Rindu Tapi Benci

Rindu Tapi Benci
Bab 12 Apartemen Baru


__ADS_3

Lindsay tengah duduk berpikir di balkon apartemen baru Alea. Ia tengah memantapkan hatinya untuk ikut bersama Alea. Ia tak ingin jauh dari sahabatnya itu. Ia telah merasa nyaman berada dekat dengan Alea. Apalagi kedua orangtua Alea yang begitu hangat memperlakukannya seperti anak sendiri. Meski ia juga harus mengorbankan kuliahnya, tak apa jika ia akan mengulang kuliah lagi di tempat yang baru, ia juga belum tahu kemana Alea dan keluarganya akan pindah. Saat ini ia juga sedang memikirkan sang daddy, walaupun sebenarnya ia juga tak ingin jauh dari ayahnya itu. Apalagi yang ia miliki hanya sang ayah saja.


''Apa yang sedang kau pikirkan, Say?'' Pertanyaan Alea mengagetkan Lindsay. Entah kapan sahabatnya itu sudah berada di sampingnya, ia sama sekali tak menyadarinya.


''Oh, ya ampun Lea, kau mengagetkanku saja.


Mm, itu... boleh aku ikut denganmu? Aku tak ingin menjauh darimu.'' Aku akan membantu dan menjaga bayi kita. Entahlah aku tak ingin pisah denganmu,'' mohon Lindsay.


Alea terkejut sekaligus terharu terhadap permintaan sahabatnya itu.'' Aku ingin sekali kau ikut denganku karena aku juga tak ingin pisah darimu, kau itu seperti sahabat rasa saudara bagiku. Tapi aku tak ingin egois dengan mengorbankan kuliahmu juga hubunganmu dan daddymu. Lagipula aku yakin daddymu tak akan mau jauh darimu.''


''Kalau kau izinkan aku pergi bersamamu, aku akan bicara pada daddyku. Aku akan membujuknya. Aku tak apa kalau harus mengulang kuliah bersamamu yang penting kita terus bersama.''


''Kami tak akan keberatan jika kau mau ikut, Say. Tapi selesaikan dahulu apa yang harus kau selesaikan terutama izin dari daddymu. Kami rasa Alea butuh seseorang yang dapat memahami dirinya sepertimu untuk melangkah ke depan. Kau bisa melanjutkan kuliahmu di tempat yang baru,'' sambung mommy Christine yang tadi tidak sengaja mencuri dengar pembicaraan Alea dan Lindsay saat hendak mencari Alea untuk memberikan buah yang sudah ia potong.


Alea dan Lindsay menoleh ke arah mommy Christine.


Lindsay begitu antusias mendengar ucapan mommy Christine. Ia tersenyum senang karena mendapat lampu hijau dari orangtua Alea.


''Terimakasih aunty.''


''Sama-sama sayang. Mommy yang seharusnya berterima kasih padamu karena sudah begitu baik pada Alea. Mulai sekarang kau harus memanggilku dengan sebutan mommy seperti Alea.''


''Benarkah? Boleh aku memanggil aunty dengan sebutan mommy?'' Lindsay tersenyum bahagia, matanya berkaca-kaca. Ia segera berhamburan memeluk mommy Christine saat sang mommy mengangguk dan merentangkan tangannya meminta pelukan darinya.


Sementara Alea begitu terharu melihat momen sang mommy dan sahabatnya itu. Ia tahu Lindsay sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu meskipun ia memiliki mommy tiri tapi mereka sangat tidak akrab.


''Sekali lagi terimakasih mom, kau sangat baik padaku.''


''Sama-sama sayang,'' balas mommy Christine sambil melepas pelukannya.


''Kau dan Lindsay jangan lupa makan buahnya, sayang. Mommy akan kembali menemani daddy di luar. Sedikit lagi kedua adikmu tiba,'' ucap mommy Christine yang diangguki keduanya lalu melangkah keluar dari kamar Alea.


''Ah senangnya. Terimakasih Lea,'' Lindsay berjingkrak senang.


''Dari tadi terimakasih terus yang kau ucapkan, ayo makan buahnya. Setelah ini kita harus menyambut Rain dan Rian.


Lindsay mengangguk dan masih terus tersenyum. Mereka akhirnya makan buah sambil diiringi dengan tawa dan canda.


Tak lama setelahnya, mereka langsung keluar dari kamar karena ternyata kedua adik kembar Lea telah tiba bersama asisten Jhonson.

__ADS_1


''Raaaiiinnn! Riiiaaannn...! Teriak Alea sambil berlari memeluk kedua adik kembarnya yang sedang berjalan beriringan.


''Astaga kak, kenapa teriak-teriak sih!''seru Rian kesal namun tetap menyambut pelukan sang kakak.


''Lea sayang jangan lari-lari, nak.'' Teriak daddy James yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya.


