
Alea dan Lindsay sedang sibuk menyiapkan makan malam untuk menyambut kedatangan sang mommy dan daddy Alea.
Mereka juga telah selesai membersihkan kamar tamu karena sang mommy bilang mereka akan menginap. Kebetulan apartemen mewah Gie ini memiliki 3 kamar. Ini sengaja Gie pilih yang lebih luas agar jika keluarganya atau keluarga Alea yang datang dan menginap mereka tidak perlu lagi menginap di hotel atau tempat lain.
''Semuanya sudah beres, kamar sudah, makan malamnya juga sudah, apalagi ya?'' Alea tampak berpikir sejenak.
Sesaat kemudian ia menjadi lesu,'' tinggal hatiku yang belum siap,'' gumamnya.
Lindsay yang tak berdiri jauh dari Alea mendengar gumaman sang sahabat segera menghampirinya,'' ada aku, jangan khawatir, aku akan terus berdiri di sisimu untuk menguatkanmu, menjagamu dan melindungimu dan bayi kita,'' ucap Lindsay sambil mengelus perut Alea yang masih rata.
Alea terenyuh mendengar ucapan Lindsay, matanya berkaca-kaca menatap sang sahabat yang begitu tulus padanya,'' Ah Say, kau selalu membuatku terharu,'' Alea langsung memeluk sahabatnya itu.
Ting tong...
Ting tong...
Mereka segera melerai pelukannya saat mendengar bel berbunyi.
''Itu pasti mommy dan daddy sudah datang,'' Alea terdengar gugup tapi juga senang karena kedua orangtuanya telah tiba.
''Ayo kita menyambut mereka bersama,'' ajak Lindsay.
Walaupun kembali gugup tapi Alea menyemangati dirinya demi Lindsay yang sudah begitu banyak membantunya.
Ceklek
''Selamat malam sayang,'' sapa sang mommy dan daddy tersenyum hangat pada Alea.
''Selamat malam Say,'' lanjut mereka sambil tersenyum ke arah Lindsay.
''Selamat malam mom, dad.''
''Selamat malam aunty, uncle.''
Mereka semua sama-sama saling menyapa dan melempar senyum seraya berjalan masuk ke dalam apartemen.
''Mom, dad, bersihkan diri kalian terlebih dahulu, kami menunggu di meja makan,'' ucap Alea setelah mengantar mommy dan daddynya ke kamar mereka.
''Baiklah sayang, terimakasih sudah mau kami repotkan,'' jawab daddy.
No dad, jangan berkata begitu, Lea sangat siap direpotkan oleh kalian.'' Ia yang sudah sudah berada di depan pintu hendak keluar kembali masuk dan langsung memeluk sang daddy serta mencium pipinya.
Sang mommy yang terharu pun ikut memeluk suami dan putri tercintanya.
''Daddy dan mommy sangat mencintaimu sayang,'' ucap sang daddy sambil mencium pipi sang putri.
''Lea juga sangat mencintai kalian,'' sambung Alea dengan mata yang berkaca-kaca.
Ada perasaan hangat yang ia rasakan karena pelukan kedua orang yang sangat disayanginya itu. Ingin rasanya saat itu juga ia mengatakan yang sebenarnya pada mereka tapi ia urungkan. Ada baiknya setelah makan malam.
''Hei, putri daddy kenapa menangis, hm?''
''Kau punya masalah sayang? Daddy juga belum melihat Gie? Apa kalian bertengkar?'' Tanya sang daddy setelah melepas pelukannya. Ia merasa ada sesuatu yang terjadi pada putrinya begitu juga dengan sang mommy.
''Iya sayang, ada apa? Apa Gie menyakitimu?'' Wajah sang mommy terlihat begitu khawatir karena air mata Alea yang terus jatuh.
Ya, Alea tak dapat membendung air matanya tatkala melihat kekhawatiran di mata keduanya. Sang Daddy setia menghapus air matanya lalu menatapnya menunggu jawaban atas semua pertanyaan mereka.
''Bisakah kita makan malam dulu mom, dad. Lea akan menceritakan semuanya pada kalian. Kasihan Lindsay sudah terlalu lama menunggu kita.''
''Baiklah sayang, kami menunggu ceritamu.'' Sang mommy pada akhirnya mengalah.
Walaupun sebenarnya keduanya sudah sangat penasaran tetapi mereka tetap menghargai keputusan putri semata wayangnya.
Lindsay menunggu dengan cemas apalagi saat melihat wajah sembab Alea yang baru saja keluar dari kamar kedua orangtuanya. Ia berjalan cepat menghampiri Alea,'' Apa aku sudah menceritakan semuanya?'' Tanya Lindsay dengan cemas.
