Rindu Tapi Benci

Rindu Tapi Benci
Bab 21 Sepuluh Tahun Kemudian...


__ADS_3

''Mommmmmmy.....I miss you sooo mucccchhh...'' teriak seorang bocah laki-laki menggemaskan pada layar ponselnya, dia adalah Arion Achazia Port, putra dari Alea, bocah yang kini berusia 9 tahun ini begitu pintar dan selalu menjadi kebanggaan mommy dan keluarganya, ia tumbuh menjadi anak yang cerdas dan juga mandiri, ia sedikit cuek dan selalu tampil cool di hadapan semua orang, kecuali bila sedang bersama keluarga dekatnya saja ia menjadi manja dan berisik.


''Astaga boy, tak perlu harus berteriak seperti itu, okay?'' Alea sampai kaget dengan teriakan Arion, pasalnya video callnya baru saja terhubung, ia langsung mendengar suara teriakan putranya.


''Kapan mommy kembali? dua hari lagi ada acara hari ayah loh, mommy harus menghubungi daddy untuk menemaniku di sekolah,'' ucap Arion.


Ya, saat ini Alea tengah berada di luar kota karena urusan bisnis,'' kenapa baru bilang sayang? bagaimana kalau daddy sedang sibuk dan tak bisa menemanimu? Bagaimana kalau perginya sama uncle Rain saja? Atau granpa saja?'' Tanya Alea.


Arion memasang wajah cemberutnya,'' pokoknya Arion maunya daddy, tadi Arion sudah menghubunginya tapi daddy tak mengangkat teleponnya, mom,'' jawab Arion tetap kekeh dengan keinginannya.


Alea menghela nafasnya,''Boy, tadi kau bilang daddy tak mengangkat teleponmu, berarti daddy sedang sibuk, jadi pergi saja ya sama uncle atau granpa?''


''No mom, Arion malas pergi dengan uncle Rain, coba saja kalau ada uncle Rian, kalau granpa kan sudah tua, nanti akan ada lomba kekompakan bersama ayah, takutnya encok granpa kumat saat menggendong Arion, mom,'' rengek Arion.


''Hei kata siapa granpa sudah tua dan tak bisa menggendong cucu granpa yang menggemaskan ini, hm?" Tiba-tiba daddy James muncul dari luar dan langsung menggendong Arion, ia lalu menggelitik tubuh cucunya karena perkataan Arion yang meragukan kekuatannya itu, padahal walaupun ia sudah tua tetapi staminanya masih oke.


"Hihi hihi hihi....granpa, Arion geli, ayo turunkan Arion, nanti encok granpa kumat dan akan membuat grandma kesulitan,'' ucap Arion sambil tertawa geli dengan aksi granpa Jamesnya.


''Tuh kan masih meragukan granpa,'' daddy James segera menurunkan Arion dan berpura-pura cemberut.


Arion lalu memeluk pinggang sang granpa dan meminta maaf karena ia tak ingin kakeknya itu sedih karena sikapnya.


'' Maafkan Arion granpa, Arion hanya tak ingin granpa nanti sakit, Arion sangat menyayangi granpa,'' Arion merasa bersalah pada kakeknya.


Mendengar perkataan sang cucu, membuat hati daddy James terenyuh lalu segera membungkuk dan langsung menggendong dan menghujani wajah sang cucu dengan ciuman.


Sementara Alea yang belum mematikan panggilannya begitu terharu dengan sikap putranya itu, ia menghapus sudut matanya yang basah. Ia sangat bersyukur putranya tumbuh menjadi anak yang cerdas dan tidak kekurangan kasih sayang sedikit pun.


''Stop granpa jangan terus menciumku seperti ini, bagaimana kalau ada yang melihatnya bisa hancur image Arion sebagai pria cool,'' Ario paling tidak suka bila dicium, ia merasa sudah besar dan tak ingin terlihat seperti anak manja di depan umum meski pada dasarnya ia memang manja dengan keluarganya.

__ADS_1


Daddy James terkekeh begitu juga Alea di ujung telepon.


''Baiklah boy,'' daddy James menurunkan Arion dari gendongannya.


''Astaga granpa, Arion lupa sedang bicara dengan mommy,'' saat melihat ponselnya masih menyala dan masih juga terhubung dengan Alea.


''Mom kau masih di sana?'' Tanya Arion karena tidak melihat Alea di layar ponselnya.


''Ya sayang? Maaf tadi mommy pergi ke toilet karena sepertinya anak mommy ini melupakan mommynya jika sedang bersama granpanya,'' Alea menunjukkan wajahnya di depan layar ponselnya lagi lalu sedikit beralasan dan pura-pura merajuk pada Arion.


"I'm so sorry, mom,'' Arion memasang wajah bersalahnya.


Alea tersenyum,'' jangan dianggap serius sayang, mommy hanya bercanda.''


''Yes mom,'' jawab Arion.


''Kapan kau kembali sayang?'' Tanya daddy James pada Alea saat melihat putrinya di layar ponsel Arion.


"Baiklah sayang, berhati-hatilah di sana,"


'' Ya dad.''


''Ya sudah mom, sampai bertemu lagi, Arion mau pergi memancing bersama kakek dulu ya," Arion mengakhiri panggilannya lalu menggandeng tangan kakeknya untuk segera pergi karena ia sudah tak sabar untuk segera memancing.


