RETAK SERIBU

RETAK SERIBU
Perselisihan


__ADS_3

Tanti membuka pintu ruang kerja Arul dengan tergesa, ia takut jika ada yang melihatnya.


"Sayangku..aku merindukanmu!"Arul langsung menarik tubuh wanita yang baru masuk ke dalam ruanganya.


"Yank aku takut jika ada yang melihat kita"


"Kau tenang saja sayangku, semua aman"


"Bagaimana kabar anakku?"Arul mengelus lembut perut Tanti yang terlihat menonjol samar.Detik berikutnya lelaki itu menciumi perut Tanti dengan bangga.


"Dia sehat saja yang, ada apa?"Tanti menatap lelaki yang sudah ia anggap sebagai suaminya itu, lelaki yang membuatnya menjadi wanita untuk pertama kalinya.Dan tentu saja lelaki yang telah membuatnya menjadi wanita yang dulunya sederhana menjadi wanita berkelas.


"Kau tak merindukan aku?"Arul menatap dalam mata wanitanya.


"Tentu saja aku merindukanmu yank, tapi kau tau seperti apa kelakuan istri barbarmu itu, aku tak mau terjadi sesuatu pada bayi kita"elak Tanti yang dibalas anggukan oleh Arul.


Lelaki yang saat ini berusia mendekati 46 tahun itu mendekap erat tubuh wanita yang sudah lebih sebulan tidak ia bertemui. tentu saja karna ia tak mau Devi sang istri mengetahui hubungannya dengan Tanti.Ia tak mau Devi menyakiti Tanti terlebih wanitanya sedang hamil muda.


Arul begitu bangga ketika mengetahui wanitanya yang usianya masih sangat muda, yang selisih usia dengannya lebih dari 20 tahun, bisa ia buat hamil.Ia meminta Tanti menjaga kandungannya dengan baik karena ia berharap memiliki anak lelaki dari sugar baby nya itu.


Tentu saja sikap Arul yang antusias akan kehamilannya sangat menguntungkan Tanti, ia bukan hanya bisa memeras lebih banyak pundi-pundi rupiah dari Arul, tapi bisa memaksa Arsa untuk segera menikahinya.Dan terbukti sudah Arsa menikahinya walau sementara ini hanya menikah sirih.


"Ya siapkan dirimu!esok kita berlibur"Tanti menatap Arul tak percaya.Lelaki nyaris paruh baya itu mengangguk mantap..


"Seriuslah..mas ingin selama kehamilanmu ini, sayangku harus selalu bahagia..jangan berpikir yang berat dan tidak boleh capek"Arul mengelus lembut perut Tanti.


"Kita kemana yang?"


"Terserah sayangku saja, tapi seputar dalam negeri saja ya"


"Bali yang, gimana?"

__ADS_1


"Boleh!"


Tanti tertawa senang atas perhatian Arul, biar bagaimana pun Arul tetap yang utama di hati Tanti.Selain memberikan banyak materi untuknya, lelaki itu tahu bagaimana membahagiakan pasangannya.


"Terimakasih sayangku"Tanti memberi kecupan singkat pada pipi Arul, namun lelaki itu terlihat kurang puas.


"Eee..jangan yank ada cctv, aku janji akan melunasi waktu yang terlewat sayangku" elak Tanti terlihat takut.


"Cctv?diruang ini tidak ada cctv sayang"Arul agak kesal dengan sikap wanitanya.


"Cctv berjalan yank, istri barbarmu itu!" sungut Tanti kesal, yang membuat Arul sontak terkekeh.


"Kenapa sih yank, istri begitu nggak diceraikan saja!"Tanti menatap Arul intens.


"Dia akan buat masalah jika aku menceraikannya"Arul mendudukan bokongnya di kursi kerjanya, Dan menarik lembut tubuh Tanti ke hadapannya.Hingga lelaki itu dengan leluas menciumi perut Tanti dengan sayang.


"Mas takut dengan wanita itu?"


"Bukan takut, hanya tak mau ribut saja" lirih Arul sembari tangannya memeluk erat pinggang Tanti yang mulai melebar.


"Jangan cemburu sayangku, gadis itu hanya selingan saja.Tetap sayangku yang utama"aku Arul serius.


