Rindu Tapi Benci

Rindu Tapi Benci
Bab 27 Pertemuan


__ADS_3

Alea tengah merias dirinya, pagi ini matanya masih terlihat bengkak, rupanya semalam ia masih melanjutkan tangisannya setelah berada di kamar. Alhasil pagi ini ia harus menghadiri pertemuan dengan memakai kacamata untuk menutupi matanya, meski begitu tak mengganggu penampilannya yang tetap paripurna.


Drrt


Drrt


Bunyi dering ponselnya membuat Alea menghentikan aktivitas merias wajahnya.


Tertera nama My Love di layarnya, itu artinya Arion yang sedang melakukan panggilan video padanya. Alea tersenyum sambil membenahi kacamatanya lalu segera mengangkat panggilan video dari putranya itu.


''Hai Boy...'' Sapa Alea.


''Mommy kenapa memakai kacamata katanya mau pertemuan?'' Arion langsung bertanya ketika panggilan video terhubung.


''Kenapa sayang, ini kan lagi trend?'' Jawab Alea beralasan.


Arion hanya ber o ria saja,'' Mommy pas puncak acaranya ajak Arion kesana juga, ya? Arion mau lihat karya-karya mommy dan juga hewan kangguru.''


Alea tampak keberatan mendengar permintaan putranya, ia tidak ingin Arion datang setelah melihat mantan kekasihnya juga berada di situ, bagaimana kalau mereka bertemu dan Gie mengetahui bahwa Arion adalah putranya..


Alea tampak menggeleng. Membayangkan Arion diambil oleh Gie itu sangat menakutkan dirinya.


''Mommy are you okay? Kenapa mommy menggeleng-geleng kepala? Mommy keberatan?''


''Eh, ti-tidak sayang, mommy hanya sedikit pusing.''


''Mommy sakit?'' Tanya Arion terlihat panik di seberang.


'' No sayang, ini hanya sedikit pusing karena tadi malam mommy tidur cukup larut, mommy masih mengerjakan desain busananya,'' bohong Alea lagi.


''Astaga mom, makanya jangan tidur terlalu larut,'' omel Arion.


''Iya sayang, maaf. Dimana mana mama Lindsay? Alea bertanya untuk mengalihkan pembicaraan mereka.


''Masih di kantor, mom,'' jawab Arion.


''Ya sudah sayang, mommy akan menghubungimu setelah selesai pertemuannya, salam buat semua yang ada di sana, I Miss you boy.''


''Ya mom, I Miss you too, jangan lupa minum obat, ya,'' ucap Arion lalu memutuskan sambungannya.


Alea kembali mematuk penampilannya di depan cermin setelah sambungan telepon bersama Arion terputus, meski pikirannya sedang berkecamuk dengan permintaan Arion tapi ia harus tetap menjaga stylenya sebagai seorang desainer, lagipula ia belum memastikan apakah Gie sedang berlibur atau ikut terlibat juga dalam even ini. Ia juga belum memberitahu apapun pada Lindsay dan Ben perihal apa yang ia ketahui tentang mantan kekasihnya, entah apa reaksi Lindsay dan Ben mungkin kedua sahabatnya itu pasti akan sangat terkejut dan sulit untuk mempercayai fakta yang ia ketahui.


''Aku harus terlihat sempurna, siapa tahu aku bertemu dengan kedua manusia brengsek itu, aku akan tunjukkan bahwa Alea yang dulu telah hilang dan kini adalah Alea yang baru dengan segala pesonanya,'' Alea terkekeh geli dengan kata-katanya sendiri walau hatinya masih terasa pedih.


Setelah dirasa sudah sempurna penampilannya, ia lalu mengambil tas tangannya lalu berjalan ke pintu kamar hotel. Ia berhenti sejenak lalu menarik nafasnya, entah kenapa tiba-tiba ia merasa gugup, ia takut bertemu lagi dengan mantannya itu, apa reaksinya ketika mata dan mata saling beradu?


Sekali lagi ia menarik nafasnya lalu berkata pada dirinya sendiri,'' kau pasti bisa Alea, seperti katanya dulu, bahwa kalian adalah orang asing karena itu jadilah orang asing saat bertemu dengannya!''


Setelah menenangkan pikirannya, ia membuka pintu kamarnya dan langsung terkejut melihat keberadaan Antony di depan kamarnya sedang mengangkat tangan hendak menekan tombol bel kamarnya.


''Maaf membuatmu terkejut,'' aku baru mau memanggilmu, untung kau segera keluar,'' ucap Antony sambil tersenyum.


Alea tersenyum,'' selamat pagi Antony, tidak apa-apa, kau sudah sarapan?'' Tanya Alea.


''Ah, selamat pagi Alea, maaf aku lupa memberi salam lagi, sudah tadi, kau belum sarapan?'' Antony tersenyum kikuk.

