa pun yang kau mau!"suara pelan itu terucap dengan lantang dengan mata yang masih terpejam.Arsa mengangguk pelan atas ucapan sang istri.


Arsa beranjak dari ranjang dan masuk ke kamar mandi, tapi lelaki itu mengunci pintu kamar terlebih dahulu dan menyimpan kuncinya di saku celananya.


"Kalian zolim..aku tak peduli kau mau apa dengannya mas, jangankan menikah sirih secara sah pun aku tak lagi peduli, tapi satu aku tak sudi menjadi istrimu lagi!"lirih Arin setelah sang suami masuk ke kamar mandi.


Sejak saat itu Arin di kurung di dalam kamar, Arsa akan mengunci kamar saat berangkat bekerja, dan meninggalkan sang istri dalam keadaan terikat tangan dan mulutnya, sungguh miris nasib Arin saat ini.


Wanita cantik itu terlihat makin kurus, bukan karena Arsa tak memberinya makan tapi karena Arin tak mau menyentuh makanan yang disiapkan sang suami.


"Makanlah!jangan bersikap seperti ini, kau sendiri yang rugi jika tak makan!"kesal Arsa sembari menyuapi Arin dengan paksa.


Tak ada airmata yang keluar dari sudut matanya, tak ada rintihan rasa sakit atas kezaliman sang suami padanya, Hati wanita cantik itu sudah membeku.tapi apa yang diucapkan Arsa benar.Jika ia tak mau makan ia lah yang akan rugi, ia tak akan punya tenaga untuk keluar dari tempat terkutuk ini.


Arin akhirnya menyelesaikan makannya dengan disuapi lelaki yang masih berstatus sebagai suaminya, tentu saja karrna tangan Arin masih diikat, jika tidak wanita itu tak sudi disuapi lelaki yang sudah menoreh luka di hatinya.


"Aku harus kuat, tak perduli seperti apa caraku makan, aku harus punya tenaga untuk bisa keluar dari neraka ini"tekad Arin dalam hati.

__ADS_1


Waktu terus bergulir tanpa terasa sudah nyaris sebulan Arin disekap suaminya sendiri di dalam kamar, wanita cantik itu harus bisa menarik hati sang suami, Agar Arsa bersedia membuka ikatan di tangan dan mulutnya.Wanita cantik itu mendapatkan ide untuk mengelabuhi sang suami.


Ditempat berbeda sepasang kekasih menikmati dosa ternikmat, Tanti yang sudah sehat setelah keguguran lebih sebulan pasca pulang dari rumah sakit saat abortus.


Arsa tak lagi menjamah istrinya sejak ia melakukan pelecehan waktu itu, entahlah seperti ada perasaan yang entah apa, ia seakan malu sendiri meminta haknya pada istri yang sudah sangat tersakiti karena dirinya.


Setelah 1 jam mereguk dosa yang melenakan, pasangan lucnut itu saling bercengkramah.


"Beb kapan kita menikah?"


"Lusa ..Arin telah menyetujui pernikahan kita"Tanti mengerjapkan matanya tak percaya.namun sang kekasih menyakinkannya.


"Sungguh....kau tak percaya?"Tanti mengangguk lemah.


"Kita akan menikah di rumahmu kan beb, dan Arin menjadi saksi pernikahan kita"


"Ya kita akan menikah di rumahku, tapi Arin mungkin tidak menjadi saksi..ia masih sakit dan biarlah ia di dalam kamar"Tanti terseyum licik.Ia akan membuat Arsa menjadi miliknya seorang.


"Baiklah cintaku..aku menurut saja apa titahmu, kau calon rajaku..dan hamba akan melakukan apa pun untuk menyenangkan paduka"suara merayu dan terkesan genit itu membuat mereka terkekeh bersama.Arsa menarik tubuh polos Tanti dalam erat pelukannya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2