Alea menggeleng,'' belum Say, setelah makan malam aku akan menceritakan semuanya pada mereka, aku hanya sedikit terbawa suasana saja tadi. Maaf membuatmu menunggu dan khawatir,'' jawab Alea tetap tersenyum pada Lindsay.
''Syukurlah, tidak apa-apa Lea. Ayo kita tunggu mommy dan daddy di meja makan saja,'' ajak Lindsay.
Alea mengangguk kemudian berjalan bersama Lindsay ke meja makan.
Tak lama kemudian kedua orangtua Alea bergabung dengan mereka di meja makan. Mereka berempat menyantap makan malam dalam diam, hanya bunyi sendok, garpu dan piring yang saling beradu.
Selesai makan, Alea dan Lindsay membereskan meja makannya dan segera menyusul mommy dan daddy yang sudah menunggu mereka di ruang televisi.
Alea kembali gugup saat akan menghampiri kedua orangtuanya,'' Say, aku takut sekali.''
''Jangan takut, mommy dan daddymu orang tua yang baik Lea. Ayo, baby kita pasti memberimu kekuatan,'' Lindsay menguatkan Alea yang merasa takut.
Akhirnya mereka menghadap mommy dan daddy juga. Alea semakin gugup, ketika kedua orangtuanya menatap dirinya dengan intens.
__ADS_1
''Sayang, ayo ceritakan pada mommy dan daddy apa yang terjadi sebenarnya?'' Tanya mommy penasaran.
Sementara sang daddy menunggu dengan sabar cerita putrinya.
Alea menatap kedua orangtuanya dengan perasaan yang benar-benar kalut. Lindsay menggenggam erat tangan sang sahabat seakan-akan menyalurkan kekuatan bahwa ceritakan saja semuanya, jangan takut, ada aku.
''Mom, dad, ma-maafkan aku, maafkan Lea, maafkan putri kalian yang bodoh ini,'' mata Alea kembali berkaca-kaca.
''Sayang, kemarilah duduk di antara mommy dan daddy, ada apa sebenarnya, hm?'' Tanya mommy Christine semakin penasaran begitupun dengan daddy James.
Alea menggeleng, takut duduk dengan diapit keduanya,'' no mom aku duduk dekat Say saja. A-aku ingin bilang, kalau aku dan Gie sudah putus, kami benar-benar berpisah mom, dad.''
''What??? Are you serious baby? Mommy Christine dan daddy James begitu kaget.
''But, Why? Kalian bertengkar? Atau salah satu dari kalian ada yang selingkuh? atau apa? bukankah kalian saling mencintai? Hubungan kalian bukan baru sehari dua hari loh, hampir sembilan tahun Lea dan Tiba-tiba kau bilang sudah putus? Tidak mungkin karena bosan kan?'' Cecar mommy Christine pada Alea karena begitu kaget mendengar kandasnya hubungan mereka.
''Mommy benar sayang, apa masalahnya? Kapan kalian putus?
Alea menangis,'' maaf mom, dad. Lea benar-benar tak tahu apa masalahnya, Gie pergi tanpa memberiku penjelasan apapun. Saat Lea bangun pagi, Gie telah pergi. Aku tidak tahu sekarang dia ada di mana nomor ponselnya juga tak aktif lagi.''
Alea memberikan penjelasan tanpa memberi tahu surat yang Gie tinggalkan untuknya. Ia tidak ingin orang tuanya marah dan berimbas pada hubungan persahabatan mereka dengan orang tua Gie. Cukuplah ia dan Gie saja yang memutus hubungan mereka.
''Lalu dari kapan Gie pergi? Kenapa tidak langsung menghubungi kami? Apa kami tidak penting bagimu? Kau tahu kan, daddy mengizinkanmu kuliah di sini karena Gie berjanji akan menjaga dan melindungimu, bahkan daddy begitu percaya padanya sehingga daddy tidak mengirim penjaga untukmu. Lalu sekarang dia meninggalkanmu tanpa penjelasan?'' Daddy James mulai terlihat menunjukkan amarahnya.
Alea masih terus menangis, ia menunduk takut melihat wajah kedua orangtuanya. Sementara Lindsay hanya terus diam dan ikut menunduk sambil terus menggenggam erat tangan Alea.
''Maaf mom, dad, Lea takut kalian marah padaku, Lea bingung bagaimana menjelaskannya pada kalian. Sebulan yang lalu kejadiannya.''
