
Alea sedang berada di supermarket, dia sedang membeli beberapa keperluannya.
Kali ini ia tidak bersama Arion karena si kembar sedang mengajaknya ke perusahaan mereka.
Sejak kejadian Arion yang pergi ke taman tanpa pamit ke, ia tak ingin putranya itu sendirian di rumah, ia sangat panik saat itu, ia sangat takut jika ada yang mengenal Arion sebagai putranya. Kadang ia menyesal mengikuti keinginan Arion datang ke sini, ia benar-benar nekat membawanya karena Arion yang terus mendesaknya, semakin besar putranya itu semakin sensitif akan segala yang Alea lakukan untuk menutupi masa lalunya sehingga ia pun pasrah membawanya ke sini.
Saat ia tengah memilih-milih barang yang hendak dibelinya, ia mendengar seseorang memanggilnya, suaranya begitu sangat familiar ditelinganya.
Alea lantas menoleh ke arah suara itu dan terkejut melihat keberadaan mommy Britney di situ,
''Lea sayang, kau kah ini?'' Mommy Britney begitu senang melihat Alea yang sangat dirindukannya itu.
Ia langsung memeluk Alea tanpa mendengar sapaan Alea.
''Aunty sangat merindukanmu, sayang, kapan kau datang, hm? Kenapa tidak ke rumah, kau sudah janji pada aunty kan, kau sangat cantik sekali dan semakin dewasa'' Bertubi-tubi pertanyaan mommy Britney lontarkan kepada Alea setelah melepas pelukannya. Matanya berkaca-kaca melihat Alea yang sekarang ini begitu sangat cantik.
Alea tersenyum mendengar semua pertanyaan mommy Britney.
''Maafkan Lea, aunty, Lea baru saja tiba dua hari yang lalu, Lea janji akan berkunjung nanti,'' Alea jadi tak enak hati pada mommy Britney.
''Bagaimana kalau sekarang saja? Kalau nanti, kau jadinya lupa,'' mommy Britney memasang wajah memohon.
Alea jadi semakin tak enak hati, ia ingin menolak karena belum siap mengingat segala kenangannya bersama Gie jika berkunjung ke mansion mereka. Namun ia juga tak kuasa menolak permintaan mommy Britney akhirnya Alea pun mengangguk pasrah.
''Terimakasih sayang, biar belanjaanmu, aunty yang bayar,'' mommy Britney begitu bahagia karena Alea mau pergi ke mansionnya.
Akhir-akhir ini, mommy Britney dibuat kesal dengan kehadiran tunangan Gie dan anaknya di mansionnya, ia jadi tak betah di mansion dan lebih senang pergi keluar, untunglah ia datang ke supermarket dan bertemu dengan Alea.
Setelah membayar belanjaan mereka, mommy Britney segera menggandeng tangan Alea keluar dari supermarket, kebiasaan yang selalu mereka lakukan dulu adalah berpegangan tangan jika sedang pergi bersama jadinya banyak yang berpikir bahwa mereka sangat cocok menjadi ibu dan anak sedangkan dua orang pengawal berjalan dibelakang mereka berdua sambil membawa belanjaan mereka.
Selama perjalanan, mereka terus membagi cerita mereka, mereka terlihat seperti sahabat sekarang hingga tanpa terasa mereka sudah tiba di gerbang mansion.
Alea menjadi sangat gugup, mereka telah berada di depan pintu masuk mansion, sang sopir segera membuka pintu mobil dan mempersilahkan mereka keluar, Alea dan mommy Britney keluar diikuti pengawal yang membawakan belanjaan mereka memasuki mansion.
Alea menarik nafasnya pelan, entah kenapa ia jadi merasa sangat gugup. Mommy Britney yang menggenggam tangan Alea merasa tangan Alea menjadi dingin.
''Sayang kau tidak apa-apa? Apa tidak enak badan? Mau berbaring sebentar dulu di kamar aunty? Kamarnya masih sama seperti dulu lho,'' ucap mommy Britney.
Ya, dulu saat Alea kecil ia akan tidur bersama mommy Britney dan daddy Grey jika sedang menginap di mansion apalagi jika sedang bertengkar bersama Gie, karena ia dan Gie dulu juga sering tidur bersama.
Alea terlihat canggung mendengar perkataan mommy Britney, keadaan mereka sudah tak sama seperti dulu lagi.
''Tidak apa-apa, aunty, Lea baik-baik saja.''
''Ya sudah, kita duduk di taman belakang saja, lebih terasa sejuk,'' ajak mommy Britney dan Alea pun menyetujuinya.
Saat mereka tengah berjalan, ada suara wanita yang tak asing di telinga Alea.
