
Alea, Arion dan Lindsay tengah duduk di halaman depan resort mereka menanti daddy Arion yang akan datang untuk memenuhi permintaan Arion yang ingin ditemani di acara hari ayah besok, walaupun waktu sudah hampir mendekati pukul sebelas malam namun tidak terlihat rasa kantuk di wajah Arion, ia masih terus semangat menanti sang daddy.
Tak lama kemudian, tampak mobil daddy James masuk ke halaman resort.
Arion segera berlari mendekat saat mobil berhenti.
Daddy James turun terlebih dahulu dan membuka pintu depan mobil untuk sang istri, kebetulan mereka berdua yang menjemput daddy Arion karena ada urusan yang dekat dengan lokasi penjemputan.
Arion langsung mencium tangan kakek dan neneknya itu, kemudian ia langsung beralih pada pintu mobil yang kembali terbuka dan menampilkan sosok pria tampan yakni sang daddy yang begitu dirindukannya itu.
''Dadddddyyyyy.....''panggil Arion pada pria tampan tersebut.
Pria tampan yang dipanggil daddy tersebut langsung membungkukkan badan menyambut pelukan rindu dari putranya yang sudah semakin besar dan tinggi itu,'' daddy begitu merindukanmu, boy...maaf karena daddy baru datang, daddy sangat sibuk di kantor juga di rumah.'' kata pria tampan yang tak lain adalah Ben sahabat dari Alea dan Lindsay.
''It's okay daddy, terimakasih karena sudah mau datang, maaf bila Arion merepotkan daddy lagi,'' ucap Arion sambil memeluk erat Ben.
Semua yang ada di situ begitu terharu dengan perkataan Arion, terlebih Alea yang merasa bersalah telah menyembunyikan identitas Gie pada Arion, bagaimana ia tidak melakukan itu jika Gie sendiri yang mencampakkannya.
Semenjak Alea melahirkan Arion, Ben selalu datang mengunjungi Alea, apalagi setelah ia menyelesaikan kuliah S1nya, Ben memutuskan break setahun sebelum melanjutkan S2nya hanya untuk membantu Alea dan Lindsay menjaga baby Arion karena ia begitu menyukai dan menyayanginya, sejak itu Arion kecil mengira Ben adalah daddynya dan ia semakin lengket dengan Ben bahkan memanggilnya dengan sebutan daddy, tentu saja Ben sangat bahagia meski ia sudah tak menyimpan perasaan lagi untuk Alea karena seorang gadis telah mencuri dan meluluhkan hatinya namun ia menerima dengan antusias gelar ayah itu.
Setelah usia Arion beranjak 5 tahun, ia mulai merasa aneh dengan hubungan mommy dan daddynya yang tak tinggal seatap bahkan daddynya akan pergi dalam waktu yang lama baru ia kembali.
Penasaran dengan hubungan keduanya, Arion pun bertanya pada keduanya saat mereka sedang berlibur. Mau tidak mau Alea harus menjelaskan yang sebenarnya namun ia tetap menyembunyikan tentang sosok ayah kandung Arion yang sebenarnya. Alea bilang pada Arion bahwa daddynya sudah meninggal sejak ia masih di dalam kandungan.
__ADS_1
Mendengar kenyataan itu, Arion sangat kecewa karena ternyata Ben bukan daddy kandungnya apalagi daddy sebenarnya telah meninggal.
Ia akhirnya berusaha menerimanya dan Ben juga berjanji akan berusaha menjadi daddy yang Arion inginkan meski tak harus hidup bersama dan Arion pun senang karena ia tetap memiliki seorang ayah.
Maka dari itu, ditengah kesibukan mengurus perusahaannya di Amerika ia tetap memenuhi keinginan Arion bahkan ia rela meninggalkan istrinya yang tengah hamil muda.
''Maaf merepotkanmu lagi, Ben.'' Kata Alea setelah Ben bergabung dengannya dan Lindsay yang tengah duduk di halaman belakang, ia baru saja menidurkan Arion yang semenjak ia datang tak ingin melepaskannya sama sekali sampai Arion tertidur di sisinya.
''Hei kenapa bicara seperti itu? Walau sebentar lagi aku akan memiliki anak dari hasil kerja kerasku bersama Emily, Arion tetaplah putraku, aku sangat menyayanginya karena kehadirannya di antara aku dan Emily, lihat setelah kami menunggu bertahun-tahun, Tuhan akhirnya memberi kami kesempatan menjadi orang tua,'' ujar Ben senang.