"Tapi mas akan ceraikan dia, jika sayangku bersedia mas nikahi!"


"DEG!"


Tanti tersedak salivanya, matilah kau jika Arul tahu pernikahan sirihmu dengan Arsa.Mata Tanti berputar bingung mendengar ucapan Arul.


"Kenapa sayang?kau masih menolak mas nikahi, sedang bayi kita akan memerlukan pengakuan secara hukum!"tegas Arul namun dengan suara masih terdengar lembut.


"Iya..ya tapi beri saya waktu mas"elak Tanti terlihat gamang.

__ADS_1


Pernikahan sah itu yang Tanti harapkan, tapi bukan dari Arul.Tanti berharap Arsa yang melakukannya, tapi lelaki itu seperti tak punya nyali untuk menikahinya secara hukum.Tapi jika ia menikah dengan Arsa, semua sikap royal Arul akan musnah padanya.


Tanti menggeleng mengingat semua itu, ia tak sanggup jika harus hidup susah, selama ini saja Arsa tak pernah memberikan materi, bahkan malah sebaliknya, Arsa ikut menikmati materi pemberian Arul.Tanti dilema ia bingung untuk menerima tawaran Arul, sedang ia sudah menikah dengan Arsa.


"Jangan dipikirkan jika sayangku belum bisa, santai saja!masih banyak waktu sayang"Kembali Arul menyerang Tanti dengan ciuman lembut yang melenakan.


"Sudah yank!, aku harus segera keluar dari sini, jangan sampai cctv istrimu memergoki kita!".


"Besok kita sama-sama kan berangkatnya?".


Arul mengangguk ia sudah menyusun rencana untuk keberangkatannya, agar sang istri tidak curiga.


Disisi lain Arin yang berniat menanyakan kabar tentang pekerjaannya di rumah sakit, justru sedang adu argumen dengan Johan.Lelaki itu melarang Arin menghubungi rumah sakit, karena ia yang akan mencari tahu status pekerjaan Arin di rumah sakit itu.


"Biar aku cari tahu dulu, aku yakin suamimu itu sudah mengatur rapi semuanya"terang Johan.


Arin hanya diam, karena ia sudah lelah berdebat dengan lelaki jangkung di hadapannya.Terserah dah ia hanya ikut maunya Johan saja.Sebenarnya apa yang dilakukan Johan benar, ia tak mau Arin gegabah dalam bertindak, menurut Jo jika pihak rumah sakit tak menghubungi atau tak mencari karyawannya yang tak bekerja selama beberapa minggu, pastinya ada sesuatu.Ya Jo percaya jika itu petbuatan Arsa atau Tanti.


"Biarlah aku cari tahu dulu, setelahnya itu menjadi urusanmu".terang Johan sembari menatap Arin intens.Arin hanya menunduk setelah matanya sempat bersirobok dengan mata elang Johan.


Saat ini mereka sedang berdua di ruang tengah setelah santap malam, setelah Johan pulang kerja sore tadi.Sedangkan Bu Dewita sudah balik ke rumahnya kemarin sore.


Wanita paruh baya itu meminta Johan menjaga Arin, dan menyerahkan semua urusan perceraian sesuai kemauan Johan.Tentu saja lewat pengacara yang sudah Johan tawarkan.


Dewita mengikuti rencana yang sudah mereka bicarakan bertiga, dan saat ini mereka tinggal menunggu pergerakan Arsa dan Tanti saja.


Keesokan harinya di kamar pasangan sirih, siapa lagi jika bukan Arsa dan Tanti, terlihat mereka berdua sedang bersitegang.Tampang Arsa terlihat kesal sekali, sedang Tanti terlihat tak acuh.


"Pikirkan kehamilanmu!"ketus Arsa sembari menyugar kasar rambutnya.


"Tenang saja beb, baby sehat dan lagi aku hanya beberapa hari disana, aku harus ambil tugas ini demi karier aku!"

__ADS_1


Arsa membuang wajahnya ke arah lain, ia malas bersitatap dengan Tanti.Entah akhir-akhir ini ia merasa kesal pada wanita yang sudah ia nikahi secara sirih dihadapan istri sahnya.


BERSAMBUNG


__ADS_2