''Mommy!'' seru wanita tersebut.
Deg!
__ADS_1
''Silly? Dia ada di sini?" Batin Alea.
Alea dan mommy Britney menoleh ke arah panggilan tersebut.
Silly terkejut melihat keberadaan Alea di mansion, kecemasan mulai melanda hatinya namun sebisa mungkin ia menutupi raut wajah penuh kecemasannya dengan menyapa Alea.
''Oh, Lea, kau ada di sini? Aku merindukanmu,'' Silly maju ke depan Alea, ia hendak memeluknya namun Alea menghindari pelukan Silly.
Wajah Silly langsung berubah masam, namun ia segera merubah ekspresinya karena keberadaan mommy Britney.
Sementara itu, mommy Britney terlihat terkejut karena rupanya Silly dan Alea saling mengenal, namun ia membaca keadaan bahwa hubungan mereka tak baik-baik saja terlihat dari ekspresi Alea yang terlihat datar pada Silly.
Melihat Alea yang meresponnya dengan kurang bagus maka Silly beralih menatap calon mertuanya penuh senyuman dan bertanya,'' mom, kau dari mana? Kenapa tak mengajakku?''
Mommy Britney memasang wajah masam ke arah Silly,'' memangnya siapa kau, sampai aku harus mengajakmu?!''
Silly meringis lalu menunduk,'' maafkan aku, mom, aku sudah lancang bertanya.''
''Syukurlah kau sangat tahu diri, dan aku ingatkan sekali lagi jangan panggil aku, mommy karena aku bukan mommymu, ayo, Lea sayang kita pergi dari sini, aunty takut! tensi aunty jadi tinggi, kita butuh suasana segar untuk merefresh pikiran kita,'' mommy Britney lalu menarik Alea untuk pergi meninggalkan Silly yang masih menundukkan kepalanya.
''Dasar perempuan tua sia-lan! Liat saja kalau aku sudah menjadi istri Gie, jangan harap hidupmu akan tenang!'' Batin Silly mengangkat wajahnya lalu beranjak pergi dari tempatnya dan pergi menyusul sang putri di kamarnya.
Sementara itu, Alea merasa kasihan juga melihat Silly diperlakukan seperti itu oleh mommy Britney namun sisi lainnya juga merasa bahwa Silly pantas mendapatkannya bahkan kalau boleh ia juga ingin lebih dari itu.
Alea dan mommy Britney tengah menikmati segelas jus dan beberapa camilan sambil bernostalgia tentang masa ketika Alea masih kecil, taman ini tak pernah berubah hanya semakin banyak bunga warna-warni yang menghiasinya.
Tak lama kemudian mommy Britney pamit sebentar untuk pergi ke kamar mandi. Alea lalu berjalan - jalan mengelilingi taman tersebut.
Alea menoleh dan melihat Silly sedang menatap penuh marah kepadanya.
Alea juga memasang wajah tak garangnya pada Silly.
''Kenapa?'' Tanya Alea garing.
''Tidak bisakah kau menyingkir jauh-jauh dari kehidupanku dan Gie? Kau semakin lama semakin tak tahu diri, ya! Sudah tahu Gie dan aku akan segera menikah tapi kau masih saja menunjukkan batang hidungmu di hadapan kami! Kenapa? Apa kau berharap Gie kembali tertarik padamu setelah melihatnya semakin mapan dan tampan?!''
''Jaga ucapanmu! Aku tidak sebusuk dirimu! Kenapa? Kau takut posisimu terancam karena Gie yang masih tertarik denganku? Atau jangan-jangan kau hanya dijadikan pelampiasan olehnya setelah dia menyesal melepas ku?! Kalau seperti itu, kasihan sekali kau!" Alea tersenyum sinis kepada Silly yang terus menatap marah padanya.
"Kenapa harus takut? Gie telah membuang sampah sepertimu, dia tak akan memungut lagi sampah yang sudah dia buang!"
Plak!
"Kau sudah sangat keterlaluan! Sebenarnya apa salahku, hah? Apa aku kurang baik dulu padamu? Aku begitu percaya memiliki sahabat seperti mu tapi kau yang telah mengkhianati ku! Katakan apa ada yang salah? Alea menampar Silly karena tak tahan dengan hinaan Silly padanya.
"Kau mau tahu? Karena aku membencimu, kau selalu mendapatkan apa yang kau mau! Kau punya keluarga yang begitu menyayangimu, kau punya Say dan Ben yang selalu ada untukmu terlebih kau punya pria yang selalu meratukan dirimu!" Ucap Silly sambil memegang pipinya yang terasa panas karena tamparan Alea yang cukup kuat lalu menatap Alea penuh marah.
