RETAK SERIBU

RETAK SERIBU
Rencana Tanti


__ADS_3

Di rumah yang berbeda, Arin merasa resah.Beberapa hari ini ia nampak gelisah karena kepikiran ibunya.Ingin ia menghubungi sang ibu, namun ia sudah diwanti-wanti untuk tak melakukan hal itu, demi keselamatan ibunya.


Ingin menghubungi Johan ia malas, ia tak suka hidupnya diatur oleh lelaki itu, siapa Jo dalam hidupnya, bagi Arin ia hanya seorang yang bersikap baik padanya, karena mereka tetanggaan, ia tak pernah menganggap lebih karena ia masih seorang istri dari Arsa.Sikap manis yang Johan nampakkan baginya hanya satu kebaikan dari pria jangkung itu.Apa lagi Johan tak pernah menyatakan perasaannya pada wanita cantik itu, dan Arin bukan wanita yang baperan atas sikap manis lawan jenisnya, kecuali sikap manis suaminya dulu, yang perlahan meluntur.


Hari berganti hari dan tak ada yang berubah dari semua yang terjadi, kecuali seorang wanita yang semalam mendapat kabar dari orang kepercayaannya, jika sang suami memiliki wanita lain dan mereka sering bertemu di rumah mewah yang dibeli sang suami untuk gundiknya itu.


Wanita itu terlihat mengepalkan tangannya, mendengar kabar yang membuat hatinya bergejolak penuh amarah.


"Kita lihat seberapa hebatnya kamu menyimpan semua ini dariku, pa!"wanita paruh baya itu mengeraskan rahangnya, kebiasanya yang suka melabrak para selir sang suami.Membuatnya kembali gatal melakukan aksinya.


Di tempat berbeda Tanti mulai melakukan aksinya, untuk bisa pergi meninggalkan Arsa.Cara yang ia lakukan cukup ektrim, namun ia yakin Arsa tak akan bisa mencarinya jika lelaki itu dibuatnya hancur lebih dulu.


Selama ini ia sudah mengalah atas sikap Arsa padanya.Apa lagi akhir-akhir ini lelaki itu lebih sering membela ibu angkatnya dari pada dirinya, dan kerap bermain kasar padanya disaat bercinta.Arsa bahkan tak perduli dengan dirinya yang berbadan dua, hingga ia sering merasakan nyeri di bagian bawa pusatnya.


Hari masih belum pagi, Tanti sudah berpakaian rapi, ia sudah duduk di belakang kemudi mobil pribadinya, matanya melirik sekilas lewat spion di hadapannya.ia tersenyum melihat kopernya dan tas miliknya, yang sudah rapi di kursi belakang.Sebelum melaju wanita itu mengirim pesan lewat chat pada seseorang, bahwa ia akan menuju rumah baru mereka.Arsa yang masih terlelap tak menyadari kepergian sang istri.


Suasana sepi di rumah itu dimanfaatkan oleh Dewita untuk melakukan aksinya.


Wanita paruh baya itu perlahan masuk ke kamar Arsa, ia berjingkat pelan ketika melihat Arsa yang masih terlelap dalam tidurnya, ia tahu kebiasaan Arsa sebelumnya, yang bangun tak pernah dini.


Perlahan Dewita membuka lemari, ia mencari ponselnya yang disembunyikan Tanti, namun setelah mencari beberapa menit ia tak menemukan benda itu.Sesaat mata Dewita menatap ponsel Arsa di atas nakas, senyum wanita itu langsung mengembang.


Dewita gegas ke luar kamar, begitu ponsel Arsa sudah di tangannya.Wanita paruh baya itu membuka ponsel yang kebetulan tak menggunakan sandi pengaman.


Jari Dewita menekan tombol aplikasi sosmed berwarna hijau, setelahnya ia mencari nama yang dituju.Dewita tersenyum smirk begitu menemukan apa yang ia cari, ia screenshot chat yang ia pikir bisa menjadi bukti untuk persidangan sang putri, begitu juga foto pernikahan Arsa dan Tanti.

__ADS_1


Wanita itu gegas mengirim apa yang ia dapat ke nomor ponsel miliknya, karena ia tak hafal nomor sang putri dan Johan.Ia hanya mengingat nomornya sendiri.Ia yakin Tanti tak mungkin membawa ponselnya kemana-mana, pasti anak angkatnya itu menyimpannya disuatu tempat.


