Rindu Tapi Benci

Rindu Tapi Benci
Bab 26 Sebuah kenyataan?


__ADS_3

Alea tak jadi kembali ke kamarnya tetapi ia membelokkan langkahnya keluar dari lobi hotel dan berjalan mengarah ke taman.


Ia bahkan melepas heelsnya dan memegangnya karena sebetulnya ia sedang berusaha menetralkan tubuhnya agar tak jatuh karena getarannya masih sangat terasa, tak peduli dengan banyak pasang mata yang melihatnya aneh karena terlihat berantakan. Hilang sudah segala keanggunannya.


Ia memilih kursi taman paling sudut yang tampak sepi, ia mendudukkan dirinya di kursi taman, air mata yang tadi sudah ditahannya akhirnya jatuh tak terbendung.


Perasaan marah, kecewa, terkhianati, benci kembali ia rasakan bahkan pada pria yang sama, padahal ia sudah menutup segala kepahitan masa lalunya dan memulai kehidupan barunya saat ini. Namun kenyataan yang baru beberapa menit ia ketahui itu, kembali membuka luka lama yang telah lama mengering bahkan lebih menyakitkan daripada sebelumnya.


''Hiks...hiks...kau pengkhianat sesungguhnya, kau menuduhku yang mengkhianatimu tapi aku baru tahu kalau ternyata itu hanya alasanmu untuk menutupi perselingkuhan kalian, kau benar-benar jahat padaku Gie, hiks..hiks...hiks... kalian benar-benar tega denganku, apa salahku pada kalian hah?!


''Kau yang pria sialan, kau pria murahan! Kau dan ja-lang itu memang sangat cocok bersanding, kalian berdua adalah manusia paling munafik bermuka dua!!! Aku benar-benar membenci kalian!!!''Hiks...hiks...


Alea terus menangis menutup kedua matanya dengan tangannya sambil memaki mantan kekasihnya dan wanita yang sudah ia anggap sebagai saudarinya itu. Hingga ia tidak menyadari seseorang telah berdiri di hadapannya.


''Apa kau butuh ini?'' Tanyanya sambil menyodorkan sapu tangan pada Alea.


Alea terkejut mendengar ada suara pria yang terdengar familiar di depannya, ia lalu segera menurunkan tangannya dan mengangkat wajahnya untuk melihat pria tersebut.


''Tuan Antony?'' Sebut Alea.


Pria yang bernama Antony itu tak lain adalah teman baik Ben pemilik Jewelry Clerk, pria tampan yang terkenal punya sikap dingin itu tersenyum melihat wajah Alea yang terlihat berantakan membuat Alea cukup kaget melihat senyumannya.


''Maaf kalau aku lancang menghampirimu, boleh aku duduk?'' Tanya Antony masih tetap menyodorkan saputangannya untuk Alea.


''Eh, tidak apa-apa tuan, maaf juga kalau anda melihat saya berantakan seperti ini,'' ucap Alea dengan suara yang serak lalu menerima saputangan tersebut dan menggeser tubuhnya ke samping serta mempersilahkan Antony untuk duduk di sampingnya.


Alea menghapus air mata di wajahnya lalu sedikit memeras ingus di hidungnya menggunakan saputangan Antony. Setelah melakukannya ia baru menyadari siapa pemilik saputangan tersebut.


''Maaf, saya tidak sengaja tuan,'' kata Alea merasa tak enak, dalam hatinya ia merutuki kecerobohannya, pasti tuan Antony akan risih dan merasa jijik dengannya.


Antony tersenyum lagi seraya berkata,'' tidak apa-apa, dan jangan berbicara formal denganku, kau sahabatnya Ben, jadi kita juga bisa menjadi teman kan?''


Alea mengangguk lalu tersenyum,'' aku akan menggantinya dengan yang baru.''


''Tidak perlu, stok saputanganku banyak,'' perkataan Antony membuat Alea tertawa.


''Kenapa kau di sini? Bukannya seharusnya kau sedang mengikuti jamuan makan malamnya?'' Tanya Alea yang penasaran dengan keberadaan Antony karena ini masih jam makan malam.


''Kau juga disini kan, kau sedang patah hati?'' Antony balik bertanya pada Alea.


Alea memanyunkan bibirnya dan itu terlihat lucu di mata Antony sehingga ia tertawa kecil.


