
Hari keberangkatan ke Trondheim akhirnya tiba. Hanya Ben dan daddy Arthur ayahnya Lindsay saja yang mengantar mereka ke bandara karena memang hanya mereka berdua saja yang tahu keberangkatan mereka.
Ucapan perpisahan dan pelukan hangat serta tangis sedih mengakhiri pertemuan antara sahabat serta ayah dan anak.
''Aku akan sangat merindukan kalian, tapi jika ada waktu kosong aku akan berkunjung ke sana. Mulailah hidup yang baru tanpa bayang-bayang masa lalumu,'' kata-kata nasihat Ben setelah melepas pelukannya dengan Alea.
Alea tersenyum mengangguk,'' terimakasih untuk semua yang kau lakukan untukku dan Lindsay, kami pasti juga akan sangat merindukamu.''
''Daddy, akan sangat merindukanmu sayang,'' daddy Arthur mencium kening Lindsay dan memeluk erat sang putri, masih terasa berat melepas putrinya.
''Say juga pasti akan sangat merindukanmu dad, tapi Say akan sering-sering menghubungimu. Jadi jangan khawatir apa-pun.''
''Saya titip Lindsay pada anda, tuan James dan nyonya Christine. Tolong perhatikan juga dirinya dan tolong maafkan dia kalau dia berbuat hal yang tidak menyenangkan hati kalian,'' mohon daddy Arthur.
''Jangan khawatir tuan Arthur, Lindsay sudah kami anggap anak kami juga, kami akan menyayanginya seperti kami menyayangi Alea,'' sahut daddy James yang membuat daddy Arthur menghela nafas lega.
Akhirnya mereka benar-benar berangkat juga. Alea menutup segala kesedihan hatinya untuk melupakan semua hal yang pernah dilaluinya bersama mantan kekasihnya hanya satu yang tersisa yang ia bawa sebagai kenangannya bersama Gie yaitu janin yang sedang dikandungnya. Ia mengelus perutnya yang masih terlihat rata itu. memohon maaf pada janinnya yang harus ia pisahkan dari mantan kekasihnya itu yang entah berada dimana rimbanya. Beberapa hari lalu mommy Britney sempat meneleponnya tetapi ia memilih untuk tak menjawabnya melainkan mengeluarkan kartu simnya dan membuangnya. Ia ingin melepaskan segalanya dan hanya fokus pada kehidupan baru bersama babynya saja.
Begitu pula dengan Lindsay yang harus melupakan hubungan yang belum dimulainya bersama Jack, meskipun bayang-bayang ciuman panas mereka terus menghantuinya bersamaan dengan situasi perpisahan yang meninggalkan luka baginya dan melahirkan benci bagi Jack.
__ADS_1
...****************...
Hampir tujuh jam lebih mereka mengudara akhirnya tiba juga di Oslo. Dari Oslo mereka mengudara lagi sekitar hampir tiga puluh menit ke Trondheim.
Begitu melelahkan perjalanan yang harus mereka tempuh untuk sampai pada tujuan mereka. Namun semuanya terbayar dengan kemewahan dan keindahan resort pribadi yang dibangun oleh daddy James. Resort mewah bergaya elegan yang tepat berada di area perbukitan yang dikelilingi oleh hutan itu benar-benar sangat memanjakan mata mereka dengan pemandangan yang terlihat sangat alami.
Saat memasuki gerbangnya saja sudah disuguhi halaman yang tampak luas dan di penuhi dengan berbagai macam bunga warna-warni. Setelah memasuki area dalamnya, mereka dibuat makin tercengang, desain ruang keluarga yang elegan dan luas dengan sofa panjang yang dihiasi banyak bantal, dilengkapi juga dengan televisi. Ruang yang berada di tengah rumah itu didominasi oleh berbagai furnitur kayu yang menambah kesan hangat.
Tak jauh dari sana terdapat ruang makan yang juga luas dan elegan dengan meja panjang yang dapat dimuat oleh kurang lebih dua belas orang. Rata-rata furniturnya adalah material kayu. Kesan elegan makin terlihat dengan kehadiran lampu-lampu cantik yang menggantung di tengah-tengah meja.
