
Alea baru saja kembali dari jalan-jalannya bersama Antony, sejak tahu hotel ini adalah milik Gie ia jadi malas berada di hotel jadi sebisa mungkin jika ada kesempatan keluar, ia lebih memilih menghabiskan waktunya dengan berjalan-jalan sambil membeli oleh-oleh untuk Arion dan keluarganya. Sebenarnya ia ingin pindah dari hotel tersebut tapi tak enak dengan nyonya Sandra dan para tamu undangan yang lain apalagi kalau sampai mereka tahu tentang hubungan Gie, dirinya dan Silly di masa lalu. Selain itu, ia juga ingin menghindar dari Gie, untungnya mereka hanya bertemu saat pertemuan dua hari yang lalu, sampai saat ini mereka belum lagi bertemu. Niatnya untuk menambah waktu tinggalnya di Sidney pun ia urungkan.
Kalau saja ia tak berlaku profesional, mungkin ia memilih mundur dari event ini namun ia tahu konsekuensinya, profesionalitasnya pasti dipertanyakan dan juga akan berdampak pada eksistensinya sebagai desainer juga bisnisnya yang akan dipertaruhkan, jadi pertimbangan-pertimbangan itulah yang membuatnya tetap bertahan.
Alea berjalan sendiri ke kamar hotel yang ditempatinya sambil menenteng beberapa belanjaannya karena setelah menurunkannya, Antony pamit karena ada urusan penting yang harus diselesaikannya.
Saat ia baru keluar dari lift ia terkejut melihat Silly sedang berdiri di depan pintu kamarnya. Alea hanya memasang wajah datarnya saat Silly tersenyum ke arahnya.
''Hallo Lea, apa kabar, maaf baru datang menyapamu,'' ucap Silly langsung menghampiri Alea dan hendak memeluknya namun Alea menghindar lalu menatap tajam padanya.
''Jangan berpura-pura baik dihadapanku!'' Ingin rasanya Alea menyerang mantan sahabat tak tahu dirinya itu tapi ia menahannya, ia harus menunjukkan kewibawaan dirinya bukan emosi.
''Apa maksudmu? Aku ingin bicara, aku rasa perlu meluruskan kesalahpahamanmu setelah mengetahui aku dan Gie telah bertunangan.'' Silly berusaha meyakinkan Alea.
Alea tersenyum sinis lalu berkata,'' kesalahpahaman? Apa kau pikir aku akan percaya dengan semua omong kosongmu! Kali ini aku tidak akan tertipu dengan wajah polosmu itu, bagiku kau hanya manusia munafik, bermuka dua dan pengkhianat tak tahu diri, aku tidak pernah menyangka bahwa aku pernah berbagi banyak hal dengan wanita rubah sepertimu!" Emosi Alea mulai naik.
Mata Silly berkaca-kaca mendengar makian Alea terhadapnya," kau belum mendengar penjelasanku tapi sudah memaki-memaki diriku, kita telah melewati waktu sepuluh tahun tanpa kabar, kau tidak tahu kan apa yang terjadi denganku? Kau juga tidak tahu kan kenapa aku dan Gie bisa bersama?''
''Aku tidak perlu penjelasanmu, sudah jelas terlihat kalau kau dan pria brengsek itu mengkhianatiku lalu kalian buat seolah-olah aku yang berkhianat padahal kenyataannya aku yang telah kalian bodohi, tapi sudahlah Alea yang dulu memang terlalu bodoh sehingga mudah ditipu oleh manusia bermuka dua seperti kalian, tapi tidak lagi untuk saat ini, aku tidak akan tertipu dengan air mata palsumu yang penuh kebusukan itu!'' Alea langsung beranjak dari hadapan Silly dengan sedikit menyenggol bahunya hendak masuk ke kamar, ia kembali berbalik lalu berkata lagi,'' selamat menikmati bekasku!''
Setelah berkata seperti itu, Alea berbalik dan hendak masuk ke kamarnya namun ia urungkan saat mendengar suara Silly.