''Ck, apa ada yang lucu? Aku bertanya padamu kau malah balik bertanya padaku.'' Alea berdecak kesal.


Sekali lagi Antony tersenyum lalu berkata,'' tadinya aku memang sudah berada di tempat jamuan makan tapi aku merasa risih dengan tatapan para wanita di sana jadinya aku meminta asistenku yang mewakiliku saja, lagipula Ben menghubungiku tadi, dia memberitahuku kalau kau juga diundang disini, tapi aku tidak melihatmu, aku pikir kau mungkin kelelahan dan tak bisa mengikuti acara makan malamnya.''


''Ternyata pria dingin sepertimu bisa narsis juga, ya. Jadi, Ben menghubungimu?'' Tanya Alea.


Antony tertawa kecil lalu mengangguk,'' hm, dia menitipkanmu padaku.''


''Memangnya aku anak kecil,'' Alea mencebikkan mulutnya, sesaat Alea melupakan masalah tangisannya tadi.


Mereka baru pertama kali bicara di luar dari urusan bisnis tapi mulai merasa nyaman satu sama lain seakan-akan sudah berteman lama.


Antony kembali memandang Alea dengan serius,'' Mau cerita soal tadi?''


''Boleh menolak bercerita tidak?'' Alea langsung menjawab cepat karena ia pikir masih terlalu awam untuk ia yang baru akrab dengan Antony membahas masalah pribadinya.


''Tentu saja, kau berhak menolaknya,'' jawab Antony meski ia penasaran kenapa wanita cantik itu menangis.


''Terima kasih atas pengertiannya, maaf,'' Alea tersenyum.


Antony tertawa kecil lagi,'' kenapa harus minta maaf? Tidak apa-apa, santai saja.''


''Oh, ya, kau belum makan malam kan? Tanya Antony.

__ADS_1


Alea menggeleng,'' belum, apa kau mau mentraktirku makan malam?''


Antony tersenyum,'' aku baru mau menawarkannya kau malah memintanya lebih dulu.''


Alea memanyunkan bibirnya dan berkata,'' ini bukan permintaan melainkan pertanyaan, apa aku terlihat seperti wanita tak tahu malu?''


Antony tertawa, dia tidak menyangka akan Semenyenangkan ini berbicara dengan wanita seperti Alea, sebelumnya ia belum pernah selepas ini berbicara dengan wanita.


''Ya baiklah Nona Alea, jangan berkata seperti itu, jangan tersinggung, aku hanya senang bicara denganmu seperti ini,'' kata Antony terus terang.


''Benarkah?''


''Hm, kau sangat lucu.''


''Memangnya aku badut jadi lucu?''


'' Astaga salah lagi! wanita memang aneh, sulit dimengerti," batin Antony sambil memijit pelipisnya.


''Maaf, aku tak bermaksud...''


"Ha ha ha... kenapa kau seserius itu? Aku hanya bercanda saja,'' Alea tertawa melihat ekspresi Antony yang merasa bersalah padanya.


''Kau tidak marah?'' Tanya Antony memastikan.


''Kenapa harus marah? Aku juga senang bicara denganmu, awalnya aku pikir kau itu pria kaku, galak dan dingin, ternyata kau tidak seperti gambaranku tentangmu,'' jawab Alea jujur.


''Mau kuberkata jujur?'' Tanya Antony lagi.


Alea mengangguk,'' tentu saja.''


''Kau wanita pertama yang aku ajak bicara seperti ini, sebelumnya aku belum pernah sedekat ini dengan wanita lain, selain mantan kekasihku itupun kami jarang berbicara hal-hal lucu."


''Benarkah? kalau begitu aku wanita pertama yang beruntung bisa seperti ini denganmu.''


''Ya bisa dibilang seperti itu,'' Antony tertawa.


Antony tertawa, Ah Alea memang sukses membuat dirinya terus tertawa malam ini dan juga membuatnya semakin nyaman dengan wanita itu.


''Kalau iya, kau mau jadi kekasihku?'' goda Antony.


Wajah Alea memerah, godaannya jadi Boomerang untuk dirinya sendiri,'' Eh, mana bisa begitu.''


''Ha ha ha, aku hanya bercanda, jangan dianggap serius.''


Alea mengerucutkan bibirnya,'' ya sudah, katanya mau mentraktirku makan malam."