"Jadi kau seperti ini padaku karena iri denganku? Berarti kau sudah merencanakan untuk merusak hubunganku dengan Gie agar kau bisa masuk ke kehidupannya? Dari awal kau sudah merencanakannya kan?Alea menatap kecewa pada Silly yang tersenyum sinis padanya.
"Aku memang menyukai Gie dari awal tapi aku hanya menolongnya untuk membebaskan dia dari wanita liar seperti mu! Apa kau tidak ingat apa yang kau lakukan di belakangnya?"
"Kau bilang aku wanita liar? Memangnya apa yang sudah kulakukan? Aku tidak pernah sekalipun bermain gila dengan pria lain, dan aku rasa kau mengetahui hal itu! Atau kau sengaja memutar balikkan fakta? Kau pasti sengaja mencuci otak Gie untuk membenci ku kan?"
__ADS_1
"Jangan asal menuduhku, Lea! Kau yang telah bermain api di belakangnya dia bahkan memiliki bukti untuk hal itu, sudahlah Lea aku peringatkan kau, jangan muncul lagi di hadapan ku dan Gie, aku yang pantas membahagiakannya!" Silly lalu pergi dari hadapan Alea karena ia agak sedikit takut Alea mencecar tentang bukti yang ia bicarakan, dalam hatinya ia memaki dirinya sendiri karena terbawa suasana tadi.
"Ah, sial! lidah sia-lan!"
"Tunggu dulu, kau bilang bukti apa tadi? Jelaskan padaku, Silly!"
Silly berhenti lalu menoleh ke arah Alea,'' Semua sudah menjadi masa lalu, sekali lagi jangan mengusik kebahagian aku, Elf dan Gie sekalipun kedua orang tua Gie berpihak padamu, aku tidak akan pernah membiarkannya!''
Silly membalikkan tubuhnya dan pergi dan kali ini Alea tak menahannya lagi namun ia tengah berpikir keras bukti apa yang Silly maksudkan? Apa ia harus bertanya pada pria itu?
Alea kembali ke tempat duduknya tadi dan mengambil tasnya ia ingin segera pergi dari rumah Gie karena ia sangat penasaran untuk mencari tahu tentang bukti yang Silly maksudkan.
Mungkin ini saatnya mencari pembenaran diri untuk semua teka-teki masa lalunya bersama Gie dengan segala tuduhannya yang tak jelas.
Alea berpapasan dengan mommy Britney yang hendak menyusulnya.
''Aunty, maafkan Lea harus pulang ada yang harus Lea kerjakan, besok Lea akan kesini lagi.''
''Sayang, kenapa buru-buru sekali, aunty ingin memasak makanan kesukaanmu, makan malam dulu baru pulang ya, sebentar lagi uncle Grey sudah pulang,'' mohon mommy Britney.
''Maaf, aunty, Lea janji besok Lea kesini lagi.''
Mommy Britney pun terpaksa mengiyakan, toh, Alea sudah janji akan kembali lagi ke mansionnya.
''Hati-hati di jalan sayang, sopir aunty akan mengantarmu.''
Alea tersenyum dan mengangguk, ia pun pamit pada mommy Britney dan menyuruh mommy Britney untuk tak mengantarnya ke depan.
Mommy Britney lalu memanggil sopir untuk mengambil barang belanjaan Alea tadi memasukkannya ke dalam mobil.
Saat Alea melewati ruang tamu, ia bertemu dengan Gie yang baru saja tiba di mansion.
Keduanya pun terkejut dengan keberadaan masing-masing.
Alea memasang wajah datarnya dan berlalu meninggalkan Gie yang masih terkejut dengan keberadaannya di mansion.
''Kau ada di sini?''
Pertanyaan Gie menghentikan langkah Alea dan ia pun berbalik ke arah Gie.
''Hm, kenapa memangnya? Tanya Alea.
''Aku-
''Daaddddyyyy.....'' teriak Elf sambil berlari menghampiri Gie yang langsung berbalik dan berjongkok lalu membawa putrinya masuk ke dalam pelukannya kemudian langsung menggendongnya untuk berdiri.
Alea yang melihat itu merasa teriris hatinya dan langsung mengingat wajah tampan Arion, ia pun langsung berbalik meninggalkan Gie.
Gie berbalik dan hendak melihat Alea namun Alea telah pergi dari mansion terbukti dari bunyi deru mesin mobil yang baru saja keluar dari mansionnya.
Gie terlihat kecewa dengan hal itu namun ia berusaha untuk menepis perasaannya, ia pun menggendong Elf dan pergi dari ruang tamu tersebut.
__ADS_1