''Sayang, kau yakin tak membuat kesalahan yang membuat Gie pergi kan? Coba kau ingat-ingat dulu,'' mommy Christine masih bertanya dengan lembut mungkin saja putrinya yang membuat kesalahan, ia tahu Gie bukan orang yang langsung marah jika masalahnya tak fatal.
Alea menggeleng,'' Alea tidak pernah membuat masalah, dan malam sebelumnya kami masih baik-baik saja, Gie masih seperti Gie yang biasa, mom.''
''Mungkin saja anak sia-lan itu yang mulai bosan dengan putri kita lalu dia berselingkuh dan pergi dengan selingkuhannya. Berani sekali dia menyakiti putriku! Aku akan menghubungi Grey dan bertanya padanya,'' daddy James semakin marah, ia mengambil ponselnya dan hendak menghubungi ayah Gie, sahabatnya.
''No daddy, Lea sudah ikhlas melepas Gie, mungkin kami tak berjodoh, mungkin daddy benar Gie sudah bosan denganku, aku tak apa mom, dad. I'm okay without him.'' Kata-kata Lea mengandung kesedihan yang dalam di mata keduanya.
Sang mommy langsung bangkit menghampiri putrinya lalu memeluknya erat. Alea akhirnya menangis hebat di pelukan sang mommy.
''Kau yakin sayang, kau tak ingin tahu alasannya dia meninggalkanmu? Daddymu bisa mencari tahunya untukmu.'' Tanya sang mommy masih terus memeluk dan membelai lembut rambut Alea.
Alea menggelengkan kepalanya.'' Tidak usah mom. Aku sudah tak apa.''
''Baiklah sayang kalau itu maumu. Tidak apa-apa, mommy yakin kau akan mendapatkan seseorang yang lebih baik darinya. Lepaskan segala kesedihanmu tentangnya. Mommy dan daddy akan berbicara dengan aunty Britney dan uncle Grey tentang perpisahan kalian.
Tak tahan melihat sang putri semakin terisak dipelukan sang istri, daddy James bangkit dari duduknya ia mengisyaratkan Lindsay untuk pindah dari samping Alea lalu menghampiri putri dan istrinya, ikut memeluk mereka. Ia tahu rasanya kehilangan orang yang dicintai.
Lindsay juga tak kalah merasakan kesedihan keluarga Alea. Orang tua mana yang mau melihat anaknya disakiti?
''Maafkan daddy, ini semua karena daddy terlalu mempercayakan dirimu padanya akhirnya kau semakin terluka,'' ujar sang daddy.
Iya sayang, maafkan kami yang melepasmu begitu saja.'' sambung mommy Christine.
''Ini salah Lea mom, dad bukan salah kalian. Maafkan Lea.'' Alea menjadi semakin bersalah karena kedua orangtuanya mempermasalahkan diri mereka sendiri.
''Tapi boleh daddy bertanya sesuatu padamu sayang?''
Alea melepaskan pelukannya dan menatap sang daddy dengan perasaan was-was.
Entahlah tiba-tiba ia merasa sangat takut dengan pertanyaan yang ingin daddy James tanyakan.
''Selama kalian tinggal bersama, kau masih pegang janji daddy kan untuk tidak melakukan sesuatu yang melewati batas hubungan kalian?''
Deg!
Mommy Christine ikut menantikan jawaban dengan perasaan cemas.
Benar juga pertanyaan suaminya, jika ternyata mereka sudah tidur bersama tidak mungkin kan kalau mereka hanya tidur saja tanpa melakukan sesuatu.
Deg!
Deg!
Deg!
Jantung Alea berdetak sangat kencang, jawabannya kali ini akan benar-benar melukai hati kedua orangtuanya.
Lindsay pun ikut menjadi gugup. Mommy dan daddy Alea pasti akan sangat marah dan terpukul.
Alea bangkit berdiri kemudian berlutut menghadap kedua orangtuanya, ia menunduk sambil meremas ujung bajunya.
Deg!
__ADS_1
Deg!
Ketika melihat putri mereka bereaksi seperti itu mereka yakin putri mereka telah melanggar janjinya.
''Jangan bilang pada kami kalau kau melanggar janjimu, nak? mommy Christine mulai cemas.
''Maafkan Lea, mom, dad. Maafkan Lea, hiks...hiks...hiks...Lea telah menyakiti kalian, Lea telah membuat kalian terluka, Lea telah membuat kalian malu.'' Maafkan Lea...''
''Jadi kalian telah melakukannya? Kenapa kau melanggar janjimu pada daddy, Lea? Apa daddy mendidikmu untuk jadi seperti ini?''
