
Seorang pria tampan baru keluar dari bandara, ia menghirup dalam-dalam udara kota Cambridge yang sangat dirindukannya itu. Lima bulan telah berlalu, tidak ada yang berubah dari kota itu setelah ia tinggalkan masih seperti yang dulu hanya dirinya yang sedikit mengalami perubahan. Tubuh yang terlihat terawat dan atletis dulu kini sedikit kurus dengan potongan rambut gondrong dan jambang yang memenuhi wajahnya.
Dia adalah Georgie Alberth Clay atau Gie. Ya, setelah berperang melawan ego dan amarah juga kekecewaannya ternyata ia benar-benar dibuat bertekuk lutut dengan rasa rindu yang membuncah pada pawang hatinya, Aleandra Antonetha Port.
Selama lima bulan ini ia terus hidup sebagai orang lain bukan dirinya yang dulu dan tak punya tujuan hidup sama sekali. Bermabuk-mabukkan dan pergi ke Club malam, hanya saja ia tak bisa berdekatan dengan satu wanita pun. Setiap kali ingin melampiaskan amarah dalam hasratnya pada wanita lain yang ia sewa untuk menemani dirinya selalu berakhir dengan dirinya yang mengalami mual dan muntah hebat yang melemaskan tubuhnya.
Terkadang ia memaki-maki mantan kekasihnya, ia merasa sang mantan telah memantrai sebuah kutukan dahsyat dalam dirinya. Entah kutukan apa yang sedang melanda dirinya, ia tak mengerti sama sekali.
Pada akhirnya ia memilih untuk kembali dengan mengikhlaskan segala yang telah terjadi, semua orang pasti pernah berbuat salah sekalipun kesalahan itu sangat fatal tetapi semua orang juga berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahannya.
Terlebih beberapa hari yang lalu, mommy Britney menghubunginya dan mengeluh bahwa Alea dan keluarganya sulit dihubungi padahal yang ia ketahui mereka sudah beberapa bulan ini sedang menemani Alea di Amerika. Karena kesibukannya ia belum sempat berkunjung kesana. Ia juga kesal karena asisten Jhonson yang selalu menjawab asal jika ia bertanya tentang daddy James sementara suaminya daddy Grey selalu menghindar dan membuatnya sibuk dengan banyak hal.
Ya, Gie menghubungi sang mommy satu bulan setelah ia berpisah dengan Alea. Mommy Britney awalnya begitu terkejut dan sempat memarahinya kenapa bisa putus lalu pergi meninggalkan Alea tetapi akhirnya ia bisa memaklumi setelah Gie memberikan alasan yang masuk akal, ia berkata bahwa ia dan Alea hanya break sementara dan sedang dalam tahap mendewasakan diri.
Wajar dalam satu hubungan yang sudah sangat lama mengalami pertengkaran, rasa bosan dan lain sebagainya. Gie tidak memberitahu yang sebenarnya, ia juga tak jujur bahwa dirinya telah berhenti dari kuliahnya. Dia beralasan tengah berlibur ke Australia tempat pelariannya selama ini dan mommy Britney benar-benar percaya padanya.
Ia boleh menutupi segalanya dari sang mommy tetapi tidak untuk daddynya, karena pada akhirnya sang ayah lebih dulu tahu perpisahannya dengan Alea, namun daddy Grey tak ingin terlalu ikut campur urusan putranya dengan mencari tahu lebih detail kandasnya hubungan putranya itu dengan putri sahabatnya, meskipun ia melihat betapa hancurnya hidup Gie karena patah hati. Ia hanya menyuruh anak buahnya untuk mengawasi putranya agar terhindar dari masalah-masalah berat yang bisa saja ia lakukan tanpa pikir panjang yang akan semakin membuat hidupnya berantakan.
Biarlah setelah sadar dari keterpurukannya ia memilih hal mana yang akan ia ambil ke depannya. Begitu juga dengan sang adik Willy yang sudah mengetahui masalahnya itu memilih untuk diam saja.
Terlebih Gie juga meminta waktu pada daddynya untuk menikmati keterpurukannya. Aneh, tapi mungkin itu bentuk pelampiasan dirinya untuk bisa menerima kenyataan.
Kini ia sedang mematuk dirinya di depan pangkas rambut favoritnya, sepertinya ia harus merapikan rambut dan jambangnya agar terlihat lebih fresh atau Alea akan melihat betapa menyedihkannya keadaan dirinya.
Ia lalu masuk ke dalam pangkas rambut tersebut dan disambut oleh seorang hairstylist langganannya.
__ADS_1
''Lama tak jumpa tuan, anda terlihat sedikit kurus,'' sapa sang hairstylist tersebut.
'' Ah iya..., potongan seperti biasa jangan lupa jambangku,'' jawab Gie sedikit menyunggingkan senyum di bibirnya.
