
Alea dan Antony memasuki sebuah restoran mewah, Alea tampak anggun dengan gaun hitam sabrina yang menunjukkan leher jenjang putih mulusnya, ia menggandeng lengan Antony yang malam ini juga memakai jas hitam, mereka terlihat serasi layaknya pasangan kekasih.
Seorang pelayan menghampiri mereka berdua lalu mengantar mereka ke ruangan VVIP. Setelah mengantar dan membukakann pintu, pelayan pun berbalik dengan sopan dan pergi dari hadapan mereka.
Alea dan Antony tampak terkejut melihat siapa saja yang ada di dalam ruangan tersebut, ternyata tidak hanya nyonya Sandra dan suaminya tapi juga ada Gie dan Silly.
Nyonya Sandra dan suaminya tuan Edward tersenyum ke arah Alea dan Antony lalu mempersilahkan mereka berdua duduk.
Alea dan Antony duduk berhadapan dengan Gie dan Silly. Hanya Antony saja yang menyapa Gie dan Silly sedangkan Alea hanya diam, ia hanya tersenyum ramah kepada nyonya Sandra dan suaminya.
Gie, Alea dan Antony sama-sama memasang wajah datarnya, sedangkan Silly tetap dengan senyum ramahnya.
Tak lama kemudian pelayan mengantar makan malam yang telah dipesankan oleh nyonya Sandra sebelumnya. Mereka akhirnya makan malam sambil membicarakan tentang pagelaran busana yang akan diadakan tiga Minggu lagi.
''Oh, ya, aunty pikir kalian berdua sangat cocok, kapan kalian menjalin hubungan?'' Nyonya Sandra bertanya pada Alea dan Antony karena ia pikir mereka itu adalah sepasang kekasih.
''Uhuk..uhuk..uhuk..''
Alea tersedak mendengar pertanyaan nyonya Sandra.
Gie dan Antony sama-sama mengambil gelas mereka dan menyodorkannya pada Alea, Alea tampak kaget dengan pergerakan Gie yang tanpa sadar itu begitu juga dengan Gie yang langsung menurunkan gelasnya setelah ia melihat situasinya.
Sedangkan Silly samar-samar memasang wajah masam melihat kedua pria yang begitu perhatian pada Alea.
Alea mengambil gelas yang disodorkan oleh Antony.
''Hati-hati, sayang,'' ucap Antony pada Alea sambil mengelus punggung Alea yang mana membuat Alea terkejut dengan panggilan sayang Antony padanya, ia lantas menoleh ke arah Antony dengan tatapan bertanya, Antony hanya tersenyum manis.
Gie mengepalkan tangannya, ia mulai merasa tak nyaman dengan panggilan Antony terhadap Alea, seperti biasa untuk mengatasi rasa ketidaknyamanannya ia pasti akan menggenggam jimat penenang jiwanya.
__ADS_1
Silly yang menyadari reaksi Gie sengaja bertanya dengan suara lembut,'' ada apa sayang?''
Gie menggeleng,'' tidak apa-apa, aku ke toilet sebentar,'' Gie lalu bangkit dan pergi setelah meminta izin pada nyonya Sandra dan tuan Edward.
Sementara Alea merasa kikuk di tempatnya, ia bingung harus menjawab apa dengan pertanyaan Nyonya Sandra yang sedang menatap dirinya dan Antony.
''Tiga bulan lalu, aunty,'' jawaban Antony kembali mengejutkan Alea yang terus menatap aneh padanya.
'Apa-apaan sih, Antony!' batinnya kesal.
Eh, tunggu Alea baru menyadari kalau Antony memanggil nyonya Sandra dengan sebutan aunty.
"Maaf, kalau saya lancang bertanya tentang hubungan Antony dengan Nyonya dan...''
''Apa keponakan aunty yang nakal ini tidak memberitahu kalau aku adik dari mommynya?'' Potong Nyonya Sandra yang membuat Alea menggeleng.
Sementara Silly hanya diam, namun juga kesal dalam hatinya karena Alea selalu beruntung bertemu dengan pria-pria kaya yang begitu perhatian padanya.
Alea tak sengaja menyenggol anggur dan tumpah membasahi gaun bagian depannya ketika sedang berbicara menjawab pertanyaan Nyonya Sandra.
Antony lalu menyodorkan saputangannya pada Alea yang langsung di terimanya, lalu membersihkan tumpahan anggur tersebut namun ia masih merasa risih, jadi ia pun minta izin ke toilet.
Antony mengangguk begitu juga yang lainnya tidak dengan Silly yang langsung bangkit berdiri dan menawarkan bantuan untuk menemani Alea, ia takut kalau Alea dan Gie akan bertemu berdua tanpa dirinya karena Gie belum kembali sampai saat ini.