''Setelah aku pindah ke Jerman, perusahaan keluargaku bangkrut, daddy terkena serangan jantung dan meninggal, dua bulan kemudian mommy menyusul karena tak sanggup dengan kepergian daddy, kau tahu, hal yang lebih menyakitkan adalah saat aku tak berada di samping mereka untuk mengantarkan mereka ke tempat peristirahatan terakhirnya, karena grandma ku yang sakit keras ditambah lagi biaya perjalanannya juga mahal karena segala pengobatan grandma berasal dari orang tuaku otomatis saat kami bangkrut biaya pengobatannya semakin mahal hidup kami pun jadi berantakan. Mendengar mommy meninggal, grandma ikut drop dan akhirnya meninggal juga seminggu kemudian setelah mommy pergi. Semua keluargaku tak ada yang peduli denganku setelah kepergian orang-orang yang kucintai, aku benar-benar terpuruk, Lea.'' Silly mengangkat wajahnya yang penuh dengan air mata lalu menatap Alea yang hanya berdiri menatap pintu kamarnya tanpa menoleh sedikitpun pada Silly.
Ada sedikit perasaan iba dan kasihan juga mendengar cerita Silly.
''Aku malu untuk menghubungi kalian karena aku bukan lagi Silly yang hidup mewah dan selevel dengan kalian. Tiba-tiba Gie menghubungiku untuk menanyakan keberadaanmu padaku, aku terkejut karena Gie telah kembali ke Amerika dan kau telah pergi, sebelumnya Gie pergi ke rumahku dan mendapatkan nomor ponselku dari bibi pengurus rumah yang masih tinggal di situ sebelum rumahku disita oleh pihak bank. Dari situlah aku dan Gie mulai berkomunikasi, Gie adalah orang yang selalu ada di saat tersulitku.''
Silly menjeda ceritanya untuk mengatur nafasnya lalu kembali berbicara lagi.
__ADS_1
''Aku bingung harus bagaimana setelah tak punya apa-apa, saat itu terpikir olehku hanya Gie yang bisa menolongku, jadi terpaksa aku meminta bantuan kepadanya dan ia mau membantuku. Dengan bantuannya, aku kembali ke Amerika dan melanjutkan kuliahku yang dibantu oleh unclenya Jack. Setelah menyelesaikan kuliah S2 kami, Gie mengajakku bekerja dengannya di sini sebagai sekretarisnya, Jack juga ikut dengan kami karena dia tak mau dijodohkan oleh orangtuanya dan dia menjadi asisten Gie. Hubungan kami dari waktu ke waktu makin dekat, suatu hari, kami berdua pergi ke Club untuk menghadiri pertemuan bersama kliennya karena mereka meminta bertemu di sana, Gie sangat mabuk saat itu jadi aku mengantarnya pulang, sampai di apartemennya Gie mulai berhasrat padaku, aku tak kuasa menolaknya karena ternyata aku juga mulai menyimpan perasaan untuknya jadi kami melakukannya.'' Silly menjeda lagi ceritanya untuk memeras ingusnya.
Sementara Alea semakin mengeratkan genggaman tangannya pada barang belanjaan yang sedang ia pegang saat mendengar ungkapan perasaan Silly pada Gie dan mereka yang telah tidur bersama. Ia sangat marah mendengarnya namun ia menahannya karena masih penasaran dengan cerita Silly selanjutnya.
''Satu bulan kemudian, aku dinyatakan hamil oleh dokter setelah aku pingsan di kantor dan Gie yang mengantarku. Saat itu Gie ingin menikahiku meski tak mencintaiku namun kami terhalang restu dari mommy Britney. Gie tak berani melawan mommynya jadi kami tidak jadi menikah dan memutuskan untuk bersama tanpa ikatan sambil melakukan pendekatan pada mommy Britney. Perjuanganku juga berat, Lea, selama enam tahun ini aku berusaha untuk mengambil hati mommy Britney dan juga Gie dan akhirnya aku berhasil, tiga bulan lalu kami telah bertunangan dan setelah event ini kami akan menikah, kami masih mengurus segala sesuatunya.''
''Gie telah membuka hatinya untukku saat ini kami sudah saling mencintai dan sudah ada Elf di antara kami, putri cantik kami sekarang berusia lima tahun. Aku tahu, aku salah, Lea. Aku minta maaf karena mencintai Gie tapi percayalah aku tidak bermaksud seperti itu, kau tahu kan, kita tidak akan pernah memprediksi apa yang akan terjadi ke depannya dalam hidup kita seperti yang terjadi di antara kita saat ini. Aku benar-benar minta maaf, Lea. Tolong maafkan aku,'' tiba-tiba Silly berlutut dihadapan Alea.