''Baiklah, kau mau makan dimana?"


Alea menggeleng,'' aku tidak tahu, aku baru pertama kali kesini, tapi jangan di restoran hotel, aku tak enak jika bertemu dengan tamu even yang lain.''


''Hm, iya, di luar hotel ini ada banyak restoran, kalau kau mau kita bisa makan di sana sesuai pilihanmu,'' Antony memberi tawaran, ia banyak tahu tentang tempat-tempat di sini karena ia memang sering datang kesini. Sebenarnya ia juga punya hunian mewah disini tapi karena malas harus tinggal di sana ia lebih memilih tinggal di hotel selama even berlangsung.


''Baiklah, tunggu aku pakai heelsku dulu,'' kata Alea sambil memakai kembali sepatu yang dibukanya tadi. Ia sedikit membenahi rambutnya kemudian ia mengeluarkan cermin kecilnya dari dalam tasnya untuk memastikan wajahnya masih cantik setelah menangis tadi. Matanya sedikit bengkak, make up-nya juga telah terhapus, hanya menyisakan lipstik di bibirnya.


Antony hanya tersenyum tipis melihat ke arah Alea.


''Kau masih tetap cantik walau dandananmu terhapus,'' puji Antony tulus.


Blush... wajah Alea merona.


''Terimakasih atas pujiannya, tapi mataku sedikit bengkak, apa aku tidak akan membuatmu malu dengan wajah seperti ini?'' Tunjuk Alea pada wajahnya sendiri.


''Tentu saja tidak, sudahku bilang kau masih tetap cantik, ayo aku juga sudah lapar,'' Antony langsung menggandeng tangan Alea tanpa sadar membuat Alea terkejut.


Setelah menyadari tangannya yang sedang menggandeng Alea, ia lalu hendak melepaskannya namun ditahan oleh Alea.

__ADS_1


''Tidak apa-apa,'' kata Alea sambil tersenyum menatap Antony yang juga sedang tersenyum malu menatapnya.


''Maaf.'' Ucap Antony.


Alea mengangguk.


Mereka lalu berjalan menuju parkiran hotel.


Sampai di sana Antony berhenti di sebuah mobil mewah lalu membuka pintu samping kemudinya setelah menekan tombol kuncinyanya.


''Ini mobilmu?'' Tanya Alea.


Antony mengangguk,'' aku juga punya perusahaan di sini, jadi sering kemari,'' Antony menjelaskan kenapa ia memiliki mobil disini padahal ia juga merupakan tamu yang diundang bergabung dalam even tersebut, lalu setelah itu ia mempersilahkan Alea masuk, tanpa bertanya lagi Alea langsung masuk dan Antony menutup kembali pintunya lalu ia pun masuk di pintu kemudinya dan segera melajukan mobilnya keluar hotel.


Sepanjang perjalanan menuju restoran mereka hanya diam hingga mereka tiba di salah satu parkiran restoran, Antony kembali membukakan pintu mobil untuk Alea.


Restoran seafood menjadi pilihan Alea dan Antony pun setuju.


Mereka lalu duduk di meja paling sudut karena Alea malu dengan tampilan wajahnya yang masih kelihatan bengkak dan Antony hanya mengikuti keinginan Alea.


Setelah memesan makanan dan pesanan mereka datang, mereka langsung melahapnya tanpa berkata apa-apa.


Setelah menyantap makan malam dan membayar billnya, Antony lalu mengajak Alea untuk jalan-jalan sebentar dengan mobilnya, menikmati udara malam kota Sidney yang sejuk kebetulan mobil Antony adalah jenis mobil sunroof jadi atapnya dapat dibuka sehingga Alea terlihat begitu menyukai perjalanannya bersama Antony.


Setelah puas berkeliling, mereka lalu kembali ke hotel. Antony mengantar Alea sampai ke kamarnya yang ternyata bersebelahan dengan kamarnya juga karena ia menginap di kamar president suite.


''Terimakasih untuk malam ini, kau sudah menemaniku dan menghiburku,'' ucap Alea dengan bahagia.


''yu're welcome, istirahatlah, aku juga akan kembali ke kamarku, kalau kau ingin sesuatu, hubungi aku mungkin aku bisa membantumu,'' balas Antony.