Setelah ia mendapatkan apa yang ia perlukan, Dewita menghapus jejak dengan menghapus chat yang ia kirim ke ponselnya.Ia tersenyum begitu selesai melakukan aksinya.Namun senyumnya seketika memudar begitu ia melihat wajah menakutkan putri angkatnya.


"Apa yang membuatmu berani melakukan hal ini bu?"suara Tanti terdengar menakutkan dengan seringai jahatnya.


"BEEEB KEMARI!!!"


Suara teriakan yang cukup keras itu bukan hanya membuat Arsa terbangun, namun membuat tubuh Dewita bergetar ketakutan.


"Kenapa kau berteriak, ini bukan hutan!"suara Arsa meninggi di depan istri sirihnya.


"Lihat kelakuan mertua kesayanganmu!"


"Kenapa kau selalu bermasalah dengan ibu, kau sudah aku...!"


Arsa menatap Dewita dengan tatapan aneh, ia melihat tangan wanita paruh baya itu bergetar dengan menggenggam ponsel miliknya.


"Apa yang ibu lakukan?"suara Arsa terdengar lirih, ia menerima ponselnya dari uluran tangan Dewita yang bergetar.


"Aaa akku inngin pinjam, ya pinjam karna ingin menelpon seseorang"


"BOHONG, kau mencari sesuatu dari ponsel suamiku, siapa yang ingin kau kirimi foto dan chat ini?"


Mata Arsa terbelalak melihat apa yang dikirim Dewita dari ponselnya.

__ADS_1


"Apa maksud ibu, untuk apa semua itu?"


"Kau terlalu lugu beb, hingga tak bisa membedakan antara ular dan ulat"kekeh Tanti menertawakan Arsa, Arsa mengepalkan tangannya dengan raut wajah terlihat kesal.


"Aku sudah mengingatkan dirimu beb, tapi kau bahkan selalu menyalahkan aku!"


"Lakukan sesuatu padanya agar jera, gantung di kamar mandi, ada tali di balik pintu!"kompor Tanti seraya tersenyum licik.


Arsa meradang mendengar ucapan istrinya,.Apa yang dikatakan Tanti benar, selama ini ia tak pernah percaya atas kecurigaan istri sirihnya itu pada mertuanya.


Tanti menarik paksa Dewita menuju kamar mandi, Dewita meratap memohon ampun, namun setan telah menguasai emosi Tanti.


"Cepat gantung beb, biar kapok dan tak menggulanginya lagi!"hasut Tanti.


Arsa yang termakan hasutan Tanti, membuat tali gantungan di atas palang kamar mandi yang tak berplafon, ia menarik wanita itu untuk naik ke atas kursi yang sudah disiapkan.


Diam-diam Tanti mengaktipkan video di ponselnya, ia tersenyum licik melihat semua itu.Tentu saja aksinya itu tak diketahui Arsa.Setelahnya ia mengajak sang suami untuk bersiap ke kantor.


"Selamat datang di rumah barumu beb, pondok indah atau hotel rodeo"guman Tanti dalam hati.


Tanti mengelus dadanya pelan, ia akan melakukan rencananya sekarang, di hati wanita itu rasa yang pernah Dewita beri tertutupi dengan perasaan dengki.


Tanti berpikir untung tadi Arul tak bisa datang ke rumah mereka, karena istrinya sedang mengawasi gerak-geriknya.Hingga ia bisa menangkap basah aksi ibu angkatnya yang sudah ia perhitungkan sebelumnya.Kalau sudah begini ia merasa dimudahkan, karena Arsa yang akan mendapat ganjaran atas aksi ektrimnya.


Beberapa belas menit kemudian, Arsa sudah rapi dengan pakaian kerjanya, begitu juga Tanti.Mereka bersiap berangkat kerja dengan kendaraan masing-masing.Tanti mengamut lengan sang suami dengan mesra, senyum licik terselip di sudut bibirnya.

__ADS_1


"Aku menengok ibu dulu"Arsa melepaskan tangan sang istri yang mengamit lengannya dengan mesra.


BERSAMBUNG😊


__ADS_2