''Kau tahu kan, daddy begitu mempercayaimu, karena daddy tahu putrinya sangat mencintai orangtuanya, dia tidak akan mungkin mengingkari janjinya. Daddy ingin kau sama seperti ibumu sangat menjaga dirinya dan daddy adalah orang pertama dan terakhir untuknya. Daddy tahu itu tidak akan menjadi soal bagi budaya kita, tapi daddy sangat menjaga kehormatan seorang wanita. Kau putri daddy dan mommy satu-satunya, kebanggaan kami. Kenapa Lea, kau melakukan ini pada kami?'' Daddy James begitu kecewa pada Alea begitu juga dengan mommy Christine yang hanya bisa menangis di tempat duduknya.
Alea terus menunduk dan menangis, ia tak sanggup mengangkat wajahnya untuk menatap kedua mata orangtuanya.
Lindsay bangkit dari duduknya dan ikut berlutut.
''Uncle, aunty, tolong maafkan Alea,'' mohon Lindsay.
Alea menoleh ke arah Lindsay, ia menggelengkan kepalanya, tidak setuju dengan apa yang dilakukan Lindsay saat ini. Lindsay tetap kekeh berlutut di sampingnya.
''Laki-laki brengsek itu, aku akan mencarinya dan membunuhnya, sekalipun dia putra dari sahabatku tapi berani sekali dia meninggalkan putriku setelah menidurinya selama ini!'' Geram daddy James seraya mengambil ponselnya dan hendak menghubungi seseorang namun Alea segera bereaksi.
''Tidak Daddy, jangan mencarinya lagi, Aku tidak ingin berhubungan dengannya lagi, aku juga tidak ingin persahabatan daddy dan uncle Grey hancur karena hubunganku dan Gie. Lea mohon daddy...'' Alea memeluk salah kaki daddynya.
Mommy Christine hanya mampu menangisi putrinya.
Lindsay pun menangis dalam diam.
''Kenapa kau tidak ingin daddy mencarinya Lea?'' ADA APA DENGANMU ALEANDRA ANTONETHA PORT HAHHHH?'' Suara sang daddy menggelegar di ruang televisi tersebut tanpa sadar ia menarik kakinya dengan keras dari pelukan Alea membuat Alea terhempas keras dan terduduk di lantai.
Deg!
Semua terkejut.
Mommy Christine kaget melihat kemarahan suaminya. Untuk pertama kalinya ia membentak sang putri dan berlaku kasar padanya.
''DADDDDD....!!!!'' Ia pun meneriaki sang suami sambil bangun dan menghampiri Alea.
''Akhhh......'' Alea mengerang kesakitan memegang perutnya.
Lindsay yang juga tak kalah kaget langsung mendekati Alea yang tak jauh dari posisinya.
Sementara daddy James diam mematung di tempatnya. Ia juga syok sendiri karena baru pertama kali membentak putri kesayangannya itu. Sampai suara keras sang istri mengembalikan kesadarannya.
''DADDDDD.....!!!!!!
Daddy James langsung mendekat ke arah mereka.
''Cepat angkat putri kita, dia kesakitan,'' ucap mommy Christine.
Tanpa berkata apa-apa lagi, daddy James segera mengangkat Alea yang terlihat sangat kesakitan.
Deg!
Deg!
''Darah?'' Gumam mommy Christine.
Mommy dan daddy Alea terkejut, melihat darah yang mengalir di sela-sela kaki Alea.
'Putriku hamil?'' batin mommy Christine.
Dengan suara gemetar mommy Christine berkata,'' ki-kita ba-bawa Lea ke rumah sakit.''
Karena ikut panik dan ketakutan melihat putrinya berdarah, daddy James langsung membawa Alea keluar dari apartemen dan langsung menuju ke area parkir mobil mereka.
''Sayaaaannggg, jangan lupa bawa kunci mobilnya,'' teriaknya pada mommy Christine.
Sementara Lindsay yang ikut panik, segera mengambil tas dan mengikuti mommy Christine yang baru saja mengambil kunci mobil dan keluar menyusul suami dan putrinya. Meskipun saat ini ia sangat lemas dan gemetar melihat kenyataan bahwa putrinya hamil dan entahlah semoga bayinya baik-baik saja. Ia benar-benar harus tegar dan kuat.
Akhirnya mereka membawa Alea ke rumah sakit.
Hai...
Salam bagi yang mampir ke karya pertamaku.
masih penulis amatirπ
Tapi semoga kalian suka sama ceritanya
Latarnya budaya luar ya, jadi agak bebas..
__ADS_1
πππ