...****************...


Keesokan harinya, setelah menyelesaikan segala urusan bisnisnya Alea langsung membereskan semua barangnya dan kembali ke Trondheim.


Ya, setelah dua tahun vakum, Alea memutuskan kembali melanjutkan kuliahnya, kali ini ia mengambil kelas fashion desainer karena ia suka mendesain pakaian dan itu merupakan cita-citanya, dulu ia memilih ilmu ekonomi dan mengubur impiannya karena Gie memilih jurusan tersebut, Gie memang tahu ia menyukai hobinya mendesain pakaian, ia seringkali membuat desain pakaian untuk barbienya namun saat itu Gie menjadi egois karena tak ingin Alea jauh darinya. Alhasil keduanya masuk di jurusan yang sama.

__ADS_1


Sementara Lindsay mengambil kelas fashion bisnis manajemen, diawal tahun pertama mereka berkuliah mereka telah bekerja sama membangun bisnis mereka di dunia fashion. Dengan kerja keras mereka berdua akhirnya mereka berhasil membangun rumah mode Achazia, menjadi cukup terkenal di kota Trondheim. Setelah keduanya menyelesaikan S2nya, mereka terus fokus pada usahanya hingga di tahun kedelapan ini hasil karya desain Alea semakin dikenal di dunia internasional. Ia bahkan telah menerima berbagai penghargaan karena hasil karyanya yang sangat berkualitas.


''Mommmyyy.....,'' teriak Arion senang menyambut kepulangan Alea ketika ia keluar dari dalam mobil.


''Hai boy...Miss you so much,'' Alea juga sangat senang dengan kebiasaan Arion yang suka menyambutnya saat ia pulang dari kerja atau dari mana pun, rasa lelahnya hilang seketika berganti dengan rasa bahagia. Alea segera membungkukkan badannya ketika sang putra berlari ke arahnya dan langsung masuk kedalam pelukan Alea, ia lalu menghujamkan banyak ciuman sayang di wajah putra kesayangannya itu, menyalurkan rasa rindu yang tertahan selama tiga hari kepergiannya keluar kota.


''Mom, jangan terlalu menciumku aku sudah besar loh,'' kesal Arion namun sebenarnya ia juga suka sang mommy melakukannya.


''Benarkah putra mommy ini sudah besar? Tapi kenapa di mata mama masih seperti bayi Arion yang lucu ya?,''Tanya Alea menggoda Arion.


''Ck, mom, Arion itu benar-benar sudah besar, sudah bisa menjaga mommy kalau ada yang menjahati mommy sudah bisa Arion balas loh,'' Arion berkata dengan mimik serius sambil menunjukkan otot tangannya, sudah dua tahun ini Arion mengikuti pencak silat, entah kenapa pertama kali menonton acara televisi yang menampilkan olahraga tersebut Arion begitu tertarik untuk mempelajarinya.


Sikap yang ditunjukkan oleh Arion membuat Alea terharu dan langsung memeluk erat tubuh putranya.


''Lea, kau sudah pulang?''Tanya Lindsay yang baru keluar dari dalam rumah menghampiri ibu dan anak yang sedang melepas rindu itu.


''Hai Say, iya aku pulang cepat karena segala pekerjaannya sudah beres,'' ucap Alea merangkul Lindsay setelah menyuruh Arion masuk terlebih dahulu, melewati Lindsay yang langsung mendapat ciuman kilat di pipi kanannya dari sang mama.


''Astaga mama...,'' kesal Arion namun detik berikutnya ia juga ikut mencuri ciuman di pipi Lindsay yang masih membungkukkan badannya ke arahnya lalu setelahnya ia berlari masuk ke dalam rumah.


Alea dan Lindsay hanya tertawa lucu dengan tingkah Arion.


''Syukurlah, by the way, perusahaan perhiasan Jewelry Clerk ingin mengajukan kerja sama dengan kita di acara peluncuran brand terbaru mereka, mereka tertarik dengan desain kita beberapa waktu lalu kata mereka temanya sangat cocok dengan brand terbaru mereka yang akan diluncurkan. Jadi bagaimana kau tertarik?'' Tanya Lindsay setelah memberitahukan informasi kerja sama tersebut.


''Benarkah? Bukankah pemilik perusahaan itu adalah teman baiknya Ben?'' Tanya Alea karena ia yakin pasti ada campuran tangan dari sahabatnya itu baru perusahaan besar itu mau bekerjasama dengan perusahaan mereka.


''Iya, memang itu temannya Ben tapi ia juga benar-benar tertarik dengan desain kita sebelumnya.''


Kalau begitu, ini kabar gembira buat kita, usaha kita akan semakin dikenal banyak orang, kau tahu kan perusahaan Jewelry Clerk itu perusahaan yang melahirkan perhiasan-perhiasan ternama dan terbaik dunia dan kita harus bersyukur karena diberi kesempatan untuk bisa berkolaborasi dengan perusahaan itu. Kita harus menyiapkan semuanya dengan sempurna, Say,'' jawab Alea antusias.

__ADS_1


Lindsay mengangguk setuju,'' aku akan mengatur jadwal pertemuan kita.''


Setelah berbincang-bincang sedikit, mereka berdua lalu kembali masuk ke dalam rumah.


__ADS_2