''Baiklah tuan, as you wish.''
...****************...
Setelah selesai merapikan bagian rambut dan wajahnya, Gie menuju ke toko bunga yang juga menjadi langganannya karena selalu membeli bunga untuk Alea di tempat itu.
''Selamat siang tuan Gie, lama tak berjumpa, sebuket mawar merah maroon ukuran besar kan?'' Sapa sang pemilik toko bunga dengan tersenyum sambil mengingat kebiasaan Gie yang selalu memesan sebuket mawar merah maroon dengan ukuran besar untuk wanita pujaannya.
''Of course, madam Pomfrey. Kali ini tulisan di kartunya I miss you ya, madam,'' sahut Gie dengan senyuman manisnya.
''Terimakasih madam,'' jawab Gie sambil duduk di sebuah kursi kayu.
Setelah lima belas menit menunggu, Senyumnya mengembang tatkala madam Pomfrey membawakan pesanannya.
''Ini tuan pesanan anda, dengan kata-kata sesuai permintaan anda,'' ujar madam Pomfrey dengan full senyum menghiasi wajahnya sambil menyerahkan pesanan Gie.
Biasanya Gie akan memberikan tulisan berupa kata-kata romantis yang sedikit panjang namun kali ini hanya tiga kata itu yang mewakili perasaannya saat ini. Sedikit heran bagi madam Pomfrey tapi ia pikir mungkin mereka sedang berjauhan karena suatu hal dan baru akan bertemu lagi.
''Terimakasih Madam, ambil saja kembaliannya,'' ucap Gie ramah seraya mengambil buket bunga pesanannya dari tangan madam Pomfrey dan menyodorkan beberapa lembar uang.
''Terimakasih kembali tuan, aku tunggu kedatangannya lagi, Nona Alea pasti sangat bahagia memiliki pria seromantis anda.''
__ADS_1
Gie terkekeh mendengar perkataan madam Pomfrey,'' sekali lagi terimakasih madam, sampai jumpa lagi,'' ucapnya lalu meninggalkan toko bunga tersebut.
...****************...
Senyum terus menghiasi wajahnya saat menatap buket bunga tersebut ia sudah tak sabar untuk bertemu dengan Alea, entah apa yang harus dikatakannya saat bertemu lagi terlebih menjelaskan isi surat yang ia tinggalkan. Apalagi calon mertua dan adik iparnya juga sedang bersama Alea. Mudah-mudahan Alea tak memberitahu hal tersebut pada mereka. Terkadang ia menyesal kenapa tidak pergi saja waktu itu tanpa harus menuliskan kata-kata jahat itu. Tapi apa boleh buat semuanya telah terjadi kini ia harus menjilat ludahnya sendiri dengan kembali lagi pada Alea tapi ia juga ingin meminta penjelasan pada mantan kekasihnya itu terkait masalah mereka.
Sebenarnya ia sedikit khawatir dengan Alea, mengingat mommy Britney bilang Alea dan keluarganya tak bisa dihubungi. Ia pun belum menghubungi Alea atau keluarganya sama sekali. Bahkan sahabat-sahabat Alea dan sahabat-sahabatnya juga ia tak hubungi walaupun hanya sekedar bertanya tentang Alea. Ia ingin langsung bertemu saja dengan wanitanya itu.
''Tuan sudah sampai,'' perkataan sang sopir taksi membuyarkan lamunan Gie.
''Ah iya, maaf.'' Gie segera keluar dari taksi setelah membayar tagihan argo pada sopir taksi tersebut.
Ia menatap bangunan apartemen mewah yang tinggi menjulang tersebut, apartemennya tepat berada di lantai lima. Sesekali ia menghirup udara dalam-dalam dan membuangnya kasar, tiba-tiba ia menjadi gugup saat telah berada di dalam lift. Kemudian ia menekan angka lima.
''Astaga, kenapa aku jadi semakin gugup begini,'' gumamnya sambil mengusap kasar wajahnya dengan tangan kirinya karena tangan kanannya sedang memegang buket untuk Aleanya.
Setelah sampai di lantai lima, ia berjalan keluar dari lift menuju unit apartemennya. Tiba di depan pintu apartemen, sekali lagi ia menghirup udara dalam-dalam dan mengeluarkannya dengan kasar untuk menutupi rasa gugup yang semakin menggila dalam dirinya. Tidak ingin menekan bel ia ingin mencoba memasukkan kode sandi yang dulu yakni tanggal mereka menjadi sepasang kekasih sembilan tahun yang lalu.
Klik
Kode yang dimasukkan berhasil itu artinya Alea belum menggantinya sama sekali. sedikit menyunggingkan senyumnya lalu membuka pintu.
Ceklek
Deg!
__ADS_1