__ADS_1


Alea tertawa,'' hei, tidak apa-apa, aku sudah sarapan, sebenarnya tadi aku ingin mengajakmu sarapan bersama tapi aku pikir sangat lama, kau tahu kan aku harus bersiap dan wanita sepertiku membutuhkan banyak waktu untuk bersiap.''


Antony mengangguk,'' tidak apa-apa, lain kali kita bisa sarapan bersama kalau kau mau.''


''Tentu saja.''


''Ayo pergi, dua puluh menit lagi, meetingnya akan dimulai,'' ajak Antony.


Alea mengangguk lalu bertanya,'' boleh aku menggandeng tanganmu?''


Antony tersenyum senang lalu menjawab,'' apa kau tidak keberatan kalau semua orang mengira kita memiliki hubungan?''


''Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu, kau tidak keberatan kan? Lagipula kita memang memiliki hubungan, sejak semalam kau bilang kita berteman kan?'' Alea kembali tersenyum.


Antony menggaruk tengkuknya dan tersenyum,'' tentu saja aku tidak akan keberatan dan lagi kau benar kita memang berteman jadi tak masalah, ayo..'' Antony menyodorkan tangannya untuk digandeng oleh Alea.


Alea menyambut tangan Antony dengan senang. Sebenarnya ia juga tak enak meminta hal seperti ini pada Antony namun ia harus melakukannya agar ketika bertemu lagi dengan mantan kekasihnya ia tidak akan terlihat gugup.


Mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan memasuki ruangan meeting yang tersedia di hotel tersebut, sudah banyak tamu undangan yang hadir, tinggal beberapa yang belum datang termasuk CEO B and C Fashion House. Semua yang ada di dalam ruangan meeting menatap terkejut ke arah Alea dan Antony, siapa yang tidak tahu CEO dari Jewelry Clerk yang terkenal tampan dan dingin juga hasil karya perhiasannya yang mewah dan berkualitas itu tengah menggandeng desainer cantik yang karya busananya sedang populer saat ini.


Banyak yang bertanya-tanya, apakah mereka sepasang kekasih? Pasalnya Antony Cruz tak pernah menggandeng wanita lain setelah berpisah dengan tunangannya dua tahun lalu.


Asisten Antony yang sudah lebih dulu tiba menyambut kedatangan tuannya dan Alea, ia lalu mempersilahkan mereka berdua untuk duduk.


Alea merasakan tatapan intimidasi dari beberapa wanita yang ada di ruangan itu, ia tidak pernah tahu bahwa Antony sangat populer di kalangan para model dan desainer.


Meski pun mendapat tatapan seperti itu, namun ia tak mau ambil pusing dengan hal tersebut, ia tetap menunjukkan keanggunan dan profesionalitasnya dengan duduk manis dan juga tatapan tajamnya.


Selang lima menit CEO B and C Fashion House dan asistennya masuk diikuti di belakangnya ada tiga wajah tak asing yang dikenal Alea.


Jantung Alea kembali bertalu-talu dibuatnya, sebisa mungkin ia menyembunyikan getaran dalam tubuhnya.


Sesaat pandangan mereka saling beradu.. lalu terputus karena sama-sama membuang wajahnya.


Tak kalah dengan jantung Alea, jantung Gie juga bekerja dengan sangat hebat melihat sang mantan yang makin terlihat cantik meski sedang menggunakan kacamata dan juga terlihat dewasa, namun ia tetap memasang wajah datar. Ia juga sedang menyembunyikan respon tubuhnya yang mulai tak baik-baik saja dengan kehadiran Alea apalagi tanpa sadar ia mengambil tempat duduk di samping Alea.


Ia dapat menghirup aroma mawar dari tubuh Alea, aroma yang dulu selalu membuatnya candu itu, bahkan saat ini aroma ini seakan menghipnotisnya kembali untuk menoleh ke arah Alea yang berada di sampingnya dan sedang menatap ke depan.


Alea tahu Gie tengah menatapnya, jantungnya rasanya ingin melompat keluar. Ah, ada apa dengan tubuhnya ini! Benar-benar menjengkelkan!


Sementara itu, wanita yang duduk di samping Gie juga merasa tak baik berada di atas meja dan itu tak luput dari mata ekor Alea yang hatinya kian memanas marah pada kedua pengkhianat itu. Tangan Gie yang dipegang itu membuat Gie kembali menoleh dan menatap tajam wanita disampingnya namun wanita itu tetap tersenyum mesra menatapnya.


Jangan lupakan Jack yang duduk disamping wanita itu juga ikut terkejut dengan keberadaan Alea. Pacu jantungnya juga luar biasa, ia mengedarkan pandangannya berharap tak ada wanita yang tak ingin dilihatnya lagi,'ia sendirian? Syukurlah!' batin Jack namun entah kenapa perasaannya seakan kecewa.


