
Hoek... hoek...hoek...
Seperti biasa, setiap pagi Alea selalu mengalami mual dan muntah dan Lindsay yang sudah tahu kebiasaan itu akan selalu sigap membantu sahabatnya itu.
Setelah acara morning sikness teratasi dan ia beristirahat sebentar untuk sedikit mengembalikan kondisi tubuhnya yang lemas, Alea lalu membersihkan dirinya. Hari ini untuk pertama kalinya ia akan memeriksakan kandungannya karena sejak dinyatakan hamil Alea sama sekali belum pernah memeriksa keadaan janinnya itu. Ia akan ditemani seluruh keluarganya karena mereka juga penasaran dengan calon anggota baru keluarga Port itu. Apalagi kedua orangtua Alea yang sedari tadi menunggu di ruang tengah sudah sangat tak sabar, sang daddy terus berjalan mondar-mandir kesana-kemari tak jelas, membuat sang istri menggelengkan kepalanya bahkan si kembar dibuat kesal oleh kelakuan daddy mereka.
''Dad, bisakah kau duduk tenang saja? Kami pusing melihatmu bergerak kesana-kemari seperti setrika korslet saja!'' Kesal Rain yang diangguki mommy Christine dan kembarannya.
Calon kakek baru itu tak menggubris ucapan putranya, ia terus melakukan aksinya hingga Alea dan Lindsay muncul di hadapan mereka, membuat mommy Christine dan si kembar menarik nafas lega kalau tidak mereka akan semakin pusing karena ulah daddy James.
Tanpa banyak bicara, daddy James langsung menarik tangan putrinya dengan lembut untuk keluar dari rumah berjalan mendahului anggota keluarga yang lain bahkan meninggalkan sang istri berjalan di belakangnya. Bukan kebiasaannya begitu tapi mommy Christine tak ambil pusing toh yang berjalan di samping suaminya itu adalah putrinya sendiri kalau wanita lain sudah dari tadi ia memberi pelajaran pada suaminya itu.
''Astaga mom, daddy melupakanmu,'' celetuk Rian.
''Biarkan saja, daddymu berjalan bersama kakakmu bukan orang lain,'' sahut mommy Christine santai.
Mommy Christine, daddy James, Alea dan Lindsay berada dalam satu mobil, daddy James sendiri yang menyetir sedangkan si kembar dengan mobil lain yang dibawa oleh sopir keluarga mereka.
Setelah beberapa saat menyetir, mereka akhirnya tiba di sebuah klinik, mereka telah membuat janji temu dengan dokter kandungan terbaik di kota itu.
Seorang perawat menyambut hangat keluarga itu ketika mereka semua masuk ke dalam klinik.
''Selamat pagi dok,'' salam mommy Christine.
''Selamat pagi juga semuanya, silahkan duduk, maaf kursinya hanya dua. Jadi cukup dua orang saja yang boleh ada di ruangan ini,'' ucap dokter Claire ramah setelah mereka masuk ke dalam ruangannya.
__ADS_1
''Boleh kami juga ikut melihatnya dok, tidak apa-apa jika kami berdiri, tak masalah asal dokter mengizinkan kami untuk berada di ruangan ini,'' ujar daddy James memohon.
''Maaf, kalau bisa tiga orang saja, bagaimana?''Tanya sang dokter karena ruangannya jadi penuh sesak.
Akhirnya Lindsay dan si kembar mengalah dan keluar dari ruangan, menyisakan Alea, mommy Christine dan daddy James, dokter Claire dan seorang perawat.
Alea berbaring di atas brankar dengan perasaan gugup, sang perawat segera memasang selimut menutupi setengah dari tubuhnya kemudian menyingkap gaun bagian perut Alea lalu menuangkan gel khusus yang menyebabkan sensasi dingin di bagian kulit perut Alea membuat Alea semakin gugup.