Ya Ben telah menikah dengan Emily Benz, seorang model cantik yang telah mencuri seluruh hidupnya sejak empat tahun yang lalu. Namun Tuhan tak langsung mempercayakan mereka untuk menjadi orang tua, Tuhan masih menguji kesiapan mereka untuk hal itu. Mereka pun tidak keberatan dengan takdir yang Tuhan berikan pada mereka karena kehadiran Arion mampu mengobati kerinduan mereka untuk memiliki momongan.
Arion yang lucu dan menggemaskan telah membuat mereka bahagia semenjak masih masa pacaran, mereka sering kali datang bersama dan mengurus Arion bahkan sampai mereka menikah pun Alea tetap mengizinkan mereka untuk membawa Arion berlibur ke Amerika.
Akhirnya penantian mereka berdua berbuah manis dan doa Arion pun terjawab, enam bulan lagi bayi mereka akan segera lahir.
''Bagaimana keadaan Emily dan babynya?'' Tanya Lindsay.
''Mereka baik-baik saja, hanya permintaan Emily yang aneh akhir-akhir ini membuat kepalaku pusing,'' keluh Ben.
''Astaga kalau begitu kenapa kau meninggalkan Emily sendiri, kasihan dia, bagaimana kalau ia ingin sesuatu?'' Alea merasa tak enak hati dengan Emily.
''Justru itu, saat aku memberitahu tentang permintaan Arion dia malah terlihat antusias, dia bilang aku harus segera berangkat ke sini dan setelah urusan dengan Arion selesai, aku harus minta izin padamu untuk membawa Arion, baby kami ingin dipeluk dan dielus oleh Arion. Sebenarnya ia ingin ikut kesini tapi sejak kejadian ia terjatuh dan hampir keguguran dokter menyarankan agar ia harus bed rest selama sebulan.'' Jawab Ben menjelaskan keinginan bumil miliknya.
__ADS_1
Alea dan Lindsay tersenyum,'' sepertinya akan ada yang tersingkir setelah Arion datang,'' goda Alea.
Ben menghela nafas, ia tahu bagaimana kehadiran Arion bagi Emily sudah pasti ia akan sedikit tersisih dari perhatian wanita kesayangannya itu, namun ia tetap senang karena ia juga akan berdekatan dengan putranya dan mereka akan terlihat seperti paket lengkap.
''Tak masalah walaupun harus sedikit kehilangan perhatian yang penting bisa berdekatan dengan putraku.'' jawab Ben sambil tersenyum.
Dan mereka mengakhiri perbincangan malam itu karena hari sudah sangat larut.
...****************...
Keesokan harinya Ben dan Arion segera berangkat ke sekolah. Bagi Ben ini bukan pertama kali baginya pergi ke sekolah Arion karena sebelum-sebelumnya juga ia yang selalu menemani Arion di hari ayah sehingga teman-teman Arion tahunya Ben adalah daddynya, kekompakan mereka berdua jangan diragukan lagi mereka selalu banyak memenangkan lomba yang diadakan di sekolah Arion.
Setelah acara penyambutan dan lain sebagainya tibalah saatnya mereka mengikuti lomba kekompakan antara ayah dan anak. Arion begitu sangat bahagia, ia selalu tertawa senang bersama Ben. Hal itu membuat Alea dan Lindsay yang turut serta untuk menyaksikan keduanya menitikkan air mata bahagia.
''Kau lihat apa yang kau takutkan selama ini tidak terjadi kan? Arion kita sangat bahagia meski tak bersama daddy kandungnya,'' kata Lindsay sambil menghapus air matanya.
Alea mengangguk, ia juga senang melihat putranya seperti itu,'' kau benar, Say. Dia tumbuh tanpa kekurangan kasih sayang sedikit pun. Terimakasih, Say, ini semua berkat dukunganmu juga.''
Lindsay juga balik tersenyum dan juga mengangguk,'' sama-sama Lea. Ah, rasanya aku ingin menikah,'' kata-kata Lindsay membuat Alea terkejut.
''Kau sudah move on, ya? Yakin tak terbayang masa lalu lagi?'' Goda Alea.
''Hei aku hanya bercanda lagipula kata siapa aku belum move on? Masa lalu ya masa lalu, hidup terus berjalan ke depan,'' Kilah Lindsay, padahal ia memang masih belum bisa melupakan pria masa lalunya, takut mendapat karma karena menyakiti pria masa lalunya itu, meski telah melewati waktu sepuluh tahun.
__ADS_1
Dan hari itu Ben dan Arion sibuk memenangkan berbagai lomba sedangkan Alea dan Lindsay sibuk saling menggoda.