Tanpa menghiraukan teriakan sang daddy, Alea terus berlari menghampiri kedua saudara kembarnya itu,'' kakak sangat merindukan kalian. Akhirnya bertemu juga,'' Alea sangat merindukan kedua saudara kembarnya itu, mereka baru saja menyelesaikan pendidikan menengahnya dan langsung diajak pindah. Sebenarnya mereka sedang bingung saat ini karena belum tahu situasinya. Apalagi setahu mereka kakaknya tinggal di apartemen Gie.


Setelah saling menyapa dan berpelukan serta makan malam bersama, mereka kembali duduk di ruang televisi, terkecuali daddy James dan asisten Jhonson yang sedang membahas sesuatu di ruang tamu. Sedangkan mommy Christine memilih masuk ke kamarnya dan membiarkan Alea dan Lindsay yang menceritakan semuanya kepada sang adik.


''Kenapa pindah apartemen kak? Kak Gie mana dari tadi kami tak melihatnya?'' Tanya Rain membuka obrolan.


''Mau dengar cerita kakak? Tapi sebelumnya kakak ingin minta maaf kepada kalian berdua, maafkan kakak mungkin cerita kakak kali ini akan mengecewakan kalian berdua..'' Alea berhenti sejenak dan memandang kedua adiknya dengan perasaan sedih dan bersalah.


Melihat ekspresi sang kakak seperti itu membuat si kembar semakin dibuat penasaran dan bertanya-tanya apa yang terjadi pada kakaknya.


''Ceritakan saja kak, apapun yang terjadi kami selalu mendukung kakak,'' jawaban Rian yang diangguki oleh Rain membuat Alea terharu bahkan ingin menangis. Lindsay pun ikut tersentuh dengan situasi mereka saat ini. Ternyata Alea sangat beruntung memiliki orang tua dan saudara yang seperti mereka dan ia juga orang yang beruntung karena bertemu dengan sahabat seperti Alea.


''Kakak dan Kak Gie sudah berpisah...'' Akhirnya Alea menceritakan apa yang terjadi dengan hubungannya dan Gie, dirinya yang sedang hamil dan rencana kepindahan mereka tetapi ia tidak menceritakan tentang isi surat Gie, cukup ia, sahabatnya dan daddy James saja yang tahu.


Rain dan Rian yang mendengar cerita sang kakak begitu marah dan kecewa pada Gie.


''Kurang ajar sekali kak Gie, setelah membuat kakak seperti ini dia malah menghilang!'' Ekspresi Rain begitu mengerikan, begitu juga dengan Rian.


"Terimakasih kalian sudah begitu peduli pada kakak tapi kakak sudah ingin melupakan semuanya, kakak sudah tidak apa-apa. Dukungan kalian sudah sangat berarti untuk kakak. Sekali lagi terimakasih ya," Alea menghapus sudut matanya yang basah.


Tak tega melihat sang kakak yang begitu sedih, Rain dan Rian langsung bangkit bersama dan memeluk sang kakak.


"Tidak apa-apa kalau pria brengsek itu tak ingin bertanggungjawab karena kita berdua akan selalu menjaga dan melindungi kakak dan juga calon keponakan kita. Kakak tidak akan sendiri karena banyak yang menyayangi kakak," ujar Rain mengelus sayang pundak kakak perempuan satu-satunya itu.


Dari arah kamar mommy Christine terlihat sangat terharu melihat tiga kesayangannya begitu saling menyayangi dan mensupport satu sama lain."Ah, mereka memang anak-anakku yang luar biasa.''


Sedangkan Lindsay sedikit ada perasaan iri melihat kekompakan sahabatnya dengan adiknya itu. Seandainya dia juga memiliki saudara pasti akan menyenangkan rasanya seperti ini.


"Kak Say mau dipeluk juga? Sini biar Rain peluk," godaan Rain membuyarkan lamunan Lindsay.


"Eh, Rain..." Lindsay tersenyum kikuk melihat Rain yang sudah merentangkan tangannya agar Lindsay mau memeluknya.


"Dasar modus, sengaja mencari kesempatan untuk kesenangannya," cibir Rian.

__ADS_1


"Jangan mau Say, dia sengaja ingin memelukmu karena tadi dia bilang padaku kalau dia menyukaimu, kau itu sangat cantik," Alea membeberkan fakta Rain yang menyukai Lindsay membuat Rain jadi salah tingkah dan malu.


"Astaga kak, sepertinya aku jadi menyesal karena menghiburmu tadi, aku tarik lagi kata-kataku tadi!" Karena kesal pada Alea dan juga malu pada Lindsay Rain akhirnya berlalu dari situ kemudian masuk ke kamarnya dan Rian.


Alea, Lindsay dan Rian hanya tertawa kecil melihat wajah Rain yang memerah karena malu dan kesal itu.


Sementara itu di ruang tamu daddy James tengah berbicara dengan asisten Jhonson mengenai Alea.