Tiba saatnya sang CEO membuka pertemuan tersebut, setelah mengucapkan salam dan kata pembuka lalu sang CEO mempersilahkan asistennya untuk menjelaskan detail rancangan acara mereka kemudian dilanjutkan dengan presentasi-presentasi dari para peserta meeting tentang rancangan-rancangan mereka. Setelah Antony, tiba saatnya Alea yang akan mempresentasikan segala rancangannya.


Setelah namanya di sebutkan, Alea lalu berdiri dari tempat duduknya membawa flashdisk di tangannya yang terdapat bahan presentasinya, ia melangkah dengan cantik dan anggun membuat banyak pasang mata yang mengagumi keseksian juga keanggotaannya berjalan.


Sekali lagi ia memperkenalkan dirinya juga usahanya lalu ia masuk pada desainnya yang bertemakan musim semi sesuai dengan musim saat ini. Selama mempresentasikan rancangannya, semua yang ada di tempat itu menatap kagum pada Alea yang membawakan presentasinya dengan begitu apik tanpa asisten di sisinya.


Tak jauh berbeda dengan Gie yang terkejut karena baru tahu kalau Alea selama ini tinggal di Trondheim, meski ia juga tak pernah ingin mencari tahu lagi keberadaan mantan kekasihnya itu. Melihat pencapaian Alea saat ini, jauh di lubuk hatinya yang terdalam, ada perasaan haru juga bangga yang ia rasakan untuk Alea karena ini adalah mimpi Alea sejak kecil bahkan Alea pernah melepas impian ini demi dirinya namun kini setelah mereka berpisah rupanya Alea kembali meraihnya dan menjadi sukses.


Terlepas dari masalah mereka, Gie mengakui perubahan Alea yang luar biasa.


Gemuruh tepuk tangan, mengakhiri presentasi Alea, ia kembali ke tempat duduknya dan disambut senyum hangat Antony yang ikut bangga dengan prestasi Alea.

__ADS_1


Sepasang mata kembali beradu, Alea dapat melihat tatapan tajam Gie dari dalam kacamatanya namun Alea membuang wajah cueknya menghadap ke arah Antony dan tersenyum hangat.


Gie memutus tatapan tajamnya pada Alea karena mendengar namanya dipanggil.


Sang moderator, memperkenalkan Gie.


''Ini adalah tuan Georgie Alberth Clay, selaku pemilik hotel Legie tempat kita sekarang berada juga kita akan menggunakan Convention dan Exhibition Center tuan Gie untuk acara pagelaran busana kita, dan juga wanita cantik di sebelah tuan Gie ini adalah sekretaris sekaligus tunangan tuan Gie, Nona Silly Angela Wilson dan tuan Jack Anderson sebagai asisten tuan Gie.''


Kasak-kusuk mulai terjadi di samping kiri-kanan Alea dan Antony tentang keberadaan Gie dan Silly, pasalnya keduanya baru bertunangan padahal mereka telah memiliki seorang putri yang telah berusia lima tahun, itu artinya Silly hamil di luar nikah namun yang jadi pertanyaan mereka, kenapa keduanya tak menikah dari dulu ketika Silly dinyatakan hamil? Entahlah sangat sulit mencari tahu tentang faktanya karena informasi tentang mereka benar-benar tertutup rapat.


Sama dengan Antony, Gie ada pria yang sangat populer, ia terkenal sebagai penguasa tampan bertangan dingin karena kesuksesannya di dunia bisnis, ia juga dikenal sebagai hot daddy karena mereka sering kali melihatnya menghabiskan waktu dengan putri cantiknya.


Alea tampak tak nyaman dengan situasi saat ini, namun ia berusaha menahannya, dalam hatinya juga bertanya-tanya kapan hubungan keduanya ini dimulai? Ia ingin sekali menarik tangan Silly keluar dari ruangan itu dan mencecarnya dengan banyak pertanyaan bila perlu menjambak serta mencabik-cabik tubuhnya, wanita yang sudah dianggap sahabat rasa saudari itu kenapa tega menusuknya dari belakang? Apa salahnya, apa ia kurang baik padanya? Kenapa waktu ia kehilangan pria brengsek itu, ia pura-pura ikut merasakan kesedihannya? Dalam hati Alea menertawakan dirinya yang begitu bodoh dan mudah tertipu dengan ja-lang sialan itu yang juga sangat cocok menjadi aktris dan mendapatkan penghargaan sebagai bintang film terbaik karena berhasil mengecoh orang-orang dengan aktingnya yang luar biasa hebat itu.


"Alea.. Alea, kau baik-baik saja?'' bisik Antony sambil mengguncang pelan lengan Alea, ia agak sedikit panik karena melihat Alea yang tak bereaksi sama sekali dengan perkataannya.