Belum lagi area belakang resort, ada teras yang dilengkapi sofa untuk bersantai, bagian atapnya dilengkapi dengan material kaca, sehingga bisa terkena sinar matahari langsung. Bersebelahan dengan itu, ada ruang makan semi outdoor dan di samping kiri bagian belakang terdapat paviliun sebagai tempat tinggal para pelayan, memandang lagi ke depan ada kolam renang yang sangat luas yang dikelilingi berbagai macam pohon menambah kesan asri. Ternyata area belakang ini sangat cantik karena ada pintu penghubung yang langsung menuju ke area perbukitan yang dikelilingi hutan.
''Daddy, kau benar-benar hebat, bisa mendesain resort sebagus ini,'' Alea memuji daddynya. Begitu juga si kembar dan Lindsay yang ikut memuji daddy James membuat ayah tiga anak itu terlihat bangga.
''Suamiku memang hebat, terimakasih sayang, kau benar-benar luar biasa,'' mommy Christine sangat bahagia karena sang suami mendesain bangunannya sesuai dengan keinginannya dulu. Tanpa malu dengan anak-anaknya, ia mengecup seluruh wajah suaminya dan berakhir mengecup bibirnya namun bukan daddy James jika ia melepaskannya begitu saja meski usia mereka tak lagi muda tapi gairah cinta selalu melingkupi dirinya, ia malah memperdalam ciumannya dengan me-***** dan menye-sap bibir sang istri yang selalu membuatnya candu itu, mereka semakin lupa diri di mana mereka berada saat ini.
''Astaga mom, dad. Kalian menodai mata suci kami,'' seru si kembar sambil menutup wajah mereka dengan kedua tangannya.
''Ya mom, dad, kalian membuatku dan Lindsay iri saja,'' timpal Alea tak habis pikir dengan tingkah kedua orangtuanya itu.
__ADS_1
''Ah, maaf sayang, kami lupa kalau ada kalian di sini habisnya mommy kalian selalu membuat daddy candu dengannya'' Jawab daddy James tanpa rasa bersalah. Tanpa bicara lagi ia segera menggendong istrinya yang sedang merona karena malu terhadap anak-anaknya itu ala bridal style menuju kamar mereka untuk menuntaskan segala hasrat yang sudah tak mampu dibendungnya lagi, meninggalkan Alea, Lindsay dan si kembar yang melongo memandangi keintiman keduanya.
''Mereka benar-benar orang tua ajaib kan,'' Alea berkata sambil terus memandangi kedua orangtuanya yang mulai menghilang di balik pintu kamar mereka.
''Tapi aku suka melihatnya, mereka sangat romantis, di masa depan aku juga ingin seperti mereka,'' ujar Lindsay senang namun tiba-tiba merubah mimik wajahnya menjadi sedih karena mengingatkan dirinya pada Jack.
''Aku bisa loh, seperti daddy,'' celetuk Rain saat mendengar ucapan Lindsay, Alea yang berada tepat di sampingnya langsung mentoyor kepala sang adik.
''Jangan terus menggoda kak Say, pikirkan dulu pendidikanmu supaya jangan seperti kakakmu ini,'' cecar Alea.
''Iya kak, aku hanya bercanda kok,'' sela Rain membela dirinya.
Rian hanya menggeleng malas sementara Lindsay hanya tersenyum, tak mau ambil pusing dengan ucapan adik angkatnya itu. Eh, bicara soal adik angkat, ya memang karena daddy James dan mommy Christine sudah menitahkan bahwa Lindsay anak mereka juga otomatis si kembar dan Alea juga telah menjadi saudaranya.
...****************...
Alea tengah duduk bersandar sendiri di ranjang kamarnya. Lindsay juga sedang berada di kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Alea.
Ia terus mengelus perutnya dan berbicara dengan sang janin,'' mulai sekarang kita akan hidup berdua tanpa daddymu, mommy janji akan berusaha menjadi mommy yang hebat untukmu, bantu mommy sayang jadilah anak kuat untuk mommymu yang lemah ini. Maafkan mommy yang sempat menolakmu, saat itu mommy hanya merasa putus asa. Tapi sekarang tidak lagi sayang, mommy akan berjuang untukmu, untuk hidup kita, dan jangan khawatir kita juga tak sendiri ada banyak orang yang sangat menyayangi kita.''
__ADS_1
Ya, Alea sudah memutuskan untuk move on dari masa lalunya meski tak bisa dipungkiri bahwa akan sangat sulit untuk melupakan semuanya tapi ia juga tak ingin terus berada dalam bayang-bayang masa lalunya. Saatnya memulai hidup baru dengan harapan baru yang penuh kebahagiaan bersama sang buah hati.