"Kalau Grey dan Britney bertanya bilang saja, Gie yang sudah memutuskan hubungannya dengan Alea. Jadi aku dan Christine membawa Alea pergi yang jauh agar Alea bisa melupakan Gie. Sampaikan permintaan maafku karena tak langsung menghubungi dan memberitahu mereka." Ujar daddy James pada asisten Jhonson.


"Kenapa kau tidak langsung memberitahu mereka saja fakta sebenarnya. Akan lebih baik jika mereka mengetahuinya jadi mereka bisa memberikan pelajaran pada Gie." Asisten Jhonson mencoba memberi saran.


"Ini permintaan Alea. Lagipula kau tahu kan aku tidak bisa membahas masalah anak-anak dengan Britney. Dia sangat ingin Alea dan Gie bersatu. Dia pasti akan berusaha keras menyatukan mereka meskipun Gie yang bersalah apalagi kalau dia sampai tahu Alea hamil. Aku tidak sanggup melihatnya menangis kalau mengetahui cerita sebenarnya. Walaupun perasaanku telah usai dengannya, tapi ia adalah seorang yang sangat berjasa di hidupku. Aku tidak bisa marah terlebih membencinya karena masalah anak-anak kita."


Di saat membicarakan hal-hal di luar urusan kantor daddy James dan asisten Jhonson akan berbicara non formal sebagai seorang sahabat.


Ya, di masa lalu daddy James, asisten Jhonson dan kedua orang tua Gie adalah sahabat baik. Terlebih perasaan cinta dalam diam daddy James pada aunty Britney, mommy Gie. Aunty Britney adalah cinta pertama daddy James, bagaimana tidak jatuh cinta pada wanita itu, daddy James yang sebatang kara dan tak punya apa-apa selalu diperlakukan seperti keluarga oleh aunty Britney dan keluarganya. Di kala ia sakit, wanita itu selalu mengurusnya tanpa mengeluh sedikit pun hingga ia meraih kesuksesan dalam kariernya itu semua berkat dukungan dan dorongan aunty Britney.


Setelah sukses ia berniat mengutarakan perasaannya dan melamar aunty Britney, namun sayang ia terlambat menyatakannya, aunty Britney yang juga punya perasaan yang sama dengan daddy James mengira bahwa pria itu tak pernah mencintainya, untuk mengubur perasaan cintanya yang dipikir bertepuk sebelah tangan itu maka ia memilih menerima lamaran uncle Grey yang sudah lama menyimpan rasa untuknya.


Apa daya keduanya sama-sama terluka setelah mengetahui bahwa mereka memiliki perasaan yang sama, tapi mereka juga tak ingin menyakiti sahabatnya Grey. Mungkin mereka tak ditakdirkan bersama pada akhirnya.


''Tak apa-apa kalau kita tidak bersama, tapi aku tidak ingin putus hubungan denganmu, jadi di masa depan jika kita memiliki putra dan putri, mereka akan aku jodohkan walaupun kau tidak mengizinkannya sekalipun."


Itu adalah perkataan aunty Britney dulu. Walaupun begitu ia masih sangat terluka melihat wanita yang sangat berarti dalam hidupnya itu tak bisa bersama dengannya. Daddy James pun memilih pergi menghibur dirinya ke Trondheim dan asisten Jhonson selalu setia mendampinginya sebagai seorang sahabat. Di sanalah ia bertemu dengan mommy Christine yang mampu mengobati luka hatinya dan membuat dirinya melupakan rasa cintanya pada aunty Britney.


Tetapi ia tetap berjanji akan menjaga aunty Britney dari jauh meski perasaan mereka telah berubah.


Mengenang masa lalunya, daddy James menghela nafas panjang. Pernah terucap dari mulutnya untuk membunuh Gie, tapi kenyataannya itu hanyalah emosi sesaat jauh di lubuk hatinya ia masih tetap memegang janjinya untuk tak membuat aunty Britney sedih. Jalan satu-satunya adalah membawa Alea pergi yang jauh dan menghilang dari pandangan mereka.


''Britney pasti akan sangat marah padamu setelah dia tahu semuanya.'' Asisten Jhonson membuyarkan lamunan daddy James.


''Maka dari itu aku memilih menghindar darinya. Padahal aku ingin sekali menghajar bahkan membunuh putranya, tapi itu tidak mungkin terjadi kan?''


Saat masih berbincang-bincang, aunty Christine datang menghampiri,'' ini sudah larut, apa belum selesai juga?''


''Sudah sayang,'' jawab daddy James sambil beranjak bangun dari tempat duduknya dan menyuruh asisten Jhonson kembali ke hotel karena esok ia harus kembali ke Inggris untuk menjalankan perusahaan daddy James.


''Selamat malam Christine,'' asisten Jhonson mengucapkan salam perpisahan sebelum meninggalkan apartemen.

__ADS_1


''Selamat malam Johnson, hati-hati dijalan, sampaikan salamku pada Kiray dan Ersy.'' ucap mommy Christine.


''Ya,'' jawab asisten Jhonson sebelum pintu apartemen tertutup.


__ADS_2