Alea terkejut dengan apa yang dilakukan Silly namun ia benar-benar tak berniat membangunkannya, jujur ia masih sangat syok dengan apa yang baru saja Silly ceritakan, apa benar ceritanya seperti itu?
Tapi ia kembali bersikeras dalam pikirannya pasti Silly mengarang ceritanya saja biar bagaimanapun tidak dibenarkan seorang sahabat berlaku demikian padanya padahal dia tahu betapa terpuruknya Alea saat Gie pergi meninggalkanya. Lagipula Alea juga bertanya-tanya, kenapa Gie kembali lagi dan mencarinya setelah pergi tanpa penjelasan? Namun Alea urungkan untuk bertanya, ia masih sangat marah dan kecewa terlebih ada anak di antara anak mereka berdua. Bicara soal anak, ia jadi teringat akan Arion, ia harus menghubungi putranya untuk menenangkan pikirannya yang kacau balau saat ini.
''Sudah selesai dramamu? Aku tidak peduli dengan apa yang terjadi di masa lalu, bagiku masa sekarang adalah hal penting yang akan aku jalani, dan mulai sekarang kita sudah bukan sahabat lagi, kita adalah orang asing! Alea langsung masuk ke kamarnya dengan membanting keras pintu kamarnya.
Brakk!
Silly terlonjak kaget, namun kemudian ia menundukkan kepalanya lalu menghapus air matanya dan tersenyum sinis,' baiklah seperti itu lebih baik, cepatlah pergi, kehadiranmu hanya akan menghancurkan semua rencanaku.' Batinnya dalam hati lalu segera bangkit berdiri dan pergi dari depan kamar Alea, untunglah selama mereka di situ tidak ada satupun yang melintas.
...****************...
Setelah masuk ke kamarnya Alea melempar barang belanjaannya ke atas ranjang lalu ia pun luruh di atas lantai, ia menangis meraung-raung tentang masa lalunya.
Kenapa sudah sepuluh tahun terlewati tapi rasa sakit yang ia rasakan menerima kenyataan begitu menyakitkan baginya? Seharusnya ia bisa menerimanya dan tak peduli apapun kebenaran yang terungkap saat ini.
''Kenapa masih sesakit ini? Kenapa susah sekali aku menerimanya? Hiks... hiks...hiks...''
Alea menghapus air matanya, ia teringat akan putranya, Arion. Ia segera berlari membasuh wajahnya lalu segera meraih ponselnya dan melakukan panggilan video.
Panggilan video terhubung.
__ADS_1
''Hallo mommy, sedang apa?'' Tanya Arion.
''Hallo boy, mommy baru pulang membeli oleh-oleh untukmu,'' Alea menunjukkan barang belanjaannya.
''Benarkah?'' Arion terlonjak senang.
''Benar sayang, mommy merindukanmu.''
''Arion juga, mom. Kapan mommy pulang?''
''Dua hari lagi sayang, sabar ya.''
''Okay mom, baik-baiklah di sana. Arion mencintaimu, mom.''
''Mommy too, son.''
''Hai, Lea, kau baik-baik saja?'' Tanya Lindsay yang muncul dari belakang Arion dan mengambil alih ponsel Arion karena Arion menyerahkan ponselnya pada Lindsay.
''Hai Say, ya seperti yang kau lihat,'' Alea berbohong ia tak mau Arion dan Lindsay khawatir dengan dirinya terutama hatinya yang tak baik-baik saja saat ini.
''Bagaimana pekerjaannya?''
''Hampir beres, bagaimana proses produksinya juga?''
''Tenang saja bos, semuanya beres,'' Lindsay mengangkat jempolnya membuat Alea di seberang telepon hanya tersenyum.
''Kau yakin, sedang baik-baik saja?'' Lindsay bertanya sekali lagi karena ia melihat ada guratan kesedihan dalam senyum Alea, seperti ada yang disembunyikan olehnya.
''Hei, aku baik-baik saja, ya sudah aku harus bersiap-siap untuk menghadiri makan malam, nyonya Sandra mengundangku khusus bersama Antony malam ini,'' jawab Alea sebelum Lindsay semakin curiga.
__ADS_1
''Wow, sepertinya kalian sudah benar-benar akrab, ya,'' goda Lindsay.
Alea hanya tertawa, lalu segera mematikan panggilannya atau Lindsay akan terus menggoda Alea, ia takut Arion akan bertanya aneh-aneh kepadanya saat pulang.