''Iya, ya sudah aku harus menghubungi Nyonya Sandra untuk meminta maaf karena tak ikut jamuan makan malamnya,'' Alea baru ingat bahwa ia belum mengabari nyonya Sandra selaku pemilik B and C Fashion House yakni penyelenggara even untuk meminta maaf.


''Jangan khawatir, aku yang akan menghubunginya, aku kenal dekat dengan Nyonya Sandra, aku akan bilang kalau kau bersamaku,'' ucap Antony tanpa menjelaskan pada Alea bahwa ia sebenarnya adalah keponakan nyonya Sandra yang merupakan adik kandung dari sang mommy.


''Benarkah?'' Alea terlihat menarik nafas lega.


''Hm, jadi istirahatlah, terimakasih juga sudah mau menghabiskan waktumu malam ini denganku, selamat malam Alea,'' ucap Antony sambil tersenyum.


''Selamat malam juga Antony, sekali lagi terimakasih untuk semuanya,'' ucap Alea dengan membalas senyuman Antony lalu keduanya langsung masuk ke kamar masing-masing.


...****************...


Sementara itu, setelah mendengar suara wanita yang sebenarnya tak ingin ia ingat lagi namun masih ia rindukan itu, membuat Gie tak dapat tenang, pikirannya kembali dibuat campur aduk. Entah kenapa ia ingin melihatnya. Saat ini ia tengah di ruang kerjanya setelah menghadiri makan malam dan mengantar putri dan tunangannya pulang, ia kembali ke hotel.


Ya, hotel yang digunakan oleh B and C Fashion House untuk menyelenggarakan eventnya adalah milik Gie, kebetulan suami nyonya Sandra adalah sahabat baik daddy Grey.


Ia lalu membuka laptopnya dan memeriksa CCTV, namun saat di lobi ia tidak melihat ada tayangan yang menunjukkan wanita yang dimaksudkannya, ada yang ganjil!


Tapi ia tak ambil pusing dengan itu, ia terus melihat aktivitas yang terjadi di CCTV, ia melihat ke area taman lalu...


Sesaat ia membeku menatap CCTV di depannya, ada perasaan tak nyaman yang ia rasakan di dadanya, ia menekan dengan tangan kanannya untuk menetralisir rasa nyeri yang ia rasakan.


Wanita yang pernah hadir di hidupnya di masa lalu, memberinya banyak warna juga luka dan cinta pertamanya ada di kota ini bersama pria yang juga dikenalnya.


"Sedang apa dia di sini? Apa itu prianya?" Batin Gie masih mengamati Alea dan Antony


sedang bergandengan tangan, mereka terlihat mesra dan bahagia. Ia juga sangat penasaran apa yang mereka lakukan di taman, kalau Alea menemani Antony datang kesini bukankah seharusnya mereka menghadiri jamuan makan malam? Ia mencoba menelisik CCTV apa yang mereka lakukan sebelumnya di taman namun rupanya tidak terekam oleh kamera karena mungkin posisi mereka yang tak terdeteksi oleh CCTV. Ia sedikit jengkel kenapa tidak memasang kamera di seluruh penjuru taman.


Nyeri di dada yang dirasakan Gie makin menjadi-jadi, tubuhnya ikut bergetar ketika ia membayangkan hal-hal aneh yang dilakukan oleh mantan kekasihnya bersama pria itu.


"Ada apa denganku? Tidak mungkin kan aku cemburu? Ayolah Gie ini sudah sepuluh tahun, dia bukan siapa-siapamu lagi, dia hanya orang asing bagimu.'' Gie membatin lagi menguatkan hatinya.


Ia lalu menutup kasar laptopnya, membuang nafas dan menyandarkan punggungnya ke kursi. Ia memejamkan matanya, terlintas kenangan masa lalunya bersama Alea, kenangan itu begitu indah dan manis namun tiba-tiba terlintas tentang foto dan video Alea bersama pria lain, tangannya terkepal, amarahnya mendadak bangkit, membuat dirinya langsung membuka matanya dan mengeluarkan jimat bola mainan milik bocah itu dari saku jasnya yang selalu menenangkan pikirannya hanya dengan menggenggamnya saja.


Gie tersenyum sinis sambil memainkan jimat bola tersebut.

__ADS_1


''Sudah berapa banyak pria yang tidur dengan tubuh jalangmu itu, Alea?"


__ADS_2