Rindu Tapi Benci

Rindu Tapi Benci
Bab 25 Terkejut


__ADS_3

Tiga bulan kemudian, setelah sukses dengan kerja sama mereka bersama Jewelry Clerk, rumah mode mereka makin dikenal berkat karya-karya Alea yang luar biasa itu.


Kali ini mereka diundang oleh salah satu rumah mode terkenal dari Australia untuk berkolaborasi bersama dalam event fashion mereka yang akan digelar satu bulan mendatang di Australia.


Alea baru saja tiba di hotel yang sudah disiapkan oleh pihak penyelenggara event yakni B and C Fashion house. Ia mewakili rumah mode Achazia sebagai designer dan juga salah satu ownernya mengikuti pertemuan bersama owner juga designer-designer yang terlibat di dalamnya, sekitar dua puluh rumah mode yang diundang dalam event ini, beberapa merk perhiasan, salah satunya jewelry Clerk juga pihak-pihak lain yang terlibat di dalamnya. Mereka akan membahas perihal even yang dimaksud.


Alea datang sendiri tanpa Lindsay karena Lindsay juga sedang sibuk mempersiapkan proses produksi busana mereka di Trondheim.


''Wow, kamarnya benar-benar mewah,'' Alea berdecak kagum sambil melompat ke atas ranjang dan melentangkan tubuhnya yang agak sedikit lelah setelah melewati perjalanan panjang.


Ia akui bahwa kamar hotel presiden suite ini benar-benar mewah fasilitasnya juga desain interiornya yang elegan sangat berkelas sesuai harga sewa kamarnya, sebenarnya pihak penyelenggara menyiapkan kamar deluxe untuk semua tamu yang akan mengikuti even namun Alea minta diganti dengan presiden suite karena ia menyukai privasi. Rencana pertemuan ini akan dilaksanakan selama lima hari, namun rencananya Alea akan berada seminggu di sini karena dua harinya ia akan gunakan untuk menjelajahi kota Sidney dan membeli pesanan- pesanan putra semata wayangnya.


Setelah mandi dan berganti pakaian, Alea sedikit merias wajah cantiknya walaupun tanpa make up pun ia sudah cantik, apalagi paskah melahirkan Arion Alea selalu merawat tubuhnya yang makin berisi yang terlihat semakin seksi dan menggoda.


''Aku memang cantik,'' pujinya pada diri sendiri seraya tersenyum. Ia sekarang makin gencar mempercantik diri setelah mendengar putranya ingin memiliki seorang daddy, ia memutuskan untuk membuka hatinya entah pada siapa yang dapat membuatnya nyaman terlebih mampu membuat putranya bahagia.


Setelah dirasa sudah pas penampilannya, Alea lalu mengambil tas tangannya dan keluar dari kamar, ia akan mengikuti acara makan malam yang diselenggarakan di hotel ini juga.


Saat sedang berjalan di lobi hotel, tiba-tiba ia berhenti ketika ia melihat seseorang yang tak asing berjalan di depannya tengah digandeng oleh seorang wanita yang juga tampak tak asing baginya.


Deg!


"Gie???" Batinnya.

__ADS_1


" Dan dia...'' Batinnya lagi, ia makin terkejut ketika mulai mengenali siapa wanita di samping Gie. Dadanya bergemuruh dengan sangat hebat, ia masih terus menatap mereka dengan tatapan tak percaya, apa ini? Hatinya terasa semakin nyeri melihat pemandangan ini, tubuhnya bergetar hebat.


Inikah alasannya pria brengsek itu meninggalkan dirinya sepuluh tahun yang lalu?


Air matanya hampir keluar, ia merasa tengah bermimpi buruk tentang masa lalunya setelah sepuluh tahun berlalu,'' aku benar-benar tertipu oleh mereka di masa lalu!'' Marahnya dalam hati.


Belum habis rasa terkejutnya, ia makin dibuat tak bisa berpikir lagi dengan kemunculan seorang gadis kecil yang berada di depan mereka sedang tersenyum memanggil mereka.


''Daddyyy.... mommyyy...'' Panggil gadis kecil itu lalu berlari ke arah Gie yang langsung jongkok menyambutnya dengan senyuman manis sambil merentangkan tangannya.


Gadis kecil yang berusia kira-kira lima tahun itu langsung masuk ke dalam pelukan Gie kemudian Gie berdiri mengangkatnya dan menghadiahkan banyak ciuman diwajahnya. Gadis kecil itu tertawa kegelian dengan aksi sang daddy sementara wanita di sampingnya tertawa bahagia dan ikut mencium gadis kecil tersebut.


''Daddy stop, Elf geli loh,'' gadis kecil itu tertawa menggeliat dipelukan sang daddy.


Deg!Deg!Deg!Deg! Deg!


Jantung Alea berdetak makin tak karuan.


"Anak kita? Jadi mereka telah menikah dan itu anak mereka?" Kepala Alea makin berdenyut-denyut, tubuhnya hampir limbung, untunglah di sampingnya ada pilar yang bisa ia jadikan sandaran untuk menopang tubuh lemasnya.


Tiba-tiba ada seorang petugas hotel yang menghampirinya,'' maaf nona, apa anda baik-baik saja? Perlu bantuan?'' Tanya petugas tersebut.


Alea sedikit kaget dengan keberadaan petugas hotel yang telah berada di sampingnya.

__ADS_1


"Ah, saya tidak apa-apa, hanya sedikit pusing, jangan khawatir, saya bisa sendiri,'' ucap Alea lalu segera berbalik kembali ke kamarnya, ia menyeret paksa tubuhnya yang masih bergetar itu.


Sementara itu, jantung Gie dan wanita di sampingnya dibuat berdetak hebat ketika mendengar suara wanita di belakang mereka.


Deg!


Deg!


''Lea??" Batin keduanya yang langsung menoleh ke sumber suara.


Namun mereka tidak melihatnya, hanya orang-orang yang sedang lalu lalang.


''Daddy, mommy, ada apa?'' Gadis kecil itu bertanya ketika melihat kedua orangtuanya berhenti mendadak dan menoleh ke belakang secara bersamaan.


Keduanya tersenyum kikuk, lalu sang mommy menjawab,'' tidak apa-apa sayang, kami pikir seperti mendengar suara teman lama ternyata tidak.''


Ucapan wanita tersebut membuat Gie menatapnya tajam, karena wanita itu juga mengenali pemilik suara tadi.


"Apa itu benar Alea tadi? Dia juga mendengarnya kan? Jadi bukan halusinasiku saja kan? Tapi sedang apa dia di sini? Lalu kemana dia tadi?'' Batin Gie.


''Daddy? Are you okay?'' Pertanyaan gadis kecil itu membuyarkan lamunan Gie.


'' Maaf princess, daddy baik-baik saja. Ayo kita pergi,'' ajak Gie sambil berlalu dari situ.

__ADS_1


Sementara wanita disampingnya terlihat mengepalkan tangannya menahan segala sesuatu yang bergejolak dalam pikirannya.


__ADS_2