Niatnya harus terhenti karena Nyonya Sandra menahan dirinya karena ada yang perlu dibahas dengannya tapi Nyonya Sandra meminta Antony untuk mengantar Alea ke toilet namun Alea menolaknya dan pergi sendiri saja.
Silly menjadi kesal namun dia tak menunjukkannya di depan mereka, dalam hati ia berdoa semoga mereka tidak berpapasan.Tapi sayangnya doa Silly tak terkabul karena ternyata Alea dan Gie bertemu di lorong menuju toilet, Gie baru keluar dari toilet dan Alea yang baru hendak ke toilet.
sepasang mata mereka bertemu, Alea hanya memandang datar ke arah Gie yang justru menatap tajam ke arahnya. Tanpa menghiraukan tatapan Gie, Alea melangkah melewatinya. Baru selangkah melewati Gie, sebuah tangan mencekal tangan sebelah kanannya lalu mendorongnya kembali ke depan. Alea menatap marah pada Gie yang sedang menatap tajam padanya.
__ADS_1
''Maaf tuan, anda sangat tidak sopan!" Alea menepis tangan Gie yang masih memegang tangannya, jantungnya mulai tak aman.
Gie tersenyum sinis lalu berkata, apa hobimu menggoda pria dengan dandananmu seperti ini?''
Alea semakin marah mendengar perkataan Gie lalu berkata,'' sangat tidak sopan orang asing sepertimu mengomentari privasi orang lain!''
''Benarkah? Sudah berapa pria yang berhasil tidur dengan tubuh kotormu itu?'' Kata Gie sambil menarik dagu Alea kuat membuat Alea meringis sakit lalu menepis tangannya dan menampar Gie.
''Plak! Jaga bicara anda tuan, anda sudah sangat keterlaluan menilai saya!'' Alea sakit hati dengan perkataan Gie, ia berlari masuk ke kamar mandi dengan air mata yang terus jatuh.
Sedangkan Gie terdiam di tempatnya setelah mendapat tamparan yang cukup keras dari Alea, entah kenapa hatinya juga ikut sakit dengan kata-katanya sendiri terhadap Alea apalagi melihat air mata Alea yang terjatuh di hadapannya dan itu untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia melihat air mata wanita yang masih dirindukannya namun sangat dibencinya itu karena terluka dengan ucapannya, dulu ia hanya menulis surat saat merasa dikhianati oleh Alea karena tak sanggup memaki-maki di depan wanita itu.
Suasana hatinya semakin buruk, tanpa sadar air matanya terjatuh, ia lalu mengusap air matanya dan beranjak pergi dari situ. Ia tak kembali ke acara makan malam tersebut tapi ia menuju parkiran dan pergi meninggalkan restoran dengan mobilnya.
Sementara Alea masih menangis dalam toilet, ia benar-benar terluka dengan kata-kata kasar Gie terhadapnya, ternyata lebih sakit dimaki-maki di depan wajahnya sendiri ketimbang membaca surat berisi makian yang pernah ditulis oleh Gie untuknya.
Ia ingin menyesal karena telah dengan mudah menyerahkan tubuhnya pada Gie namun ia tarik pemikirannya karena mengingat ada Arion di antara mereka, putra yang pernah ia tolak ada dalam rahimnya di awal kehamilannya dulu, kini ia tidak ingin terjadi apa-apa pada putranya karena penyesalannya itu.
Ia tak sanggup bila sang pemilik kehidupan murka dan mengambil Arion darinya karena Arion adalah sumber kekuatan untuk terus menjalani kehidupannya.
Setelah puas menangis, ia membenahi kembali pakaiannya dan wajahnya lalu mengirim pesan pada Antony bahwa ia tak enak badan dan langsung pulang tanpa pamit juga memohon pada Antony untuk meminta maaf pada nyonya Sandra dan suaminya.
Alea lalu menahan taksi saat ia keluar dari restoran dan meminta taksi menurunkannya di sebuah hotel yang lain, tidak jauh dari restoran, ia benar-benar malas harus kembali ke hotel Gie. Untunglah di samping hotel tersebut terdapat sebuah butik, jadi Alea mampir sebentar untuk membeli beberapa potong pakaian kemudian ia melangkah masuk ke hotel dan memesan sebuah kamar deluxe.
Sementara Antony yang menerima pesan Alea seketika itu langsung pamit pada Nyonya Sandra dan suaminya serta Silly, setelah meminta maaf atas nama Alea.
Tak ketinggalan Silly yang ikut merasa tak nyaman karena Gie yang tak membalas pesan-pesannya juga tak mengangkat teleponnya, ia yakin pasti telah terjadi sesuatu di antara mereka. Ia pun ikut pamit dan memberi alasan bahwa Gie juga tak bisa kembali karena nanny Elf mengabari bahwa putri mereka sakit.
Alhasil mereka semua pergi dan menyisakan Nyonya Sandra dan suaminya yang tetap melanjutkan makan malamnya.
__ADS_1