Mommy Christine dan daddy James sudah terbiasa akan hal itu sementara Alea ini baru pertama kali merasakannya, dulu waktu sang mommy mengandung si kembar ia tak pernah ikut dalam pemeriksaan jadi ia belum tahu bagaimana prosesnya.
Setelah perawat melakukan tugasnya, dokter Claire segera menempelkan transducer dan menggerakkannya di area perut Alea.
Deg!
Bunyi detak jantung yang terdengar di monitor membuat jantung Alea ingin melompat keluar dari tempatnya.
Ada rasa haru dan bahagia yang menyeruak masuk ke dalam hatinya, bahkan sudut matanya sampai basah. Melihat itu, daddy James dan mommy Christine meremas lembut kaki Alea serta melempar senyum ke arah Alea, mereka juga ikut terharu dan bahagia mendengar detak jantung calon cucu mereka, mereka juga tak menyangka dan sadar bahwa putri kecil kesayangan mereka telah bertransformasi menjadi wanita dewasa yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.
''Kandungannnya sudah memasuki minggu ke delapan, ukurannya masih sebesar biji kacang dan juga janinnya sangat sehat,'' ujar dokter Claire.
''Apa Anda mengalami mual dan muntah, nyonya?'' Tanya dokter Claire setelah mengakhiri pemeriksaannya dan kembali ke tempat duduknya diikuti kedua orangtua Alea, sementara perawat segera membersihkan area perut Alea dengan tisu.
Alea mengangguk setelah turun dari brankar dan menghampiri sang dokter,'' hanya di pagi hari saja dok, setelah itu tidak lagi. Mmm, boleh saya bertanya dokter?''
''Silahkan nyonya.''
__ADS_1
''Kenapa saya tidak mengalami rasa ngidam seperti kebanyakan wanita hamil?''
Dokter Claire tersenyum mendengar pertanyaan Alea begitu juga kedua orangtuanya.
''Masa ngidam itu bisa terjadi di trimester pertama atau di trimester kedua. Ngidam pada ibu hamil tidak bisa diprediksi dan umumnya berbeda antara ibu hamil yang satu dengan yang lainnya,'' jelas dokter Claire.
Alea mengangguk. Akhirnya rasa penasaran tentang ngidamnya terjawab padahal ia bisa bertanya pada sang mommy yang telah melewatinya tapi karena lupa dan mumpung ia ingat sekarang jadi ia bertanya langsung pada dokter.
Setelah mendengar saran dokter seputar asupan gizi dan nutrisi yang harus dikonsumsinya selama masa kehamilan dan juga menerima beberapa resep vitamin untuk dirinya maka ia dan kedua orangtuanya segera keluar dari ruangan dokter Claire.
Mereka langsung disambut oleh si kembar dan Lindsay yang berdiri di depan pintu dengan rasa penasaran yang besar di wajah mereka.
''Bagaimana hasilnya? Apa babynya sehat?'' Tanya Lindsay tak sabar.
Alea tersenyum dan mengangguk,'' aku mendengar bunyi detak jantungnya, Say.''
''Padahal aku juga ingin mendengarnya tadi,'' jawab Lindsay kecewa begitu juga si kembar yang memasang wajah yang sama dengan Lindsay.
''Pemeriksaan selanjutnya kau saja yang temani Alea, sayang,'' sambung mommy Christine yang memahami rasa penasaran Lindsay.
Mendengar ucapan mommy Christine membuat Lindsay berbinar senang,'' thanks mom.''
Kami juga mom,'' sambung si kembar.
''No, nanti saja kalau kalian sudah dewasa dan memiliki pasangan baru temani istri kalian,'' sahut daddy James yang membuat si kembar memasang wajah cemberutnya.
__ADS_1
Mommy Christine, Alea dan Lindsay hanya tersenyum lucu melihat ekspresi si kembar.
Setelah menebus resep vitamin Alea, mereka segera kembali ke resort.