Alea tersadar,'' maaf, aku melamun, ada apa?Tanya Alea.


''Kau baik-baik saja?'' bisik Antony.


Sebenarnya ia mulai melihat keganjilan Alea ketika Gie memasuki ruangan ini. Kenapa dia bisa berkesimpulan seperti itu? Karena dari awal ia hanya memusatkan perhatiannya pada Alea, entah kenapa wanita itu bisa memikat dirinya sampai ia tak bisa mengalihkan pandangannya pada hal yang terjadi di sekitarnya.


Alea tersenyum lalu mengangguk,'' memangnya kenapa?''


''Kau terlihat aneh saat melihat tuan Gie dan nona Silly, kau mengenal mereka? bisik Antony lagi.


Alea menggeleng,'' tidak, aku tidak mengenal mereka dan lagi itu hanya perasaanmu saja.'' Alea berbohong, ia benar-benar muak melihat mereka.


Antony mengangguk lalu tersenyum manis pada Alea yang disambut tak kalah manisnya oleh Alea juga untuk menutupi perasaannya.


Gie, Silly dan Jack kembali duduk setelah menjelaskan konsep dekorasi gedung mereka.


Perasaan Gie sebenarnya mulai tak baik-baik saja setelah moderator memperkenalkan Silly sebagai tunangannya di hadapan Alea, ia merasa sedang tertangkap basah berkhianat terhadap kekasihnya padahal ia sangat membenci Alea apalagi melihat Alea tampak mesra dengan Antony.


Entah sudah berapa banyak pria yang terjerat oleh pesona yang diperlihatkannya apa lagi ia memakai pakaian yang cukup menantang, gaun dengan potongan dada rendah memperlihatkan belahan p*y*d**anya terlihat membesar ditambah dengan belahan gaun bawahnya hingga ke paha yang memperlihatkan pula sedikit kaki jenjang mulusnya.


Sebenarnya Ia sempat menangkap ekspresi marah di wajah Alea, ia sangat hafal berbagai mimik wajah yang ditunjukkan mantan kekasihnya itu, ekspresi marah atau sedih atau sedang menahan sakit, ia tahu semuanya.


Gie mulai frustasi dengan pikirannya sendiri, ia lalu mengeluarkan jimat bolanya dari dalam saku jasnya seraya menggenggamnya erat sambil memejamkan matanya sesaat untuk menetralkan pikirannya. Setelah beberapa saat, pikirannya mulai tenang, benar-benar jimat penenang jiwa.


Pertemuan pun selesai, dilanjutkan dengan acara makan siang, kemudian mereka semua kembali ke kamarnya masing-masing beristirahat, begitu juga Alea dan Antony sambil bergandengan tangan.


Dari jauh terlihat Jack yang ingin menghampiri Alea namun mendapati bos sekaligus sahabatnya sedang menatap tajam padanya, ia akhirnya mengurungkan niatnya, biarlah lain kali ia akan mencari kesempatan untuk menyapa Alea, ia harus mendapatkan sedikit informasi tentang kepergiannya kala itu.


Setelah mereka sampai di lobi, Gie menghempaskan tangan Silly yang dari tadi melingkar manis di lengannya. Hal itu membuat Silly meradang,'' ini masih ditempat umum, apa kau ingin membuatku malu?''


Gie menatap tajam pada Silly lalu berkata,'' aku tidak peduli, seharusnya kau jaga batasanmu, kau harus ingat perjanjian kita!'' Gie pergi meninggalkan Silly setelah berkata seperti itu diikuti oleh Jack yang juga mulai muak dengan perdebatan keduanya yang selalu terjadi dimana saja.


''Kau melihatnya kan? Apa kau akan menemuinya, setelah semua hal sulit yang kau alami karena dia?'' Tanya Silly mulai memprovokasi karena ia begitu khawatir dengan posisinya akan terancam dengan pertemuan Alea dan Gie ia tak rela segalanya menjadi sia-sia setelah semua kerja kerasnya selama ini.


''Kau lihat, dia benar-benar wanita penggoda, kali ini dia berhasil menggoda tuan Antony yang terkenal dingin itu, aku yakin dia pasti telah menyodorkan tubuh kotornya itu,'' sambung Silly lagi dengan terus menghina Alea.


Gie dan Jack menghentikan langkah mereka lalu berbalik menghadap ke arah Silly kemudian Gie berkata,'' bukan urusanmu! Aku juga tak peduli dengannya! Dia hanya masa lalu yang tak ada urusannya denganku lagi, dia adalah orang asing!'' Setelah mengatakan hal itu Gie berbalik pergi dan diikuti oleh Jack, hatinya terasa perih oleh perkataannya sendiri.


Silly tersenyum jahat,' baguslah kalau begitu, teruslah berpikir seperti itu!' batinnya.

__ADS_1


__ADS_2